Reciprocal

Reciprocal
Aiden?


__ADS_3

...***...


Meri melangkahkan kakinya cepat menuju kelasnya,hari ini ia datang terlambat karena begadang hingga jam 2 pagi,ini adalah rekor pertamanya yang datang terlambat kesekolah.


"duh,harus siap mental ini" gerutu Meri disepanjang jalan,ini semua karena Marisa kakak kembarnya itu menguncinya di kamar mandi saat ia sedang buru buru agar tidak terlambat ke sekolah,tapi Marisa malah membuatnya terkunci di kamar mandi.


Merisa terlambat hampir satu jam,mau tidak sekolah tapi akan di alpa."pasti udah belajar apa aku ke perpustakaan aja?"tanyanya pada diri sendiri.


Meri memutuskan pergi ke perpustakaan saat melihat dari kejauhan kelasnya yang sudah ada guru Disana tapi ia juga tidak melihat ashaf dikelas.


kali ini Tuhan memberikan merisa kesempatan untuk kabur dari hukuman karena terlambat,ia bisa sampai ke perpustakaan tanpa ketahuan siapapun menurut-nya.


Meri menghempaskan tasnya dimeja dan duduk dikursi dengan kasar."huh! Marisa emang jahanam" umpatnya.


Meri menelisik seluruh sudut ruangan perpustakaan,kesan pertama adalah sepi karena perpustakaan adalah tempat yang jarang dikunjungi dan juga karena pelajaran sedang berlangsung.


penjaga perpustakaan juga sedang tidak ada sekarang,Meri memutuskan untuk membaca komik saja daripada harus melamun yang membuatnya kemasukan setan.


"hai.." sapa seseorang membuatnya menoleh dan mendapati hantu laki laki dengan wajah pucat dan darah yang terus mengalir di kepalanya membuat Meri menahan nafas karena bau amis itu.


"kamu siapa?"tanya Meri heran,pasalnya ia tidak pernah melihat cowok dihadapannya ini,maksudnya hantu yang menyapanya saat ini.


cowok itu tersenyum tipis."kamu.."


"aku bisa liat kamu,sekarang ceritain kenapa kamu bisa kek gin?"tanya Meri menghadap kearah hantu itu yang sekarang tengah menatap seseorang tajam.


Meri mengikuti arah pandang cowok itu,ia mengernyitkan dahinya saat melihat siapa yang dihat cowok itu."itu kan kakel yang bandel itu?" tebak Meri dan hantu didepannya ini menganggukkan kepalanya.


"jangan jangan dia.." perkataan Meri terhenti saat hantu didepannya ini menganggukan kepalanya.


cowok itu tersenyum sebentar lalu mengangkat tangannya untuk bersalaman dengan Meri lalu dengan ragu ia menerima jabatan itu."gue Aiden,Lo pasti ingat" kata cowok itu.


Meri membulatkan matanya dan dengan spontan ia berdiri dari kursinya membuat bunyi decitan yang memekik telinga dan juga mengusik Kaka kelas yang ia bicarakan tadi.


"woi! bisa diem gak Lo njing!?" bentak kakel itu membuat Meri seketika menundukkan badannya meminta maaf.


samar sama ia mendengar umpatan dari cowok itu yang kembali tertidur.


Meri yang tadinya ramah sekarang malah menatap sinis kearah hantu cowok bernama Aiden itu."kamu yang sering bully aku waktu kelas 10" sarkas Meri.


Aiden,cowok itu menghela nafas berat dan berusaha tersenyum."maafin gue mer" ucapnya tulus membuat Meri memutar bola mata malas.

__ADS_1


"oke,terus sekarang kenapa kamu disini? harusnya kamu udah tenang disana" ucap Meri.


Aiden menundukkan kepalanya."gak mer.. ada beberapa hal yang bikin gue gak bisa pergi dari dunia ini" penjelasan Aiden membuat Meri memikirkan bahwa cowok ini pasti menyimpan dendam.


"alasannya?"tanya Meri,ia menatap Aiden dalam begitu juga dengan cowok itu. tapi sebelum Aiden membuka mulutnya seseorang lebih dulu membuyarkan suasana dan membuat Aiden menghilang.


"jangan dengarkan mereka,Meri" peringat ashaf yang baru datang.


Meri menatap ashaf tak suka."kamu apaan sih,kalo gak tau apa apa mending gak usah ikut campur" sinis meri,ia menyibukkan dirinya dengan membaca komik dengan earphone di telinganya tapi meski begitu ia tetap bisa mendengar apa yang diucapkan oleh ashaf.


cowok itu tidak henti hentinya menyuruh Meri untuk tidak mempercayai hantu atau menolong mereka."mereka berbeda dengan kamu,harusnya kamu gak boleh ikut campur urusan mereka" ujar ashaf menatap Meri datar.


Meri mengedikkan bahu acuh."kamu muslim kan?setau aku seorang muslim gak akan membiarkan sesama nya kesusahan" kata Meri datar lalu melenggang pergi begitu saja,sebelum pergi ia mengatakan sesuatu yang membuat ashaf mengepalkan tangannya.


"satu lagi.. jangan ikut campur kehidupan ku" setelahnya Meri pergi meninggalkan ashaf sendiri.


"bro.." ashaf tersentak kala suara itu tiba tiba muncul bersamaan dengan laki laki yang memakai seragam sama sepertinya hanya saja didepannya ini bukan manusia.


ashaf mengubah wajahnya menjadi datar membuat cowok dihadapannya ini menahan tawa."Lo gak bisa ngomong seenaknya gitu" kata cowok itu.


"Anda siapa,kenapa berbicara dengan saya?" tanya ashaf dingin.


"Aiden,gue Aiden" ujarnya tersenyum lebar,tidak mengerikan tapi malah sangat tampan jika perempuan yang melihatnya.


"saya gak bilang kalian jahat,tapi tujuan kalian yang bikin manusia sesat"


Aiden menggelengkan kepalanya dengan memanyunkan bibirnya."kalo Lo ngomong gitu lagi,disetiap sudut ruangan ini banyak hantu yang siap buat nerkam lo" perkataan Aiden sontak membuat ashaf dengan perlahan menelisik setiap sudut ruangan di perpustakaan ini.


benar,yang Aiden ucapkan memang benar. disetiap sudut ruangan ada hantu hantu yang sangat mengerikan dengan berbagai macam jenis dan bentuknya.


"saya gak perduli" jawab ashaf acuh,padahal ia tau setan setan disana sudah menatapnya nyalang mungkin bola matanya sudah keluar.


aiden tergelak."gak bikin sesat,tapi kamu para setan disini meminta tolong" jawab Aiden lalu pergi begitu saja.


setelah Aiden pergi,ashaf harus berhadapan dengan hantu hantu di perpustakaan ini karena mereka secara terang terangan menyerangnya dengan berjamaah.


ashaf dikeroyok setan.


...***...


Meri duduk di bangku taman sekolah dengan gelisah,ia memang kesal dengan ashaf tapi jika seperti itu bagaimana ia bisa menyelidiki siapa ashaf sebenarnya.

__ADS_1


"jiwa kepo ku ini udah dibatang kewajaran" ujarnya gelisah.


"gimana dong!" ia memukul mukul kepalanya pelan berusaha memikirkan sesuatu yang mungkin akan menimbulkan keajaiban.


"kamu kenapa?" Meri tersentak saat ada sebuah tangan yang memegang pundaknya.


Meri menoleh dan mendapati rea disana."yaampun reaaa! kamu sekarang kok jarang banget sih muncul aku kan kangen" rengek Meri lalu memeluk rea dari samping.


"ternyata hantu ada yang cantik yah?" mereka berdua menoleh kesamping dan mendapati Aiden yang tersenyum manis,wajahnya tidak mengerikan seperti tadi karena hanya dihiasi senyuman manis diwajah pucat itu.


rea memutar bola mata malas."inget,kita udah mati!" sarkas rea membuat Meri mengulum senyum.


"rea,kenalin dia Aiden dan Aiden kenalin dia rea" ucap Meri saking mengenalkan mereka berdua karena sejak tadi tidak ada pembicaraan antara mereka berdua.


"oh iya rea, pertanyaan Meri belum dijawab" rea menoleh dan menatap Meri dalam.


"aku udah bilang,jauhin cowok itu" kata Rea dingin, tidak biasanya rea bersikap seperti ini.


"cowok siapa?" tanya Meri bodoh.


"ashaf"


Meri ber'oh'ria lalu setelahnya ia mengerutkan keningnya bingung."re..kenapa kamu selalu nyuruh aku buat jauhin cowok itu?apa dia bahaya?tapi sejauh ini dia gak menunjukkan tanda tanda bahaya"


rea menatap Meri tajam."kamu baru kenal dia dua hari!" bentaknya membuat Meri terkejut begitu juga dengan Aiden yang berada disebelah kirinya pun ikut terkejut.


"kamu kenapa sih rea?"tanya Meri cemas,rea tidak pernah membentaknya dan rea harusnya tau dibentak adalah kelemahan Meri.


rea menghembuskan nafas kasar."jangan dekati cowok itu Meri,aku mohon" setelah mengatakan itu Meri melenggang pergi tanpa mengucapkan pamit.


"Rea! tunggu rea! aku belum selesai ngomong" Meri memanggil nama rea dengan meluhat ke setiap penjuru taman,bahkan beberapa siswa dan siswi yang melewati taman itu menatap Meri aneh.


"mer,udah! Lo diliatin anak anak tuh" tegur Aiden,Meri yang menyadari tatapan bingung semua orang membuatnya kembali duduk ditempat semula dengan kedua tangan yang menopang dagunya.


Aiden berjongkok didepan Meri dan duduk dibawahnya."jangan dengerin dia mer"


"hah?!maksud kamu?"


"Bukan ashaf yang bahaya disini... tapi dia" perkataan Aiden membuat Meri membulatkan matanya tak percaya.


"kamu sebenarnya siapa sih!"

__ADS_1


...***...


...lanjut guys!...


__ADS_2