Rasa Dan Cinta

Rasa Dan Cinta
Tempat dan Waktu yang Tepat


__ADS_3

Sementara itu Nindy yang telah pulang ke rumahnya terus kepikiran tentang persoalan Natan yang sedari tadi mengacaukan pikirannya, "Hay gaes, nginap di rumah gue yuk, " ajak Nindy kepada kedua sahabatnya melalui grup yang hanya berisikan Nindy, Siska dan Nurul, "Boleh tu, " Siska, "Lo ikut tidak Nur?" tanya Siska di grub mereka, "Pasti dong, " jawab Nurul, "Entar Lo jemput gue di rumah ya, " Nurul, "Oke, " Siska, "Gue tunggu ya, " ketik Nindy yang kemudian meletakkan handphonenya di atas meja belajarnya dan kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamarnya untuk bersih-bersih, Setelah lumayan lama mandi Nindy pun segera berpakaian dan menunggu kedatangan kedua sahabatnya sambil memainkan handphone di ruang tamu, setelah sekitar setengah jam Nindy menunggu akhirnya yang di tunggu pun datang tepat pada pukul 18: 30, "Assalamualaikum, " ucap Siska yang tengah berada di depan pintu rumahnya Nindy bersama dengan Nurul, "Waalaikumsalam, " ucap Nindy yang mengenali suara sahabatnya tersebut yang memang sengaja di tunggunya dan kemudian Nindy membukakan pintu untuk Siska dan Nurul, "Ayo masuk, " ucap Nindy yang mana kedua sahabatnya tersebut mengikuti langkah Nindy yang hendak akan melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, "Eh ada Siska sama Nurul, " safa mamanya Nindy kepada kedua sahabatnya tersebut, "Eh iya Tante, kita nginap di sini tidak apa-apa kan?" tanya Nurul, "Ya tidak apa-apa lah, " ucap Sintia, "Kalau begitu sebelum ke atas makan dahulu, " ucap Sintia kepada putrinya dan dua sahabatnya tersebut, yang mana memang jam tersebut merupakan jam makan malam, dan mereka bertiga pun menuruti perkataan mamanya Nindy dan segera mengambil tempat di meja makan, dan segera mengambil makanan yang ada, "Memang makanan Tante memang yang terbaik, " puji Nurul sambil memakan semur daging buatan Sintia, "Kamu bisa saja pujinya, " ucap Sintia, "memang benar kok Tan, masakan Tante memang paling juara, " tambah Siska, kemudian setelah itu mereka segera menghabiskan makanan mereka, "MA kita ke kamar Nindy dahulu ya, " ucap Nindy kepada mamanya, setelah selesai makan, "Iya, " jawab Sintia kepada Nindy, setelah itu Nindy dan kedua sahabatnya pun mulai menaiki tangga menuju kamarnya Nindy. setelah di dalam kamarnya, Nindy pun mulai menceritakan kegelisahannya kepada kedua temannya, "Gaes gue mau curhat nih, Lo berdua mau dengerin tidak?" tanya Nindy kepada kedua temannya tersebut, yang dijawab anggukan oleh kedua sahabatnya tersebut, "Gue tuh tidak bisa fokus sama latihan gue tadi, gue terus kepikiran sama Natan, Lo berdua punya solusi tidak?" tanya Nindy kepada sahabatnya meminta solusi atas persoalan dirinya yang terus memikirkan Natan, "Lo masih beranggapan bahwa Winda sama Natan punya hubungan spesial?" tanya Siska, "Iya, " jawab Nindy dengan jujurnya, "Kalau masalah itu Lo tidak usah khawatir, gue jamin deh Natan sama Winda itu tidak ada hubungan apa-apa, " jawab Siska dengan mantapnya, "Lo mengapa bisa sangat yakin begitu, mereka berdua kan temannya udah dari kecil jadi sangat mungkin kan mereka berdua saling jatuh cinta, " ucap Nindy mengatakan apa yang sebenarnya dia khawatirkan, "Kalau Winda gue memang tidak tahu, tetapi kalau Natan gue tahu dia tidak suka sama Winda, dan yang di suka Natan itu Lo, " jawab Siska menjelaskan apa yang dia ketahui, "Lo tahu dari mana kalau Natan suka sama gue, orang dianya saja tidak pernah ngomong ke gue, " jawab Nindy yang sebenarnya bingung dengan perhatian dan kedekatan antara dirinya dengan Natan, apakah kedekatan mereka memang didasari atas perasaan suka atau hanya sebatas hubungan teman semata, "Dia bilang ke kita kok, " jawab Siska yakin, "Benar kan Nur, " tanya Siska kepada Nurul meminta pembenaran, "Benar kok Nin, dia itu suka sama Lo hanya saja Natan merasa tidak cocok sama Lo karena dia tidak punya apa-apa sementara Lo punya segalanya, " ucap Nurul menjelaskan apa yang mereka tanyakan kepada Natan tadi, mendengar pernyataan tersebut Nindy dibuat kaget, "Serius Lo berdua?" tanya Nindy meminta pembenaran dari kedua sahabatnya, "Iya benaran, " jawab Siska, "Coba ceritain ke gue bagaimana ceritanya, " tanya Nindy dengan raut wajahnya yang berubah menjadi ceria, "Jadi tadi sepulang sekolah gue sama Siska ngajakin Natan buat ngobrol di taman di dekat sekolah itu, " ucap Nurul yang mencoba menjelaskan, "Terus, " ucap Nindy dengan penasarannya, "Terus kita ngobrol, kita tanya ke dia Lo suka tidak sama Nindy, terus dijawab kalau boleh jujur sebenarnya gue memang suka ko sama Nindy hanya gue sadar diri saja, " ucap Nurul sambil mengulang kembali percakapan antara mereka dan Natan tadi di taman, "Jadi cinta gue tidak bertepuk sebelah tangan dong, " ucap Nindy dengan ekspresi bahagianya, "Iya dong, " sahut Siska yang kemudian Nindy memeluk kedua sahabatnya tersebut, "Makasih banyak ya, Lo berdua udah mau bantuin gue, " ucap Nindy yang bahagia sambil tetap memeluk kedua sahabatnya tersebut, "Iya, iya, " jawab Siska, yang kemudian Nindy melepaskan pelukan kepada kedua sahabatnya tersebut, "Eh tetapi benaran dia insecure dengan gue?" tanya Nindy kepada kedua sahabatnya, "Iya kok, kan Lo tahu sendiri bagaimana sulitnya hidup Natan, yang untuk makan pun dia harus membanting tulang, " ucap Siska sesuai dengan kenyataan yang terjadi, "Iya juga sih, " tambah Nindy yang menjadi bingung akan solusi dari permasalahan tersebut, "Terus menurut Lo berdua gue harus bagaimana nih?" tanya Nindy kepada kedua sahabatnya, "Itu masalahnya sih, dari tadi gue sama Nurul juga mikirin itu, " ucap Siska yang di jawab anggukan Oleh Nurul, "Iya benar tuh, " jawab Nurul sambil memakan cemilan yang dibawa dari rumahnya tersebut, "Apa gue minta papa gue saja masukkan Natan ke perusahaan papa gue saja kali ya, kan kalau begitu Natan tidak perlu susah-susah lagi, " ucap Nindy yang meminta tanggapan atas usulnya tersebut kepada kedua sahabatnya, "Natan itu masih SMA Nindy, " ucap Siska mengingatkan Nindy, "Eh iya ya, " ucap Nindy yang juga merasa bahwa idenya tersebut tidaklah masuk akal, "bagaimana kalau kita kasih modal saja ke Natan, biar Natan buka usaha terus ada penghasilan lebih kan?" ucap Nurul memberikan Usul, "Iya boleh juga tuh, siapa tahu saja usahanya berkembang terus jadi bos muda, " tambah Nindy, "tidak semuda itu ferguson, lagian kita mau modalin Natan buat usaha apa coba? Terus Lo pikir Natan bakalan terimah begitu bantuan dari kita? Lo berdua tahu sendiri kan orangnya Natan kayak bagaimana paling anti menerima bantuan dari orang lain, " balas Siska kepada kedua sahabatnya atas usul yang mereka sampaikan, "Eh iya juga ya, " tambah Nindy, "Terus gue harus bagaimana dong?" tanya Nindy yang makin bingung dengan situasi dan kondisi antara dia dan Natan, "Gue saranin mending Lo biarin Natan menemukan caranya sendiri untuk membuat dirinya merasa cocok bersama denganmu, yang pasti Lo jangan jauhi Natan, " ucap Siska memberi nasihat kepada Nindy, dan setelah itu mereka ngobrol hal-hal random lainya hingga malam makin larut dan mereka memutuskan untuk segera tidur karena besok akan masuk sekolah.


__ADS_2