RASA YANG MASIH SAMA

RASA YANG MASIH SAMA
EPISODE 30. Perangkap.


__ADS_3

Kini Ethan dan Maura telah kembali sambil membawa bubur ayamnya. Mereka kini masuk ke dalam rumah.


"dari mana saja kalian?" tanya mamah Olivia.


"Kami habis jalan-jalan pagi mah dan kebetulan aku membelikan bubur ayam untuk mamah dan yang lainnya." ucap Ethan.


"bubur ayam?, kenapa kamu membeli bubur ayam."


"tadi istriku ingin sekali bubur ayam makannya aku membelikannya untuknya karena aku teringat dengan kalian aku membelikan empat porsi untuk mamah dan yang lainnya.


Mamah Olivia tersenyum melihat perhatian Ethan yang begitu baik terhadap istri dan keluarga mereka. "Terima kasih, Ethan. Kamu selalu begitu perhatian," ucapnya sambil mengambil satu porsi bubur ayam dari tangan Ethan.


Ethan dan Maura duduk bersama Mamah Olivia di ruang tamu, sambil menikmati makanan pagi mereka. Mereka mengobrol hangat tentang kegiatan mereka sepanjang pagi, sambil sesekali tertawa dan saling berbagi cerita lucu.


Tiba-tiba, pintu rumah terbuka dan ayah Michael masuk ke dalam dengan senyum lebar. "Apa yang sedang terjadi di sini? Bau bubur ayam yang lezat benar-benar menggoda seluruh rumah," kata ayah Michael.


"Siapa yang buat bubur ayam ini" ucap Ayah Michael yang melihat ada bubur ayam di mangkok.


"suamiku tidak ada yang membuat bubur ayam ini, Ethan yang membelikannya untuk kita semua."


"dimana, ayah Stefan." ucap Ethan.


"Stefan sedang menyelesaikan pekerjaannya mungkin sebentar lagi dia akan segera kesini." ucap ayah Michael.


Sambil menunggu ayah Stefan keluar dari ruangannya, mereka saling mengobrol satu sama lain.


Tiba-tiba, ada Seseorang yang turun dari lantai atas, dan Stefan kemudian bergabung dengan mereka semua.. "Maafkan aku, apa kalian menungguku" katanya lalu dia menarik kursi dan duduk bersebelahan dengan ayah Michael.


"apa pekerjaan kamu sudah selesai, Stefan." ucap Michael.


"sudah selesai, Tuan Michael." ucap ayah Stefan.


"Ethan membelikan bubur untuk kita semua, kamu harus mencobanya bubur ini rasanya sangat enak." ucap ayah Michael.


Ayah Stefan kemudian mengambil bubur yang sudah ada di dalam mangkuk, dia mencium baunya. dia merasakan baunya sangat harum bahkan ketika dia mencobanya rasanya sangat gurih.

__ADS_1


Ayah Stefan memakannya dengan sangat lahap.


"bagaimana apa sangat enak." ucap Maura.


"ini sangat enak, dimana kalian membelinya." ucap ayah Stefan.


"tadi di pinggiran jalan, aku membelinya." ucap Ethan.


Hari semakin siang Ethan terus berada di samping istrinya.


"hubby, aku bosan di rumah aku ingin keluar aku ingin jalan-jalan." ucap Maura.


"kan tadi pagi udah jalan-jalan sayang, sekarang kamu harus istirahat memangnya kamu ingin kemana.


Ethan merasa iba melihat Maura yang merasa bosan di rumah. Dia paham bahwa istri tercintanya butuh hiburan dan perubahan suasana. Dia berpikir sejenak dan kemudian tersenyum.


"Baiklah, sayang. Aku mengerti kamu ingin keluar sebentar. Aku punya ide bagus, bagaimana kalau kita pergi ke taman dekat sini? Kita bisa duduk-duduk di sana, menikmati udara segar, dan melihat pemandangan yang indah," ucap Ethan dengan penuh semangat.


Maura tersenyum senang mendengar usulan Ethan. "Itu terdengar seperti rencana yang sempurna. Ayo kita segera pergi!" ucapnya.


Mereka segera bersiap-siap dan berangkat ke taman. Ketika mereka sampai di sana, mereka melihat pepohonan yang hijau, bunga-bunga yang bermekaran, dan anak-anak yang bermain riang. Udara segar dan semilir angin membuat suasana begitu menyenangkan.


Beberapa saat kemudian, mereka melihat seorang pemuda sedang memainkan gitar di dekat taman. Suara gitarnya melodi dan memikat hati. Maura tertarik dengan penampilan pemuda itu.


"Ethan, lihatlah pemuda itu. Dia memainkan gitar dengan begitu indah. Aku ingin mendengarnya lebih dekat," ucap Maura sambil menunjuk ke arah pemuda itu.


Ethan melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Maura dan setuju dengan permintaannya. Mereka berjalan mendekati pemuda itu dan duduk di dekatnya. Melodi yang tercipta dari jemari pemuda itu begitu mempesona.


Pemuda itu berhenti sejenak dan tersenyum kepada Ethan dan Maura. "Terima kasih sudah mendengarkan, apa yang bisa saya mainkan untuk kalian?" tanya pemuda itu.


Maura berpikir sejenak dan berkata, "Apakah kamu bisa memainkan lagu 'You Are My Sunshine'? Itu adalah lagu favorit kami."


Pemuda itu mengangguk dan mulai memetik senar gitarnya. Melodi 'You Are My Sunshine' pun terdengar merdu dan penuh kehangatan. Maura dan Ethan saling berpegangan tangan sambil menyanyikan lagu tersebut dengan penuh cinta.


Di tengah keindahan taman dan musik yang mempesona, mereka merasa semakin dekat dan bahagia sebagai pasangan. Mereka merasakan kebersamaan yang mendalam, melewati setiap tantangan bersama, dan saling mendukung dalam perjalanan hidup mereka.

__ADS_1


Saat lagu selesai, mereka memberikan tepuk tangan untuk pemuda itu sebagai ungkapan terima kasih. Kemudian, mereka berterima kasih kepadanya dan kembali duduk di bangku taman.


"Ethan, terima kasih telah membawaku ke taman ini. Ini adalah momen yang indah dan tak terlupakan bagi kita," ucap Maura dengan tatapan penuh cinta.


Ethan tersenyum dan memeluk Maura erat. "Aku senang melihatmu bahagia, sayang. Kamu adalah cahaya dalam hidupku, dan aku berjanji akan selalu berusaha memenuhi keinginan dan kebahagiaanmu."


"Ethan jika anak ini lahir apa kamu sudah memiliki nama." ucap Maura.


"Sudah, aku sudah memiliki nama yang cocok untuk anak kita mau anak laki-laki atau perempuan aku sudah memiliki namanya."


"Siapa namanya?" tanya Maura."


"Rahasia. jadi, kalau kamu ingin mengetahui nama anak kita kamu harus bisa menjaga kesehatan kamu begitu juga denganku aku akan membantu menjaga kesehatan kamu." ucap Ethan.


"baiklah hubby, aku akan menurut apa perkataan kamu." ucap Maura.


"itu baru istri kesayanganku." ucap Ethan sambil mencubit hidung istrinya.


"jangan di cubit ini sakit, hubby." ucap Maura.


Maura yang marah kemudian balik mencubit suaminya.


Ethan hanya tersenyum ketika Maura mencubitnya.


"bagaimana kalau kita pulang, kamu sudah lelah kan?" tanya Ethan.


kedua pasangan suami istri tersebut pulang ke rumah setelah menikmati waktunya di taman tadi.


Ethan masuk ke dalam rumah bersama dengan istrinya.


Maura kini sudah masuk ke dalam kamarnya karena dirinya kelelahan akhirnya dia merebahkan dirinya di ranjang.


Saat Ethan hendak masuk ke dalam kamar, Sebuah Ponsel berdering di sakunya. Ethan kemudian mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan melihat siapa yang telah menelfon dirinya.


ternyata yang telah menghubunginya adalah Evan.

__ADS_1


"Halo, Van ada apa kamu menghubungiku." ucap Ethan.


"Halo, Tuan muda orang itu sudah berhasil masuk ke dalam perangkap kita." ucap Evan sambil tersenyum.


__ADS_2