Reciprocal

Reciprocal
Menemukan Meri


__ADS_3

...lanjut gan...


...^^^...


setelah drama yang terjadi di pagi buta itu,akhirnya nio memutuskan jika yang ingin pulang silahkan pulang dan yang ingin mencari Meri ikut dengannya.


awalnya Nia mengajak Nando pulang,tapi Nando menolak dengan alasan bahwa ini tempat asing untuk mereka dan tidak ada yang tau jalan ataupun bahaya yang menunggu mereka diluar sana.


dengan berat hati dan pikiran yang dipenuhi dengan sosok menyeramkan itu,Nia akhirnya menuruti perkataan Nando untuk kembali mencari Merisa sesuai prinsip sang ketua bahwa berangkat bersama pulang juga bersama.


7.40


pagi hari sekali mereka sudah berkeliaran di hutan tentunya dengan perut kosong."kita nyari Meri dimana?Gaada petunjuk" yang dikatakan Nia ada benarnya juga,tapi mereka juga tidak bisa kembali karena tidak tau jalan pulang.


mereka terus berjalan tak tentu arah,Nia tertinggal jauh di belakang dengan nafas tersengal-sengal ia menyandarkan tangannya di pohon sebagai topangan tubuh yang sudah tidak kuat.


srekk


"Aaaaaaaaaa!" Teriakan Nia membuat cowok cowok yang sempat hampir melupakannya sontak terkejut dan berlari menghampiri Nia yang sedang berpegangan pada akar pohon.


"Nia pegang tangan gue plis jangan jatoh" Nando sampai lebih dulu dan berniat menggenggam tangan Nia tapi terlambat.


sreett bruk


Nia terguling ke bawah karena sudah tidak kuat menahan tubuhnya yang memang sudah sangat kelelahan,ditambah lagi dengan keadaannya yang sedang tidak baik baik saja.


"NIAA!" Nando meneriaki nama Nia yang berada di bawah jurang sana.


"kita turun hati hati" mereka bertiga turun untuk menyelamatkan Nia,Meri sudah hilang jangan sampai Nia juga hilang,pikir mereka semua.


nio,ashaf dan Nando berpegangan agar tidak terjatuh dan bernasib sama,mereka sedikit mempercepat langkah saat tubuh Nia sudah terlihat.


"niaaa!" Nando yang pertama berlari menghampiri Nia yang ternyata masih dalam kesadarannya,untung tidak pingsan.


"aww sakit nan" ringisan itu keluar saat Nando tidak sengaja memegang lengan Nia yang tergores akar pohon saat ia terjatuh tadi.

__ADS_1


"eh sorry"


akhirnya mereka duduk sebentar untuk menenangkan pikiran masing masing sampai tiba tiba Nia melihat sesuatu yang tergeletak tidak jauh dari tempat mereka duduk.


Nia menepuk pundak Nando agar menyadarkan laki laki yang sedang memejamkan matanya itu."nan..itu itu" Nia menunjuk ke arah sesuatu yang ia liat.


mereka beranjak dari tempatnya dan menghampiri apa yang Nia lihat,betapa terkejutnya mereka saat melihat seseorang dengan keadaan tak sadarkan diri dan juga banyak luka di tubuhnya,sesuatu itu ternyata Merisa yang tergeletak tak sadarkan diri dengan luka sayatan di tubuhnya.


Nia menutupi tubuh Nia dengan jaket yang ia pakai."em,kalian bisa balik badan dulu?gue mau gantiin baju Meri sekalian bersihin lukanya" kata Nia dan diangguki ketiga cowok itu dengan wajah yang memerah malu.


Nando menyenggol lengan nio membuat si empu menatap Nando tajam."Lo liat gak?warna pink-aduh sakit Nia!" perkataan Nando terhenti saat sebuah benda keras dilempar dari arah belakang,siapa lagi kalo bukan Nia pelakunya.


"diem lu mesum" sarkas Nia membuat Nando diam seketika. sama halnya dengan Nando,ashaf dan nio pun juga melihat nya saat dimana tubuh Meri hampir seperti tidak memakai pakaian apapun dan itu membuat pipi mereka memerah apalagi ashaf yang terus mengucapkan istighfar.


Setelah mengganti pakaian Meri dan membersihkan luka di tubuh gadis itu,Nia akhirnya memperbolehkan para cowok cowok untuk berbalik."gimana?"tanya ashaf Pertama.


Nia menatap Meri yang masih menutup matanya."udah,tapi dia gak sadar juga" lirih Nia memandangi mata Meri yang tertutup rapat.


"masih hidup gak tuh?" celetuk Nando tiba tiba membuat Nia melotot dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya membuat Nando merapatkan tubuhnya pada ashaf yang juga menatapnya tajam.


"bercanda,coba Lo cek nadinya atau jantungnya gitu" kata Nando dan diangguki Nia.


mereka duduk mengitari Meri yang berbaring dengan tas nya sebagai bantalan."terus kita harus apa?tujuan kita masuk hutan buat nemuin Meri udah selesai, Sekarang apa?"tanya Nando menatap satu persatu wajah temannya yang juga sedang memikirkan hal yang sama.


Tapi ada yang berbeda dengan Ashaf,dia memandang Meri penuh arti dan sesekali juga mewaspadai keadaan sekitar."nio" panggilan itu mengalihkan pandangan mereka yang sedari tadi melamun tidak jelas.


Nio yang terpanggil menaikkan satu alisnya bertanya ada apa."em..coba kamu cek Sekali lagi nadi Meri" kata ashaf ragu saat melihat mata teman temannya menatapnya serius.


"kenapa shaf?"tanya Nia.


"lakukan saja,dan kamu Nia coba cek mata Meri seperti yang biasanya dilakukan dokter di rumah sakit" Nia menganggukan kepalanya mendengar intruksi ashaf begitu juga dengan nio.


"Berdetak,tapi.. kulitnya dingin" kata nio di akhir kalimatnya membuat mereka saling pandang.


Nia membuka perlahan mata Meri,tidak apa apa."normal kok shaf matanya,gak--

__ADS_1


"eh!! itu matanya" Nando menunjuk tepat di mata Meri yang berwarna putih.. sepenuhnya.


"astagfirullahaladzim!" ashaf berdiri diikuti yang lainnya, Nia memegangi jantungnya yang berdegup kencang.


"a-apa itu?kok bisa?" Nia terus menggunakan kata tidak jelas,mereka masih diam ditempat memandangi tubuh dihadapan mereka.


tiba tiba...


"KALIAN SEMUA CEPET NAIK KE ATAS! ATAU KABUR KEMANA AJA!" Teriakan itu berhasil mengembalikan kesadaran mereka,mereka mendongak menatap ke atas jurang.


disana ada.. Merisa?


"Meri.."gumam mereka semua,lalu tanpa diminta dengan serentak mereka menolehkan kepalanya.


"JANGAN MENOLEH!" Perintah Meri diabaikan mereka kecuali ashaf yang sempat mendengar itu dan tidak jadi menoleh dengan cepat menarik tubuh teman temannya menjauh dengan cepat.


"astaga!gila!" pekik Nando yang kembali pada kesadarannya,ia melihat ke atas jurang disana ada Merisa yang asli.


mereka semua menatap kedepan dan tubuh itu menghilang.


"AYO NAIK KEATAS!KITA PULANG!" teriak Meri lagi dari atas.


"kalau yang tadi palsu,apa yang diatas asli?" pertanyaan Nia membuat mereka shock dan kembali memandang Merisa dalam.


"KALIAN MIKIR APA SIH! AKU ASLI! NYATA!"


"CEPAT KELUAR DARI SANA!" Teriak Meri berkali kali membuat mereka mau tidak mau menuruti dan dengan langkah perlahan dibantu Meri yang diatas mereka akhirnya naik satu persatu.


Mereka mengatur nafasnya yang tersengal-sengal."huftt mer.. Lo--


"Gaada waktu! kita harus keluar dari sini sebelum malam" kata Meri cepat membuat mereka.menghela nafas lelah tapi tetap menuruti Meri yang berjalan paling depan menuntun mereka semua.


"Mer.. ini bener Lo kan?"tanya Nia memastikan,ia masih trauma dengan kejadian tadi.


"nanti aku cerita,sekarang kita harus keluar apapun caranya" ujar Meri bertekad.

__ADS_1


......^^^......


...lanjut.....


__ADS_2