Reciprocal

Reciprocal
Nia nyusahin!


__ADS_3

...^^^...


Ashaf,Nio,Nando dan nia berhasil kabur dari orang orang aneh tadi berkat kecerdasan otak Nando yang membuat strategi dalam keadaan genting membuat nio mengakui bahwa Nando memang cerdas.


"Allhamdulilah" gumam ashaf ketika mereka sudah duduk dengan tenang di bawah pohon besar yang ada ditengah tengah hutan ini.


Mereka awalnya khawatir saat memilih bersembunyi di pohon besar ini yang jelas jelas berada di tengah tengah hutan,tapi itu semua mereka tepis jauh jauh karena sudah sangat kelelahan.


Nio melihat jam di tangannya."jam 7 malam" kata nya membuat Nia kembali ingin menangis dengan Nando yang menenangkannya.


"dah malem nan,Meri juga belum ketemu dan kita malah semakin masuk ke dalam hutan hiks.." Nia terus terisak walaupun sudah dibujuk Nando bahkan ashaf yang diam pun ikut menenangkan.


"jangan panik,kita harus tenang" ucap ashaf berusaha menenangkan Nia.


Nia menatap tajam ashaf."tenang Lo bilang!? kita ini ditengah hutan shaf! dan ada orang orang aneh gitu!Lo gak takut hah!?" Nia mengeraskan suaranya membuat Nando langsung membekap mulutnya agar diam,nio yang melihat kelakuan Nia memberikan tatapan tajam untuk gadis itu membuat Nando mendekap tubuh kecil Nia agar tidak melihat wajah nio yang menyeramkan.


Cukup lama mereka diam dalam posisi yang sama,akhirnya Nia kembali membuka suara."nan.. kebelet" bisik Nia yang masih dapat didengar nio dan ashaf.


dalam keadaan gelap seperti ini,bisa bisanya Nia mengeluh kebelet pada mereka semua."yang bener lu?gabisa ditahan emang?"tanya Nando menatap Nia penuh harap tapi Nia justru menggelengkan kepalanya dan menunduk sambil mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Nando."gak bisa" lirihnya membuat para cowok disana menghela nafas kasar.


"yaudah sana jangan jauh jauh" kata Nando,tapi Nia tetap diam sembari menatap ketiga cowok itu.


"temenin,g-gue takut" perkataan Nia sontak membuat ketiga cowok itu mendelik tajam dan menatapnya horror.


nio memejamkan matanya sebentar lalu menatap nia serius."jangan lupa,kita semua cowok" peringat nio justru membuat Nia memberenggut kesal.


"heh! minta temenin doang jarakanya jauhan,sensi banget sih" sinis Nia.


"yaudah ayo" Nando akan berdiri tapi ditahan Nia.


"nan.. tapi.." Nia menjeda kalimatnya,Nando menaikkan sebelah alisnya bertanya apa.


"g-gue lagi pms,emang gakpapa?" perkataan Nia membuat mereka semua diam mematung mencerna ucapan Nia.


Nia juga diam untuk melihat reaksi tiga cowok di hadapannya ini."kalian...


"jangan!" cegah ashaf cepat,mereka semua menoleh ke ashaf dengan dahi mengerut.


"jangan sembarangan ditempat ini,Nia" Nia meneguk ludah kasar,ia baru pertama kali berbicara dengan ashaf murid baru dikelasnya tapi sepertinya ini serius.


nio mengangguk setuju."hmm,Lo lagi itu jadi tolong jangan" Nando mengerutkan keningnya menatap nio.


"Yo! kata kata Lo bikin gue ambigu tau gak!" nio hanya mengedikkan bahu tidak perduli.


Nia meringis saat perutnya terasa sakit karena menahan buang air kecil."nan.. perut gue sakit nahanin" keluh nia,terlihat jelas dahinya yang berkeringat.


"nan.."lirih Nia lagi.


Nando yang merasa tidak tega mulai terusik."Lo pms udah berapa hari?"tanya Nando.


"udah 6 hari" kata Nia dengan suara seraknya.


Nando berdiri sambil memegangi tubuh Nia yang sedikit lemas."kalo gitu Lo pipis aja,udah 6 hari pasti udah bersih kan?"tanya Nando dan diangguki Nia.


ashaf dan nio yang melihat itu mengerutkan keningnya bingung."Lo tau dari mana?" tanya nio.


"adek gue cewek btw,biasanya 7 hari kalo pms" perkataan Nando diangguki Nia yang setuju sedangkan ashaf dan nio hanya ber'oh'ria saja.


"temenin nan"


...^^^...

__ADS_1


disinilah Nando dan nia sekarang,berada sekitar 3 meter dari nio dan ashaf."permisi dulu Nia" ujar Nando dan dijawab deheman oleh Nia.


"Nando jangan ngintip!"peringat Nia.


"iya iya elah,cepetan banyak nyamuk nih" kata Nando mengeluh dengan gigitan nyamuk di lehernya dan juga wajahnya yang dikerubungi nyamuk nyamuk sialan.


"cepetan niaaa"


"iya udah ayok,bawel banget sih!" Nia akhirnya keluar,Nando memperhatikan Nia dari atas hingga bawah membuat yang ditatap seperti itu risih apalagi jarak mereka sangat dekat.


Nia menggeplak kepala Nando membuat Nando kembali pada kesadarannya."aduh sakit Nia!" keluh Nando mengerucutkan bibirnya.


"lagian Lo juga sih!" perdebatan kecil mereka mengalihkan perhatian nio yang sedang memainkan posnel tanpa sinyal itu.


"sst!"peringat nio pada Nia dan Nando yang berisik,nio mengarahkan pandangannya pada ashaf yang sedang melakukan ibadah membuat mereka diam.


"Lo nan! Lo kan Islam kenapa ga sholat?"tanya nia. membuat Nando nyengir kuda.


"heheh,badan gue bau banget nih masa sholat bau gini sih" katanya.


"ngeles ae lu kutil" sarkas Nia mendapat dekikan tajam dari Nando.


"nan?Lo laper gak?"tanya Nia sedikit berbisik agar tidak terdengar nio yang sedang asik dengan ponselnya.


"laper,banget malah"


Nia menghela nafas berat membuat Nil menatapnya aneh."Lo mau apa lagi?"tanya nio membuat nia nenutup mulutnya rapat.


"kita laper Yo" Nando mewakili Nia untuk berbicara.


"kalian lapar?" tanya ashaf yang baru saja selesai dari ibadahnya lalu menghampiri teman temannya yang lain.


ashaf membuka tas ransel yang ia bawa,saat pergi kehutan tadi mereka memang membawa tas masing masing untuk persiapan tapi sayangnya tidak ada makanan yang ada hanya air.


"saya ada mie instan,tapi gak ada air panasnya" kata ashaf mengeluarkan 3 bungkus mie sedap goreng dan menyodorkannya pada Nia dan Nando.


"gak" tolak nio saat Nando memberikan satu bungkus mie kepad nya.


"gapapa ini,gue ada Aqua kalo kalian haus" kata Nia juga mengeluarkan isi tas nya yang terdapat 4 botol Aqua dan permen jahe satu bungkus.


"nih yo,permen jahe biar anget" kata nando menyengir saat nio menatapnya datar tapi tetap mengambil permen itu.


"sakit perut ntar jangan nangis" sindir nio saat melihat Nando dan nia yang memakan mie mentah yang diremuk,katanya sih enak tapi itu tidak sehat kan?


Nia mengangkat bahunya acuh,toh ia sudah biasa makan mie seperti itu karena memang dialah ratunya mie.


"eh,Lo tadi bawa tas nya Meri kan?"tanya Nando yang sadar jika tas Meri juga Nia bawa.


Nia dengan cepat membuka tas Meri yang lebih besar dari tas mereka semua."anjir Subhanallah masyaallah" Nia menumpahkan seluruh isi tas Meri yang terdapat banyak Snack.


"Meri niat bener bawa segitu banyaknya" kata Nando takjub.


...^^^...


00.35


Mereka semua tertidur sangat nyenyak, Nio dan ashaf berada di paling ujung kanan dan kiri sedangkan Nando dan nia berada di tengah tengah mereka.


mereka tidur menggunakan tikar berukuran sedang yang dibawa ashaf,Nio dan ashaf tidur menggunakan tas mereka sebagai bantalan sedangkan Nia menggunakan tangan Nando sebagai bantalnya.


semuanya berjalan baik sampai...

__ADS_1


Nia mengerjapkan matanya berkali kali dengan pelan,ia memegangi perutnya yang terasa mual dan kepalanya yang tiba tiba terasa sangat pusing.


Dengan pelan ia duduk agar tidak mengganggu teman temannya yang lain,ia melihat Nando yang tidur telentang dengan sangat nyenyak,lalu ashaf yang tidur dengan mata yang ditutup dengan lengannya sedangkan nio tidur dengan posisi miring.


Nia memegangi perutnya yang sangat terasa mual dan kepalanya yang sangat pening. Nia dengan cepat berdiri dari posisinya saat isi perutnya yang ingin keluar sudah tidak bisa ditahan lagi.


Nia berjalan sedikit jauh sekitar 1 meter agar tidak mengganggu lalu mengeluarkan isi perutnya,Nia memegangi perutnya yang terasa sangat sakit."Yaallah,sakit banget astagfirullahaladzim" Nia beristighfar dalam hati merasakan perutnya yang seperti di aduk aduk belum lagi kepalanya yang terasa berat.


Nia menutup mulutnya saat rasa mualnya semakin menjadi jadi."d-darah?" Nia memandangi darah yang berada di tangannya,ia menyeka bibirnya yang terdapat bekas darah.


"d-darah?a-aku muntah darah?" lirih Nia menatap nanar tangannya.


wusshh


angin kencang berhembus dieher nya membuat Nia bergidik,ia merasa seseorang mengawasi nya dari samping. dengan keberanian yang entah dari mana Nia memberanikan diri untuk menolehkan kepalanya.


deg


sesosok Wanita menyeramkan dengan luka bakar yang mulai membusuk dan mengeluarkan bau yang menyengat."hai.." wanita itu menyapa Nia dengan seringai di bibirnya.


"Mati!semua yang berhubungan dengan Meri akan mati" gelap,Nia mendengar kata kata dari wanita menyeramkan itu sebelum ia jatuh pingsan.


...^^^...


Nando membalikkan tubuhnya mencari tempat nyaman untuk tidur dengan modus memeluk Nia tapi..


Nando merana tempat disebelahnya tapi tidak ada tubuh kecil itu,diaman tubuh itu."Nia.." Nando membuka matanya perlahan dan membelalakkan matanya saat tidak mendapati Nia disampingnya.


"Nia!!" teriakan Nando membuat ashaf dan nio terbangun langsung terduduk,ashaf memegangi kepalanya yang berdenyut karena bangun tiba tiba.


"apaan sih Lo!" bentak nio menatap tajam Nando.


"Nia! Nia gak ada" kata Nando panik.


mereka semua spontan berdiri melihat sekitar,nio yang pertama kali melihat keberadaan Nia yang tergeletak tak berdaya dengan darah di tangannya dan juga bibirnya yang masih terdapat sisa darah.


Mereka bertiga berlari menghampiri Nia yang berada tiga meter dari tempat mereka tidur."Nia!bangun astaga" Nando menepuk nepuk pipi Nia untuk membangunkan gadis itu tapi tidak ada hasil.


"bawa saja dia ke tikar,saya ada minyak kayu putih" kata ashaf dan diangguki Nando.


ashaf memberikan minyak kayu putih kepada Nando yang langsung diambil olehnya."Nia bangun Nia" Nando sangat khawatir dengan keadaan Nia,gadis itu entah kenapa membuatnya nyaman.


Setelah beberapa saat Nia akhirnya membuka matanya dengan perlahan. tangan dan bibirnya yang berdarah sudah bersih. "Nia?" panggil Nando.


Nia hanya duduk dengan diam menatap datar kedepan."niaa!Lo denger gue gak?" Nando menangkap wajah Nia dengan kedua tangannya.


"Nandooo gue takut" saat kesadarannya benar benar kembali Nia langsung memeluk Nando erat.


"Lo kenapa bisa sampe pingsan?"


"terus berdarah gitu lagi" Nando menanyakan banyak pertanyaan membuat Nia pusing.


Nia menatap ketiga cowok yang duduk mengelilinginya."nan,Yo,shaf..kita harus cepat keluar dari sini" kata Nia.


"gue tau tanpa Lo kasih tau,kita harus--


"kita harus keluar dengan atau tanpa Merisa" perkataan Nia membuat mereka bertiga terdiam.


...^^^...


...see u next🤗...

__ADS_1


__ADS_2