Realita Tidak Seindah Ekspektasi

Realita Tidak Seindah Ekspektasi
Salah paham


__ADS_3

"Guys! aku mau tanya sama kalian. Menurut kalian, Elena cantik gak malam ini?" teriak Austin.


"Cantik!" teriak semuanya.


Bukannya senang disebut cantik, Elena malah merasa dengan Austin begitu, itu sama saja dia meledek dan mempermalukan Elena didepan semua orang.


Elena langsung menghempaskan tangannya yang digenggam oleh Austin. "Gak lucu tahu gak!" teriak Elena."


Ia buru-buru pergi dari tempat itu, ia merasa seolah-olah orang lain menertawainya.


Skip


Elena menangis sejadi-jadinya, andai saja waktu itu rencana bunuh dirinya berhasil, mungkin dirinya tidak akan mendengar ledekan orang-orang lagi.


Trining! Trining!


Elena tak memperdulikan panggilan telepon tersebut, ia hanya terus berlari entah kemana.


Tin! Tin!


Tiba-tiba seseorang memberhentikan mobilnya. Lalu, orang itu turun dan menghampiri Elena.


"Elena!" teriak Austin sambil menarik tangan Elena. Kemudian Austin memeluk tubuh Elena dengan erat.


"Aku sama sekali gak meledek kamu, yang aku ucapkan itu tulus. Begitupun semua orang, mereka itu jujur saat mereka bilang kalau kamu cantik,jelas Austin.


Elena terdiam sejenak untuk menenangkan dirinya. Dan seketika Elena merasa bersalah karena sepertinya ia mengacaukan pesta Talitha.


"Mungkin kamu berpikir bahwa orang-orang sarkas ke kamu. Tapi nyatanya enggak kok. Kita semua memuji kamu karena memang kamu cantik," kata Austin.


Setelah dirasa Elena sudah tenang, Austin langsung melepaskan pelukannya.


"Ya udah ayo kita kembali lagi kesana," suruh Austin.


Elena menggelengkan kepalanya. "Aku malu."


"Malu karena apa?"


Elena menjelaskan karena ulahnya, pesta Talitha jadi hancur.


"Enggak kok, pestanya tetap berjalan lancar," kata Austin.


Dengan segala bujukan Austin, akhirnya Elena memutuskan untuk kembali ke acara ulang tahun Talitha.


...****************...


Semakin malam, suasana di acara ulang tahun Talitha semakin meriah. Beberapa orang naik ke panggung dan bernyanyi dengan penuh semangat.


"Mau nyanyi gak?" tanya Austin.


"Enggak."


Tiba-tiba Talitha menghampiri Elena dan ia memberikan microphone kepada Elena.

__ADS_1


"Ayo nyanyi, nanti dikasih hadiah," suruh Talitha.


"Aku gak mau."


"Please," mohon Talitha.


Karena Elena merasa bersalah karena tadi ia sempat membuat kekacauan, akhirnya ia mengambil microphone tersebut dan naik ke panggung.


Disaat Elena naik ke panggung, orang-orang yang berada diatas panggung langsung turun dan itu membuat Elena gugup.


"Ayo Elena! kamu pasti bisa," teriak Austin dan Talitha bersamaan.


Elena memberitahu lagu yang akan ia nyanyikan kepada anggota band yang akan mengiringi Elena saat bernyanyi.


Saat instrumen itu disetel, Elena langsung saja menyanyikan lagu tersebut dengan mata yang melihat ke bawah.


Ya, Elena menyanyikan lagu sambil menunduk, dikarenakan ia sangat malu melihat orang-orang.


Orang-orang bersorak dan bertepuk tangan saat Elena menyanyikan lagu tersebut.


Karena mendengar suara tepuk tangan, otomatis Elena melihat kearah orang-orang.


Skip


Selesai bernyanyi, Elena buru-buru turun dari panggung. Saat ia ingin kembali menghampiri Austin, ia jadi mengurungkan niatnya untuk kesana. Lantaran Talitha sedang mengobrol dengan Austin.


"Elena!" panggil Austin, namun Elena pura-pura tak melihatnya.


"Hai," sapa Elena dan Manda hanya tersenyum.


"Btw, suara kamu bagus," kata Manda, lalu Elena mengucapkan terima kasih.


"Kamu sama Austin ada hubungan apa? kok makin kesini aku lihat kalian kayak punya hubungan spesial," ujar Manda.


"Enggak kok. Kita berdua kan cuma teman."


Manda menyarankan agar Elena tidak terlalu dekat dengan Austin, lantaran Manda tahu pasti Feby akan mem-bully Elena jika Elena ketahuan dekat dengan Austin.


Sebenarnya tanpa Manda memberitahu Elena, Elena juga sudah tahu tentang hal itu dan ia juga pernah merasakan di-bully karena dekat-dekat dengan Austin.


"Ngomong-ngomong, kamu tadi kenapa nangis terus kabur? padahal kan Austin gak ada niatan buat menghina kamu. Yang dia katakan benar kok bahwa malam ini kamu cantik banget," ujar Manda.


"Entahlah, mungkin karena aku sensitif orangnya. Makanya tadi aku merasa bahwa Austin sedang menghina aku."


Tiba-tiba Reza datang menghampiri Elena dan Manda.


"Kamu sama Austin pacaran ya?" tuduh Reza.


"Enggak kok."


"Terus kenapa berangkat bareng?" heran Reza.


"Ya karena Austin ngajak aku. Ya udah aku terima aja ajakannya."

__ADS_1


Dengan mendengar ucapan Elena, membuat Manda dan Reza yakin bahwa Austin lah yang menyukai Elena.


"Oh...jadi Austin yang suka," kata Manda.


"Kayaknya sih iya, soalnya dulu dia pernah bilang kalau Elena itu lucu," kata Reza.


Elena menahan senyumnya. Entah kenapa ia jadi yakin tentang mimpinya yang mana dimimpi itu Austin menyukainya.


"Ngomongin aku ya?" tanya Austin yang tiba-tiba datang.


"Jangan kepedean deh jadi orang," kata Reza, padahal memang benar bahwa dirinya membicarakan tentang Austin.


"Lagi ngobrol apa, Na?" tanya Austin pada Elena.


Sontak Elena terdiam, karena baru kali ini Austin menyebut Elena dengan panggilan Na.


"Lagi ngobrol soal tugas sekolah," bohong Elena.


Austin tertawa, karena tidak mungkin Reza dan Manda mengobrol tentang hal itu.


Disisi lain, Manda dan Reza menatap datar kearah Elena. Meraka jadi tahu bahwa ternyata Elena sepolos itu.


"Kenapa?" bingung Elena.


Tanpa aba-aba, Austin mengelus-elus rambut Elena dan berkata bahwa Elena sangat lucu.


"Jangan kayak gitu, nanti baper Elena nya," ujar Manda, karena ia tahu bagaimana rasanya diposisi Elena.


"Emang kamu baper sama aku?" tanya Austin, lalu dengan cepat Elena menggelengkan kepalanya seraya menjawab bahwa dirinya tidak baper.


Feby menghampiri Austin dan ia mengajak Austin untuk berdansa bersama karena memang sekarang adalah sesi berdansa. Jadi siapapun yang berdansa akan diberikan hadiah oleh Talitha.


"Sorry, tapi aku mau dansa bareng Elena," kata Austin.


"Gak! aku gak mau! kalian berdua aja yang dansa," ujar Elena sambil pergi menghampiri Talitha, karena ia ingin mengambil hadiahnya sebab tadi ia telah bernyanyi.


...****************...


Acara telah selesai, orang-orang segera pamit kepada Talitha.


Ketika selesai pamit, tiba-tiba Austin menarik tangan Elena dan ia mengajak Elena untuk pulang. Tetapi, Elena menolak ajakan Austin, karena jika ia pulang bersamanya, nanti orang-orang curiga kepada dirinya dan Austin.


"Aku yang ajak kamu, jadi aku juga yang harus antar kamu pulang," kata Austin, karena ia tidak mau dicap sebagai lelaki yang tidak bertanggung jawab.


Elena melihat kesekitar dan ternyata kebanyakan orang telah meninggalkan rumah Talitha. Jadi akhirnya Elena memutuskan untuk pulang ke Austin.


Selama diperjalanan, Elena sibuk membuka hadiah yang diberikan Talitha.


"Penasaran banget ya, sampai-sampai dibuka sekarang," kata Austin, namun Elena tidak menghiraukannya.


Tiba-tiba Austin mengerem mobilnya mendadak dan itu membuat Elena terkejut.


"Hati-hati dong bawa mobilnya," kesal Elena, lalu Austin tertawa kecil mendengar kekesalan Elena.

__ADS_1


__ADS_2