RASA YANG MASIH SAMA

RASA YANG MASIH SAMA
EPISODE 14. Kangen Ibu.


__ADS_3

Setelah pulang dari taman Ethan dan Maura pergi ke rumah orang tua Ethan. Ibu dan ayahnya Ethan mengundang mereka untuk datang ke rumah mereka.


Kini mereka berdua sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah tersebut. kedua pasangan suami istri sudah berada di dalam mobil. Ethan melajukan mobilnya ke rumah orang tuanya.


Sampailah mereka di pintu gerbang rumah orang tuanya. salah satu penjaga membuka pintu gerbang untuk Mereka berdua.


"Selamat datang, Tuan muda dan Nona muda." ucap Penjaga tersebut.


"Ethan hanya mengangguk lalu dirinya memasuki halaman rumah orang tuanya. Mobil kini sudah terparkir di tempat yang telah di sediakan."


Kini kedua pasangan suami istri tersebut masuk ke dalam rumah dan Kedua orang tua Ethan langsung menyambutnya.


ibunya Ethan langsung berlari memeluk menantunya. "Sayang, apa Ethan Sangat jahat sama kamu." ucap Olivia


"Ethan tidak pernah jahat sama aku dia selalu memperlakukan aku dengan baik." ucap Maura sambil tersenyum.


"Kalau Ethan jahat sama kamu biar mamah yang ngasih pelajaran buatnya."


"iya mah, jika Ethan jahat aku pasti akan lapor sama mamah." ucap Maura dengan tersenyum.


Dia sangat bahagia orang tuanya Ethan menerima dirinya tanpa memandang siapa dirinya.


Ethan menatap wajah istrinya. istrinya berusaha untuk menutupi kesalahannya padahal jelas-jelas dirinya telah menyakiti istrinya atas nama dendam.


melihat istrinya menutupi kesalahannya Ethan menjadi merasa sangat bersalah.


Hatinya terasa berat saat melihat istrinya berusaha menyembunyikan kesalahan yang telah dilakukannya. Ethan merasakan adanya kehancuran yang menjalar di dalam dirinya. Ia menyesali setiap tindakan yang telah dilakukan atas nama dendam tanpa memikirkan akibatnya.


"Maura," gumam Ethan dengan suara lirih, "Maafkan aku. Aku tidak seharusnya melakukan ini. Aku tidak seharusnya menyakitimu seperti ini." ucap Ethan kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar.


Ethan mencoba menahan air mata yang ingin meleleh dari matanya.


"Maura maafkan aku atas kesalahanku dulu, aku menaruh dendam pada kamu sehingga aku telah banyak menyakiti kamu. Kali ini aku Ethan Cristopher berjanji untuk melindungi kamu dengan segenap jiwaku." ucap Ethan.


Maura menatap wajah keseriusan suaminya lalu dirinya menempelkan wajahnya di dada bidang milik suaminya.

__ADS_1


Ethan merasakan getaran kehangatan dari tubuh Maura yang menempel di dadanya. Ia memeluknya erat-erat, mencoba memberikan kehangatan dan kenyamanan yang lama hilang dalam hubungan mereka. Perlahan, mereka terjebak dalam pelukan yang menggambarkan penyesalan, harapan, dan keinginan untuk memulai kembali.


Maura mengangkat kepalanya, tetapi tetap memeluk suaminya. Ia merasakan detak jantung Ethan yang teratur, menyirami perasaannya dengan harapan baru. "Ethan, aku ingin mempercayaimu lagi, tapi aku takut. Aku takut bahwa dendam itu akan menguasai kamu kembali, dan aku akan terluka lagi."


Ethan merasakan kekhawatiran yang tulus dalam suara Maura. Ia memandanginya dengan penuh cinta dan keputusasaan. "Maura, aku tidak akan pernah membiarkan dendam menguasai hidupku lagi. Aku menyadari betapa berharganya kamu dalam hidupku, dan aku tidak ingin kehilanganmu. Aku berjanji untuk memperbaiki diri, mengatasi dendamku, dan membuktikan bahwa aku pantas mendapatkan kepercayaan darimu kembali."


"aku percaya denganmu Ethan, kamu tahu aku juga sangat mencintai kamu."


Kini mereka berdua berpelukan lalu tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu kamar mereka Ethan dan Maura langsung kaget begitu saja.


"maaf aku menggangu kalian." ucap Emma lalu dirinya menutup pintu kamar kakaknya dan kemudian dia langsung berlari dari tempat tersebut.


kedua pasangan suami istri tersebut saling menatap satu sama lain.


Kedua pasangan suami istri tersebut kemudian langsung keluar dari kamar mereka Ethan yang melihat Adiknya sedang bersembunyi di belakang mamahnya langsung menghampirinya.


"Ethan ada apa ini?" tanya Olivia kepada anaknya.


"ngga ada apa-apa mah, aku hanya ingin menghukum adikku karena dia masuk ke kamar milikku dan istriku begitu saja."


"kalau aku tidak ada di dalam berarti kamu akan masuk begitu saja, Emma sebelum kamu masuk ke kamar seseorang kamu harus mengetuk pintu terlebih dahulu karena itu adalah Privasi."


"sudah-sudah, Emma kan sudah meminta maaf sama kamu seharusnya kamu memaafkan kesalahan adikmu."


"Sudah lah Sayang kasihan adik ipar kamu jangan marahi dia, dia kan ngga sengaja masuk dan dia juga sudah meminta maaf."


"aku sudah memaafkan kesalahan dia sayang, tapi aku hanya memberikan dia peringatan kalau aku dan kamu melakukan hal di luar batas dan dia masuk ke kamar kita begitu saja apa kamu tidak merasa malu."


Wajah Maura langsung memerah ketika Suaminya mengatakan hal tersebut.


"Hubungan di luar batas apa maksudnya?" tanya Emma dengan polosnya.


"anak kecil seperti kamu seharusnya tidak boleh tahu." ucap Ethan.


"tapi aku bukan anak kecil lagi umurku sudah dua puluh tahun." ucap Emma.

__ADS_1


"kalau umur kamu dua puluh tahun apa kamu disebut orang dewasa." ucap Ethan.


"iya memangnya kenapa." ucap Emma.


Ethan kemudian mengusap rambut adiknya, "adik kecilku ternyata sudah besar" ucap Ethan sambil mengusap-usap rambut adiknya.


"Kakak jangan asal mengusap rambutku aku malas merapikannya lagi."


"Ethan kamu jangan ganggu adikmu." ucap Michael.


Maura hanya tertawa melihat tingkah Kedua kakak adik tersebut dia merasa senang masuk ke dalam keluarga ini.


Maura merasa bahwa ini adalah keluarga yang sesungguhnya tidak seperti di rumah ibu tirinya yang seharusnya melakukan tugasnya sebagai pengganti dari ibu kandung malah berbuat jahat berbeda dengan ibu mertuanya, ibu mertuanya menganggap dirinya sebagai anak kandungnya.


"Maura maafkan mereka berdua. mereka berdua selalu saja seperti itu selalu saja bertengkar Keduanya juga tidak mau mengalah."


Maura menggelengkan kepalanya justru dia merasa sangat senang karena keluarga ini terlihat sangat harmonis. tanpa disengaja dia meneteskan air matanya.


Ethan dan Emma yang melihat Maura meneteskan air matanya langsung menghentikan perdebatan mereka lalu dirinya langsung menghampiri istrinya dan memeluknya.


"ada apa sayang, kenapa kamu menangis." ucap Ethan.


"aku tak tahu mas, aku tiba-tiba aku kangen dengan ibuku mas aku ingin menemui ibu." ucap Maura.


Olivia yang mendengar hal tersebut langsung memeluk Maura yang sudah dia anggap sebagai anaknya sendiri.


"jika kamu memang merindukan ibu kamu kenapa kamu tak menemuinya." ucap Olivia.


"Sayang, bagaimana kalau kita pergi menemui ibu." ucap Ethan sambil mengusap punggung istrinya.


"iya mas aku juga sangat merindukan ibu bisakah kamu mengantarkan aku ketempat ibu." ucap Maura kepada suaminya.


"aku pasti akan mengantarkan kamu ke tempat ibu mertuaku aku juga ingin menyampaikan sesuatu kepadanya bahwa aku adalah suami kamu." ucap Ethan dengan antusias.


"mamah juga ingin bertemu ibu kamu ingin rasanya mamah berterimakasih sama ibu kamu karena telah membuat putra saya bisa menikahi wanita cantik seperti kamu." ucap Olivia ibu mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2