
Kini sudah sebulan mereka menjalani pernikahan tapi belum ada perubahan sama sekali, Ethan masih terlihat dingin dengan istrinya dan Maura mencoba untuk menjadi istri yang baik demi mendapatkan maaf dari suaminya.
Walaupun Ethan sekarang jarang menyiksa Maura tapi Maura berinisiatif untuk mendapatkan maaf dari Ethan.
Maura terus berusaha dengan segala cara untuk membuat pernikahan mereka bahagia. Ia mencoba untuk lebih dekat dengan Ethan, memasak hidangan favoritnya, dan menghabiskan waktu bersama saat Ethan pulang dari pekerjaan. Namun, semuanya tampak sia-sia. Ethan tetap terlihat dingin dan sulit dijangkau.
Ethan masih saja terlihat sangat dingin dan tidak peduli dengan istrinya walaupun istrinya terus melayaninya dengan baik. Maura sudah benar-benar menyerah dengan keadaan tersebut.
"Ethan, jika kamu memang tak mencintai aku lebih baik kita bercerai saja." ucap Maura dengan tegas.
"jangan harap kamu bisa bercerai dariku." ucap Maura.
"Sekarang aku harus pergi bekerja." ucap Ethan lalu meninggalkan Maura begitu saja.
Maura merasa hatinya hancur mendengar kata-kata dingin yang keluar dari mulut Ethan. Ia duduk sendiri di ruang tamu, merenungkan semua yang telah terjadi. Maura menyadari bahwa keputusan yang sulit harus diambil. Ia tidak bisa terus menerus hidup dalam pernikahan yang tidak bahagia dan tanpa cinta.
Ethan merasa hatinya sangat sakit ketika Maura memintanya untuk bercerai Sebenarnya Ethan sangat mencintai istrinya tapi karena Egonya yang sangat tinggi dan dendam kepada wanita tersebut Ethan jadi seperti orang yang linglung. Di dalam mobil Ethan masih mengingat bagaimana istrinya menangis, Selama satu bulan dirinya hanya bisa membuat istrinya menangis sedih bukan menangis bahagia.
Ethan merasa hatinya sangat sakit ketika Maura memintanya untuk bercerai Sebenarnya Ethan sangat mencintai istrinya tapi karena Egonya yang sangat tinggi dan dendam kepada wanita tersebut Ethan jadi seperti orang yang linglung. Di dalam mobil Ethan masih mengingat bagaimana istrinya menangis, Selama satu bulan dirinya hanya bisa membuat istrinya menangis sedih bukan menangis bahagia.
Kini Ethan sudah berada di tempat kerjanya, Ethan kini duduk di kursi Kebanggaannya.
"Tuan muda, Sepertinya kamu sedang ada masalah." ucap Evan.
"Evan apa kamu pernah jatuh cinta tapi kamu juga membenci orang yang kamu cintai." ucap Ethan kepada Evan dan Evan hanya tertegun ketika Ethan mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
"Tuan muda, apa Tuan muda belum bisa membuka hatinya untuk Nona Maura."
"Kamu tahu membenci orang Kita Cintai itu sangatlah menyakitkan tapi egoku masih mengatakan bahwa aku harus membencinya, tapi hatiku mengatakan bahwa aku harus mencintainya." ucap Ethan.
Evan yang mendengarkan perkataan dari Ethan. Ethan dan Evan sudah seperti saudara Setiap ada masalah yang sangat pelik Ethan selalu bercerita kepada Evan dan Evan selalu membuka jalan keluar untuk Ethan.
setelah Ethan dan Evan selesai dengan pekerjaan mereka, mereka memutuskan untuk pergi ke kedai kopi favorit mereka. Di tengah minum kopi, Ethan memandang kosong ke arah jendela, menunjukkan bahwa pikirannya masih tertuju pada masalah yang mengganggunya.
"Evan, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku merasa terjebak di antara perasaan cinta dan kebencian," ujar Ethan dengan nada khawatir.
Evan memegang cangkir kopinya dan menjawab dengan lembut, "Tuan muda, cinta memang bisa membingungkan, tapi itu juga merupakan kekuatan terbesar yang bisa kita rasakan. Jika hatimu mengatakan bahwa kamu harus mencintainya, mungkin kamu perlu memberikan kesempatan pada perasaanmu."
Ethan menggelengkan kepalanya. "Tapi, Evan, ada begitu banyak hal yang membuatku membencinya.dia sudah membuatku malu dan sakit hati atas kejadian lima tahun yang lalu.
apa yang dikatakan oleh Evan memang benar, dirinya harus bisa memaafkan Maura dari pada dia menyesal nantinya.
"apa yang kamu katakan benar Evan, aku harus bisa melupakan kejadian lima tahun yang lalu dan aku harus bisa membuka hatiku untuknya."
Evan hanya tersenyum ketika Tuan mudanya. mengatakan hal tersebut. "Semoga hubungan kalian kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi, Tuan muda." ucap Evan.
Sementara itu Maura terkurung di apartemen milik Ethan. Sejak dia menikah dengan Ethan Maura tidak di perbolehkan keluar dari apartemen tersebut. dirinya sudah seperti burung dalam sangkar.
kini Maura duduk di ruang tamu apartemen dengan raut wajah yang penuh kecemasan. Dia merasa terjebak dalam situasi yang tak terduga. Sejak pernikahan mereka, Ethan telah mengurungnya di dalam apartemen, membatasi kebebasannya dan mengendalikan setiap langkahnya.
Ingin rasanya Maura kabur dari tempat tersebut tapi dia tidak akan bisa karena Ethan sudah mengunci pintunya rapat-rapat dan akses masuk dan keluar semua di kendalikan oleh Ethan.
__ADS_1
Sementara itu Ethan sedang membuat rencana yang matang untuk istrinya dia membelikan sebuah dress yang sangat mewah untuk diberikan kepada istrinya.
"Evan, aku mohon bantuannya." ucap Ethan kepada Evan dan Evan langsung mengangguk tanda dirinya telah menyetujui perintah dari Tuan mudanya.
"tenang saja Tuan muda, aku pasti akan membantu Tuan muda sebisa mungkin karena aku yakin Tuan muda bisa menjadi pasangan yang serasi dengan Nona Maura." ucap Evan.
Evan dan Ethan berdiskusi panjang tentang rencana mereka. Ethan ingin membuat kejutan untuk istrinya.
malam harinya Ethan menyiapkan segala sesuatunya dengan hati-hati. Dia mengambil dress yang sudah dia beli untuk Maura dan mempersiapkan makan malam romantis di restoran favorit mereka. Semua rencana ini dia lakukan dengan harapan dapat mengubah hubungan mereka menjadi lebih baik.
Saat Maura berada di dalam kamar apartemen, dia mendengar suara pintu terbuka perlahan. Dia merasa campur aduk antara keberanian untuk melarikan diri dan rasa penasaran tentang apa yang sedang terjadi.
Maura keluar dari kamarnya dengan hati-hati dan melihat Ethan berdiri di depan pintu.
"Maura kamu harus pakai ini, aku akan mengajak kamu makan di luar." ucap Ethan.
Maura hanya terdiam tapi dirinya langsung mengangguk. Maura kemudian memakai dress yang telah di belikan oleh Ethan.
Kini Mereka berdua melangkah keluar dari apartemen, menghirup udara segar dan sinar matahari. Maura merasakan kebebasan yang lama ia rindukan, sementara Ethan merasa lega bahwa dia telah membuat langkah pertama untuk memperbaiki kesalahan yang telah dia buat.
Ethan mengajak Maura untuk dinner di tempat yang telah di sediakan oleh Evan dan Kini Mereka berdua sudah sampai di tempat tersebut.
Ethan menyuruh Maura untuk menggandeng tangannya dan Kini Mereka berdua berjalan menuju ke restoran tersebut.
Ethan mengajak Maura ke ruangan VIP sesampainya di sana Maura kaget dengan tampilan Restorannya.
__ADS_1