
Kini Ethan dan Maura sudah berada di dalam mobil, Ethan kini mengajak Maura ke suatu tempat yang sangat indah. dia ingin menghabiskan waktunya dengan istri tercintanya. Tempat yang hanya bisa dilihat oleh cahaya malam.
Mobil mereka melaju melintasi jalan yang sempit dan berliku-liku, menuju ke suatu tempat yang tersembunyi di tengah hutan lebat. Cahaya bulan purnama menerangi jalanan yang tak terawat, memberikan nuansa magis pada perjalanan mereka.
Setelah beberapa saat, mobil berhenti di depan sebuah danau yang tampak memesona. Permukaan airnya tenang, mencerminkan keindahan langit malam dengan segala keajaiban bintang yang menghiasi langit. Ethan keluar dari mobil dan membantu Maura turun dengan lembut.
"Maura, selamat datang di Danau Cahaya Malam," kata Ethan dengan suara penuh kekaguman. "Tempat ini hanya terlihat oleh cahaya malam, dan aku ingin berbagi momen indah ini denganmu."
Maura memandang sekelilingnya dengan kagum. Cahaya bulan yang lembut dan gemerlap bintang menghadirkan suasana romantis yang tak terlupakan. "Ethan, ini luar biasa. Aku tak pernah mengira ada tempat seperti ini. Terima kasih, sayang."
Ethan menggenggam tangan Maura dengan penuh kasih sayang. "Aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu di sini, di tengah keindahan ini. Kita bisa duduk bersama di tepi danau, menikmati kedamaian dan keajaiban yang ditawarkan malam ini."
Mereka duduk berdekatan di tepi danau, merasakan hembusan angin yang lembut dan mendengarkan suara gemercik air yang menenangkan.
Saat malam semakin larut, Ethan meraih sesuatu dari dalam saku celananya. Ia mengeluarkan kotak kecil berkilauan yang berisi cincin berlian indah. Dengan mata penuh cinta, Ethan memandang Maura.
"Maura, kita telah melewati banyak hal bersama, baik suka maupun duka. Kehadiranmu dalam hidupku membuat segalanya lebih indah dan berarti. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa dirimu. Maukah kau menjadi istriku, Maura? Maukah kau menghabiskan sisa hidup ini bersamaku?"
Maura menutup mulutnya dengan gemetar dan tangannya menutupi dadanya yang berdebar kencang. Air mata kebahagiaan mengalir di pipinya. "Ethan, bukankah kita sudah menjadi suami istri, kenapa kamu malah melamar diriku kembali.
"kali ini aku ingin menjalani pernikahan yang sebenarnya, kamu mau kan." ucap Ethan.
"sudah jelas aku mau Ethan, aku mau menjadi istrimu."
Ethan kemudian memeluk istrinya dengan lembut.
Dan di tengah malam yang penuh dengan cahaya bulan dan bintang, Ethan dan Maura merayakan janji cinta abadi mereka di Danau Cahaya.
Mereka berdua menikmati keindahan di Danau Cahaya, Ethan dan Maura kini Saling berkomitmen untuk saling mencintai satu sama lain. mereka sudah berjanji untuk saling percaya satu sama lain.
__ADS_1
Hari sudah semakin malam kedua pasangan suami istri tersebut segera pulang ke apartemen.
Ethan sudah tak sabar untuk memakan istrinya.
Kini mobil yang sudah di tumpangi oleh Ethan dan Maura sudah sampai di apartemen.
Ethan memarkirkan mobilnya di halaman apartemen lalu dia keluar dari Mobil sambil menggendong istrinya ala bridge style.
"Ethan apa yang kamu lakukan cepat turunkan aku." ucap Maura sambil memukul dada suaminya.
"aku tahu hari ini sangat lelah makannya aku menggendong kamu hari ini aku akan melayani memakan kamu dengan lembut."
Sesampainya di kamar Ethan merebahkan istrinya di ranjang dengan lembut.
Ethan mencium istrinya dengan sangat lembut dulu dia sangat kasar ketika sedang bermain dengan istrinya tapi kali ini dia akan membuat istrinya merasa keenakan.
Mereka melakukan hubungan suami istri dengan penuh semangat dan gairah.
Keesokan harinya Ethan bangun dari tidurnya dia segera menyiapkan makanan untuk istrinya.
Keesokan harinya, Ethan bangun dari tidurnya dengan perasaan yang segar dan bersemangat. Dia segera mengingat janji yang telah dia buat dengan istrinya, Maura, untuk menyiapkan sarapan pagi. Ethan berjalan ke dapur dengan langkah ringan, merasa senang bisa memanjakan istrinya dengan hidangan lezat.
Ethan memilih beberapa bahan-bahan segar dari lemari es dan rak dapur. Dia mulai memotong sayuran dengan hati-hati, memilih irisan yang rapi dan merata. Sambil melakukannya, dia tidak bisa menahan senyum bahagia karena pikiran tentang bagaimana istrinya akan terkejut dan bahagia dengan usahanya.
Setelah menyelesaikan persiapan awal, Ethan mulai memanaskan kompor dan memasak hidangan utama. Aromanya yang harum mulai mengisi dapur, menciptakan suasana yang hangat dan nyaman. Ethan sibuk mengatur hidangan dengan cermat di piring, menambahkan sentuhan dekoratif untuk membuatnya terlihat lebih menarik.
Saat semuanya sudah siap, Ethan membawa hidangan itu ke meja makan, dengan hati berdebar. Ia mengatur segala sesuatunya dengan indah, menciptakan suasana santai dan romantis. Dia kemudian berjalan menuju kamar tidur, mengguncang lembut istrinya untuk membangunkannya.
"Maura, sayang, bangunlah," bisiknya lembut sambil mencium pipi istrinya.
__ADS_1
Maura terbangun lalu dia menatap wajah suaminya.
"apa ini sudah pagi." ucap Maura.
"Ethan tersenyum dan membisikkan kata-kata itu ke telinganya, "Aku telah menyiapkan sarapan istimewa untukmu, sayang. Ayo, turunlah dan nikmatilah."
Mereka berjalan bersama ke meja makan, dan Maura terkesima melihat hidangan yang indah dan menggugah selera yang telah disiapkan oleh Ethan. Ada pancake dengan taburan buah segar, irisan lezat roti panggang dengan mentega, dan secangkir kopi hangat yang mengundang.
"Wow, Ethan, ini semua terlihat luar biasa. Kamu sungguh luar biasa!" ucap Maura terkesan.
Ethan tersenyum dan menggenggam tangan Maura dengan penuh kasih sayang. "Aku ingin membuat hari ini spesial untukmu. Kau pantas mendapatkan semua perhatian dan kebahagiaan di dunia ini."
Ketika mereka duduk bersama, menikmati hidangan pagi yang lezat, mereka saling berbagi tawa, cerita, dan candaan. Percakapan mereka penuh kehangatan dan kebersamaan, menciptakan momen yang berharga di antara mereka.
"Ethan ini sangat lezat sekali, apa kamu yang telah membuat makanan ini, ini sangat lezat sekali." ucap Maura.
Ethan hanya tersenyum ketika istrinya memuji masakannya.
"Syukurlah jika kamu menyukai masakan yang aku buat." ucap Ethan kepada istrinya.
"Selain kasar dan dingin kamu juga pandai memasak." ucap Maura sambil bercanda dan Ethan hanya tersenyum.
"berarti aku adalah suami yang paket lengkap."
"iya kamu adalah suami yang paket lengkap, selain tampan dingin dan juga kasar kamu juga suami yang penuh perhatian."
Ethan terdiam sejenak, terharu mendengar kata-kata Maura. Dia merasa dihargai dan dicintai dengan tulus. Setiap usaha yang dia lakukan untuk membuat Maura bahagia terasa begitu berarti baginya.
"Terima kasih, Maura. Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu," ucap Ethan dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Mereka melanjutkan sarapan dengan kehangatan di antara mereka. Setelah selesai, Ethan mengajak Maura untuk berjalan-jalan di taman dekat rumah mereka. Mereka berjalan berpegangan tangan, menikmati keindahan alam dan cuaca yang cerah.
Di taman, mereka duduk di bangku yang teduh di bawah pohon besar. Ethan memeluk Maura erat, dan mereka saling berbagi ciuman lembut di bawah sinar matahari yang hangat.