
Sudah seminggu Ayahnya Maura di rawat di rumah sakit dan Sudah seminggu pula Ethan dan Maura menjenguk Ayahnya.
Ethan merasa sangat senang akhirnya ayah mertuanya sudah di perbolehkan pulang dan dia akan membawa ayahnya ke rumahnya agar bisa terus bersama dengan putrinya yaitu Maura.
Ethan sudah memberi izin kepada ayahnya dan Tuan Michael mengizinkan hal tersebut lalu Ethan juga membawa Bibi Nia untuk selalu merawat ayah karena Bibi Nia sudah tidak bekerja lagi di rumah bekas ayah mertuanya karena dia sudah tidak mau bekerja kepada mantan istri dari Tuan Steven.
Kini Ethan dan Maura sudah memasukan barang-barangnya kedalam mobil, Sementara itu Tuan Michael dan mamah Olivia juga ikut membawa barang-barangnya.
Sambil di dorong dengan kursi roda Tuan Steven dibawa menuju ke mobil.
"apa tidak ada yang ketinggalan?" tanya mamah Olivia.
"tidak ada mah, Semua sudah beres."
"Baiklah, kita pulang sekarang." ucap Mama Olivia.
Mereka akhirnya pulang menuju ke rumah, Ethan menyetir mobilnya sementara itu Maura bersama dengan Tuan Steven duduk di belakang. Ayah dan mamahnya Ethan mengikutinya dari belakang.
Ethan terus fokus melihat ke arah jalan dan sampailah mereka di rumah, Tuan Steven langsung tertegun melihat pemandangan rumah yang di miliki oleh keluarga Cristhoper sebuah pemandangan yang sangat indah dan asri. pantas saja semua orang ingin memiliki rumah seperti ini.
Sampailah mereka di depan gerbang dan penjaga gerbang membukakan pintu gerbangnya kini mobil Ethan sudah masuk ke dalam halaman begitu juga dengan mobil ayah Michael.
Kini Ethan memarkirkan mobilnya dan kemudian dia segera turun dari mobil dan membukakan pintu mobil belakang. sambil menuntun ayah mertuanya Ethan membawa ayahnya mertuanya untuk masuk ke dalam rumah.
Ethan dengan lembut membantu Tuan Steven untuk keluar dari mobil dan membawanya dengan hati-hati menuju pintu depan rumah baru mereka. Ayah mertuanya terus menatap sekeliling dengan mata penuh kekaguman, menyaksikan keindahan rumah yang baru mereka tempati.
__ADS_1
"Mari, Ayah, kita masuk," kata Ethan dengan lembut, memandu Tuan Steven melewati pintu depan.
Tuan Michael dan mamah Olivia sudah menyalakan lampu dan menata segala sesuatu dengan rapi. Mereka berdua berdiri di ruang tamu dengan senyum bahagia di wajah mereka saat melihat kedatangan Ethan dan Tuan Steven.
"Tuan Steven, selamat datang di rumah kami," sambut Tuan Michael dengan penuh kehangatan. "Kami senang bisa memiliki Anda bersama kami di sini."
Mamah Olivia mengulurkan tangan dan dengan lembut memegang tangan Tuan Steven. "Kami sangat berterima kasih telah menjadi bagian dari keluarga kami. Mari kita jadikan rumah ini tempat di mana Anda merasa dicintai dan diterima sepenuhnya."
Tuan Steven tersenyum, air mata haru mengisi matanya. "Terima kasih, semuanya. Saya tidak pernah berharap memiliki keluarga yang begitu peduli dan menyambut saya dengan tangan terbuka. Saya benar-benar merasa diberkati."
Mereka semua berpindah ke ruang keluarga yang nyaman. Ethan membantu Tuan Steven duduk di sofa, memastikan kenyamanannya. Suasana hangat dan riang mulai memenuhi ruangan saat mereka duduk bersama, berbagi tawa dan cerita tentang perjalanan mereka.
Mamah Olivia menyajikan minuman hangat, sementara Tuan Michael membawa makanan ringan. Mereka semua menikmati momen ini, menikmati kebersamaan mereka dalam rumah baru yang penuh kasih.
Ethan duduk di samping Tuan Steven, merasakan kehangatan keluarga yang melingkupinya. Dia merasa terpenuhi, mengetahui bahwa mereka telah memberikan kebahagiaan dan tempat yang nyaman bagi Tuan Steven.
Maura merasa sangat senang akhirnya dia bisa berkumpul kembali dengan ayahnya dia berterimakasih pada suaminya dan juga Kedua mertuanya yang selalu berada di sampingnya.
Maura duduk di antara Ethan dan ayahnya, tersenyum bahagia melihat mereka berdua saling bertatapan dengan penuh cinta. Dia merasa begitu beruntung dan bersyukur dapat menyaksikan momen indah ini.
"Terima kasih, Ethan," bisik Maura kepada suaminya dengan suara lembut. "Kamu telah membuat impianku menjadi kenyataan. Ayahku kembali bersamaku, dan kita semua bersatu dalam keluarga yang utuh."
Ethan tersenyum dan menggenggam erat tangan Maura. "Aku akan selalu berusaha membuatmu bahagia, Maura. Kamu dan ayahmu adalah hal terpenting dalam hidupku, dan melihatmu senang adalah kebahagiaanku juga."
Tuan Michael dan mamah Olivia tersenyum penuh kehangatan, melihat kebahagian di wajah menantunya dia merasa sangat senang, "iya sayang kami berdua juga merasa sangat bahagia jika kamu bahagia." ucap mamah Olivia.
__ADS_1
Maura merasa air mata kebahagiaan mengembang di matanya. Dia melihat sekeliling, merasakan kehadiran cinta sejati dalam ruangan itu. Dia merasa terpenuhi dan bersyukur memiliki suami yang mengerti dan keluarga yang mendukung di sisinya.
Rumah mereka sekarang penuh dengan tawa, canda, dan kasih sayang. Maura merasa benar-benar beruntung memiliki keluarga yang indah dan hati yang penuh dengan cinta yang mengalir di antara mereka semua.
"Sekarang ayah kamu sudah berkumpul kembali tapi sepertinya ada yang kurang?" ucap mamah Olivia.
"apa yang kurang mah, apa Emma tidak disini, Emma kan lagi kuliah." ucap Ethan.
"bukan Emma tapi seorang cucu, mamah harap kalian bisa memberikan seorang cucu untuk kami." ucap mamah Olivia sambil bercanda.
Deg.
Ethan dan Maura merasa sangat kaget ketika mamahnya mengatakan hal tersebut tapi Ethan tetap menjawabnya dengan tenang.
"kami sedang berusaha untuk memberikan cucu untuk mamah." ucap Ethan lalu Maura mengangguk.
"hahaha, mamah senang atas usaha kalian mamah tahu kamu sedang berusaha tapi jangan memaksa Karena kamu sebagai suami harus bisa menjaga kondisi kesehatan istrimu." ucap mamah Olivia.
Ethan dan Maura tersenyum lega mendengar kata-kata bijak mamah Olivia. Mereka menyadari bahwa memiliki anak adalah keputusan besar dan bertanggung jawab, dan kesehatannya serta kebahagiaan mereka sebagai pasangan juga penting.
"Terima kasih, mamah. Kami sangat menghargai dukungan dan pengertian mamah" ucap Maura dengan tulus. "Kami akan terus menjaga kesehatan kami dan menikmati setiap momen sebagai suami istri. Jika saatnya tiba, kami akan dengan bahagia memberikan kabar tentang cucu yang dinantikan."
Tuan Michael menambahkan, "kamu benar, istriku . Kesehatan dan kebahagiaan mereka adalah prioritas. Cucu akan datang pada waktunya yang tepat, dan kami akan selalu mendukung keputusan mereka." Tuan Michael menanggapi perkataan dari mamah Olivia
Mamah Olivia tersenyum bangga melihat kedewasaan dan tanggung jawab Ethan dan Maura. Dia menyadari bahwa memang benar, sebuah keluarga tidak hanya lengkap dengan kehadiran semua anggota keluarga, tetapi juga dengan kebahagiaan dan kesejahteraan mereka.
__ADS_1
"Kalian berdua sudah membuat mamah dan ayah bangga. Cucu akan menjadi anugerah yang indah di masa depan, tetapi yang paling penting adalah kalian bahagia sebagai pasangan. Tetaplah saling mendukung dan menjaga cinta kalian tetap berkobar," ucap mamah Olivia dengan penuh kasih sayang.
Ethan dan Maura merasakan kehangatan dalam kata-kata mamah Olivia. Mereka merasa lebih kuat dan lebih bersatu sebagai pasangan, siap menghadapi apa pun yang akan datang, termasuk kebahagiaan sebagai orang tua.