RASA YANG MASIH SAMA

RASA YANG MASIH SAMA
EPISODE 15. Pergi Ke Makam Ibu Maura.


__ADS_3

Maura langsung menyeka air matanya lalu dia menatap kedua mertuanya dan adik iparnya Begitu juga dengan suaminya.


"aku pasti akan pertemukan kalian dengan ibu." ucapnya sambil menahan air matanya.


"kapan kita akan menemui ibu kamu." ucap Olivia kepada Menantunya.


"bagaimana kalau sekarang mah, kita langsung berangkat saja. kamu setuju kan sayang?" tanya Ethan pada Maura.


Maura menganggukkan kepal tanda dia setuju dengan usulan suaminya.


"tapi mamah belum membelikan hadiah untuk ibu dan kamu juga Ethan apa kamu hanya membawa tangan kosong ketika kamu ingin menemui mertua kamu." ucap Olivia kepada putranya dan Ethan hanya diam mendengarkan perkataan dari ibunya.


"Bu kita tidak usah bawa apapun cukup bawa saja bunga untuk ibu mertua."


"bunga?, Ethan masa kita hanya membawa bunga untuk menemui mertua kamu seharusnya kamu belikan hadiah untuknya.


Ethan hanya tersenyum mendengarkan perkataan dari ibunya. ibunya belum tahu bahwa ibu Mertuanya telah meninggal tapi dia hanya ingin ibunya tahu sendiri bahwa istrinya adalah wanita yang sangat tangguh walaupun dirinya telah kehilangan ibunya.


Kini Ethan dan Maura sudah berada di dalam mobil. Sementara ayah dan ibunya beserta adiknya berada di mobil lainnya.


Ethan bertanya kepada istrinya dimana makam ibunya.


Maura kemudian menunjukan alamat di mana ibunya dimakamkan. Ethan kemudian melajukan mobilnya ketempat tersebut setelah mengetahuinya dari istrinya. Michael mengikuti mereka dari belakang.


Sampailah mereka di sebuah pemakaman. Ethan dan Maura kemudian memarkirkan mobilnya di tempat yang telah disediakan.


Ethan dan Maura kemudian keluar dari mobil dan kemudian dia berjalan menuju ke makam ibunya.


Michael dan yang lainnya tak percaya bahwa mereka akan berada di pemakaman.


"Ethan, tunggu." ucap Michael.


"ada apa ayah." ucap Ethan kepada ayahnya.


"katanya kita akan bertemu dengan ibu mertua kamu tapi kenapa kalian malah kesini." ucap Michael.


"kalau kalian ingin bertemu dengan ibu mertuaku disini tempatnya." ucap Ethan.


"Maksud kamu apa?" tanya Olivia.


"lebih baik kita ikuti saja istriku dimana ibu mertuaku berada."

__ADS_1


"makam siapa ini?" tanya Olivia penasaran.


"ini makam ibu aku mah." ucap Maura sambil meneteskan air matanya.


Olivia terperanjat kaget begitu juga dengan Michael dan juga Emma mereka bertiga tidak tahu bahwa itu adalah makamnya ibunya Maura.


"jadi ibu kamu....." ucap Olivia tak bisa melanjutkan kata-katanya.'


"iya mah. Ibu telah lama meninggal maafkan aku yang menyembunyikan semuanya.


Olivia menatap wajah menantunya, lalu dia langsung menatap Maura dan kemudian dia langsung memeluknya.


"kenapa, kamu menyembunyikan dari mamah, kamu pasti sangat merindukan ibu kamu kan. Sekarang aku adalah mamah kamu mamah yang akan menggantikan ibu kamu."


Maura langsung membalas pelukannya Sarah pun tetap memeluk putrinya tersebut. Ethan sebagai suami dari Maura hanya bisa meneteskan air matanya.


"Sayang temui ibu Kamu, kamu sangat merindukannya kan." ucap Ethan sambil mengusap rambut Istrinya.


Maura hanya mengangguk lalu dia melepaskan pelukannya dan dirinya berjalan menuju ke makam ibunya.


"istriku adalah wanita yang tangguh." ucap Ethan kepada ibunya.


"dia berbeda denganku. hidup dia sangat rumit sekali, setelah ibunya meninggal ayahnya menikah lagi. sejak saat itu hidupnya benar-benar berubah Maura diperlukan layaknya seorang pembantu oleh ibu tirinya.


"kenapa dia bisa di usir oleh ayahnya sendiri?" tanya Michael.


"dia difitnah oleh ibu tirinya dan ayahnya yang percaya dengan fitnah tersebut langsung saja mengusir Maura."


"dari mana kamu tahu, apa kamu menyelidiki semuanya."


Ethan hanya mengangguk.


Ethan kemudian berjalan mendekati makam ibu mertuanya. Ethan berada di samping Maura dan dia memegang batu nisan ibu mertuanya.


"Bu, perkenalkan saya Ethan saya adalah suami dari putri ibu, Bu tenang saja aku akan menjaga putri ibu dengan baik."


"saya juga mengucapkan terimakasih kepada ibu karena telah melahirkan seorang putri yang sangat cantik dan ditakdirkan untukku."


"Bu, Maura adalah wanita yang sangat tangguh dia adalah wanita yang sangat sabar ketika dia menjadi istriku aku sangat bersyukur bisa menjadi suaminya."


Ethan terus bercerita tentang Maura.

__ADS_1


Maura meneteskan air matanya bagaimana dia sangat merindukan ibunya. Ethan kemudian memeluk istrinya.


"Sayang, kamu tidak sendiri masih banyak orang yang sangat menyayangi kamu terutama aku, mamah dan ayah dan juga Emma semua menyayangi kamu jadi kamu jangan berpikir bahwa kamu hidup sendiri di dunia ini." ucap Ethan panjang lebar.


"iya sayang kami semua yang ada disini adalah keluarga kamu dan mamah sekarang adalah mamah kamu jadi kamu jangan bersedih lagi." ucap Olivia.


Maura hanya mengangguk dia sangat bahagia dia kira hidupnya akan terus sengsara tapi masih ada orang yang menolongnya.


Suami yang dulu memiliki dendam dengannya sekarang malah mencintainya, ibu mertuanya juga sangat baik begitu pula dengan ayah mertua dan Adik ipar mereka sangat baik.


"ibu sekarang aku merasa bahwa aku memiliki keluarga yang sangat utuh, aku akan terus berdoa agar ibu bisa tenang di sana dan aku akan terus merindukan ibu." gumam Maura.


Ethan terus memeluk istrinya hingga hari sudah semakin sore mereka kembali ke rumah.


Sampailah mereka di rumah. Ethan langsung pergi ke kamar mandi sementara itu Maura dan Sarah menyiapkan makanan. Walaupun Sarah mempunyai banyak pelayan tapi dia tetap memasak untuk keluarganya. Setelah membersihkan badan Ethan kemudian berganti pakaian dan setelah itu dia segera menuju ke ruang makan.


"Sepertinya makanannya sangat enak." ucap Ethan yang baru saja sampai di ruang makan.


"Ethan kamu harus coba masakan istri kamu." ucap Olivia mamahnya.


"baik, mah." Ethan kemudian duduk lalu istrinya mengambil kan nasi dan lauk untuknya.


Kini mereka sudah berkumpul di meja makan dan Ethan langsung menyantap makanan yang telah dibuat oleh istrinya.


"Sayang, ini sangat enak." ucap Ethan memuji masakan dari istrinya.


"apa benar makanan yang aku buat sangat enak." ucap Maura kepada suaminya.


"ini sangat enak sekali, Sayang. Bagaimana kalau kamu mencobanya sendiri." Ethan kemudian mencoba untuk menyuapi istrinya.


Melihat Pasangan suami istri yang sangat bucin membuat Emma merasa iri.


"Kakak jangan terlalu bucin sama kakak ipar, aku yang jomblo di sini merasa iri."


"kalau kamu jomblo kenapa kamu tak mencari pasangan." ucap Ethan.


"memangnya aku boleh pacaran." ucap Emma adiknya.


"tidak, kakak tidak memperbolehkan kamu pacaran."


"tuh kan kakak juga tak memperbolehkan aku pacaran Bagaimana aku bisa mendapatkan jodohku." ucap Emma.

__ADS_1


"memangnya kamu kalau pacaran bisa berjodoh kan belum tentu, kakak hanya ingin Seorang pria yang benar-benar serius dengan kamu bukan hanya main-main, paham kan apa maksud kakak." ucap Ethan dan Emma langsung mengangguk dia paham apa yang di katakan oleh kakaknya.


__ADS_2