
...^^^...
Meri menelungkupkan kepalanya di atas lututnya yang ia tekuk dan memeluk dirinya sendiri dengan erat.
dingin.
satu kata yang menggambarkan keadaan Meri saat ini,semenjak ia diantar pulang nio tadi ayahnya datang dengan sangat murka entah karena masalah apalagi yang jelas ia sudah dikurung lebih dari lima jam di kamar mandi dengan tubuh penuh luka dan sudah basah sepenuhnya.
"Mer,Lo baik?" Suara bisikan terdengar dekat di telinga Meri,sangat dekat.
tanpa menoleh Meri mengangkat kepalanya menatap lurus yang ada di depannya dengan datar lalu menoleh dan mendapati wajah pucat Aiden yang menatapnya khawatir."ai,boleh gak Meri ikut mati?"
Aiden dibuat melotot dengan pertanyaan Meri yang menurutnya sangat tidak masuk diakal."gue tau ini berat,tapi Lo jangan gini Meri"
Meri menitikkan air matanya,ia menggigit bibir bawahnya menahan isakan tangis yang ingin keluar dari mulutnya."terus buat apa Meri hidup ai?gak ada yang perduli sama Meri"
Aiden meletakkan jari telunjuknya dibibir Meri,ia menenangkan Meri dengan menepuk nepuk kepala Meri dengan tulus."kan ada gue,ada temen temen Lo.. Lo lupa kalo bang saka masih disini?"tanya Aiden.
Meri menundukkan kepalanya."tapi kak saka gak pernah muncul lagi,dan..dan rea,dia hiks" Meri menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Aiden mengelus kepala Meri lembut."gakpapa mer,yang penting masih ada setidaknya 2-3 orang yang sayang sama Lo.. jadikan itu serpihan harapan untuk bertahan hidup,okey?"
"kalo Lo butuh temen Lo bisa panggil gue" lanjut Aiden lagi dengan kekehannya.
Meri menatap Aiden bingung."caranya?"
"panggil aja Aiden 3 kali,oke?" Meri menganggukan kepalanya dengan tersenyum lebar.
"makasih ai" ujar Meri.
...^^^...
22.45
Dirumah besar nando yang terdapat keluarga harmonis malam ini sedang sunyi tanpa suara ribut dari perkelahian adik dan kakak,tidak ada suara canda dan tawa.
semua orang sudah terlelap,tinggal 2 orang saja yang masih bangun dan fokus melihat layar besar di depan mereka.
TV besar yang menampilkan adegan seram sedang ditonton dua kakak beradik sambil memakan camilannya.
sesekali menjerit tertahan saat ada penampakan atau jumscare yang muncul di layar,memilih untuk menutup mata daripada membangunkan orang rumah yang terlelap.
"sssttt,jangan berisik ntar mami bangun mampus kita" bisik Nando pada adiknya,Arda.
"ih bang! serem tauk!" tajuk Arda.
"cowok kok penakut!" cibir nando.
sret
suara musik terdengar dari dalam televisi,membuat Nando dan Nanda menahan nafas lalu kemudian muncul wajah seram tepat didepan mereka didalam televisi.
wajah yang rusak,penuh darah dengan mata merah melotot dihadapan mereka membuat Nando menutup wajahnya dengan bantal begitu juga dengan Arda yang langsung menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
__ADS_1
hihihi
ARGGHHHH
srek
dingdongdingdong
suara suara dari televisi terus bersahutan,ditambah suara lonceng dan nyanyian yang aneh membuat Nando dan Arda saling tatap.
"ada yang aneh" ucap Nando dengan menggerakkan mulutnya tanpa suara.
krekk
"apa tu bang?"bisik Arda dengan suara sekecil mungkin.
sreett
selimut yang dikenakan Arda tertarik dan dihempas oleh angin begitu saja membuat Nando dan Arda terkejut dan berdiri dari posisi tengkurap mereka.
"a-apa tadi?" tanya Nando terbata bata dan dijawab gelengan oleh Arda.
brak
mereka berdua menoleh pada pintu yang dibuka dengan kasar entah oleh siapa,dengan berani Arda menghampiri pintu dan menutupnya.
Nando berdiri mematung dihadapan layar televisi dilamarnya itu,ia bisa melihat seorang perempuan dengan wajah pucat,mata hitam pekat,rambut berwarna emas bergelombang dengan dress kerajaan yang sudah lusuh.
wanita itu menatap kearah Nando dengan tajam,ia melirik ke Ardan yang juga terdiam ditempat.
Aurora menyeringai dan semakin melebarkan senyumannya,yang membuat Nando tercekat adalah ketika Aurora bergerak dan berjalan lambat didalam televisi.
perlahan ia mulai mendekat,tepat saat sudah dekat tangannya meraih pinggiran tv dan kepalanya menyembul keluar dari tv itu membuat Nando dan Arda melototkankan matanya.
tidak memperdulikan Arda yang bengong,Nando segera berlari meraih pintu untuk membukanya.
"sial!"
"kenapa bang!?" tanya Arda ikut panik saat melihat kakanya yang menatap Aurora yang semakin keluar dari tv seperti di film film,tidak ini nyata.
"pintunya gak bisa dibuka!"
"masa?!" Arda ikut membuka pintu tapi nihil tidak bisa dibuka,padahal Arda tidak pernah mengunci pintu ini.
hihihi..mati!
Aurora tertawa dengan suara melengkungnya,Arda menoleh pada Nando untuk menanyakan perihal hantu menyeramkan didepan mereka.
sebenarnya Aurora tidak menyeramkan,justru dia adalah hantu yang sangat cantik. tapi entah kenapa aura yang ia keluarkan berhasil membuat bulu kuduk Nando dan Arda meremang.
"bang!?"
"gue gak tau Arda! nanti gue ceri-
__ADS_1
'mau kabur kemana..'
suara lirih itu terdengar sangat dekat dibelakang Nando dan Arda,mereka melupakan ada makhluk yang sudah berhasil keluar dari TV.
hembusan nafas menyapu leher mereka berdua seolah pertanda Aurora sangat dekat berada dibelakang mereka.
Arda dan Nando menolehkan kepala melirik masing masing diri mereka seolah meminta pendapat apa yang harus dilakukan.
"bang?" bisik Arda pelan.
Nando menelan ludah lalu melewati matanya ia memberikan aba aba untuk menengok dan.
BHAHAHAHAHAHA
Arda memejamkan mata saat menyium bau anyir di hidungnya,sedangkan Nando melototkan matanya melihat pemandangan mengerikan dihadapannya.
Aurora,wanita itu berubah sangat menyeramkan.
wajah yang tersayat,sudah sangat rusak.
bibir yang menyeringai sampai ke telinga,gigi hitam dan mata nya yang berubah menjadi merah darah,rambutnya yang acak acakan dan juga dipenuhi ulat ulat menjijikan.
Bruk
Nando pingsan tak sadarkan diri membuat Arda menoleh pada abangnya."bang!!anjir lu! malah pingsan".
hihihi
Arda memejamkan matanya sebentar sebelum melihat keatas ya dimana wanita itu melayang dengan kepala yang ia goyang goyangkan.
"astagfirullahaladzim.. ma-mami.."
buk
Arda menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh kakaknya yang pingsan itu.
dua duanya tidak sadarkan diri,sedangkan Aurora tersenyum penuh kemenangan lalu menoleh pada rea yang berdiri diluar jendela kaca.
rea tersenyum sinis.
'satu persatu.. akan aku habisi Meri!' ujar rea penuh dendam.
kemudian mereka menghilang dalam gelapnya malam meninggalkan dua orang yang tak sadarkan diri akibat ulah mereka.
kamar berantakan,selimut dan bantal tercecer dilantai,televisi yang retak,lampu yang pecah tapi anehnya kenapa orang rumah tidak ada yang mendengar.
mereka berdua terus dalam keadaan seperti itu sampai ada yang mengetuk pintu 2 kali lalu masuklah seorang wanita yang mengenakan piyama dan juga memakai masker wajah.
wanita itu melototkan matanya melihat Arda dan Nando yang tergeletak dilantai dekat dengan pintu.
"PAPI!" Teriak wanita itu menggelegar,dia adalah mami Cynthia atau Tia.
...^^^...
__ADS_1
...besok lagi deh insyaallah...
...pendek ya?heheh sengaja biar reader penasaran!...