
Ethan dan Maura kini menuju ke rumah sakit untuk menemui ayahnya Maura.
Bibinya mengatakan bahwa ayahnya Maura harus melakukan operasi karena mengalami serangan jantung untung saja Maura sudah meminta bibinya untuk segera
Mereka melangkah masuk ke lorong rumah sakit yang tenang, dengan suasana yang terasa tegang. Setiap langkah yang mereka ambil terasa berat, penuh kekhawatiran. Maura merasa jantungnya berdebar-debar, sedangkan Ethan mencoba untuk tetap tenang demi memberikan dukungan kepada Maura.
Ethan dan Maura kini meminta sang dokter untuk segera melakukan tindak operasi pada ayahnya Maura. Setelah menyetujui prosedur dari sang dokter Ethan dan Maura kemudian berjalan ke ruang tunggu.
Sesampainya di ruang tunggu, mereka duduk di sebelah satu sama lain. Ethan meletakkan tangannya di atas tangan istrinya, memberikan sedikit kehangatan dan penghiburan. Maura menatapnya dengan mata penuh harap, mencari kepastian di dalam sorot mata Suaminya.
"Sabar ya, Sayang," ucap Ethan dengan lembut. "Ayahmu pasti akan baik-baik saja. Para dokter di sini ahli dalam bidangnya."
Maura mengangguk, mencoba menguatkan dirinya sendiri. Dia berterima kasih atas kehadiran Suaminya di sisinya. Sejak mereka menjadi pasangan Suami Istri, Ethan telah menjadi sumber dukungan dan kekuatan baginya.
Setelah beberapa saat yang terasa seperti berjam-jam, pintu ruang operasi akhirnya terbuka. Seorang dokter keluar dengan wajah serius. Maura dan Ethan segera berdiri, menunggu berita tentang ayah Maura.
Dokter tersebut menghampiri mereka dengan langkah hati-hati. "Saya Dr. Roberts," ucapnya dengan suara yang tenang. "Ayah Maura telah menjalani operasi yang cukup kompleks, tetapi prosedurnya berjalan lancar. Kami sedang menunggu dia sadar dari anestesi."
Maura merasakan sesuatu yang terangkat dari hatinya. Sejuta beban tampaknya hilang dalam sekejap. Dia berterima kasih pada dokter dan melihat Suaminya dengan senyum penuh rasa syukur.
"Sayang, aku sangat senang ayahmu baik-baik saja," kata Ethan sambil memeluknya erat. "Kita akan melewati ini bersama-sama."
Maura terharu dengan dukungan yang diberikan Suaminya. Dia tahu bahwa dengan kehadirannya, dia tidak perlu menghadapi semua ini sendirian. Maura dan Ethan duduk kembali di ruang tunggu, menunggu ayah Maura untuk pulih sepenuhnya.
Hari-hari berlalu dengan perlahan, dan kondisi ayah Maura semakin membaik. Dia akhirnya sadar dan mulai pulih dari operasi yang kompleks tersebut. Maura dan Ethan mengunjungi ayah Maura setiap hari, memberinya semangat dan kehangatan keluarga.
Kini Maura sudah bisa menjenguk ayahnya, Ethan kemudian menemani istrinya.
sambil memegang pundak istrinya Ethan dan Maura masuk ke ruangan tuan Steven ayah dari Maura.
kini Tuan Steven sudah sadar kembali dia sudah berhasil melakukan operasi jantung untung saja penyakitnya masih bisa diselamatkan.
__ADS_1
Tuan steven hanya memandang dengan tatapan kosong tidak ada siapa-siapa yang menemaninya, andai saja dia tidak mengusir anaknya dia pasti akan bahagia ketika anaknya menemani dirinya di rumah sakit.
Suara pintu terbuka Tuan Steven kemudian melihat ke arah pintu dan seorang wanita masuk bersama dengan seorang laki-laki.
Tuan Steven kaget ternyata wanita yang masuk ke ruangan rawat inapnya adalah anaknya yang dia rindukan.
"bagaimana kabar ayah, apa ayah sudah sehat kembali." ucap Maura.
"Maura, apa ini kamu." ucap Tuan Steven.
"iya ini aku, Maura anak yang sudah kamu buang." ucap Maura.
"Maura, maafkan ayah saat itu ayah sedang emosi ayah tidak percaya dengan kamu andai saja percaya sama kamu pasti aku tidak akan di tipu olehnya."
"aku sudah memaafkan ayah, yang penting ayah sehat dan ayah bisa mengetahui kebusukan dari wanita iblis itu." ucap Maura.
"ngomong-ngomong siapa dia?" ucap Tuan Steven sambil jari telunjuknya mengarah ke Ethan.
"Perkenalkan Tuan Steven aku Ethan Suami dari Maura putri kamu." ucap Ethan.
"Maura?, kamu sudah menikah sejak kapan kamu sudah menikah." ucap Tuan Steven.
"Sejak dua bulan lalu aku menikah dengan seorang yang bernama Ethan dia adalah pria yang telah menyelamatkanku." ucap Maura.
Tuan Steven kemudian memandang Ethan.
"Terimakasih karena telah menyelamatkan putriku tapi aku tidak tahu apa tujuan kamu menikahi putriku."
"Tujuan? aku tidak mempunyai Tujuan apa pun Tuan Steven alasan aku menikahi Maura karena aku sangat mencintainya lalu apa tujuan kamu menikahi wanita itu apa karena Maura ingin mendapatkan kasih sayang kembali dari seorang ibu setelah dia kehilangan ibu kandungnya."
"dari mana kamu tahu bahwa ibu kandung Maura telah meninggal, apa Maura yang mengatakan semuanya."
__ADS_1
"benar, Tuan Steven istriku yang mengatakan semuanya dia kehilangan ibunya kemudian ayahnya menikah lagi hingga akhirnya dia terusir dari rumah karena fitnah dari ibu tirinya."
"Tuan Steven bagaimana rasanya membuang Darah daging sendiri demi seorang wanita yang jelas-jelas hanya mengeruk harta kekayaan Tuan Steven."
"Seharusnya Saat itu Tuan sadar, bahwa orang yang harus kamu percayai adalah anakmu sendiri karena dia sudah lama tinggal denganmu." ucap Ethan dengan geram dia sangat marah bisa-bisanya ayah mertuanya mengusir putrinya sendiri.
"tapi aku sangat berterimakasih sama kamu Tuan Steven karena kamu sudah mengusirnya dari rumah dan aku bisa menemukan wanita secantik dan sekarang telah menjadi istriku."
"Ethan sudah, kasihan ayah mertua dia harus saja selesai melakukan operasi." ucap Maura kepada suaminya.
"sayang, aku hanya mengeluarkan unek-unek dari dalam hatiku saja inilah yang ingin aku katakan kepada ayahmu jika aku bertemu dengannya lalu apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu kepada ayahmu."
Maura dan Tuan Steven saling menatap ingin rasanya dia mengatakan semua kekecewaannya pada ayahnya.
"ayah, apa waktu itu ayah mengusirku apa ada rasa kecewa di hati ayah." ucap Maura.
"iya sayang, ayah benar-benar kecewa saat itu ayah minta maaf karena telah mengusir kamu."
"lalu apa yang terjadi sekarang, saat ayah mengusirku karena tak percaya dengan perkataan aku sekarang Perusahaan ayah sudah dikuasai olehnya dan rumah yang seharusnya di tempati ayah dan aku sekarang malah di rebut oleh wanita iblis itu."
"iya sayang, ayah benar-benar sangat menyesal ayah sangat menyesal karena tak percaya denganmu."
"aku malah mempercayai wanita itu dia benar-benar menyiksa ayah apa lagi dia membawa selingkuhannya ke rumah saat ayah terbaring di rumah karena sakit untung saja Bibi Nia langsung membawa aku ke rumah sakit agar penyakitku tidak bertambah parah."
"jadi sekarang ayah tak punya apa-apa."
"ayah tak punya apa-apa sekarang semua sudah di kuras habis oleh ibu tiri kamu."
"Sampai kapan pun aku tak akan mengakui dia ibuku karena ibuku hanya ada satu." ucap Maura.
Tuan Steven hanya tersenyum getir dia semakin merasa bersalah dengan Putrinya.
__ADS_1