RASA YANG MASIH SAMA

RASA YANG MASIH SAMA
EPISODE 16. Berbelanja.


__ADS_3

Keesokan harinya Ethan kembali bekerja Maura menyiapkan makanan untuk suaminya dia juga tak lupa membuatkan bekal untuk suaminya.


Setelah membuatkan sarapan dan bekal untuk istrinya Maura juga menyiapkan baju yang akan dipakai oleh Suaminya. melayani segala kebutuhannya suaminya adalah tanggung jawabnya.


Maura sedang memakaikan dasi untuk suaminya. Ethan tersenyum mendapatkan perlakuan dari istrinya lalu dia menciumi wajah istrinya.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu." ucap Ethan.


"aku juga mencintaimu." ucap Maura lalu membalas ciuman dari suaminya.


"Ethan ini bekal yang aku buat kamu jangan lupa memakannya." ucap Maura kepada suaminya.


"terimakasih sayang, aku pasti akan memakan bekal yang kamu buat."


Kini Ethan Sudah berada di dalam mobil lalu dirinya segera pergi menuju ke Perusahaan sementara istrinya kini hanya berdiam saja di rumah.


Maura sebenarnya ingin sekali bekerja tapi dia harus menuruti perkataan suaminya bahwa dia harus menjadi ibu rumah tangga.


tapi Maura tak bisa berdiam saja di rumah saja dia membutuhkan pekerjaan karena dia tidak mau bergantung pada suaminya dia harus mengatakan pada suaminya setelah suaminya pulang kerja.


Ethan kini sudah Sampai di Perusahaan dia memarkirkan mobilnya ke tempat yang telah di sediakan.


Ethan kemudian turun dari mobil dan berjalan menuju ke Perusahaan. Semua karyawan langsung memberikan hormat kepada Ethan ketika Ethan telah datang.


Ethan hanya tersenyum lalu dia segera menuju ke ruangannya. Semua karyawan tak percaya bahwa Bosnya yang terlihat sangat dingin sekarang malah tersenyum ke mereka semua.


"apa yang terjadi dengan bos Ethan." ucap salah satu karyawan.


"aku juga tidak tahu baru kali ini aku melihat bos Ethan tersenyum dan senyumannya sangat menyejukkan hatiku." ucap Karyawan wanita.


"kamu harus ingat dia sudah memiliki seorang istri dan kemungkinan dia tersenyum karena mengalami hal baik dengan istrinya."


"Beruntung sekali Maura, dia bisa dicintai oleh pria setampan Bos Ethan."


Ethan kini sudah berada di ruangannya.


Evan kini juga sudah berada di ruangan bosnya.

__ADS_1


"Evan kamu selidiki tentang perusahaan istriku yang telah di rebut oleh ibu tirinya dan setelah itu kita buat kekacauan di perusahaan tersebut." ucap Ethan memberikan perintah kepada Asistennya.


"lalu apa yang akan Tuan muda lakukan setelah kita membuat kekacauan di perusahaan tersebut?" tanya Ethan.


"Setelah Perusahaan kacau aku akan membeli perusahaan tersebut dengan harga yang sangat murah karena dari kekacauan itu aku sangat yakin bahwa perusahaan tersebut sahamnya akan turun secara drastis." jelas Ethan.


"baik, Tuan muda aku pasti akan menjalankan Perintah darimu Tuan." ucap Evan.


Kini Evan mulai menyelidiki Perusahaan milik Nona muda. Sementara itu Ethan akan segera menepati janji istrinya.


"Sayang, aku pasti akan merebut kembali apa yang menjadi milikmu, dan aku akan menepati janjimu." gumam Ethan.


Sementara itu Maura kini sedang bersama dengan ibu mertuanya.


"Sayang ada apa, Sepertinya kamu sedang bimbang." ucap Olivia ibu mertuanya.


"bu, aku ingin sekali pergi bekerja tapi aku takut suamiku tidak mau mengizinkanku." ucap Maura.


"Kenapa kamu harus bekerja lebih baik kamu diam saja di rumah temani ibu atau bagaimana kalau kita pergi ke luar untuk berbelanja." ucap Olivia.


"kamu tidak merepotkan ibu sama sekali, justru aku merasa senang kita akan pergi berbelanja sekarang dan kamu bisa membeli apapun yang kamu sukai." ucap Olivia


Kini Olivia sudah berada di dalam mobil dengan di temani sopir kepercayaannya Maura dan Olivia segera menuju ke Pusat perbelanjaan.


dalam perjalanan mereka berbincang-bincang dengan Santai, Sampailah mereka di Pusat perbelanjaan.


Maura dan Olivia Kini berjalan menuju ke Pusat perbelanjaan.


Berbelanja dan Persahabatan


Maura dan Olivia Kini berjalan menuju ke Pusat perbelanjaan.


Setelah beberapa menit berjalan, mereka tiba di Pusat Perbelanjaan yang megah. Gedung tinggi dengan jendela-jendela besar berderet di sepanjang jalan, mengundang mereka untuk memasuki dunia belanja yang penuh dengan kemewahan. Olivia menyuruh menantunya untuk membeli apa yang disukai.


Maura kemudian melihat banyak baju-baju yang sangat mewah tapi dia hanya melihatnya saja setelah mengetahui bahwa harga bajunya sangat mahal.


Olivia yang melihat menantunya hanya melihatnya saja langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu menyukai bajunya." ucap Olivia


Maura mengangguk dan dia mulai berbicara. "tapi Bu harganya sangat mahal aku takut merepotkan ibu."


Olivia tersenyum lembut kepada Maura, mencoba meyakinkannya. "Sayang, kamu


Kamu adalah menantu ibu jadi jangan merasa sungkan jika kamu ingin membeli barang yang kamu suka. Silahkan kamu beli bajunya jika kamu memang menyukainya.


Maura merasa hangat dengan ucapan ibu mertuanya Dia menyadari bahwa mereka tidak hanya sebatas pada hubungan mertua dan menantu, tetapi juga hubungan yang penuh dukungan dan kasih sayang.


Maura akhirnya memilih beberapa pakaian yang dia sukai. Dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat dia melihat dirinya dalam cermin memakai pakaian-pakaian mewah itu. Olivia merasa sangat senang ketika Menantunya sangat bahagia dengan baju yang dia beli.


Setelah mereka selesai berbelanja, Maura dan Olivia duduk di sebuah kafe untuk bersantai. Mereka memesan segelas kopi dan mulai bercerita tentang kehidupan mereka yang penuh warna.


Olivia mulai menceritakan kisah masa mudanya, tentang bagaimana dia belajar menulis dan mewujudkan mimpinya menjadi seorang penulis dan akhirnya dia menjadi penulis yang terkenal. Maura dengan penuh minat mendengarkan dan memberikan semangat padanya untuk terus mengejar impian itu.


Sementara itu, Maura membagikan pengalamannya dia ingin bekerja di perusahaan fashion besar. Dia mengungkapkan keinginannya untuk membuka butik pribadi dan menjalani passion-nya dalam dunia fashion. Sarah sangat mendukung cita-cita dari menantunya tersebut.


"kalau kamu ingin berbisnis di bidang fashion kenapa kamu tak menceritakan pada suami kamu aku akan Ethan akan setuju."


"baik, mah aku juga akan mengatakan pada suamiku." ucap Maura.


"kalau mamah dulu memang seorang Penulis memangnya apa yang mamah tulis." ucap Maura kepada ibu mertuanya.


"mama hanya menulis cara menjadi pengusaha sukses dan kamu tahu siapa yang pertama membeli buku mamah." ucap Sarah.


"mungkin ayah yang membeli buku mamah." ucap Maura asal bicara.


"benar sekali, suamiku yang membeli buku yang pertama kali aku buat dan dia juga selalu berkomentar di platform yang aku buat hingga hubungan kita menjadi semakin akrab Lalu kami berdua akhirnya menikah."


"jadi mamah berjodoh dengan ayah karena hal tersebut lalu kenapa mamah tak melanjutkan untuk menjadi penulis."


"Saat mamah sudah menikah dengan suamiku aku memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan suamiku tak mempermasalahkannya."


"Sayang, jika kamu ingin menjadi seorang pengusaha dan memiliki butik sendiri mamah akan mendukung kamu. hidup ini adalah sebuah pilihan. pilih apa yang kamu sukai." Olivia Kemudian memberikan buku yang dia buat Waktu dia masih muda.


"ini adalah buku yang mamah buat mungkin suatu saat nanti kamu akan membacanya jika kamu membutuhkannya."

__ADS_1


__ADS_2