RASA YANG MASIH SAMA

RASA YANG MASIH SAMA
EPISODE 19. Restoran.


__ADS_3

Setelah selesai bertemu klien dari London kali ini Ethan pergi ke Sebuah restoran dengan Evan karena dia akan bertemu klien juga yang berasal dari Amerika.


Perusahaan Cristhoper akhir-akhir ini banyak mendapatkan kerjasama dari Perusahaan luar negeri hal ini karena Ethan sangat berperan aktif dalam kemajuan Perusahaan.


Restoran itu terletak di pusat kota, di antara bangunan-bangunan megah dan pusat perbelanjaan yang ramai. Ethan dan Evan memasuki restoran dengan senyum di wajah mereka. Mereka duduk di meja yang nyaman dan segera memesan makanan dan minuman


Tiba-tiba, sebuah mobil mewah berhenti di depan restoran. Pintu mobil terbuka, dan seorang pria tinggi dengan setelan bisnis yang elegan keluar. Dia mengenakan kacamata hitam dan membawa koper di tangannya. Itulah klien Amerika yang dijanjikan.


Ethan dan Evan bangkit dari kursi mereka dan menyambut klien dengan ramah. Mereka berjabat tangan dan mengucapkan salam. Setelah memperkenalkan diri, mereka mengajak klien masuk ke dalam restoran.


Mereka menemukan meja yang lebih besar untuk menampung mereka bertiga. Setelah duduk, Ethan segera memulai pembicaraan tentang proyek yang akan mereka bahas. Mereka membicarakan rincian, tenggat waktu, dan persyaratan yang perlu dipenuhi.


Ethan merasa antusias dengan potensi kerjasama ini. Klien Amerika itu membawa peluang baru bagi Perusahaan Christopher untuk memperluas jangkauan bisnis internasional mereka. Ethan berjanji untuk memberikan yang terbaik dan mencapai hasil yang memuaskan.


Selama di restoran, mereka terus berdiskusi dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya. Ethan memperhatikan bahwa klien Amerika ini memiliki pemikiran yang inovatif dan visi yang kuat. Mereka saling menginspirasi dan membagikan ide-ide yang menarik.


Setelah beberapa jam penuh perbincangan yang produktif, mereka akhirnya menyimpulkan pertemuan tersebut. Klien Amerika itu berterima kasih kepada Ethan dan Evan atas keramahan mereka dan menyampaikan harapannya untuk kerjasama yang sukses di masa depan.


Setelah selesai bertemu Klien dari Amerika Ethan dan Evan hendak kembali ke Perusahaan. saat dirinya dan Evan akan keluar dia melihat ada seorang wanita yang sangat mirip sekali dengan istrinya.


"Evan, bukankah itu istriku?" tanya Ethan.


"benar, Tuan muda, apa yang Nona muda lakukan disini dan siapa mereka?" Evan menanyakan balik kepada Ethan.


"kalau aku tahu aku tidak akan mengatakan pada kamu." ucap Ethan.


Ethan kemudian menghampiri meja tersebut, Sementara itu Maura sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya tapi dia dikagetkan dengan kedatangan Suaminya.


"Ethan." ucap Maura yang kaget dengan kedatangan suaminya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan disini dan siapa mereka?" tanya Ethan.


"Mereka adalah teman-temannya Sekolahku. lalu apa yang kamu lakukan disini.?" Tanya Maura.

__ADS_1


"aku tadi habis melakukan pertemuan dengan klien dan kebetulan aku melihat kamu disini makanannya aku langsung menghampiri kamu. apa kamu kesini sendiri?" tanya Ethan pada istrinya.


Maura menggelengkan kepalanya. "Tidak, sebenarnya aku datang kesini diantar sopir dan sekarang Kami sedang merayakan ulang tahun salah satu dari mereka di restoran ini," jawabnya sambil menunjuk ke arah meja teman-temannya.


semua teman-teman Maura mengangguk dan menatap wajah Ethan dengan penuh kagum sementara itu Ethan menatap mereka dengan datar.


"Maura siapa dia?, apa dia pacar kamu?" tanya salah satu teman wanita Maura.


"bukan, dia bukan pacarku, tapi dia adalah suamiku." ucap Maura kepada teman-temannya.


"apa? semua teman-teman Maura kaget dengan perkataan dari Maura mereka tak akan percaya bahwa Maura sudah menikah. bahkan pria tersebut terlihat sangat kaya.


"Sejak kapan kamu menikah dan kenapa kamu tak mengundang kami semua." ucap teman-temannya.


"maaf, kami hanya mengundang beberapa orang saja." ucap Maura.


Maura menatap teman-temannya dengan senyum tipis, mencoba menjelaskan situasinya. Dia memahami kekagetan mereka, namun ada alasan tertentu mengapa pernikahannya dilakukan secara tertutup.


"Kami menikah beberapa bulan yang lalu," ungkap Maura dengan lembut. "Dan tentang undangan, maafkan kami jika kami tidak bisa mengundang semua orang. Kami ingin momen pernikahan ini menjadi sederhana dan intim."


Ethan kemudian mencium istrinya dan membuat semua teman-temannya iri.


"Sayang, aku akan kembali ke perusahaan kamu nikmati saja acara ulangtahun temanmu." ucap Ethan.


"kalau kamu ingin pulang kamu bisa menghubungiku atau kamu bisa menghubungi sopir untuk menjemput kamu jika aku sibuk di Perusahaan." ucap Ethan.


Maura mengangguk dua kali mendengar perkataan dari Ethan.


Ethan kemudian pergi meninggalkan restoran tersebut dan Evan mengikutinya dari belakang.


"Maura, jujur aku sangat iri denganmu sepertinya suami kamu sangat mencintai kamu."


"benar, dia itu sudah tampan, kaya dan dia juga sayang istri rasanya aku ingin segera menikah, Maura apa ada laki-laki yang sifatnya mirip suami kamu." ucap temannya Maura.

__ADS_1


"aku tidak tahu, tapi aku yakin masih ada laki-laki yang baik yang bisa menerima wanita apa adanya." ucap Maura.


"tapi apakah ada yang mirip dengan suami kamu?" tanyanya kembali.


"pasti ada." ucapnya.


"tapi sepertinya suami kamu juga pria yang agak dingin tadi saja dia menatap kami datar sekali tapi ketika dia menatap wajahmu dia langsung berubah tersenyum." ucap temannya.


"mungkin senyumannya hanya ditunjukkan kepada istrinya." ucap temannya lagi dan membuat Maura tersenyum bahagia.


"Maura, apa kamu tahu kabar dari Miranda."


"aku tidak tahu dan aku juga sudah tak ada hubungannya dengannya lagi." ucap Maura.


Miranda adalah sahabatnya Maura dialah wanita yang mengkhianati Maura, dulu Maura memiliki seorang pacar tapi pacarnya malah berselingkuh dengan Miranda. tapi sekarang Maura sudah tak peduli lagi karena dia Sudah memiliki suami yang menyayanginya.


"katanya yang aku dengar sekarang dia bekerja di club sebagai wanita penghibur." ucapnya.


"dari mana kamu tahu lalu apa dia sudah putus dengan Stefan." ucap temannya Maura.


"katanya sih dia sudah putus dengan Steven karena Stefan melihat Miranda berselingkuh darinya.


"Maura, apa kamu tak penasaran dengan berita ini, apa kamu tak mau tahu kabar Steven di mana."


"aku tidak peduli dengan masa lalu karena aku sudah memiliki kehidupanku sendiri aku sudah tak peduli lagi dengan mereka lagi." ucap Maura dengan tegas.


Maura Kemudian menghubungi suaminya dan kebetulan Ethan sedang senggang dia yang mendapatkan telfon dari istrinya langsung saja mengangkatnya.


Maura meminta Ethan untuk menjemputnya dan Ethan langsung meluncur menuju ke restoran tersebut.


Sesampainya di sana dia memarkirkan mobilnya dan segera berjalan masuk menuju restoran kemudian Maura menghampiri Ethan lalu memeluknya.


"sayang, apa sudah selesai acaranya.?" tanya Ethan kepada istrinya.

__ADS_1


Maura menggelengkan kepalanya. "aku ingin pulang." ucapnya manja.


"baiklah kita pulang sekarang." ucap Ethan lalu Maura berterimakasih kepada teman-temannya dan dirinya langsung pamit pulang bersama suami.


__ADS_2