Rasa Dan Cinta

Rasa Dan Cinta
Cinta Pasti Menemukan Jalannya


__ADS_3

Setelah guru meninggalkan kelas Nindy dan kedua sahabatnya juga berjalan hendak akan keluar kelas, "Eh Nat, pulang bareng yuk," ajak Nindy ketika melihat Natan yang juga akan keluar dari pintu kelas, "Gue masih ada urusan, Lo duluan aja," ucap Natan berbohong, sebenarnya ia masih kepikiran dengan kata-kata dari Aldi tadi, "Bareng gue aja Nin," ucap Aldi yang mendengar perkataan Nindy kepada Natan, "Gue nggak ngajak Lo," ucap Nindy sarkas kepada Aldi, "Urusan apa sih Nat, gue tungguin deh sampai urusannya selesai," ucap Nindy yang tetap memaksa, "Nggak usah Nin, Lo balik aja entar Lo dicariin," ucap Natan yang masih tetap beralasan, "Udah la Nin, kalau Natan nya ada urusan mending Lo pulang sama gue aja," ucap Aldi mencoba membujuk Nindy, "Ogah gue," ucap Nindy kepada Aldi, "Kalau gitu gue balik dulu ya Nat," pamit Nindy kepada Natan tanpa memperdulikan Aldi yang dari tadi mengajaknya pulang bareng , yang dijawab anggukan oleh Natan dengan sudut bibirnya yang ditarik keatas membentuk senyum yang manis, "Ayo gaes kita pulang," ajak Nindy kepada kedua sahabatnya yang dari tadi hanya melihat tanpa memberikan komentar apa-apa, kemudian setelah itu mereka bertiga pun berjalan menuju parkiran sekolah tempat dimana mereka memarkirkan kendaraan mereka, "Gue langsung balik ya, soalnya mau latihan silat gue abis ini," ucap Nindy kepada kedua sahabatnya tersebut, "Oke," jawab Siska dan Nurul secara bersamaan, "Hati-hati lo nya," ucap Siska kepada Nindy yang dijawab anggukan oleh Nindy, kemudian Nindy pun menghidupkan motornya dan segera menjalankannya meninggalkan lingkungan sekolah menuju ke rumahnya. setelah kepergian Nindy Siska dan Nurul pun kembali lagi ke kelas karena ada barangnya Nurul yang ketinggalan di laci mejanya.

__ADS_1


Sementara itu Setelah kepergian Nindy tadi, "Berarti Lo paham apa yang gue bilang bro," ucap Aldi sambil menepuk pundak Natan dan berlalu meninggalkan Natan di sana. sementara itu Siska dan Nurul yang berniat pergi ke kelas tadi, mereka melihat Natan yang masih berdiri di depan kelas, "Lo lagi nungguin apa Nat?" tanya Nurul ketika mereka sudah berada di dekat Natan, hal tersebut membuat Natan terkejut karena dia sedang fokus dengan pikirannya, "Kok lu ngelamun, lagi mikirin apa Lo," tanya Nurul yang melihat keterkejutan Natan, "Lo berdua ngapain balik lagi?" tanya Natan mencoba mengalihkan pembicaraan, "Ada barang gue yang ketinggalan," jawab Nurul, "Lo belum jawab pertanyaan gue tadi, Lo lagi mikirin apa sih?" tanya Nurul yang semakin penasaran, Natan terlihat berpikir sejenak, "Lo berdua sibuk nggak?" tanya Natan kemudian, "Nggak kok, ada apa emang?" tanya Siska yang dari tadi juga penasaran dengan sikap Natan, "Kalau Lo berdua ada waktu, gue mau ngobrol sama Lo berdua," ucap Natan kepada Siska dan Nurul, "Kebetulan kita berdua lagi nggak ada urusan sih," ucap Siska, "Lo gimana Nur?" tanya Siska kepada Nurul, "Gue juga nggak ada kesibukan apa-apa kok,"jawab Nurul, "Kita ngobrol nya di taman aja gimana?" tanya Natan kepada Siska dan Nurul, "Oke, tapi gue ambil barang gue dulu," ucap Nurul yang kemudian masuk ke dalam kelas dan mengambil barangnya yang ketinggalan, setelah mengambil barangnya tersebut mereka bertiga berjalan menuju taman yang berada tidak jauh dari sekolah.

__ADS_1


Sementara itu Nindy yang setelah kembali dari sekolah tadi langsung menuju ke perguruan silat, "Bagus Nin, kamu sudah bisa menguasai teknik tersebut dengan sangat baik," puji coach nya tersebut setelah melihat Nindy yang dapat mempelajari teknik yang ia ajarkan dengan cepat, "Latihannya cukup sampai disini dulu, ingat Nin jaga kondisi tubuhmu karena sebentar lagi Lo bakalan ikutan turnamen, semua yang Lo pelajari akan sulit buat Lo terapkan jika kondisi tubuhmu sedang tidak baik," ucap coach tersebut mengingatkan Nindy yang dijawab anggukan oleh Nindy, setelah itu coach tersebut pergi meninggalkan Nindy. Sementara Nindy segera mengatur segala persiapannya dan berniat hendak akan pulang ke rumah, "Natan lagi ngapain ya?" gumam Nindy bertanya kepada dirinya sendiri yang tengah memikirkan Natan sambil tersenyum, "Apa dia masih ngantarin koran ya?" sambung Nindy, yang kemudian dia mengambil tasnya dan pergi meninggalkan perguruan tersebut dan menuju ke arah motornya,dan kemudian ia segera menaiki motornya dan menjalankannya meninggalkan lingkungan perguruan menuju ke arah rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2