
Kalau saja Roby tahu kenyataan yang sebenarnya, bagaimana Dimas memanjakan dan menyayanginya, tentu Roby akan semakin kebakaran jenggot.
"Wah beruntung banget jadi istri yang disayang suami. Kalau gue mah boro-boro disayang. Malah pernah hampir dijual suami gue karena terlilit hutang."
Mendengar ucapan Dewi, mereka semua terkejut. Apakah biang gosip sudah terkena batunya?
"Kenapa diem? Biasa aja kali. Gue udah nikah sama bos tempat gue kerja dulu. Sekarang hidup gue udah enak meski jadi istri kedua. Tiap bulan gue dikasih jatah liburan, perawatan setiap hari, makan enak, baju mahal dan perhiasan." Dewi menunjukkan semua perhiasan yang ada ditangannya.
"Wah bagus banget, Wi." Linda berdecak kagum.
"Bagus, ya. Tapi ini imitasi. Aslinya gue simpen di rumah. Takut dirampok gue kayak kemarin. Mantan suami gue hampir ngerampok gue kalau gue nggak dibantuin satpam setempat. Nekat banget dia."
"Wah dasar suami nggak tau diri, ya Wi. Udah pas nikah nggak ngasih nafkah, nyuruh istri kerja paksa, dan setelah pisah malah gangguin hidup kamu lagi." Linda kembali melirik Roby demi melihat ekspresinya. Sukses! Karena Roby langsung pamit ke toilet.
__ADS_1
Yulia terlihat diam saja sambil mengunyah makanannya dengan pelan. Linda yang sudah pernah merasakan bagaimana hidup dengan Roby, merasa kasihan melihat Yulia yang terlihat sama seperti dirinya dulu. Tidak terurus, tampak murung dan dibawah tekanan.
Sesekali Yulia mengangkat wajahnya dan kali ini matanya berpas-pasan dengan Linda. Linda menatapnya dengan prihatin dan menggeleng yang artinya Yulia jangan sampai mengalami hal yang ia alami dulu untuk waktu yang lama. Entah kenapa, melihat keadaan Yulia sekarang, kebencian Linda terhadapnya langsung memudar. Berubah menjadi belas kasih terhadap sesama istri yang tersakiti.
Dimas juga pergi ke toilet bermaksud mengejar Roby. Namun, bukannya ke toilet, Roby malah pergi ke belakang hotel.
Dimas pun mengikutinya. Bersembunyi dari balik dinding gedung hotel tersebut. Mendengarkan Roby yang ternyata sedang menelepon seseorang.
'Sayang? Siapa yang dia maksud?' batin Dimas dengan perasaan heran.
Namun rasa penasarannya terjawab saat melihat seorang wanita datang dengan pakaian seksi dan menggoda.
Ia pun membawa wanita tersebut lebih dalam lagi menuju pohon-pohon yang terdapat di belakang hotel tersebut. Lebatnya daun membuat tempat itu tertutupi oleh pandangan orang-orang.
__ADS_1
Dimas terus mengikuti mereka hingga sampai di sebuah pohon besar. Wanita itu membuka tasnya dan mengeluarkan kain yang lumayan besar. Ia menggelar kain itu lalu berbaring diatasnya. Roby langsung membuka pakaiannya dan melakukan pemanasan hingga akhirnya melakukan hubungan terlarang itu.
Dimas begitu terkejut melihatnya. Ia tidak menyangka Roby akan melakukan hal itu disaat istrinya sedang hamil besar. Apa yang harus ia lakukan? Menggerebeknya bersama yang lain atau membiarkannya?
"Aku nggak seharusnya berada di sini. Tapi aku bisa merekam aksi mereka dan menggunakannya jika Roby mendekati Linda lagi seperti cerita Dewi tadi."
Setelah merekam aksi panas mereka yang dilakukan di siang bolong, Dimas pun kembali ke dalam. Dan tiga puluh menit kemudian, Roby juga ikut menyusul dengan wajah yang kembali bersemangat.
"Habis ngapain, Rob? Kok kayaknya senang banget." Dimas mulai memancing.
"Nggak ada. Udah ya, gue mau pulang. Banyak kerjaan. Maklum lah, gue kan manager." Roby pun berdiri dari bangkunya. Mengajak Yulia pergi padahal sedang makan.
Dewi dan Linda menatapnya dengan heran. Sedangkan Dimas biasa saja. Ia tersenyum puas telah memiliki kartu AS Roby. Dengan begitu ia tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu Roby mengganggu Linda lagi. Tapi disisi lain, ia merasa kasihan terhadap Yulia karena Roby telah berselingkuh. Yulia yang malang.
__ADS_1