Rasa Dan Cinta

Rasa Dan Cinta
Kadang Mengerti Adalah Caranya


__ADS_3

Siska dan Nurul pun mengikuti Nindy dengan mereka yang mengendarai mobil sementara Nindy mengendarai motornya, mereka akan pergi ke rumahnya Nindy setelah tadi bertemu di jalan tadi, setelah beberapa menit berkendara akhirnya mereka pun tiba di rumahnya Nindy, "Assalamualaikum, " ucap Nindy ketika memasuki rumah yang di ikuti oleh teman-temannya, "Waalaikumsalam, " jawab Sintia yang baru saja keluar dari kamarnya, "Eh ada Siska ama Nurul, bagaimana kabarnya, " tanya Sintia kepada sahabat putrinya tersebut ketika mereka sedang menyalami tangannya, "Alhamdulillah baik tante, " jawab keduanya bersamaan, "Tante sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Siska, "Alhamdulillah Tante juga baik kok, " jawab Sintia, "MA kita ke atas dahulu ya, " ucap Nindy kepada mamanya, "Udah makan?" tanya Sintia kepada mereka, ketika mereka akan pergi ke kamarnya Nindy, "Udah ko Tan, " jawab Nurul yang di balas anggukan oleh Sintia, kemudian mereka bertiga segera menuju ke kamarnya Nindy.

__ADS_1


"Nin Lo udah tahu kabar kondisinya Natan?" tanya Siska ketika mereka sudah berada di dalam kamar, "Udah, " jawab Nindy dengan asalnya, "Lo tahu dari mana Nin?" tanya Nurul penasaran, "Iya kok lu udah tahu Nin?" tanya Siska yang juga cukup penasaran, "Ehh tadi gue tanya sama Winda, iya Winda, " jawab Nindy yang seketika gugup karena pernyataan yang dia ucapkan justru malah menyerang dirinya, "Ooh kirain Lo bertemu tadi sama Natan, " Ucap Siska kepada Nindy, "bagaimana gue mau bertemu sama Natan, rumahnya saja tadi belum gue tahu, " ucap Nindy yang mana dia tidak ingin berbohong karena tadi dia memang tidak mengetahui rumahnya Natan, dan juga Nindy tidak ingin bahwa teman-temannya tahu bahwa dia tadi bertemu dengan Natan, "Kan bisa saja Lo sembunyikan, padahal sebenarnya Lo udah tahu rumahnya tetapi Lo tidak mau kasih tahu kita, " ucap Nurul yang menatap Nindy dengan pandangan curiga, sementara yang ditatap hanya cengar-cengir saja, "Lagian mengapa gue mesti menyembunyikan dari kalian kalau gue tahu alamatnya Natan, " balas Nindy kepada kedua sahabatnya tersebut, "Siapa tahu saja lo suka sama Natan, terus Lo merasa takut ke saing sama kita berdua, " ucap Siska dengan bangganya, yang kemudian Nindy memukul tangan Siska, "Siapa juga yang bersaing dengan Lo, kalau Lo mau ambil saja, " balas Nindy menimpali ucapan Siska, "Entar Lo nyesel lagi, " ucap Siska dengan ekspresi menggoda Nindy, "Terserah Lo deh, " jawab Nindy yang mana apa yang dia ucapkan tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya. Kemudian mereka ngobrol, bercanda dan lain sebagainya tanpa terasa hari sudah petang dan Siska dan Nurul pun memutuskan untuk pulang ke rumah mereka, "Udah petang nih, ayo Sis balik, " ajak Nindy kepada Siska, "Ayok, kita balik dahulu ya Nindy, " ucap Siska kepada Nindy, "Lo berdua udah mau pulang?" tanya Nindy, "Iya lagian udah sore juga, bentar lagi malam, " jawab Nurul yang kemudian Nindy mengantarkan Siska dan Nurul ke depan, "Kita pamit dahulu ya, " ucap Siska sambil melambaikan tangan kepada Nindy, "Iya hati-hati, " ucap Nindy sambil melambaikan tangan ke arah Siska dan Nurul, kemudian mereka pun pergi meninggalkan rumahnya Nindy, setelah mobil yang di tumpangi Siska dan Nurul keluar dari rumahnya Nindy pun kembali memasuki rumahnya dan menuju ke kamarnya."Apa gue suka sama Natan ya?" gumam Nindy ketika berada di dalam kamarnya, "tidak-tidak, tidak mungkin gue suka sama Natan, " ucap Nindy sambil menggelengkan kepalanya, "Kalau bukan suka mengapa gue jadi begini yah, " tanya Nindy kepada dirinya sendri, cukup lama Nindy terdiam sambil memikirkan jawaban atas pertanyaannya tadi, "mengapa sih wajahnya Natan terus muter-muter di pikiran gue segala lagi, " ucap Nindy, "Mending gue mandi dahulu deh, udah sore juga, " ucap Nindy yang kemudian berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, setelah selesai mandi Nindy pun kemudian mengerjakan tugas sekolah seperti biasanya, kemudian makan malam bersama keluarganya dan saat ini Nindy menemukan kebiasaan barunya yaitu menghayal Natan sebelum tidur.

__ADS_1


Hari ini Nindy masuk sekolah seperti biasanya, sama halnya dengan Natan yang sudah membaik dan sudah mulai masuk sekolah lagi, "Hay Nat, Lo udah sembuh?" tanya Nindy ketika dia baru saja memarkirkan motornya dan melihat Natan yang baru sampai juga dan hendak akan pergi ke kelas juga, "Iya, " jawab Natan singkat sambil terus berjalan ke arah kelas yang mana Nindy menyejajarkan langkah dengan Natan, mereka terlihat seperti sepasang kekasih sambil berjalan menuju kelas mereka bercanda dan tertawa lepas berdua hingga mereka tiba di kelas, tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka, "Belum kapok juga tu anak, " gumam orang tersebut, sementara Nindy dan Natan memasuki kelas dan duduk di bangku mereka masing-masing, "Jadi beneran nih tidak ada hubungan?" tanya Siska ketika Nindy duduk di bangku yang ada di sebelahnya, "Apaan sih Lo, " jawab Nindy yang tampak malu-malu, "Katanya kemarin tidak mau, kok sekarang malah mepet-mepet sih, " tambah Nurul yang tadi di belakang dan sekarang sedang berdiri di samping Nindy, "Apaan sih Lo pada, kaga jelas bangat, " sambil mengambil bukunya dan mencoba menghindari ejekan dari sahabat-sahabatnya tersebut, sementara Siska dan Nindy terus saja menggoda Nindy hingga guru mata pelajaran memasuki kelas mereka, "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, " ucap Ibu Ratna ketika sudah berada di dalam kelas dan akan memulai pembelajaran, "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, " jawab murid-murid secara bersamaan, "Oke anak-anak sekarang ibu akan mengadakan ulangan dadakan, harap semua tas dan buku dan handphone ditaruh di depan semua, yang ada di atas meja hanyalah alat tulis, " perintah ibu Ratna, yang seketika mendapat sorakan dari para Murid, ada yang berkata belum belajarlah apalah intinya banyak dari murid-murid yang melakukan protes atas ulangan dadakan tersebut, "tidak ada yang protes, " ucap bu Ratna, yang kemudian para murid langsung diam dan segera mengantarkan tas, buku beserta handphone mereka ke depan dengan wajah lesu mereka, dan ulangan dadakan pun di mulai, tampak banyak dari siswa yang garuk-garuk kepala tidak paham, dan banyak lagi ekspresi yang tidak menyenangkan termasuk Siska dan Nurul karena semalam mereka tidak sempat belajar, tetapi tidak untuk Nindy dan Natan yang memang setiap malam menyempatkan diri untuk belajar. Waktu pun terus berlalu hingga bel istirahat pun berbunyi dan Bu Ratna mengumpul hasil ulangan mereka, "Nanti hasil ulangannya akan ibu bagikan besok, sekian pembelajaran kita pada hari ini wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, " ucap bu Ratna sambil meninggalkan kelas, "waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, " jawab para murid, dan kemudian mereka pun mulai meninggalkan kelas, tidak terkecuali dengan Nindy dan teman-temannya yang memutuskan untuk makan di kantin sekolah, "Nat ayo ke kantin, " ajak Nurul ketika hendak akan pergi ke kantin, "Kalian saja, " jawab Natan singkat yang kemudian Nindy mengingatkan kepada sahabatnya agar tidak memaksa Natan, dan mereka pun meninggalkan Natan sendiri di dalam kelas.

__ADS_1


__ADS_2