Reciprocal

Reciprocal
Ritual


__ADS_3

...^^^...


semua persiapan sudah siap dan sesuai rencana mereka,ritual penjemputan arwah Dani yang diambil rea akan dilakukan malam ini tepat saat malam Kliwon.


Ashaf,Meri,nio,Nando dan Nia duduk mingkari tubuh Dani diatas kasur. mereka saling menggenggam tangan untuk menguatkan kecuali ashaf.


"bukan mahrom" katanya.


"nio,kalo kita udah masuk kesana kamu harus fokus dan jangan sampai teralihkan niatnya" jelas Meri membuat nio mengangguk patuh.


"nia dan Nando,kalian harus bisa jaga fokus ashaf jangan sampai dia terusik sedikitpun"


"kenapa?"tanya Nando dengan wajah tanpa dosanya itu.


"kalau dia terusik itu akan membuat pintu ghaib ini menghilang dan membuat kami berdua tidak bisa keluar dari alam ghaib..


...aku sama nio bisa aja mati"


Nia menelan ludah kasar."kita gak bisa minta bantuan orang dewasa aja nio?" tanya Nia.


nio diam sebentar."gak bisa,siapa orang dewasa disini?" ujarnya.


"bokap Lo" sahut Nando asal.


"Lo mau dia gabung?" nio bertanya balik membuat Nando refleks menggelengkan kepalanya.


"sama aja kita bunuh diri" ujar Nando mendapat kekehan miris dari nio.


Nia memukul kepala Nando keras membuat si empunya meringis."mulut Lo minta di timpuk"


Nando mengusap kepalanya yang sedikit sakit."dicium baru mau gue,dengan senang hati"


"CK!"


"ayo fokus"


mereka pun diam mengikuti instruksi dari Meri dan ashaf,sekarang Meri dan ashaf sudah memejamkan matanya dengan ashaf yang mengucapkan berbagai macam kalimat yang tidak Nando pahami.


wusshh


angin berembus kencang membuat Nia dan Nando merinding."Nia.."


"sssttt,fokus Nando!" peringat Nia membuat Nando kembali memejamkan matanya fokus pada ritual mereka.


bruk


tubuh Meri dan nio ambruk membuat Nia dan Nando membuka matanya,Nando membenarkan posisi tidur nio dan Nia menidurkan Meri disamping nio.


ashaf bisa melihat Meri dan nio yang tidur bersebelahan membuat darahnya mendidih tapi untuk kali ini dia tidak boleh egois dan harus bisa fokus pada tujuan mereka.


disisi lain..


Nio membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya yang seperti hutan belantara dan saat ini ia sedang bersandar pada pohon besar bersama ..Meri.


untuk sejenak nio terpaku melihat wajah damai Meri,ia menggelengkan kepalanya untuk mengembalikan kesadarannya."mer.. bangun" nio menepuk pipi Meri untuk membangunkan gadis itu.


eunggh


Meri bangun dari posisi tidurnya dan menatap nio bingung."kok kita dihutan?"tanyanya,nio hanya mengedikkan bahu tidak tau.


nio membantu Meri beridiri,lalu mereka menyusuri hutan belantara yang benar benar hanya terlihat pohon dan semak semak.

__ADS_1


"gimana caranya kita nemuin Dani" lirih Meri.


"mer,coba panggil nama Dani tapi jangan teriak! sebisa mungkin jangan sampai ketauan penghuni disana karena bisa membahayakan kalian berdua"


"itu suara ashaf,tapi dimana dia?"ujar nio bingung.


"kita cuma bisa dengar suara dia nio,ayo kita harus cepet"


mereka berdua bergegas mencari keberadaan Dani dengan sesekali memanggil nama nya tapi tidak teriak agar hantu hantu disini tidak bisa mendengar mereka.


*srekkk


kresek*


"b-bunyi apa itu?" tanya Meri gugup.


nio menoleh kebelakang dan membelalakkan matanya saat melihat pemandangan dihadapannya.


"find me?" suara itu menembus pendengaran nio dan Meri membuat Meri bergidik tapi tidak dengan nio yang hanya terkejut.


seorang wanita dengan baju merah dan rambut panjangnya yang menjuntai ke tanah tapi kakinya tidak terlihat menapak ditanah.


wajahnya sangat menyeramkan jika Meri yang menggambarkan nya,sebelah kanan wajah yang sangat cantik dan mulus sedangkan bagian kiri wajah yang rusak dan busuk mengeluarkan berbagai macam binatang kecil.


"l-l-lari Yo" bisik Meri.


nio juga ingin seperti itu,tapi kaki mereka seperti tertanam di tanah dan tidak bisa digerakkan sama sekali.


"kaki gue gak bisa digerakkin" perkataan nio membuat jantung Meri berdegup kencang.


"s-sana Yo! gimana ini"


nio memeluk Meri agar tidak mendengar teriakan mengerikan itu.


ashaf yang melihat apa yang dilakukan nio dari mata batinnya mendengus kesal.


"jangan tatap wanita itu,kalian jalan saja dengan menutup mata! hati hati dan nio,jangan modus!"


nio mendengus kesal lalu dengan cepat ia menarik tangan Meri menajauhi wanita itu,setelah berlari cukup jauh akhirnya nio tidak melihat wanita tadi dan memilih duduk di sebuah gubuk tua.


"astaga hampir aja" gumam Meri.


"eh nio,kita dimana?" tanya Meri pada nio.


"gue gak tau"


Meri meneliti gubuk tua Yangs sedang mereka tempati saat ini."Yo.. pintunya bisa dibuka" ujar Meri saat berhasil membuka pintu gubuk itu.


"ayo masuk" ajak nio.


tapi ..


betapa terkejutnya mereka berdua saat masuk kedalam gubuk dan mendapati arwah Dani yang sedang menangis,tapi kenapa dari luar tidak terdengar suara tangisan.


"Dani! astaga yaampun,kamu gak papa?" Meri menghampiri Dani dengan tergesa gesa.


nio memandang Dani waspada,gelagatnya sangat aneh.


"*nio,peringatan Meri harus hati hati! Dani disini lebih dari satu hari dan itu bisa jadi.."


Hihihi*

__ADS_1


suara ashaf terputus dengan suara mengerikan yang Dani keluarkan."d-dani?ini kamu kan?" Meri menatap Dani bingung.


Dani sangat aneh saat dia yang tertawa dan tiba tiba menangis meminta pertolongan,ini seperti dia sedang dikuasai makhluk lain tapi Dani asli berusaha untuk melawan.


"cabut kalung Yang ada dilehernya Meri!"


suara ashaf kembali terdengar,tapi bukan meri yang melepas kalungnya tapi nio lebih dulu melakukannya.


Dani menggeram kesakitan saat kalung itu tercabut,tubuhnya menggeliat seperti cacing membuat Meri bergidik ngeri.


"astaga gimana ini" Meri terlihat sangat panik dan nio justru sebaliknya.


"tunggu dia sadar lalu kembalilah kalian"


Meri dan nio mengangguk patuh lalu melakukan apa yang ashaf suruh.


setelah Dani sadar,tanpa membuang waktu lagi Meri dan nio membawa dani kembali.


...^^^...


"puji syukur"


"Alhamdulillah"


mereka semua mengucapkan syukur bersamaan dengan kerpecayaan masing masing.


Sementara itu,Dani yang baru saja bangun dari tidurnya itu menatap mereka penuh tanda tanya."gue Dimana?" tanyanya bingung.


Nando memutar bola mata jengah lalu merebahkan dirinya dikasur."mulai dah tuh sinetron" cibirnya.


Meri tersenyum hangat dan menepuk pundak Dani dua kali."syukur lah kamu bisa selamat" ujar nya membuat Dani semakin heran.


"maksudnya?eh-lo kan mer! gara gara Lo geu-


"heh harusnya Lo berterimakasih ya! bukannya nyalahin meri" potong Nia dengan nada ngegas.


"hilih,bilang aja Lo nyelamatin gue biar bisa caper ke gue" ujar Dani mencibir.


"kalau niat dia caper,berarti nio juga mau caper dong ke lu,karena dia juga nolongin lu" celetuk Nando dengan mata yang terpejam.


"sialan!" umpat Dani.


"gue mau balik!" saat Dani ingin pergi dmtangannya ditahan Meri.


"kamu belum pulih total,jadi kamu harus tetep disini seminggu"


"dih,ogah gue liat Lo setiap hari" ujarny.


nio yang tidak bisa lagi menahan amarah pun akhirnya memberikan Bogeman mentah kepada Dani membuat si empunya meringis kesakitan.


"mati"


mendengar nada bicara nio yang berbeda membuat mereka terdiam,ditambah lagi saat Nando yang langsung sigap berdiri dan menahan nio untuk berhenti.


"Lo modal ngancem doang,gue kagak takut" tantang Dani berdiri dengan angkuh.


nio tersenyum lebar,senyum yang belum pernah mereka lihat selamat 3 tahun ini."nio.."peringat Nando berusaha menenangkan nio.


"mati" desis nio tajam.


...^^^...

__ADS_1


__ADS_2