
Setelah melakukan pergumulan panas Ethan dan Maura kini tidur dengan saling berpelukan.
Maura membenamkan wajahnya di dada bidang milik suaminya.
"aku mencintaimu, hubby." ucap Maura sambil mencium suaminya.
"aku juga mencintaimu dan maafkan aku atas kesalahanku waktu itu." ucap Ethan.
"aku sudah memaafkan kamu aku tidak mempermasalahkannya sama sekali aku tahu kamu melakukan hal itu karena kamu memiliki dendam denganku."
"tapi aku tak bisa lama membencimu dan sekarang aku benar-benar mencintaimu."
"aku juga mencintaimu tak aku sangka pria yang dulu aku tolak sekarang malah menjadi suamiku."
"terkadang kita tidak tahu dengan siapa kita berjodoh, kamu yang aku benci sekarang aku malah jatuh cinta denganmu." ucap Ethan.
"begitu juga denganku orang dulu aku sakiti hatinya sekarang malah menjadi suamiku."
...****************...
Keesokan harinya Maura bangun dari tidurnya dia membuka jendela terlihat matahari sudah muncul dan Maura langsung membangunkan suaminya.
"hubby, bangun bukankah hari ini kamu harus Pergi bekerja." ucap Maura.
Ethan bangun dari tidurnya lalu dia mengucek matanya, "Sayang aku masih ngantuk." ucap Ethan.
"tapi kamu harus bangun ini sudah siang, cepat bangun." ucap Maura dengan galaknya.
"tapi aku masih mengantuk, sayang." ucap Ethan.
"bangun! kalau kamu ngga bangun aku siram pakai air."
"baiklah aku akan bangun asal kamu cium aku dulu." ucap Ethan sambil menggoda istrinya.
__ADS_1
Maura tidak bisa menolak permintaan dari suaminya dia mendekati suaminya lalu mencium pipi kanan dan kiri suaminya.
Ethan yang sudah dicium oleh istrinya langsung bangkit dari tidurnya lalu giliran dirinya yang mencium istrinya.
Ethan kemudian beranjak dari ranjangnya lalu dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara itu Maura mencuci muka lalu setelah itu dirinya menyiapkan sarapan untuk suaminya. tak lupa juga dia menyiapkan baju yang akan di pakai oleh suaminya. Ethan sudah keluar dari kamar mandi lalu dan dia sudah berganti pakaian Lalu dia segera menuju ke ruang makan.
Ethan sudah berada di ruang makan dan Semua anggota keluarga yang lainnya datang menyusulnya.
Kini mereka berkumpul dan sarapan bersama.
"Sayang, apa kamu sudah bertanya kepada Suamimu, kamu ingin menjadi seorang Desainer." ucap Sarah ibu mertuanya."
"sudah mah aku sudah mengatakannya."
"Ethan, lalu apa jawabanmu?" tanya Sarah.
"Selama itu untuk kebaikan istriku aku akan mendukungnya." ucap Ethan.
"itu cita-cita kakak dari dulu ingin menjadi seorang Desainer." ucap Maura.
"wah kakak kalau kakak menjadi Desainer apa kakak bisa mengajari aku, aku juga ingin menjadi seorang Desainer." ucap Maura.
"dengan senang hati." ucap Maura sambil tersenyum.
Ethan kini sudah sudah pergi ke Perusahaan miliknya.
Perusahaan Cristhoper adalah sebuah perusahaan teknologi terkemuka yang berbasis di pusat kota yang sibuk, telah tumbuh menjadi kekuatan yang tak terbendung dalam industri. Dari awalnya sebagai sebuah start-up kecil yang hanya dimulai dengan beberapa rekan sejawat, perusahaan ini kini memiliki kantor cabang di berbagai penjuru dunia. Visi Ethan untuk membawa inovasi revolusioner dan memberdayakan masyarakat dengan teknologi terbaru telah menjadi kenyataan.
Ethan kini sudah sampai di Perusahaan dia memarkirkan mobilnya dan segera memarkirkan mobilnya.
Ethan turun dari mobilnya lalu dia segera berjalan menuju ke Perusahaan. Semua karyawan yang melihat kedatangan bosnya langsung menunduk hormat. Ethan tersenyum kepada semua karyawan lalu dia segera beranjak menuju ke ruangan miliknya.
__ADS_1
Ethan kini sudah duduk di kursi miliknya.
"Evan, apa jadwal kita hari ini?" tanya Ethan.
"hari ini kita akan mengadakan pertemuan dengan klien asal London." ucap Evan.
"baiklah, apa kamu sudah persiapkan semuanya." ucap Ethan.
"sudah, Tuan muda." ucap Evan.
Ethan mengangguk puas. "Bagus, Evan. Saya percaya kamu akan melakukan yang terbaik. Klien ini sangat penting bagi perkembangan perusahaan kita. Pastikan semuanya berjalan lancar."
Evan tersenyum percaya diri. "Tentu, Tuan muda. Saya telah melakukan riset mendalam tentang kebutuhan dan preferensi klien kita. Presentasi telah disiapkan dengan baik dan tim telah mempersiapkan semua informasi yang diperlukan."
"Bagus sekali, Evan. Saya tahu saya bisa mengandalkanmu untuk mengatur segalanya dengan rapi. Klien ini berpotensi menjadi mitra strategis yang sangat berharga bagi kita, dan saya yakin kamu bisa memberikan kesan yang tak terlupakan," ucap Ethan dengan penuh keyakinan.
Evan menatap Ethan dengan mata penuh rasa terima kasih. "Terima kasih, Tuan muda. Saya akan bekerja keras untuk memastikan bahwa pertemuan ini menjadi sukses dan memberikan hasil yang kita harapkan."
Mereka berdua kemudian melanjutkan diskusi, merencanakan strategi yang akan mereka terapkan dalam pertemuan dengan klien tersebut. Ethan memberikan pandangan yang luas dan visi yang jelas, sedangkan Evan menyumbangkan ide-ide brilian yang mampu mengesankan siapa pun yang mendengarnya.
Sementara itu, di ruang rapat yang lain, anggota tim lainnya juga tengah mempersiapkan bagian mereka masing-masing. Mereka berkolaborasi dengan antusias, saling membantu dan memberikan masukan yang berharga untuk memastikan bahwa presentasi dan proposal yang disampaikan akan menjadi yang terbaik.
Ketika tiba saatnya pertemuan dimulai, Ethan dan timnya berkumpul di ruang konferensi yang elegan. Mereka menunggu kedatangan klien dengan penuh harap. Ketegangan terasa di udara, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang merasa cemas. Mereka telah bersiap sepenuhnya dan percaya pada kemampuan mereka.
Ketika pintu ruangan terbuka, klien dari London memasuki ruangan dengan senyuman hangat. Ethan menyambutnya dengan sikap ramah dan memperkenalkan timnya satu per satu. Percakapan pun dimulai, diawali dengan presentasi yang disajikan dengan penuh kepercayaan diri.
Satu jam berlalu, dan suasana ruangan menjadi semakin hangat. Diskusi berjalan dengan lancar, dan klien terlihat terkesan dengan solusi inovatif yang ditawarkan oleh Ethan dan timnya. Setiap pertanyaan dan keraguan dijawab dengan bijaksana dan meyakinkan.
Akhirnya, saat pertemuan hampir mencapai akhir, Ethan menyimpulkan dengan penuh semangat, "Kami sangat berterima kasih atas waktu yang Anda berikan hari ini. Kami yakin bahwa kerja sama antara perusahaan kami akan memberikan manfaat yang saling menguntungkan. Kami berharap dapat melanjutkan diskusi ini ke tahap selanjutnya."
Klien dari London tersenyum puas. "Saya sangat terkesan dengan presentasi dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh perusahaan milik anda, Tuan Ethan." ucap Klien yang berasal dari London.
"Terima kasih atas apresiasi yang Anda berikan," ujar Ethan dengan rendah hati. "Kami berusaha keras untuk memberikan kualitas terbaik dalam setiap aspek bisnis kami. Kerjasama dengan perusahaan Anda akan menjadi suatu kesempatan yang sangat berarti bagi kedua belah pihak."
__ADS_1
Klien dari London menganggukkan kepala setuju. "Saya tak sabar untuk melihat bagaimana kolaborasi ini akan menghasilkan keuntungan dan pertumbuhan bagi kedua belah pihak. Anda memiliki reputasi yang luar biasa di industri ini, Tuan Ethan, dan saya sangat yakin bahwa kerja sama ini akan membawa perusahaan kami ke tingkat yang lebih tinggi." ucapnya.
Ethan kemudian tersenyum sambil mengucapkan terima kasih.