
"Sayang aku akan turun ke bawah untuk mencari makanan." ucap Ethan kepada istrinya. Maura mengangguk lalu Ethan keluar dari ruangan ayah mertuanya.
Kini tinggal Maura dan ayahnya yang berada di dalam, Mereka berdua saling memandang satu sama lain. tak terasa air mata dari seorang Tuan Steven menetes.
"bagaimana kabarmu?" tanya Tuan Steven.
"Seperti yang ayah lihat aku baik-baik saja." ucap Maura.
"apa kamu bahagia dengan pernikahanmu." ucapnya kembali.
"aku sangat bahagia, aku memiliki suami yang menyayangi aku dan mertuaku sangat baik denganku, mertuaku seperti orang tua kandung bagiku." ucap Maura.
"Maura, sekali lagi ayah minta maaf, ayah menyesal sekarang, maukah kamu memaafkan ayah kita buka lembaran baru lagi."
"aku sudah memaafkan ayah, sekarang lebih baik ayah beristirahat karena ayah baru saja melakukan operasi."
"untuk masalah operasi ayah, apa kamu yang membiayai ini semua?" tanya Tuan Steven.
"bukan aku tapi suamiku dia yang membayar biaya operasinya." ucap Maura.
"kamu sekarang sudah memiliki kehidupan yang baru kamu memiliki seorang suami yang baik, tidak seperti ayah yang mempunyai seorang istri yang tamak karena harta."
"mungkin ini adalah karma untuk ayah karena ayah tak mempercayai kamu bahwa wanita itu adalah wanita iblis."
"ayah benar-benar menyesal Maura, ayah menyesal telah menelantarkan kamu, ayah menyesal karena tidak bisa menemani kamu di saat pernikahan kamu berlangsung kamu pasti sedih karena ayah tidak hadir di pernikahanmu kan." ucap Tuan Steven lagi-lagi air matanya menetes karena penyesalan. penyesalan yang teramat sangat dalam karena dengan teganya mengusir datang dagingnya sendiri demi seorang wanita berhati iblis.
"aku sudah memaafkan ayah, aku pasti akan merebut apa yang kita punya Karena aku tak akan membiarkan dia menguasai harta ayah." ucapnya.
"tapi bagaimana caranya semuanya sudah diambil oleh wanita itu tanpa tersisa untung saja Bibi Nia mau merawat ayah tanpa imbalan sama sekali ayah jadi merasa bersalah dengannya." ucap Tuan Steven.
"apa Bibi Nia masih bekerja sebagai pelayan di rumah Kita?" tanya Maura.
"dia masih bekerja di rumah ayah, Bibi Nia yang merawat ayah ketika ayah sakit." ucap Tuan Steven. Bibi Nia juga yang membawa ke rumah sakit ini dengan dibantu oleh Pak Parman supir pribadi ayah."
"apa dia tidak akan rencana untuk keluar dari pekerjaannya padahal sudah tidak ada yang menggajinya." ucap Maura.
"ayah juga berkata seperti itu kepada Bibi Nia dan pak Parman tapi dia tetap bersikukuh bekerja untuk ayah walaupun ayah tak menggajinya sama sekali."
__ADS_1
"kasihan sekali mereka berdua ayah aku akan membantu ayah untuk menggaji mereka berdua."
"Terimakasih, tapi dimana kamu mendapatkan uangnya."
"akulah yang akan membayarnya." ucap Ethan yang sudah berada di dalam ruangan."
"Huby, kamu sudah kembali." ucap Maura.
Ethan kemudian menghampiri mereka berdua sambil membawa makanan yang dibungkus plastik lalu makanan tersebut diletakkan di atas meja.
"tenang saja, aku akan membayar biayanya asal mereka bisa menjaga ayah mertua dengan baik." ucap Ethan.
"Sebelumnya aku ingin tanya sama ayah mertua, bagaimana ayah bisa bertemu dengan wanita itu?" tanya Ethan.
Tuan Steven akhirnya menceritakan bagaimana dia bisa bertemu dengan Wanita itu, awal pertemuannya adalah dia menolong Tuan Steven, yang akhirnya Tuan Steven jatuh cinta dengannya tapi dia tidak tahu bahwa ini adalah sebuah jebakan.
"apa selama pernikahan tidak ada rasa curiga dari ayah." ucap Ethan.
"ayah tak curiga sama sekali karena ayah pikir dia adalah wanita yang sangat baik, dia adalah wanita yang telah memberi semangat padaku tapi ternyata itu hanya sandiwaranya saja."
"ayah sudah mengerti karena itulah ayah sudah meminta maaf sama Maura."
"untung saja Maura memaafkan ayah tapi bagaimana jika Maura tidak memaafkan ayah." ada rasa sesak di dadanya ketika Ethan berkata seperti itu perasaan yang sangat bersalah bercampur aduk.
"huby, jangan berkata seperti itu ayah sedang sakit dia baru saja melakukan operasi."
"untung saja Maura adalah wanita yang sabar dia tetap mengkhawatirkan ayah, jika ayah ingin menebus kesalahan segeralah sembuh dan luangkan waktumu untuk anakmu yang sudah lama kamu buang." sambil menunjuk Maura Ethan mulai bertanya kembali.
"putrimu sudah kehilangan ibu kandungnya seharusnya dia masih mendapatkan kasih sayang darimu, Seorang ayah harus bisa menjaga anaknya dengan baik apalagi anaknya adalah Seorang Perempuan. apa ayah tidak tahu hati seorang perempuan itu sangat rapuh. dia pasti akan merasa sangat sedih ketika seorang yang dia sayangi tega mengusirnya."
Tuan Steven merenungkan kesalahannya dia mengusir anaknya sendiri demi wanita yang baru dia kenali bahkan dirinya tak memberikan uang sedikit pun untuknya.
bahkan dirinya tidak merasa khawatir sama sekali, dia tidak memikirkan dimana dia tinggal, apakah sudah makan ataukah sudah mandi tapi dia tidak memikirkan hal tersebut.
Sekarang dia sudah bertemu anaknya kembali dia pasti akan menebus semua kesalahannya.
"ayah pasti akan menebus kesalahan ayah, ayah janji ayah akan selalu menyayangi kamu percayalah, ayah menyesal sekarang."
__ADS_1
"ayah, aku sudah memaafkan ayah apapun yang terjadi aku tetaplah anak ayah, aku tidak merasa dendam sama ayah."
"Terimakasih sayang, ayah benar-benar menyesal selama ini karena tak percaya denganmu."
"sudahlah ayah. ayah jangan sedih lagi lebih baik, ayah beristirahat."
"benar, apa kata istriku lebih baik ayah mertua beristirahat karena baru saja melakukan operasi."
"Terimakasih menantuku kamu telah menjaga putriku dengan baik."
"sudah menjadi tugasku untuk menjaganya karena dia adalah istriku."
saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba ponsel milik Ethan berbunyi lalu Ethan mengambil ponselnya yang berada di dalam saku.
"Siapa yang menelfon mu?" tanya Maura.
"ini mamah yang menelfon, Sayang aku akan keluar dulu." ucap Ethan.
"aku juga akan keluar, aku ingin ayah bisa tidur dengan tenang."
"ayah aku dan Suamiku akan berada di luar jika ada apa-apa ayah bisa memanggil kami berdua."
Tuan Steven mengangguk dengan tersenyum lalu Ethan dan Maura segera keluar dari ruangan.
Ethan kemudian memencet tombol hijau menjawab panggilan dari ibunya.
"Halo, Ethan kalian berdua dimana sekarang?" tanya Mamah Olivia di telfonnya.
"aku dan istriku sekarang berada di rumah sakit?"
"rumah sakit?, siapa yang sakit?, apa menantu mamah yang sakit. awas saja jika terjadi apa-apa sama menantu mamah, mamah tidak akan memaafkan kamu."
"mah, yang sakit bukan istriku tapi ayahnya dia baru saja melakukan operasi jantung."
"ayahnya Maura baru saja melakukan operasi jantung lalu bagaimana keadaannya apa dia baik-baik saja." ucap Mamah Olivia.
"dia baik-baik saja operasinya berjalan dengan lancar dan dia sekarang sedang beristirahat.
__ADS_1