Reciprocal

Reciprocal
WARNING


__ADS_3

plak!


satu tamparan berhasil mengenai pipi mulus Merisa,gadis kecil berusia 8 tahun masih duduk di bangku sekolah dasar tapi kehidupannya sudah seperti orang dewasa yang harus mencari uang dengan susah payah.


Setya,Ayah Merisa menarik rambut gadis itu kasar dan menyeretnya masuk kedalam kamar mandi.


Setya menyalakan shower lalu menatap sinis kearah Meri, kemudian ia beranjak dari kamar mandi dan menguncinya dari luar dengan membiarkan air itu terus mengguyur tubuh kecil gadis itu.


"Rea..".panggil gadis itu dengan nada lirih kemudian ia merasakan tubuhnya hangat dan shower pun sudah mati,Meri menolehkan kepalanya dan tersenyum saat melihat sahabat nya disampingnya disaat saat seperti ini,dia rea.


"rea..". Meri membalas pelukan rea,dingin.. tapi Meri menyukainya.


"tidurlah mer..saat kamu bangun semuanya akan baik baik saja" kata Rea dan Meri pun memejamkan matanya.


Setelah dirasa Meri tertidur dengan lelap,Rea mengangkat tubuh mungil gadis itu. Rea bisa mengangkatnya?tentu saja,itu bukan apa apa baginya yang sebenarnya bukan manusia lagi.


rea menidurkan Meri diatas kasurnya dengan perlahan lalu menyelimuti Meri hingga dada.


rea menatap Meri dengan tatapan sendu,beberapa saat kemudian tatapannya berubah marah dengan warna mata yang berubah seiring amarah menguasainya.


"Meri.. kenapa kamu larang aku buat bunuh mereka?"


...^^^✨^^^...

__ADS_1


Setya sekarang berada di club,ia tidak perduli jika istrinya marah marah dengannya karena ia sudah sangat kebal dengan wanita itu.


Setya mengedarkan pandangannya disekitar club,ia mengusap matanya dan melihat ke pojok club sekali lagi."apa itu.." gumamnya tak jelas lalu berdiri dari duduknya menghampiri seorang gadis yang menatap nya dengan tajam.


"loh? hilang?" Setya celingak celinguk mencari keberadaan gadis itu yang menghilang entah kemana.


Setya menggelengkan kepalanya."halusinasi?"tanyanya pada diri sendiri kemudian ia berbalik tapi bukan untuk kembali minum melainkan menuju kamar bersama seorang perempuan yang lumayan sexy.


dari kejauhan,rea melihat kelakuan pria benar yang telah menyakiti sahabatnya,ia mengepalkan tangannya kuat."kalo bukan karena Meri,anda sudah lama mati tuan Setya". ujarnya lirih seperti suara kaset rusak yang telah usang.


Setya menoleh lagi saat merasa ada seseorang uang memanggil namanya."kenapa honey?" Tanya wanita disampingnya dengan manja dan suara yang sangat menjijikan.


Setya kembali menoleh kearah wanita yang sedang memeluknya posesif,ia tersenyum miring."nothing".


Dengan sekali gerakan,Rea pergi dari tempat haram itu.


...^^^✨^^^...


Terik matahari sudah muncul melalui jendela kamar yang terbuka lebar,mungkin si empunya melupakan jendela yang harus ditutup.


Meri membuka mata perlahan lalu menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya,ia turun dari kasur bersiap membersihkan diri sebelum nyonya nya mengamuk.


hanya butuh waktu 15 menit,Meri sudah selesai dengan mandi paginya, dilihat nya penampilan Meri didepan cermin."pucat lagi"gumam gadis itu memperhatikan wajahnya yang pucat.

__ADS_1


wussh


Terpaan angin menyapu wajah canti gadis itu,Meri menoleh lalu tersenyum pada orang itu."kakak?" panggilnya dan cowok yang dipanggil Kaka hanya tersenyum tipis melihat wajah adiknya ini.


"kakak kemaren ga tolongin Meri saat ayah nyiksa Meri lagi" lirih Meri sambil memilin ujung bajunya.


Tangan dingin cowok yang ia panggil kakak itu menyentuh pipinya dan mengusapnya lembut."maafin Kaka mer,kita udah berbeda dalam segi apapun" katanya membuat Meri menunduk sedih.


"kak?"panggil Meri dan cowo itu berdehem sebagai jawaban.


"kenapa Tuhan ambil orang yang Meri sayang?" tanyanya dengan wajah sendu.


"kamu mau tau siapa yang udah bikin kakak sama Rea jadi gini?" bukannya menjawab cowok itu justru balik bertanya yang diangguki oleh Meri.


saat akan mencoba,tiba tiba rea datang dan berdiri disamping cowo itu."saka.." panggil rea lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"sial!" umpat saka dalam hati.


"kak?"panggil Meri lagi.


saka menaikkan sebelah alisnya mempersilahkan Meri untuk melanjutkan perkataannya."Kaka sama Rea meninggal karena dibunuh?"


deg

__ADS_1


...^^^✨^^^...


...Heh gatau mau gimana 😭🙃 awkward gak sih? semoga aja enggak,semoga nyambung dan semoga suka,thanks!...


__ADS_2