
Kemudian mereka bertiga pergi keluar dari kelas dan pergi menuju parkiran, "Nin kita balik dahulu ya, " ucap Nurul yang sedang berada di dalam mobil bersama dengan Nindy, "Iya hati-hati, " jawab Nindy yang sekarang juga berada di parkiran, kemudian mobil yang dikendarai oleh Nurul dan Siska pergi meninggalkan parkiran sekolah tersebut menuju ke arah rumahnya."Hay Nin, " safa Aldi yang sedang berjalan mendekat ke arah Nindy, sementara itu Nindy yang melihat ke arah Aldi memperlihatkan ekspresi yang tidak suka dan tidak merespon perkataan dari Aldi tersebut, "Lo mau balik?" tanya Aldi setelah sapaan darinya tidak ditanggapi oleh Nindy, "bersama gue ya, " tambah Aldi karena lagi-lagi perkataannya tidak dihiraukan oleh Nindy, "Gue bisa balik sendiri, " jawab Nindy dengan Nada ketusnya dan raut wajah yang menunjukkan ketidaksukaan, "Ayolah Nin, beri gue satu kesempatan lagi, " ucap Aldi yang terus berusaha agar Nindy mau menanggapi perkataannya, "tidak ada yang perlu di beri kesempatan, lagian kita sekarang tidak musuhan dan tidak ada hubungan apa-apa, " jawab Nindy dengan nada tegasnya dan kemudian segera menaiki motornya, "Dan satu lagi, Lo tidak usa lagi ganggu hidup gue, ingat kita udah tidak ada urusan apa-apalagi, " ucap Nindy penuh penekanan sambil menghidupkan motornya dan segera akan menjalankan motornya, akan tetapi dihalangi oleh Aldi, "Lo tidak bisa begitu Nin, Lo tidak bisa begitu saja melupakan kenangan kita lalu Nin, " ucap Aldi yang sedang menghalangi motornya Nindy, "tetapi sekarang Lo harus ingat siapa gue, siapa Lo dan kita berdua udah tidak ada hubungan dan tidak ada urusan apa-apalagi, lagian gue udah ada orang yang gue cintai dan itu bukan Lo, " ucap Nindy sambil menarik pedal gas motornya yang mana Aldi yang sedang berada di depan motornya Nindy mau tidak mau harus menyingkir dan Nindy pun menjalankan sepeda motornya, sementara Aldi hanya bisa memandangi kepergiannya Nindy.
__ADS_1
Sementara itu Nindy yang baru saja keluar dari gerbang sekolah melihat Natan yang sedang berjalan kaki menuju rumahnya, "Hay Nat, ayok pulang bersama, " ajak Nindy yang sedang memberhentikan motornya di tepi jalan, "Eh Nin, tidak usah Lo balik saja dahulu, " jawab Natan yang menolak dengan lembut ajakan dari Nindy, "tidak boleh nolak, lagian kita searah, " ajak Nindy yang tetap memaksa Natan, "tidak usah Nin, gue masih bisa balik sendiri kok, " jawab Natan yang memang tidak enak jika harus merepotkan Nindy terus, "Gue merasa Lo tidak hargain niat baik gue kalau begini, " ucap Nindy yang seolah-olah marah kepada Natan, "Bukan begitu Nin, tetapi gue tidak mau ngerepotin Lo terus, " jawab Natan dengan sebenarnya, "tetapi di sini gue yang nawarin ke Lo, jadi gue tidak keberatan kok, " ucap Nindy yang terus memaksa Natan, akhirnya mau tidak mau Natan akhirnya mengikuti kemauan Nindy, tanpa mereka sadari pembicaraan mereka sedang di perhatikan oleh seseorang yang sedang mengikuti Nindy, tampak orang tersebut merasa sangat marah dengan tangan terkepal karena mendengar pembicaraan Natan dan Nindy yang seolah menggambarkan kedekatan mereka berdua.
__ADS_1
Setelah Natan menyatakan untuk menerima ajakan Nindy untuk mengantarkannya pulang, Natan segera menaiki motornya Nindy yang diikuti oleh Nindy yang membonceng di belakang Natan, "Udah?" tanya Natan setelah Nindy sudah berada di atas motor, "Udah kok, " jawab Nindy, yang kemudian setelah itu Natan segera menjalankan motor menuju rumahnya."Eh Nin gue boleh nanya tidak?" tanya Natan yang sedang menjalankan motor dengan kecepatan yang sedang, "Nanya apa?" tanya Nindy balik, "Lo udah kenal ya sama murid baru yang ada di kelas kita tadi?" tanya Natan yang melihat kejadian tadi di parkiran, "memang mengapa?" ucap Nindy balik bertanya, "tidak mengapa-mengapa kok, cuman tanya saja, " jawab Natan, "Terus mengapa Lo bisa nanya begitu, " tanya Nindy, "tidak kok, gue cuman liat saja Lo sama dia kayak dekat begitu, jadi gue nanya kalau Lo tidak mau cerita juga tidak apa-apa kok, " jawab Natan yang mana rasa penasaran muncul karena dia melihat dari jauh tadi kejadian di parkiran tadi, "Sebenarnya dia itu teman gue, " jawab Nindy yang masih enggan untuk berkata jujur, "Teman sekolah?" tanya Natan, "Iya sih, lebih tepatnya gue sama dia sebenarnya waktu sekolah pernah punya hubungan, " jawab Nindy dengan enggannya, entah Nindy merasa kurang enak hati kepada Natan, akan tetapi Nindy berpikir bahwa dia harus terbuka sejak awal sama Natan jika dia ingin menjalin hubungan bersama Natan, "Maksudnya Lo pacaran sama dia?" tanya Natan meyakinkan, "Iya, " jawab Nindy dengan singkat nya, "Terus Lo sama dia sekarang masih pacaran?" tanya Natan yang penasaran dan juga merasa khawatir jika Nindy dan Aldi masih memiliki hubungan, "Sekarang udah tidak kok, gue sama dia udah tidak ada hubungan dan urusan apa-apalagi sekarang, "Ooh, " jawab Natan yang sebenarnya hatinya merasa begitu lega karena Nindy dan Aldi sudah tidak memiliki hubungan apa-apalagi, "Oh ya, kalau gue nanya sama Lo boleh tidak?" tanya Nindy, "Tanya saja, " jawab Natan singkat, "Lo sama Winda udah lama kenal ya?" tanya Nindy, "Kalau gue sama dia sih kenalnya udah lumayan lama sih, " jawab Natan dengan sebenarnya, "Ooh, jadi kalian berdua udah dekat sangat kalau begitu?" tanya Nindy yang makin penasaran, "Kalau dibilang dekat sangat tidak juga sih, cuman kita memang sudah saling kenal saja begitu, " jawab Natan dengan sebenarnya, akan tetapi entah mengapa terasa sulit diterima oleh Nindy, "Lo ada rasa tidak sama dia?" tanya Nindy yang makin penasaran, "Rasa maksud Lo, rasa bagaimana?" tanya Natan yang masih tidak percaya dengan pertanyaan dari Nindy, "Ya rasa suka begitu, " ucap Nindy memperjelas, yang kemudian mereka sudah tiba di tempat tujuan dan Natan sudah menghentikan motor, "Udah sampai nih, " ucap Natan yang kemudian Nindy yang lebih dahulu menuruni motor dan kemudian disusul oleh Natan, "Jadi bagaimana?" tanya Nindy yang masih penasaran dengan pertanyaannya tadi, "Apanya yang bagaimana, " jawab Natan dengan wajah bingungnya setelah menuruni motornya Nindy, "Yang tadi gue tanyakan, " ucap Nindy memperjelas, "Apa yang Lo tanyakan tadi, gue nya tadi tidak fokus soalnya, " balas Natan, "Tentang Lo yang punya rasa sama Winda atau bagaimana?" ucap Nindy mengulangi pertanyaannya tadi, "Winda itu udah gue anggap seperti adik kandung gue sendiri, jadi tidak mungkinlah gue suka sama dia, " jawab Natan yang memang dia tidak menyukai Winda, setelah itu Nindy merasa lega dan berpamitan kepada Natan dan segera menaiki motornya dan pergi menuju rumahnya dengan hati yang senang dan senyum yang terbit di wajahnya.
__ADS_1