RASA YANG MASIH SAMA

RASA YANG MASIH SAMA
EPISODE 9. Baju Perawat.


__ADS_3

Satu hari setelah pesta pernikahan berlangsung malam harinya Ethan dan Maura sudah berada di ranjang yang sama.


"ini untuk kamu." ucap Ethan kemudian memberikan sebuah bingkisan kepada Maura.


"apa ini?" tanya Maura. Lalu Maura membuka bingkisan yang telah diberikan oleh Ethan.


Maura membuka bingkisan tersebut dan di dalam bingkisan tersebut adalah sebuah lingerie berwarna merah.


"ini lingerie?"


"kamu harus memakai itu untuk melayani aku." ucap Ethan.


"kenapa aku harus memakai ini." ucap Maura.


"Karena aku ingin kamu terlihat sangat seksi di hadapanku." ucap Ethan.


dengan terpaksa Maura mengikuti perintah dari Ethan. Maura meminta untuk keluar dari kamar. Karena dia ingin berganti pakaian.


"kenapa aku harus keluar bukankah kita sudah resmi menikah." ucap Ethan.


"kalau kamu tidak keluar bagaimana aku membuat kamu terkejut dengan penampilan diriku."


Maura merasa sedikit tidak nyaman dengan permintaan Ethan, tetapi dia memutuskan untuk mengikuti keinginannya. Dia keluar dari kamar dengan penuh keraguan, tetapi dalam hatinya, dia berharap Ethan akan menghargai keinginannya untuk merasa nyaman.


Beberapa saat kemudian, setelah Maura berganti pakaian, dia kembali ke kamar dengan lingerie merah yang telah diberikan oleh Ethan. Ketika dia memasuki kamar, Ethan terkejut melihat penampilannya.


"Wow, kamu terlihat luar biasa," kata Ethan dengan mata yang berbinar. "Aku tidak pernah berpikir bahwa kamu bisa terlihat begitu menakjubkan."


Ethan kemudian mendekati maura lalu dirinya mencium bibir milik Maura.


"kamu sangat cantik sekali hari ini, aku tidak sabar untuk segera memakan kamu."


Ethan kemudian mencium tengkuk istrinya agar istrinya semakin bergairah. tenang saja aku akan membimbing kamu dengan lembut.


Ethan terus melakukan hal-hal yang membuat istrinya bergairah kini Ethan dan Maura sudah melakukan hubungan suami istri.


kini Ethan sudah tidur dengan tenang sementara itu Maura hanya bisa menangis.

__ADS_1


"kenapa nasibku seperti ini, dia benar-benar merasa sangat tersiksa dengan Ethan. Hubungan suami istri yang harusnya sangat lembut malah seperti diperkosa padahal mereka adalah pasangan suami istri. lebih tepatnya pasangan palsu.


Keesokan harinya Ethan dan Maura kini sudah berada di ruang makan. Ethan Menyuruh Maura untuk bersikap biasa saja.


"Cie-cie yang semalam melakukan malam pertama." ucap Emma.


"kakak ipar bagaimana malam pertama dengan Kak Ethan apa berhasil."


ada raut wajah kesedihan tetapi dia mencoba untuk tegar. Maura kemudian hanya tersenyum.


"Emma kamu jangan menggoda kakak ipar kamu. Kasihan dia." ucap Michael ayah mertuanya.


"iya Emma, kamu seharusnya tidak mengatakan hal tersebut kasihan Kakak ipar kamu dan kamu juga masih sangat kecil seharusnya kamu tidak mengetahui hal tersebut."


"mamah aku itu sudah besar jangan pernah menganggap aku anak kecil aku sudah besar."


"mau sebesar apapun kamu, kamu tetaplah anak kecil di hadapan kami." ucap Ethan.


Emma mendengus kesal, tetapi dia memutuskan untuk tidak melanjutkan perdebatan itu lebih jauh. Mereka sedang berkumpul di ruang keluarga, suasana yang seharusnya riang menjadi canggung setelah pembicaraan tentang malam pertama Ethan dan Maura.


Ethan dan Maura saling pandang sejenak, kemudian tersenyum. "Kami memang tidak bekerja hari ini," kata Ethan, "kami ingin menghabiskan waktu bersama.


Maura menambahkan, "Ada beberapa hal yang ingin kami lakukan bersama, seperti berjalan-jalan di sekitar kota, makan siang bersama, dan mungkin mengunjungi tempat-tempat yang memiliki kenangan spesial bagi kami."


Michael mengangguk paham. "Itu ide yang bagus. Kami akan senang untuk bergabung dengan kalian."


kini Ethan dan Maura sudah pergi keluar untuk menikmati pemandangan kota.


Ethan dan Maura berjalan beriringan, menikmati suasana pagi yang segar. Mereka telah keluar dari keramaian pusat kota dan memilih untuk menjelajahi daerah sekitar yang lebih tenang. Matahari perlahan naik di langit, memancarkan sinar hangat yang menerangi jalan mereka.


Setelah puas menikmati indahnya kota Ethan mengajak Maura untuk makan di sebuah restoran sesampainya di sana Ethan duduk di sebuah meja di sudut restoran yang nyaman.


"kamu cepat pesanlah makanan kesukaan kamu. aku tahu kamu sedang kelaparan." ucap Ethan.


"tapi aku tidak lapar sama sekali." ucap Maura dia tidak ingin Makan apapun karena dirinya tidak sedang moodnya sangat buruk."


"Kalau kamu tak makan nanti kamu sakit kalau kamu sakit bagaimana nanti malam kamu melayaniku." ucap Ethan berbisik dengan pelan.

__ADS_1


Cepat kamu pesan makanan yang kamu sukai pesanlah sebanyak mungkin supaya nanti malam kamu bisa melayaniku.


Maura akhirnya memesan favoritnya.


Maura memilih untuk memesan hidangan favoritnya, sebuah steak yang lezat dengan saus lada hitam yang khas. Ethan tersenyum melihat pilihan Maura, mengetahui betapa dia menikmati makanan yang nikmat.


Saat hidangan mereka tiba, Maura mencicipi potongan daging yang empuk dan meleleh di mulutnya. "Ini benar-benar luar biasa," katanya dengan senyum. "Aku suka betapa restoran ini bisa menghidangkan hidangan yang sempurna."


"katanya kamu tadi mau makan tapi kenapa sekarang kamu malah ketagihan. tapi itu baik karena kamu bisa melayani aku dengan semangat.


dalam hati Maura dia berpikir kapan siksaan ini akan berakhir walaupun Ethan menyiksanya tapi Ethan tidak pernah melakukan kekerasan fisik dia hanya menyiksa dirinya dengan membentak.


Maura tidak tahu apa yang terjadi dengannya apa mungkin ini adalah sebuah karma karena waktu muda dirinya adalah Perempuan yang sangat sombong. Perempuan yang berbuat seenaknya.


"Ethan, aku ingin tanya sama kamu?" ucap Maura kepada Ethan.


"apa yang ingin kamu tanyakan."


"apa tujuan kamu menikahi aku, kamu tidak mungkin tujuan menikahi aku karena kamu ingin memperoleh anak dariku."


"tujuan aku menikahi kamu karena aku ingin mempunyai seorang anak yaitu penerus perusahaan Cristopher dan juga karena mamah ingin menggendong seorang cucu. Itu adalah salah satu tujuanku."


"Ada satu hal tujuan utama kenapa aku menikahi kamu tapi sekarang aku belum memberitahu sama kamu mungkin aku akan memberitahu kamu secepatnya tentang siapa aku dan kenapa aku meminta kamu menikah denganku padahal kita baru saja saling mengenal." ucap Ethan.


"aku ingin tahu apa sebenarnya tujuan kamu meminta untuk menikah denganku."


...****************...


Malam harinya Ethan memberikan bingkisan lagi kepada Maura. Maura Kemudian membuka bingkisan tersebut.


"kamu pakailah pakaian itu aku akan menunggu kamu di luar."


Ethan sudah tidak sabar melihat Maura memakai baju perawat mungkin bisa dirinya langsung bergairah.


setelah Maura menyuruhnya langsung masuk, Ethan melihat pemandangan yang sangat indah. Ethan hanya bisa menelan saliva miliknya.


"kamu Sangat cantik dan seksi hari ini." ucap Ethan lalu dia mencium bau parfum milik istrinya.

__ADS_1


__ADS_2