
"aku sih juga berharap kita bisa memiliki anak agar orang tua kita tidak merasa sangat kesepian." ucap Ethan.
"jadi jika keinginan mereka ingin terwujud aku harus selalu memakan kamu." ucap Ethan
Ethan kemudian mulai mencumbu istrinya dengan sangat lembut lalu Maura juga bersemangat dalam hal tersebut keduanya sudah tidak memakai sehelai benang sama sekali.
"kamu, sangat cantik, Sayang" ucap Ethan menggoda istrinya.
"kamu juga sangat tampan, hubby" Maura juga menggoda Suaminya.
keduanya sangat bersemangat dalam melakukan hubungan suami istri setelah beberapa lama mereka melakukan hubungan tersebut akhirnya mereka lelah dan berhenti.
"aku mencintaimu, sayang." ucap Ethan.
"aku juga mencintaimu, hubby."
"tidurlah yang indah sayang, semoga kamu mimpi indah." ucap Ethan.
Kini Ethan dan Maura kembali berpelukan mereka tertidur dengan saling berpelukan satu sama lain.
Keesokan harinya Maura bangun dari tidurnya Kemudian dia mempersiapkan segala sesuatu untuk suaminya mulai dari makanan dan pakaian.
Maura tidak ingin ada pelayan lain yang melayani suaminya biarkan saja dirinya yang melayaninya karena sudah menjadi tugas seorang istri.
Ethan bangun dari tidurnya melihat tidak ada istrinya Ethan bergegas turun ke bawah dan ternyata istrinya sedang menyiapkan makanan untuknya.
Ethan kemudian kembali ke kamar dan dia melihat pakaian kantor sudah disiapkan oleh istrinya.
Ethan merasa sangat senang walaupun itu Adalah perhatian kecil yang di lakukan oleh istrinya tapi itu sangat bermakna baginya.
Ethan kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai mandi Ethan berganti pakaian yang telah disiapkan oleh istrinya tersebut.
Selesai memakai pakaian Ethan turun ke bawah untuk menghampiri istrinya, Maura merasa bahwa dia merasa mual ketika mencium bau Parfum suaminya.
"hubby, parfum apa yang kamu pakai, kenapa sangat bau sekali." ucap Ethan.
"aku memakai parfum seperti biasa, memangnya kenapa?" tanya Ethan.
"Parfum yang kamu pakai bikin aku mual lebih baik kamu Jangan dekat-dekat denganku."
"Sayang, kamu kenapa bukankah kamu selalu merasa senang ketika aku memakai parfum ini." ucap Ethan lalu menghampiri istrinya.
Saat Ethan mulai mendekati istrinya justru istrinya malah pergi menjauh, dia tak tahan dengan bau parfum yang di pakai oleh suaminya.
Mendengar ada keributan di ruang makan Mama Olivia dan yang lainnya menghampiri mereka semua.
__ADS_1
"ada apa ini?" tanya mama Olivia.
"mamah, apa benar kata istriku bau parfum aku baunya tidak mengenakan." ucap Ethan.
"Bau sangat harum, memangnya kenapa denganmu Maura."
"mamah, aku ingin suamiku tidak dekat-dekat denganku aku sangat mual ketika aku mencium bau Parfumnya." ucap Maura tak tahan dengan bau parfum suaminya bahkan dia mulai mual-mual.
melihat istrinya Mual-mual Ethan sangat khawatir dengan istrinya.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Ethan lalu kembali menghampiri istrinya. Maura langsung berlari ke kamar mandi karena dia tidak tahan.
di ruang makan Ethan semakin heran dengan dirinya sendiri lalu dia mencoba mencium bau Parfumnya sendiri tapi dia merasa bahwa parfum yang dia pakai sangat wangi.
"mah, kenapa dengan istriku." ucap Ethan pada mama Olivia.
"mamah juga tidak tahu, aku akan menghampiri Maura dulu aku ingin melihat keadaannya."
Kini mama Olivia menghampiri menantunya yang berada di kamar mandi.
mama Olivia terus menggedor pintu kamar mandi.
"Maura, Sayang, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Mamah Olivia yang terus mendengar menantunya muntah-muntah.
"mamah, kenapa mamah Bisa ada disini?" tanya Maura.
"mama khawatir sama kamu makanannya mama langsung menyusul kamu kesini."
"sekarang bagaimana keadaanmu, apa kamu sudah tidak apa-apa?" tanya Mama Olivia.
"Aku sudah tidak apa-apa mah, tapi entah kenapa perutku terasa sangat nyeri."
"kalau begitu lebih kamu istirahat aku akan menelfon Dokter untuk memeriksa kamu."
"tidak usah mah, tidak usah panggil dokter aku cukup istirahat saja nanti juga sembuh."
"tidak kamu harus periksa oleh dokter."
Maura dengan pasrah mengikuti permintaan dari mamah mertuanya, kini Maura sudah dibawa ke Kamar. lalu Mama Olivia menghubungi dokter Pribadinya. Ethan yang hendak pergi kerja merasa sangat cemas dengan keadaan istrinya lalu dia memutuskan untuk tidak bekerja.
Ethan kemudian menghubungi Evan untuk menghandle semua pertemuan dengan para klien.
"mah, bagaimana dengan istriku kenapa dia bisa seperti itu." ucap Ethan.
"kata Maura perutnya merasa sangat nyeri Tapi kita tunggu dokter untuk memeriksanya."
__ADS_1
Kini Dokter yang akan memeriksa Maura telah datang.
"Selamat pagi, Nyonya Olivia, mana pasien yang harus aku Periksa." ucap dokter tersebut.
"ini Dok Menantu saya katanya perutnya merasakan nyeri."
Dokter Kemudian memeriksa perut nona Maura setelah memeriksa kemudian seluruh keluarga Cristhoper merasa tegang.
"bagaimana, keadaan istriku, Dok." ucap Ethan pada Dokter dengan perasaan yang sedikit cemas.
"istri Tuan muda tidak mengalami sakit apapun?" ucap dokter tersebut.
"bagaimana dia tidak sakit Dok, jelas-jelas perutnya sakit."
"Tenang, Tuan muda, ini justru berita bahagia untuk Tuan muda."
"berita bahagia? maksudnya apa Dok?" ucap Ethan pada dokter tersebut.
"Selamat untuk, Tuan muda sebentar lagi Tuan muda akan menjadi seorang ayah." ucap dokter.
Semua orang yang di sana yang sedang melihat keadaan Maura semuanya diam mendengar perkataan dari dokter yang memeriksa Maura.
"apa Dok?, istriku hamil."
"iya, Tuan muda, Selamat yah" ucap Dokter dengan tersenyum menyampaikan berita bahagia tersebut.
Ethan lalu menghampiri mamahnya tak terasa dia meneteskan air matanya.
"mah, mamah lihat sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah dan mamah akan memiliki seorang cucu." ucap Ethan dengan perasaan yang sangat senang.
Ethan lu menghampiri Istrinya. "Sayang, akhirnya kita akan memiliki seorang anak." ucap Ethan pada istrinya dia terus memeluk istrinya dengan erat.
"akhirnya kita akan memiliki anak, hubby, aku sangat senang sekali ternyata Tuhan mengabulkan doa kita."
"iya, sayang aku juga merasa sangat senang karena sebentar lagi kita akan menjadi orang tua."
Semua yang di sana merasakan kebahagiaan. terutama kedua orang tua Ethan dan Tuan Steven mereka sudah menunggu kehadiran seorang cucu. begitu juga dengan Emma dia juga merasa sangat senang dengan kehamilan kakak iparnya.
Dokter Kemudian menyarankan kepada Tuan muda Ethan untuk menjaga kesehatan Nona Maura karena ini adalah kehamilan pertamanya.
Ethan mendengarkan saran dari dokter dia akan melakukan apa yang dikatakan oleh dokter tersebut demi kehamilan istrinya.
Dokter yang memeriksa Maura sudah pulang, Semuanya mengucapkan Selamat lalu Tuan Steven menghampiri putrinya dan langsung memeluknya.
"Selamat, Sayang, Selamat, Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu, semoga kamu bisa menjadi ibu yang baik yang bisa menyayangi anak-anakmu kelak.", ucap ayah Steven.
__ADS_1