RASA YANG MASIH SAMA

RASA YANG MASIH SAMA
EPISODE 24. Orang Tua Ethan Bertemu Ayahnya Maura.


__ADS_3

Saat Ethan Sedang beristirahat dan Maura sedang menjaga ayahnya tiba-tiba Tuan Steven bangun dari tidurnya.


"Ayah, sudah bangun." ucap Maura.


"Kamu disini apa kamu tidak tidur semalaman." ucap Tuan Steven.


"semalam aku tidur justru suamiku yang terus memejamkan matanya dan sekarang dia sedang istirahat sekarang giliran aku yang menjaga ayah."


Saat Maura sedang membantu ayahnya untuk duduk, Seorang Suster datang sambil membawa makanan untuk Tuan Stevan. lalu Suster tersebut meletakan makanannya di atas meja, setelah itu suster keluar dari ruangan Tuan Stevan.


"Ayah, lebih baik ayah makan dulu, biar Maura yang menyuapi ayah." ucap Maura lalu mengambil makanan yang ada di atas meja.


Maura duduk di samping ayahnya dan membantu Tuan Stevan untuk mengambil sendok. Ayahnya menatap makanan dengan pandangan lemah, tetapi Maura melihat semangat perjuangan di matanya. Dia berusaha membesarkan hatinya dengan tersenyum lembut.


"Ayah, ayo makan. Ini akan memberimu energi untuk pulih," bisik Maura dengan penuh harap.


Tuan Stevan menganggukkan kepala dan memulai untuk makan perlahan-lahan. Maura memantau dengan penuh perhatian, memberikan bantuan jika dibutuhkan. Setiap suap makanan yang berhasil ditelan oleh ayahnya, Maura merasa secercah harapan terpancar di hatinya.


Maura menyuapi ayahnya, ada rasa senang ketika Maura menyuapinya tapi ada juga rasa sedihnya, Anak yang dulu dia usir sekarang berada di depan matanya menyuapinya dia merasa terharu akan kebaikan anaknya.


Tuan Stevan merasa air mata mengembang di sudut matanya. Dia membalas dengan tersenyum lembut dan meraih tangan Maura dengan penuh kasih sayang. "Anakku, aku menyesal telah menyia-nyiakan begitu banyak waktu yang berharga. Kamu adalah anugerah terbesar dalam hidupku, dan aku bersyukur Tuhan telah memberikanku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita."


"ayah jangan bersedih lagi, aku sudah memaafkan ayah apapun yang terjadi ayah tetap ayahku." ucap Maura.


"Terimakasih sayang, terimakasih karena telah menjadi putri ayah."


Hari sudah semakin siang kini Mamah Olivia datang ke rumah sakit bersama dengan suaminya dan juga putrinya mereka datang ke rumah sakit untuk menjenguk ayahnya Maura.


Ethan sudah bangun dari tidurnya, melihat kedatangan kedua orang tuanya dan adiknya Ethan langsung menghampiri mereka bertiga.


"Ethan dimana ruangan Tuan Stevan." ucap ayah Michael.

__ADS_1


"di sana yah" ucap Ethan sambil menunjuk ruangan Tuan Stevan."


"dimana menantu mamah?" tanya Mamah Olivia.


"dia masih di dalam menjaga ayahnya."


"apa mamah sama Ayah boleh masuk ke dalam." ucap mamah Olivia sambil membawa buah-buahan yang ada di dalam keranjang."


"Silahkan mah, asal mamah jangan ganggu pasien." ucap Ethan.


Mamah Olivia dan ayah Michael mengangguk mengerti sambil tersenyum. Mereka tahu pentingnya menjaga ketenangan dan kenyamanan pasien di rumah sakit. Mereka memasuki ruangan Tuan Stevan dengan hati-hati, membawa keranjang buah-buahan segar sebagai tanda kasih sayang dan harapan kesembuhan.


Maura, yang duduk di samping ayahnya, melihat kedatangan orang tuanya dengan senang. Dia mengangkat kepalanya dan menyambut mereka dengan hangat.


"Mamah, Ayah, terima kasih sudah datang," ucap Maura dengan suara lembut.


Ayah Michael mengangguk dan tersenyum. "Kami sangat merindukanmu, Maura. Bagaimana keadaan ayahmu?"


Maura menggenggam tangan ayahnya dan menjawab dengan penuh harap, "Dia masih dalam proses pemulihan, tetapi ada perkembangan yang baik.


Mamah Olivia meraih tangan Tuan Stevan dengan lembut. "Kami membawa buah-buahan segar untukmu, Tuan Stevan. Kami harap ini akan memberikan energi dan kekuatan dalam proses penyembuhan."


Tuan Stevan mengangguk dan tersenyum lemah. "Terima kasih, Nyonya, apa Nyonya adalah ibunya Ethan.


Mamah Olivia tersenyum lalu dia memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan saya Olivia dan ini suamiku, Michael kami berdua adalah mertua dari putri kamu dan yang kami adalah Emma adiknya Ethan.


"Tuan Michael, Nyonya Olivia terimakasih telah menjaga Maura selama ini, aku sangat-sangat berterimakasih."


Ayah Michael menatap Tuan Stevan dengan penuh kasih sayang. "Kamu adalah bagian dari keluarga kita, Tuan Stevan. Kamu adalah ayahnya Maura yang berarti kamu juga bagian dari keluarga kami.

__ADS_1


"cepatlah sembuh, Tuan Steven agar kamu bisa berkumpul dengan kami semua." ucap Mamah Olivia.


Tuan Steven bisa melihat ketulusan dari keluarga menantunya dan apa yang dikatakan oleh Putrinya ternyata benar keluarga menantunya sangat baik mereka bahkan menganggap Maura sebagai anak kandungnya sendiri.


"Sayang, apa kamu sudah makan, kalau kamu belum makan kebetulan mamah membawakan makanan untuk kamu dan Ethan."


"Terimakasih mah, maaf aku merepotkan mamah." ucap Maura.


"Sekarang lebih baik kamu makan sama Ethan biar kita bertiga yang menjaga ayah kamu."


"iya Maura, lebih baik kamu makan dulu kamu pasti lapar kan, biarkan saja ayah bersama mereka ayah juga ingin lebih dekat dengan kedua orang tua Menantu ayah." ucap Tuan Steven lalu Maura mengangguk dan membawa makanan dari mamah Olivia.


Kini Maura sudah berada di luar ruangan bersama dengan suaminya.


"Huby, mari kita makan kebetulan mamah membawa makanan untuk Kita." Maura kemudian menghampiri suaminya yang berada di ruang tunggu rumah sakit.


Kini Mereka makan bersama, Sementara itu mamah Olivia dan ayah Michael sedang berbincang-bincang dengan ayahnya Maura.


"Tuan Steven harus bisa menjaga kondisi kesehatannya aku tidak ingin Menantuku merasa sedih karena aku sudah menganggap dia sebagai anak kandungku sendiri." Tuan Steven pun melihat wajah dari Nyonya Olivia mertua dari putrinya tersebut.


"Terimakasih Nyonya Olivia terimakasih karena telah menyayangi putri saya dengan tulus." ucap Tuan Steven.


"jangan panggil aku nyonya cukup panggil dengan namaku saja begitu juga dengan suamiku karena kami sekarang Adalah keluarga kalian."


"baiklah Nyonya, eh maaf, Olivia." Tuan Steven masih merasa sangat gugup bagaimana dirinya tidak gugup orang yang ada di depan matanya adalah istri dari Michael Cristhoper orang yang berada di samping Olivia adalah suaminya."


"dia seperti sedang bermimpi putrinya bisa menikah dengan pemilik perusahaan Cristhoper entah apa yang terjadi selama dia mengusir putrinya."


"maaf saya mau tanya bagaimana bisa putri saya menikahi putra kalian?"


"kalau kata Ethan mereka berdua bertemu di Perusahaan lalu Ethan tiba-tiba membawa Maura ke rumah kami dan memperkenalkan kepada kami bertiga bahwa Maura adalah calon istrinya. Saat itu kami bertiga langsung kaget tapi kami juga merasa sangat senang akhirnya putraku bisa mendapatkan pendamping hidupnya."

__ADS_1


"apa kalian tidak merasa malu kami adalah keluarga dari kasta terendah sedangkan kalian adalah keluarga paling terkemuka di kota ini."


"kalau putraku merasa senang kami akan selalu mendukungnya tak peduli yang dia nikahi dari kasta manapun karena kami tak menilai hal tersebut kami hanya ingin putraku bahagia dengan pilihannya."


__ADS_2