
Maura hanya bisa pasrah ketika Ethan mulai mencium dirinya. dirinya hanya bisa merengkuh kesakitan ketika Ethan melakukannya dengan sangat kasar.
"ini sangat nikmat sekali sayang." ucap Ethan.
Maura hanya bisa memejamkan matanya hingga dirinya meneteskan air matanya.
"buang air mata kamu, dasar wanita sialan." ucap Ethan dengan tegas. tatapannya benar-benar sangat mengerikan.
"kenapa kamu menyiksaku seperti ini, apakah salahku Sama kamu." ucap Maura sambil menangis.
"Salah kamu adalah karena aku memiliki dendam denganmu dan sekarang aku bisa membalas dendam atas kejadian lima tahun lalu." ucap Ethan.
"lima tahun lalu? Apa maksudmu dan siapa kamu?"
"sepertinya kamu belum mengenal siapa aku baiklah akan aku tunjukan siapa aku sebenarnya." ucap Ethan kepada Maura. Lalu Ethan kemudian mengambil sebuah kacamata dan memakainya.
"bagaimana kamu sudah tahu kan siapa aku?" tanya Ethan.
Deg.
Maura kaget dengan penampilan Ethan memakai Kacamata wajahnya sangat mirip sekali dengan laki-laki yang sudah dia kecewakan.
"kamu sudah tahu kan siapa aku dan kamu juga tahu kan kejadian lima tahun yang lalu." ucap Ethan Matanya terus menatap wajah istrinya dengan tatapan yang bengis.
"jadi kamu....." Maura tak bisa melanjutkan kata-katanya dia tidak percaya bahwa Pria yang ada di depan matanya adalah Pria lima tahun lalu yang dia tolak cintanya.
__ADS_1
"aku adalah pria yang telah kamu hina baik secara fisik maupun mental kamu menyuruh pacar kamu untuk memukuli aku."
"memukul? Aku tidak pernah menyuruh mantan pacarku untuk memukuli kamu."
"kamu dulu sangat sombong sekali dan kamu pernah mengatakan bahwa kamu tidak akan jatuh cinta kepada laki-laki miskin seperti aku tapi sekarang lihat siapa disini yang miskin."
"Ethan, aku minta maaf atas kejadian lima tahun lalu aku benar-benar minta maaf sama kamu." ucap Maura sambil menahan tangisannya.
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah memaafkan kamu. Aku ingin kamu merasakan bagaimana hidup di neraka yang telah aku buat."
"itu kejadian lima tahun lalu bisakah kamu melupakannya. Ethan aku mohon maafkan aku."
Mata Ethan memancarkan kilatan kebencian saat dia menatap Sarah dengan tajam. Hatinya terbakar oleh api kemarahan yang tak terpadamkan. Lima tahun yang lalu, kejadian itu merobek hatinya menjadi dua, meninggalkan luka yang dalam dan tak pernah sembuh.
"Dalam hidup ini, tidak ada yang abadi, Maura," kata Ethan dengan suara bergetar.
Maura merasa berat untuk bernafas. Ia menyesali apa yang telah dilakukannya pada Ethan. Tak pernah terbayangkan di benaknya bahwa tindakannya yang ceroboh akan memiliki konsekuensi sebesar ini. Selama lima tahun, dia telah hidup dalam penyesalan yang dalam dan menyesal yang tiada henti.
"Apakah kamu bisa mencoba mengerti? Aku tahu bahwa apa yang aku lakukan tak termaafkan, tapi aku sudah berubah," bisik Sarah, berharap suaranya dapat menyentuh hati Ethan yang beku. "Aku benar-benar menyesal, Ethan. Aku ingin mengubah segalanya jika aku bisa."
Ethan menggelengkan kepalanya dengan keras. "Perubahan apa pun yang kamu katakan telah terjadi tidak akan merubah fakta bahwa kamu telah merusak hidupku. kamu telah membuat aku merasa terhina oleh sikap sombong kamu.
Maura menutup matanya, mencoba menahan air mata yang ingin keluar. "Jika aku bisa mengulang waktu, jika aku bisa menghapus apa yang telah terjadi, aku akan melakukannya. Tapi aku tidak bisa. Yang bisa aku lakukan adalah memohon maaf dan berusaha menjadi lebih baik."
Ethan menghela napas panjang, melihat ke bawah untuk mengumpulkan pikirannya yang kacau. Dia memikirkan segala kemarahan dan sakit hati yang dia alami selama ini. Maura merasa dia bisa merasakan betapa dalamnya luka yang telah dia timbulkan.
__ADS_1
"Maaf tidak akan mengubah apa pun," kata Ethan akhirnya, suaranya terdengar rapuh.
"Ethan aku sangat menyesal sejak kejadian tersebut aku seperti sedang tersiksa batinku,hingga ibuku meninggal dunia dan ayahku menikah lagi dengan seorang wanita yang sekarang telah menjadi ibu tiriku. Aku kira aku akan hidup bahagia karena aku masih bisa mempunyai sosok seorang ibu walaupun ibu tiri tapi justru aku malah tersiksa. mungkin ini adalah sebuah karma untukku." ucap Maura.
"Sejak saat itu aku mulai merenungkan kesalahan aku dan saat itu aku juga mencoba untuk mendatangi rumah kamu tapi kamu telah pergi dari pindah dari rumah tersebut."
"asal kamu tahu kejadian lima tahun yang lalu telah merubah diriku menjadi pribadi yang seperti ini, aku melakukan berbagai cara agar aku bisa membalas dendam pada orang-yang telah membenciku termasuk kamu."
"aku menjadi seperti ini karena dirimu, Saat kejadian lima tahun yang lalu ingin rasanya aku menampar kamu tapi rasa cintaku sama kamu sangat besar sekali dan kamu tidak pernah melihat sedikitpun bagaimana perasaan aku."
"Kamu juga telah membuat hatiku terluka aku bisa saja menerima maaf kamu jika dulu kamu tidak pernah sesumbar kepadaku."
"kamu melukai hatiku dengan kata-kata kamu yang sangat kasar. itu benar-benar melukai hatiku." ucap Ethan sorot mata yang sangat tajam memancarkan kemarahan di wajahnya.
Maura merasa dadanya terasa sesak mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Ethan. Kekecewaan terpancar jelas di wajahnya. Dia tahu bahwa tindakan dan kata-katanya di masa lalu telah merusak hubungan mereka, namun dia berharap ada kesempatan bagi dirinya untuk memperbaikinya.
"jadi aku mohon Ethan, tolong maafkan aku." ucap Maura dia terus meminta maaf pada Ethan atas kesalahan lima tahun yang lalu.
Ethan diam begitu saja lalu dia langsung keluar dari kamar. Ethan dan Maura kini hanya tinggal berdua Ethan memutuskan untuk berpindah dari rumah orang tuanya karena dia hanya ingin berdua dengan istrinya bukan menjadi pasangan suami istri tapi dia ingin menyiksa hidup istrinya.
di luar Ethan sedang duduk di ruang tamu mendengar suara tangisan dari istrinya entah kenapa dirinya tiba-tiba meneteskan air matanya.
"kenapa aku tak bisa membenci kamu, kamu telah melukai hatiku tapi rasa benci tak mengubah fakta bahwa aku sangat mencintai kamu." gumam Ethan di dalam tangisannya.
Sementara itu Maura hanya merenungi nasibnya. Dia hanya bisa menangis dan pasrah apa yang telah terjadi hari ini.
__ADS_1
Ethan merasa perasaannya berkecamuk di dalam dirinya. Dia tidak bisa membenci Maura meskipun dia telah melukai hatinya. Rasa cintanya yang dalam terhadap Maura tidak bisa dimungkiri, dan kesedihan yang ada dalam dirinya membuatnya semakin bingung. bingung apakah dia akan terus membenci Maura padahal hatinya masih sangat mencintainya.