
"Bagaimana?" tanya Linda saat melihat Yulia keluar dengan surat hasil tesnya.
"Kamu baca sendiri dulu untuk memastikannya." Yulia menyerahkan surat hasil tes kesehatannya pada Linda.
Dengan serius Linda pun membacanya. Matanya membulat saat membaca hasil akhir dari tes tersebut. "Kamu sehat, Yul!" seru Linda yang diakhiri pelukan pada Yulia.
Yulia pun tersenyum senang mendapati dirinya yang bersih dari penyakit s*ksual. Ia juga sempat khawatir dengan keadaannya karena selama ini ia sudah melayani puluhan pria hidung belang namun dengan status orang-orang penting yang notabenenya pasti sangat memperdulikan kesehatan mereka termasuk dalam urusan s*ksual. Karena itu banyak diantara mereka menggunakan pengaman saat berkencan dengan Yulia, PSK bertarif paling mahal.
"Yulia, Linda, ayo, saya antar ke rumah," ujar Bima yang sejak tadi menjadi saksi kegembiraan mereka.
Linda dan Yulia pun mengangguk. Mereka mengikuti langkah Bima menuju mobil dan segera melaju ke rumah Dimas.
Sesampainya di rumah, ternyata Dimas sudah berada di rumah. Sedang bermain dengan Dion dan Dela.
"Kamu beruntung, Lin. Dimas sangat mencintai kamu dan anak-anakmu." Yulia tersenyum saat melihat kebahagiaan di wajah Dion dan Dela.
"Mungkin ini yang namanya buah dari kesabaran, Yul."
"Maafin aku udah menghancurkan hidup kamu." Yulia menunduk sedih.
"Jangan dibahas lagi, Yul. Semua itu hanya masa lalu."
__ADS_1
"Makasih, ya, Lin. Aku berhutang banyak sama kamu. Kamu udah bebasin aku dari Mas Roby."
"Kita sama-sama perempuan yang menjadi korban kejahatan suami. Udah seharusnya aku menolong kamu."
"Sayang." Dimas menghampiri Linda dan Yulia yang masih berdiri di depan pintu.
"Mas, makasih ya, kamu sudah membebaskan Yulia."
Dimas mengangguk dan tersenyum.
"Yul, malam ini kamu tidur disini, ya. Besok baru kamu pindah ke kontrakan Mas Dimas," ujar Linda.
"Ya udah, ayo kita istirahat," ujar Linda.
Mereka semua mengangguk setuju dan pergi ke kamar untuk istirahat. Hari ini memang sangat melelahkan. Membuat para pemeran penjebakan Roby tak butuh waktu lama untuk tertidur.
*****
"Yul, ini kontrakan yang akan kamu tinggali. Untuk biaya hidup, kamu bisa bekerja di cafe milik Om aku. Dia setuju, dan mulai besok kamu udah bisa kerja," terang Dimas.
"Makasih banyak ya, Linda, Dimas. Aku nggak tau harus ngomong apa lagi. Kalian terlalu baik."
__ADS_1
"Udah jangan kamu pikirin. Oh, ya, kami minta maaf, Ayah kamu harus tetap dipenjara karena perbuatannya."
"Iya, aku mengerti. Setiap perbuatan pasti ada pertanggungjawaban nya." Yulia mengangguk dan tersenyum.
"Soal perceraian kamu dan Roby sedang diurus pengacara kami. Kami pastikan kamu akan bercerai dengannya sesegera mungkin," ucap Dimas.
"Iya, aku berharap segera lepas dari ikatan pernikahan dengan Mas Roby."
"Ya udah, kami pergi dulu, ya. Semoga kamu betah tinggal di sini." Linda memeluk Yulia lalu berpamitan.
*****
Setahun kemudian.
Di sebuah restoran yang telah dibooking empat orang penting. Mereka adalah Dimas, Linda, Brian dan Yulia.
"Bersulang untuk kehamilan Linda!" seru Yulia sambil mengangkat gelasnya diikuti yang lainnya.
"Nggak nyangka ya, waktu cepet banget berlalu," ucap Linda sambil tersenyum.
"Dan nggak nyangka juga, setelah Brian berhasil menangkap bos club' malam itu, dia langsung melamar Yulia dan sekarang udah nikah." Dimas menimpali.
__ADS_1