
Hadirin yang melihat kejadian itu pun saling berbisik. Mereka pun menyoraki Roby.
"Dasar suami nggak tau diri! Maunya enaknya aja."
"Kalau mau istri cantik dimodalin, bukan di suruh jadi pembantu."
"Pantes aja Lo ditinggal. Kelakuan kayak Dajjal!"
"Dasar orang gila, Lo. Bagusan mati aja Lo!"
"Tenang, tenang. Hargai ruang sidang ini." Hakim mengetuk palunya berulang-ulang.
"Saudara Roby, berdasarkan rekaman bukti KDRT dan penjatuhan talak dalam keadaan sadar, permintaan saudara ditolak. Dan dengan ini saya menyatakan, bahwa saudara Roby Agustiawan dan saudara Linda Kinanti resmi bercerai." Hakim mengetuka palu sebanyak tiga kali sebagai putusan yang tak akan pernah bisa diganggu gugat.
Linda menghela nafas lega begitu juga dengan Dimas. Sedangkan Roby merasa sangat malu akibat rekaman CCTV itu.
*****
"Heh Linda!" Terlihat orang tua Roby menghampiri Linda dengan tatapan tajam.
"Kamu itu ya! Udah syukur anak saya mau ngajak kamu rujuk. Kamu malah jual mahal dan mempermalukan anak saya." Rani yang merupakan ibu Roby menunjuk wajah Linda.
__ADS_1
"Maaf, Tante. Anak Tante yang sudah mentelantarkan saya dan anak-anak kami. Dia bahkan membuat Dela masuk rumah sakit dan berselingkuh terang-terangan. Tante nggak lihat rekaman CCTV tadi. Udah lihat jelas kelakuan anak Tante, tapi Tante masih belain? Tante nggak malu?" Linda menatap Rani dengan datar.
"Udah berani kamu, ya." Rani bersiap melayangkan tamparan di pipi Linda namun ditepis oleh Linda sendiri. Sedangkan Dimas memilih jadi penonton saja, karena ia percaya bahwa Linda mampu menyelesaikan masalahnya.
"Jangan pernah sentuh saya seujung jari pun. Seinci saja Tante menyakiti saya, akan saya laporkan Tante dan anak Tante yang udah melakukan penganiayaan terhadap saya."
"Bu, udah, Bu! Ngapain Ibu ngurusin perempuan sialan ini!" Roby memperingati ibunya.
"Perempuan sialan, Mas? Bukannya tadi kamu bilang masih cinta banget sama aku. Sekarang kamu bilang aku sialan? Nggak malu kamu! Ketahuan belum move on, malah nggak terima."
"Sombong banget kamu, ya. Lihat aja nanti. Setelah aku jadi manager, aku akan membuat Dimas dipecat agar kalian hidup sengsara!"
"Awas, Lo ya!" Roby menarik ibunya dan meninggalkan mereka.
"Mas, gimana dong. Kalau kamu beneran dipecat gara-gara aku, aku nggak akan bisa memaafkan diriku sendiri."
"Kamu tenang aja, Lin. Aku sedang mengikuti permainan dia."
"Permainan apa?"
"Kamu akan tahu nanti. Ayo, kita cari makanan buat Dion. Sekalian stok bubur buat Dela."
__ADS_1
Linda mengangguk dan mereka pun segera pergi.
*****
Di rumah orang tua Yulia sedang mempersiapkan acara pernikahan Yulia dan Roby yang digelar hari itu juga setelah sidang putusan itu dijatuhkan.
Setelah menikah, Roby akan segera diangkat menjadi manager marketing oleh Hans yang merupakan Manager umum.
"Saya terima nikah dan kawinnya Yulia Ningsih binti Hans Hendrawan dengan mas kawin emas seberat dua puluh gram dibayar tunai!"
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu kepada para saksi.
"Sah!" seru mereka serempak.
Dan kini Roby dan Yulia pun resmi menikah. Kenapa menikahnya terkesan buru-buru? Karena ternyata Yulia sudah hamil dua bulan sehingga tidak ada waktu untuk menunda lagi.
Dan hari ini menjadi hidup yang baru untuk Linda dan juga Roby. Linda yang terbebas dari Roby. Roby yang menikah dengan tambang emasnya.
Ya, lihat saja sampai Dimas mengungkapkan siapa dirinya dan membuat hidup keluarg Yulia dan Roby berada di ambang kehancuran saat menyambut kemiskinan. Karena yang pasti, Dimas sudah menemukan beberapa bukti yang dilakukan Hans pada perusahannya. Menerima suap dari para pekerja yang ia rekrut, menaikkan jabatan orang tanpa sepengetahuan bos besar yang jarang mengecek perusahaan, dan menggelapkan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi.
Sudah saatnya yang baik berbahagia, dan yang jahat meneima balasan setimpal.
__ADS_1