RASA YANG MASIH SAMA

RASA YANG MASIH SAMA
EPISODE 28.


__ADS_3

Kini sudah seminggu Maura menjalani kehamilannya suaminya selalu siaga untuk mendampinginya, apapun yang Maura inginkan pasti akan dituruti oleh suaminya. Ethan merasa bahwa dia sangat bahagia karena bisa diandalkan oleh istrinya.


Setiap pagi, Ethan dengan penuh kasih sayang menempatkan tangan di perut. Kehadiran sang anak membuat ikatan cinta mereka semakin kuat, mempererat ikatan suami istri yang telah mereka bangun selama ini.


Maura, dengan senyum yang cerah, sering kali bercerita tentang impian-impian kecilnya untuk sang buah hati. Ia ingin anak mereka tumbuh menjadi sosok yang penuh kebaikan, tangguh, dan cerdas. Setiap kali Maura berbicara, Ethan mendengarkan dengan penuh perhatian, memastikan bahwa setiap harapan dan impian itu akan menjadi kenyataan bagi sang anak nanti.


Tidak hanya memberikan dukungan dan perhatian, Ethan juga mengambil peran aktif dalam persiapan kedatangan sang buah hati. Ia rajin membaca buku-buku tentang kehamilan dan parenting, mencari tahu cara terbaik untuk menjaga kesehatan Maura dan sang bayi. Kedua pasangan ini saling melengkapi, menjadi pendukung yang kuat satu sama lain di setiap tahap perjalanan mereka.


Suatu malam, ketika mereka duduk bersama di teras rumah, Ethan menatap Maura dengan penuh kekaguman. "Maura, aku tidak pernah membayangkan seindah ini," ucapnya sambil menggenggam tangan istrinya. "Kamu memberikan makna baru dalam hidupku, dan aku berjanji akan selalu ada untukmu dan anak kita."


Maura tersenyum dengan penuh kasih, merasa teramat bahagia memiliki Ethan sebagai suami yang setia dan penyayang. "Aku pun merasakan hal yang sama, Ethan. Kehadiranmu dalam hidupku adalah anugerah terbesar yang pernah aku terima. Aku tidak sabar menikmati setiap momen denganmu dan melihat pertumbuhan anak kita bersama."


Dalam pelukan satu sama lain, mereka merasakan kehangatan cinta yang melingkupi mereka. Dalam kegelapan malam, bintang-bintang bersinar terang seakan memberikan restu bagi keluarga kecil yang akan segera terbentuk.


"aku yang seharusnya bersyukur karena kamu telah menjadi suamiku, aku merasa bahwa apakah aku pantas menjadi suami dari wanita cantik dan baik seperti kamu." ucap Ethan menatap wajah istrinya dengan penuh kesedihan.


Maura menatap nanar wajah suaminya. Maura tak menyangka Suaminya akan berkata seperti itu.


"kata siapa kamu tak pantas menjadi suamiku kamu sangat pantas menjadi suamiku, kamu adalah pria terbaik yang pernah aku temui seharusnya bukan kamu yang mengatakan apakah pantas menjadi suamiku tapi aku yang harus mengatakan apakah pantas menjadi istrimu." ucap Maura kepada suaminya.


"kamu pantas, kamu sangat pantas tak peduli masa lalu kamu tak peduli siapa kamu dan aku tak peduli apapun yang aku inginkan adalah kamu pantas menjadi istriku."


Tersentuh oleh perkataan Maura, Ethan merasakan getaran emosi yang tak terkendali dalam dadanya. Ia menyadari bahwa kecemasannya tidak berdasar, dan bahwa Maura mencintainya dengan sepenuh hati, tanpa syarat.


"Dalam hidup ini, takdir telah menyatukan kita, Maura," ujar Ethan sambil mengusap lembut pipi istrinya. "Sekarang, saat kita bersama, aku ingin kita saling mendukung dan menyayangi satu sama lain, tidak peduli apa yang telah terjadi sebelumnya. Kita saling melengkapi, dan bersama-sama kita akan menjalani setiap rintangan dan kebahagiaan yang datang."

__ADS_1


Maura tersenyum dan menggenggam erat tangan suaminya. "Aku percaya bahwa cinta kita akan terus tumbuh, Ethan. Kita akan saling mendukung dan membangun keluarga yang bahagia bersama. Jangan pernah meragukan dirimu sendiri, karena di matamu aku melihat kebaikan dan kekuatan yang luar biasa."


Mereka saling berpelukan, mengubahkan kesedihan menjadi kebahagiaan. Maura dan Ethan memahami bahwa dalam pernikahan mereka, saling percaya dan menghargai adalah kunci utama untuk membangun hubungan yang langgeng. Mereka telah menghadapi kelemahan dan keraguan bersama-sama, memperkuat ikatan yang telah mereka bangun sejak awal.


Kehadiran sang buah hati menjadi simbol harapan baru bagi mereka. Dalam senyum mereka yang tulus, mereka berjanji untuk memberikan kasih sayang dan pengabdian tanpa batas kepada anak mereka. Bersama-sama, mereka akan tumbuh dan belajar sebagai keluarga yang penuh cinta, menjalani setiap momen dengan kegembiraan dan kesungguhan.


Maura dan Ethan menyadari bahwa dalam perjalanan kehidupan, ada saat-saat ketidakpastian dan keraguan, tetapi jika mereka tetap bersama dan saling mendukung, cinta mereka akan terus berkembang dan mengatasi segala rintangan. Bersama, mereka akan membuktikan bahwa cinta sejati mampu mengubah segalanya, dan bahwa kebahagiaan sejati dapat ditemukan dalam ikatan yang kuat dan saling menghargai antara suami dan istri.


"lalu apa yang kamu inginkan hari ini?" tanya Ethan pada istrinya.


"aku ingin mangga muda." ucap Maura.


"baiklah aku akan belikan segera mangga mudanya." ucap Ethan sambil mencium istrinya.


"aku ingin mangga yang langsung dipetik dari pohonnya bukan beli di pasar." ucap Maura.


"tapi aku maunya buah mangga yang langsung dipetik dari pohonnya bukan beli di pasar. apa kamu tidak ingin menuruti anak yang ada di dalam kandunganku ini." ucap Maura.


Karena permintaan istri dan buah hatinya Ethan tak bisa menolak. untung saja dibelakang rumahnya di tanami buah-buahan termasuk pohon mangga.


Ethan kemudian keluar dari rumahnya dan melihat pohon mangga yang ada di belakang rumahnya.


Ethan kemudian langsung memanjat pohon tersebut dan mengambil buah mangga tersebut.


Setelah selesai memetik mangga tersebut Ethan kemudian masuk ke dalam lalu ia segera pergi ke dapur untuk mengupas mangga tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai mengupas mangga Ethan kemudian memberikannya pada istrinya.


"Sayang, ini buahnya." ucap Ethan.


"tolong suapin aku hubby." ucap Olivia dengan nada manja.


melihat wajah manjanya membuat Ethan menelan salivanya istrinya benar-benar sangat imut ketika berkata manja seperti itu.


"Sayang, apa kamu sedang menggodaku?" tanya Maura lalu mengecup bibir manis istrinya." Wajah istrinya langsung bersemu merah, lalu dia memeluk suaminya dan meminta untuk di suapi.


Ethan yang melihat tingkah manja istrinya langsung menyuapi istrinya.


"hubby, aku udah kenyang." ucapnya lalu dia melepaskan pelukannya.


"Sayang, ini mangganya belum habis kamu harus habiskan dulu, oke." ucap Ethan.


"aku udah kenyang buahnya mangganya buat kamu aja atau simpan saja di kulkas."


"Seperti inikah harus menghadapi istri yang sedang hamil tapi tidak apa-apa justru aku merasa senang."


Ethan kemudian membawa mangga yang berada di piring lalu menyimpannya di kulkas.


"Sayang, bagaimana kalau besok kita jalan-jalan." ucap Ethan.


"tapi bukankah besok kamu harus bekerja, kamu sudah beberapa hari ini tidak masuk kerja." ucap Maura.

__ADS_1


"tidak apa-apa semua pekerjaan sudah aku serahkan ke Evan dan aku justru ingin menghabiskan waktuku dengan kamu, sayang." ucap Ethan.


__ADS_2