Reciprocal

Reciprocal
TEROR 3


__ADS_3

...^^^...


seperti biasa,ashaf akan mengunjungi gubuk kyai Fathur untuk menjenguk beliau dan memberikan rezekinya hari ini.


Sebelum mengunjungi kyai Fathur,ibunda ashaf tercinta Siti membuatkan makan malam dan menitipkan pada ashaf untuk dibagi kepada kyai.


ashaf hanya tinggal dengan ibunya saja,ayahnya entah pergi kemana dan itu membuatnya harus membantu ibu untuk bekerja tapi tidak masalah,ashaf suka bekerja mengisi waktu yang kosong.


tok tok


"Assalamualaikum kyai"


"masuk" terdengar suara dari dalam,ashaf mendorong pintu gubuk perlahan lalu ia melihat kyai sedang membaca kitab suci Al-Qur'an.


"ada perlu apa shaf?" tanya kyai.


ashaf Menyengir kuda lalu meletakkan rantang yang sudah disiapkan ibunda nya."ini kyai,ada sedikit rezeki yang ashaf dapat"


kyai melirik rantang itu lalu tersenyum."terimakasih nak" jawab kyai.


kyai menatap pintu gubuknya yang terbuka lalu ia berdiri dan menutup pintu itu dan menguncinya.


ashaf yang heran pun bertanya."kenapa kyai?"tanyanya.


kyai memastikan pintu dan jendela di gubuk sudah terkunci semua lalu kembali duduk bersama ashaf di kasur dari bambu itu.


"kamu buat masalah apa nak?"tanya kyai membuat ashaf menggelengkan kepalanya.


"tidak ada kyai"


kyai menatap pintu gubuk yang ia kunci."lalu kenapa ada makhluk yang sangat menyeramkan dan juga auranya jahat sekali,kyai sampai merinding"


ashaf ikut menatap pintu tapi tidak menemukan makhluk apapaun.


"sudah kyai kunci shaf,makanya kyai tanya..kok bisa kamu sampai diikuti makhluk itu?"


"ashaf gak berbuat apapun kyai,tapi mungkin karena waktu itu ashaf menolong teman yang arwahnya di bawa jin ke alam ghaib" jelas ashaf membuat kyai menganggukan kepalanya.


"dia pasti mau meneror siapa saja yang terlibat"


"iya kyai,saya sudah menduga itu"


"kamu sebaiknya,beri tahu temanmu yang terlibat ya,agar mereka bisa lebih waspada karena makhluk ini hampir menyerupai iblis"


meski terkejut,ashaf hanya menganggukkan kepalanya saja tanda ia mengerti dan akan melaksanakan apa yang kyai perintahkan.


'dia Pasti makhluk yang ada dirumah Asanio waktu itu'-batin ashaf sambil menatap kearah pintu yang tertutup rapat.


...^^^...


pagi pagi sekali,Nando dan nio sudah berada di kantin sekolah yang masih sepi mungkin karena masih pagi sekali.


dilihatnya jam yang melingkar di tangannya." jam 05.45"


"lama banget sih mereka!" geram Nando menatap hp nya yang menampilkan room chat yang terdapat ashaf,Meri, Nia,Nando dan nio.


"lagian Lo janjian jam berapa?"tanya Nando.


"jam 6" jawabnya menyengir kuda lalu menndengus kencang karena kesal.

__ADS_1


"tapi ini penting Yoo!"


nio hanya mengangguk tidak perduli dengan ocehan Nando yang akan semakin membuatnya pusing.


nio memikirkan kejadian malam tadi dimana ia pulang ke Apartemennya yang dekat dengan sekolahan.


Apartemennya hancur berantakan,barang barang berserakan di lantai dan makanan yang ia simpan di kulkas terhambur di lantai.


tidak hanya itu,ternyata kamarnya juga berantakan,kasur yang acak acakan dan juga lemari yang terbuka lebar dengan baju yang tercecer di kasur dan lantai.


kaca yang terletak dilempari kamarnya pun pecah,ia berusaha mencari apa yang terjadi melalui cctv yang ia pasang di apartemennya tapi yang didapat bukanlah maling melainkan barang barang itu terhempas dan dibuang oleh sosok yang sangat familiar baginya.


awalnya ia pikir ada pencuri yang masuk ke apartnya meskpipun itu sangat mustahil,yang ia lihat di cctv barang barangnya sengaja diacak acak oleh makhluk tak kasat mata.


nio menghembuskan nafas gusar sambil menatap Nando."Lo diteror Aurora juga?" tanyanya membuat Nando melotot dan menganggukkan kepalanya cepat.


"iya anjir! masa nih ya dia keluar dari tv" pekiknya heboh mendapat delikan tajam dari nio.


Nando mendekatkan diri pada nionuntuk menceritakan kejadian malam tadi.


"mami Lo gimana?" tanya nio saat Nando selesai menceritakan detail kejadian tadi malam mulai dari ia yang menonton film Horror bersama Arda hingga pingsan karena Aurora.


"mami gue ngomel,padahal gue udah ceritain sejujurnya dan Arda juga ikut nyeritainnya tapi kita malah dibilang ngancurin tv!huh!" ujarnya menggebu-gebu.


"Nia sama Meri juga diteror kan?" tanya nio dan diangguki Nando.


"ashaf sama Dani?" tanya nio.


"kalo ashaf katanya dia diikutin sama Aurora itu dan anehnya dia gak ngerasa dan gak ngelihat kalau diikutin"


"kalo dani-ngapain Lo tanya dia?" lanjut Nando menatap nio heran.


nio menatap lurus kearah pintu kantin membuat Nando juga menoleh ke arah dimana nio melihat,disana Dani berdiri bersama ashaf dan juga Nia.


Nando dan nio menganggukkan kepalanya,Nia balik bertanya pada ashaf dan laki laki itu juga mengangguk setuju.


"kalo Lo dan?" tanya mereka bersamaan kecuali ashaf yang sudah mendengar cerita Dani saat mereka berdua menuju kantin bersamaan dan ashaf mengajak nya untuk ikut.


Dani menggelengkan kepalanya membuat mereka semua menghela nafas lega."tapi dia.. datang di mimpi gue" jawab Dani dengan memelankan suaranya.


"dia ada ngomong sesuatu sama Lo?" tanya nando penasaran.


"dia bilang... dia cumu butuh Meri,dia gak butuh kita" Nando mengernyit bingung.


"cuma ada suara dia di mimpi gue.."


"haii! lama ya nunggunya?"


seseorang menarik kursi dan duduk disamping Nia dengan wajah yang tersenyum cerah,secerah pagi ini.


mereka semua menatap gadis yang baru saja duduk dihadapan mereka."lu sehat mer?"tanya Nando,yaah gadis itu Merisa.


sikapnya berubah sedikit lebih ceria karena nasehat dari Aiden tempo lalu.


"sehat kok!"


"gak biasanya lu seheboh itu" ujar Nando lagi.


"cuma mau ada perubahan aja hihi"

__ADS_1


mereka menggelengkan kepalanya melihat tingkah Meri yang selalu berubah setiap saat seperti sedang cosplay menjadi bunglon.


"mer,kita mau bahas tentang teror" ujar nio dengan raut wajah yang serius.


"teror?kalian diteror juga?"tanya Meri menatap wajah mereka satu persatu.


mereka lantas menganggukkan kepala serentak."gue tadi malam didatengin lewat mimpi,katanya dia cum-eummm apaan sih anying tangan lu bau neraka" gerutu Dani saat mulutnya dibekap tangan Nando.


"yeuu,bisa ae lu!"


"gue sama Adek gue liat Aurora keluar dari tv,ih serem banget aslingak bohong mer!" ujar Nando dengan wajah yang dibuat sedramatis mungkin agar penonton percaya.


"saya selalu diikuti sama dia" ashaf menimpalai.


"apartmen gue diacak acak sama hantu" aceplos nio semakin membuat Meri terbelalak.


"kok bisa?"


"ya bisa lah meriii!" jawab mereka bersamaan kecuali ashaf yang tersenyum kecil.


"tapi Meri gak ads diganggu lagi,padahal kan harusnya dia ganggu Meri bukan kalian"ujrnya dengan nada parau.


"bukan salah Lo ini"


"rea ada muncul lagi?"tanya ashaf.


meri menggelengkan kepala."enggak"


"kita harus hati hati sama Rea dan Aurora" kata ashaf penuh penekanan membuat Meri semakin menundukkan kepalanya menyesal sudah membawa teman temannya kedalam masalahnya.


"maaf,gara gara aku kalian-


"udah gak usah dibahas,yang penting gimana caranya ngusir atau ngalahin tuh hantu" ujar Nia menggebu Gebu.


"ceritanya nih Lo mau kita fight sama hantu gitu?" tanya Nando dengan mata menyipit dan diangguki oleh Nia denagn tekad kuat.


"yakin Lo?"tanya nio balik.


"ntar jadinya malah lu lagi yang kabur duluan,hiih tikit ngeri bingittt" ledek Nando dengan suara yang dibuat buat seolahd sedang ketakutan.


Meri terkekeh kecil melihat ekspresi Nia yang cemberut dan menatap tajam Nando seolah ingin memakannya hidup hidup.


"meriii ihh kok diketawain sihh" Nia memanyunkan bibirnya lalu mendusel duselkan wajahnya dilengan Meri.


"tunggu kelanjutannya aja" saran ashaf membuat perhatian kini teralih padanya.


"tunggu apa yg Lo maksud?"tanya Dani.


"tunggu perkembangan dari hantu itu,kita harus tau tujuan dia neror kita apa,kita juga harus liat sampai mana dia bertindak" ujar ashaf tenang,padahal dipojok kantin ia bisa melihat Aurora yang menatapnya tajam.


nio menggelengkan kepalanya."semakin ditunda,semakin bahaya" ujarnya menatap ashaf serius berharap cowok itu paham apa maksudnya.


"kita gak bisa lawan hantu itu kalau dia gak menampakkan diri,kalau mau langsung menghadapi makhluk itu-" ashaf menjeda perkataannya dan menatap pojok kantin lalu berganti jadi menatap nio dan Meri yang menyadari kehadiran Aurora.


ashaf menarik nafas panjang sebelum mengeluarkannya dengan berat."kita harus panggil dia"


semua orang melotot kearahnya."maksud Lo?!main jelangkung gitu!?" tanya Dani heboh dan untungnya kantin masih sepi dengan aura mencekam.


...^^^...

__ADS_1


...jangan lupa vote comment ya:)...


...makasih...


__ADS_2