
Hari-hari berlalu seperti biasa, kecanggungan antara Natan dan Nindy pun mulai hilang diikuti kedekatan mereka yang makin terlihat, "maaf, " ucap Natan ketika tidak sengaja bertabrakan dengan salah seorang siswa perempuan di lorong kelas, kemudiaan Natan melanjutkan langkahnya setelah meminta maaf dengan ekspresi dan nadanya yang datar, "Siapa tuh anak?" tanya Alexa kepada kedua temannya yang berada di belakang, "Kayaknya anak kelas X sih, " jawab Kadek dan Laura secara bersamaan, setelah Natan lumayan jauh dari mereka, "Menarik juga tuh anak, " jawab Alexa sambil terus melihat Natan yang terus melangkah menjauh, "Nanti Lo berdua cari informasi tentang dia, " perintah Alexa yang kemudian melanjutkan perjalanannya yang di ikuti kedua temannya, (Alexa dan kedua temannya merupakan anak kelas XII IPS 4, yang terkenal dengan anak nakalnya.
__ADS_1
"Hey Nat Lo mau ke mana?" tanya Winda ketika dia melihat Natan yang sedang berjalan menuju kantin, "Mau ke kantin, " jawab Natan, yang kemudian di balas anggukan oleh Winda, yang mana Winda sudah mengetahui tentang kegiatan yang sering Natan lakuin ketika jam istirahat, "Gue ikut sama Lo ya?" tanya Winda kepada Natan, "tidak usah, lagian gue ke kantin bukan di bagian depannya, gue di belakang, " jawab Natan, "Iya, Gue udah tahu kok, gue mau bantuin Lo, " jawab Natan, "Enggak usah, mendingan Lo makan saja di kantin, " jawab Natan yang kemudian Winda terus memaksa Natan hingga akhirnya Natan memperbolehkan dia untuk ikut, "Eh Nat gue mau tanya boleh?" ucap Winda ketika dia dan Natan sedang berjalan menuju kantin atau lebih tepatnya dapur kantin, "Apa?" jawab Natan, "Gue liat-liat Lo sama Nindy dekat sangat, apa Lo sama Nindy udah pacaran?" tanya Winda yang mana hatinya juga cukup sakit jika melihat kedekatan antara Natan dan Nindy, akan tetapi Winda mencoba menutupi perasaannya kepada Natan, "tidak, kita cuman teman, " jawab Natan yang mana itulah yang sebenarnya terjadi, walaupun dia mencintai Nindy dia juga merasa perlu sadar diri jika dia mencintai Nindy, siapa Nindy dan siapa dirinya. Sementara itu Winda yang mendengar penuturan dari Natan hatinya menjadi sedikit terobati, itu tandanya dia masih memiliki kesempatan untuk bersama dengan Natan, walaupun dia juga menyadari bahwa Natan mencintai Nindy, kemudian mereka terus melangkahkan kaki menuju dapur kantin dan Natan pun segera menyelesaikan pekerjaannya yang di bantu oleh Winda hingga selesai dan mereka pun pergi dari sana menuju kelas, tidak lama kemudian bel masuk berbunyi dan seluruh siswa mulai memasuki kelasnya masing-masing, dan mengikuti pembelajaran hingga selesai.
__ADS_1
Sekitar 15 menit lamanya akhirnya mereka sampai di cafe yang di katakan oleh Siska dan Nurul, kemudian mereka segera masuk dan memesan makanan yang mereka inginkan, "Eh guys gue mau cerita sama kalian nih, tetapi kalian dengarkan dengan baik dan jangan marah ya, " ucap Nindy yang mana dia tidak ingin terlalu lama berbohong kepada sahabatnya tentang kedekatannya dengan Natan, "Lo mau ngomong apa?" tanya Nurul yang penasaran, "Menurut Lo berdua, Natan suka tidak sama gue?" tanya Nindy dengan ragu, "Ooh tentang Natan, " balas Siska, "Kalau dari yang gue lihat, tatapan Natan ke Lo itu seperti tatapan seseorang yang sedang mencintai, " jawab Nurul mengemukakan pendapat, "Eh iya ada mau kita tanyakan dahulu sama Lo, tetapi Lo harus jawab dengan jujur ya?" ucap Siska kepada Nindy, "Iya, iya gue jawab jujur kok, " jawab Nindy yang merasa dia harus terbuka kepada kedua sahabatnya tersebut, "Lo kok sama Natan seperti kelihatan dekat begitu, memang Lo sama dia punya hubungan serius?" tanya Siska, "Kalau untuk hubungan sih gue sama dia cuman teman doang, tetapi kalau kedekatan memang gue sama Natan memang dekat, " jawab Nindy dengan jujurnya, yang membuat kedua sahabatnya merasa terkejut, "Kok bisa, bagaimana ceritanya sampai lo bisa dekat dengan Natan sih?" tanya Nurul yang makin penasaran, "Iya ceritain dong Nin, " tambah Siska yang juga sama penasarannya dengan Nindy, "Ya mungkin karena gue sama dia sering bersama, " jawab Nindy yang sebenarnya juga sudah Lupa bagaimana dia bisa dekat dengan Natan, padahal dia dahulu sempat merasa kesal kepada Natan, "Maksud Lo sering bersama bagaimana sih?" yanya Siska kepada Nindy, "Ya dekat, seperti itulah, " jawab Nindy, "Lo tidak jelas sangat sih ceritanya, coba ceritakan secara rinci bagaimana kejadiannya, tempatnya, tanggalnya dan suasananya biar lebih detail begitu, " ucap Siska kepada Nindy, "Lo pikir gue mau nulis buku apa, " jawab Nindy kepada teman yang di tanggapi cengiran oleh kedua sahabatnya, "Ya dekat seperti gue yang sering nemenin dia ngantar Korang, kita yang sering main bersama, ngobrol, becanda yang intinya gue sama dia dekat sangat begitu, " ucap Nindy mencoba menceritakan kepada kedua temannya tentang kisah kedekatannya dengan Natan tersebut, "Jadi selama ini Lo bohongin Keta berdua ya Nin, katanya tidak mau kok malah dekat, " ucap Siska dengan nada yang di buat seolah-olah dia sedang marah kepada Nindy, " ya maaf kali, masa begitu saja marah, lagian kayaknya Natan tidak suka kok sama gue, " ucap Nindy yang seketika raut wajahnya menjadi sedih, "Lah kok lu bisa menyimpulkan begitu sih Nin, " ucap Siska yang kembali memperhatikan ke arah sahabatnya tersebut, "Iya Nin, lagian yang gue liat Natan sukanya sama Lo ko, " ucap Nurul mencoba meyakinkan Nindy, "tetapi gue pernah tanya sama dia, "ucap Nindy yang kemudian mengingat momen tersebut, "Lo nanyanya bagaimana?" tanya Siska, "Gue nanya kalau dia sedang suka sama perempuan atau tidak, terus dia bilangnya ada dan gue bakalan tahu sendiri kok, kan maksudnya itu bukan gue orangnya dong, " ucap Nindy menjelaskan kepada kedua sahabatnya tersebut, "begitu doang, gue kirain dia udah bilang kalau dia suka siapa begitu, kan bisa jadi yang di maksud Natan adalah Lo, "ucap Siska kepada Nindy, "Ya kan tetapi kata-katanya kayak begitu, jadi tidak salah kalau gue menanggapinya sesuai dengan apa yang gue pahami, " jawab Nindy, "Itu memang tidak salah, yang salahnya Lo kurang pemahaman tentang cinta, " jelas Siska, "Macam Lo paham saja, " balas Nindy yang di jawab cengiran oleh Siska, kemudian mereka melanjutkan ngemil mereka deng ngobrol hal-hal random hingga selesai, dan Siska dan Nurul mengantar Nindy ke rumahnya, sementara motornya Nindy sudah di ambil oleh kang Agus setelah tadi Nindy hubungi.
__ADS_1