
di pagi hari Ethan mengajak istrinya untuk jalan-jalan pagi, mereka saling bergandengan tangan menyusuri jalanan yang sangat asri. matahari yang sangat cerah menyambut mereka berdua.
"bagaimana sayang apa kamu merasa baik."
"aku merasa sangat baik, terimakasih karena telah mengajakku jalan-jalan pagi."
"jalan-jalan pagi sangat baik untuk kesehatan apalagi untuk calon bayi kita, jika kamu menghirup udara pagi pikiran kamu akan tenang dan itu juga akan sangat bagus untuk calon bayi kita."
"ternyata kamu tahu semuanya." ucap Maura.
"Karena aku Adalah suami kamu jadi aku harus tahu apa yang terbaik untuk istriku." ucap Ethan pada istrinya.
"hubby, aku sangat lapar Bagaimana kalau kita cari makanan."
"memangnya ada makanan ditempat seperti ini."
"bagaimana kalau kita mencarinya."
"baiklah." kini Ethan membantu istrinya mencari makanan karena istrinya sangat kelaparan mungkin ini efek dari calon bayinya.
Maura melihat ada pedagang bubur ayam di pinggir jalan, Maura meminta suaminya untuk membelikan bubur ayam tersebut.
Ethan tak bisa menolak permintaan istrinya walaupun dia tak ingin Istrinya ngambek, Mereka berdua kini menghampiri tukang bubur ayam tersebut.
"Pak, pesan bubur ayamnya satu?" ucap Ethan.
"kenapa satu by, kamu ngga makan." ucap Maura pada suaminya.
"tidak apa-apa, aku tidak lapar sama sekali." ucap Ethan mengelus rambut istrinya.
"Pesan satu ya pak." ucap Ethan.
"Siap mas, buburnya pedas atau tidak." ucap pedagang tersebut.
"ngga usah yang pedas pak, istri saya sedang hamil takut menganggu kesehatannya."
Pedagang bubur ayam tersebut mengangguk lalu dia membuatkan satu porsi bubur ayam.
Setelah selesai membuatkan satu porsi bubur ayam lalu pedagang tersebut memberikannya kepada pembeli.
__ADS_1
Maura merasa sangat senang ketika bubur ayamnya sudah jadi, Maura memakan bubur ayam tersebut dengan sangat lahap.
"Sayang, sepertinya kamu sangat suka sekali dengan bubur ayamnya?" tanya Ethan pada istrinya.
"by, ini enak sekali kamu harus mencobanya." ucap Maura.
Maura Kemudian mencoba untuk menyuapi suaminya hal itu membuat pedagang bubur ayam iri dengan kedekatan mereka berdua.
"ini sangat enak sayang." ucap Ethan.
"benarkan, bubur ayam ini sangat enak." ucap Maura.
"pak saya mau pesan bubur ayam lagi empat porsi tapi dibungkus ya pak." ucap Ethan pada pedagangnya.
"Baik, mas." ucap Pedagang tersebut.
"beli buat siapa saja by?" tanya Maura.
untuk yang di rumah." ucap Ethan.
sambil membuatkan bubur ayam pedagang tersebut kemudian bertanya kepada Ethan.
"baru satu minggu pak." ucap Ethan.
Pedagang itu melanjutkan pembuatan bubur ayam dengan cermat, sementara Ethan menjawab pertanyaannya. "Ya, pak, baru satu minggu. Kami baru saja mengetahuinya dan masih dalam tahap awal kehamilan. Kami berdua sangat bahagia dan penuh harapan."
Pedagang itu tersenyum dan mengangguk pengertian. "Setiap kehamilan adalah perjalanan yang istimewa. Ia akan membawa perubahan besar dalam kehidupan kalian. Pastikan untuk memberikan perhatian dan dukungan yang maksimal kepada istri serta calon buah hati kalian."
Ethan menyimak dengan serius kata-kata pedagang itu. Ia mengangguk tanda pengertian. "Tentu, pak. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kasih sayang dan perawatan yang dibutuhkan oleh istri saya dan bayi kami yang sedang tumbuh."
"ngomong-ngomong, bapak sudah lama jualan disini?" tanya Ethan pada pedagang tersebut.
"sudah sekitar satu tahun saya berjualan di tempat ini." ucap pedagang tersebut.
"kalau sudah satu tahun bapak berjualan di tempat ini, kenapa saya tak pernah melihat bapak. padahal saya selalu lewat sini." ucap Ethan.
"saat itu istriku sedang sakit mas, makannya saya tak berjualan saya saat itu sedang merawat istri saya."
Pedagang tersebut menghela nafas, matanya penuh dengan kenangan. "Memang benar, mas. Suatu saat istriku tiba-tiba jatuh sakit parah. Kami harus segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkannya. Selama beberapa minggu, saya fokus untuk merawat dan mendukung istriku dalam proses pemulihan."
__ADS_1
Ethan menunjukkan rasa empati. "Saya sangat menyesal mendengarnya, pak. Semoga istri bapak sudah pulih sepenuhnya sekarang."
Pedagang itu mengangguk sambil tersenyum. "Terima kasih atas doa dan kebaikanmu, mas. Sekarang, istriku telah pulih dan kembali sehat. Setelah itu, saya memutuskan untuk kembali berjualan di sini, mencoba untuk membangun kembali usaha yang sempat terbengkalai. Dan sekarang, saya senang bisa bertemu denganmu dan mendengar kabar gembira tentang kehamilan istri kamu."
Ethan tersenyum tulus. "Terima kasih banyak, pak. Saya senang bisa berbagi berita ini dengan Anda."
Pedagang tersebut mengangguk. "Ini adalah momen yang istimewa, mas. Hidup ini penuh dengan perubahan dan tantangan, tetapi juga dengan kebahagiaan yang tidak tergantikan. Pastikan untuk selalu memberikan dukungan dan cinta kepada istri dan keluargamu. Berikan mereka pengertian dan waktu yang mereka butuhkan."
Ethan mengambil napas dalam-dalam, merenungkan kata-kata pedagang itu. "Saya akan mengingat kata-kata bijak Anda, pak. Terima kasih atas nasihatnya."
Pedagang tersebut tersenyum dan mengangguk menghormati. "Selalu ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari orang-orang di sekitar kita, mas. Saya hanya berharap semoga keluargamu senantiasa diberkahi dengan kebahagiaan dan kesuksesan."
Setelah mengucapkan terima kasih sekali lagi dan berpamitan dengan pedagang tersebut, Ethan dan Maura melanjutkan perjalanan pulang. Di dalam hati mereka, terasa kehangatan dan semangat baru setelah bertemu dengan pedagang yang penuh inspirasi.
Perjalanan mereka sebagai calon orangtua terus berlanjut. Mereka menyadari bahwa hidup penuh dengan peristiwa tak terduga dan bahwa mereka harus siap menghadapinya dengan kekuatan dan cinta yang tak tergoyahkan.
Dalam kegelapan malam, mereka berjalan dengan perasaan lega dan bersyukur. Bubur ayam yang mereka bawa pulang dari pedagang tersebut menjadi simbol harapan, kebersamaan, dan semangat baru yang mereka bawa pulang untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka.
Dalam perjalanan menuju rumah, Ethan dan Maura saling berpegangan tangan dengan erat. Mereka melihat ke depan dengan penuh keyakinan, siap untuk menjalani setiap momen yang akan datang, baik suka maupun duka, bersama-sama.
sebelum pulang Ethan membayar bubur ayam tersebut lalu dia pulang ke rumah bersama dengan istrinya.
Sementara itu pedagang bubur ayam kaget dengan uang yang diberikan padanya.
"uang ini sangat banyak sekali, terimakasih Tuhan, aku sangat senang sekali akhirnya aku mendapatkan rejeki dari orang baik."
FLASH BACK ON.
"pak semuanya jadi berapa." ucap Ethan.
"Semuanya jadi lima puluh ribu aja, mas." ucap pedagang tersebut.
"ini uangnya pak dan yang ini uangnya untuk bapak semoga uang ini berkah buat bapak." ucap Ethan.
"mas, uang ini sangat banyak sekali aku tidak pantas menerimanya, mas." ucap pedagang tersebut.
"istri saya sangat menyukai bubur ayam buatan Bapak dan itu anggap saja rezeki untuk bapak. bapak bisa menggunakannya untuk biaya usaha agar bubur ayam bapak memiliki tempat berjualan jadi bapak tidak usah memakai gerobak lagi."
Pedagang tersebut berterimakasih pada Ethan dan Ethan kemudian membalasnya dengan senyuman.
__ADS_1