Reciprocal

Reciprocal
siapa dia?


__ADS_3

05:50


Pagi pagi sekali merisa sudah ada di jalanan,ia berjalan


kaki menuju sekolah nya yang sebenarnya tidak sejauh itu sampai harus bangun pagi


sekali. Meri memiliki alasan lain kenapa ia memilih berjalan kaki di pagi buta


seperti ini,alasannya tentu saja karena orang tuanya.


 Meri tidak ingin bertemu orang tuanya ataupun keluarganya


yang tinggal dirumahnya saat ini,oh tidak apakah dirinya pantas mengatakan


bahwa rumah itu adalah rumahnya dulu?sepertinya ia tidak memiliki hak untuk itu


semua.


 30 menit meri berjalan akhirnya ia pun sampai di


sekolahnya sekarang,SMA NEGERI AMPARE. Aneh bukan nama sekolahnya? Bukan hanya


aneh tapi juga angker karena meri sering melihat banyak makhluk disini,mulai


dari pertama masuk gerbang sekolah,lalu koridor sekolah,disetiap kelas.


Sebenarnya jika menurut meri menjadi indigo itu menyenangkan hanya saja


kebanyakan hantu sangat meresahkan karena menampakkan wajah menjijikan mereka


yang membuat merisa muak apalagi ketika hantu itu meminta pertolongannya.


 Meri mengamati keadaan sekolahnya yang Nampak sangat


sepi,meri menghela nafas kasar saat merasakan ada sesuatu yang mengikutinya


tapi ia tidak perduli karena semakin ia peduli semakin ia akan diikuti.


 Meri menyusuri koridor dan menaiki tangga untuk sampai ke


lantai tiga dimana kelasnya berada,rasanya merisa ingin tertawa keras karena ia


mampu bertahan hidup bersama keluarga sadisnya itu hampir selama 17 tahun dan


lihatlah sekarang ia sudah sekolah menengah atas kelas 12,itu sangat


menakjubkan bukan?


 Meri  membuka pintu


kelas dan menyalakan lampu di kelasnya itu,bisa dilihat seberapa berantakannya


kelas ini padahal hanya ditinggal 2 minggu karena liburan.


 Duk duk duk


 Suara langkah kaki terdengar menggema di ujung


lorong,meri  yang  biasanya tidak perduli karena yang ia tahu


adalah suara seperti itu adalah buatan para hantu yang mencari perhatiannya.


Tapi sepertinya kali ini meri tertarik dengan suara langkah kaki itu.


Meri yang penasaran pun melangkah keluar kelas,ia melihat


seorang laki laki yang memakai  seragam


sekolah sama sepertinya tetapi   ditutupi


dengan hoodie hitam yang menutupi wajahnya,meri buru buru kembali masuk kedalam

__ADS_1


kelas saat cowok itu mulai dekat dan sepertinya akan melewati kelasnya.


 Tapi..


 Meri sedikit tersentak saat cowok itu tiba tiba masuk


kedalam kelasnya saat ini,kelas 12 BAHASA C.


 Meri terus memperhatikan gerak gerik cowok itu,tidak ada


yang aneh sejauh ini sampai tiba tiba rea datang dan berdiri dihadapannya


dengan tatapan yang menuju kearah cowok tadi. “re..” bisik meri dengan suara


sepelan mungkin agar cowok yang duduk paling ujung dan paling belakang dekat


jendela itu tidak mendengarnya.


 Rea mengisyaratkan meri untuk keluar kelas dan meri pun


mengikutinya sambil sesekali melirik kearah cowok yang sedang memejamkan matanya


dengan earphone yang menyumpal kedua telinganya. “kenapa re?” Tanya meri dengan


suara yang masih dibuatnya pelan untuk mengantisipasi adanya kecurgiaan dari


cowok itu.


 Meri duduk di sebuah bangku yang berada di depan kelas


tetangganya alias 12 bahasa b. “kamu kenapa tiba tiba muncul gitu?” Tanya meri


lagi ketika rea tidak menjawab pertanyaannya.


 “jauhin dia mer,apapun alasannya jangan samapi kamu


terjebak dengan cowok itu” perkataan rea sangat aneh,sudah jelas kalo rea pasti


tau kalo meri bukanlah seorang gadis yang friendly ia sangat tertutup.


sampai kamu dekat sama cowo itu.. dia.. bahaya  dan firasat aku buruk tentang cowok itu” jelas rea.


 Meri mengerutkan keningnya tidak mengerti tapi saat ia


akan bertanya rea justru lebih dulu menghilang begitu saja,kenapa rea menjadi


sangat aneh.


 Meri mengedikkan bahu tidak perduli lalu kembali masuk


kedalam kelas,disana ia mendapati cowok tadi tengah menatap lurus kedepan


dengan pandangan tajam seolah ingin membunuh siapapun yang ada didepannya saat


ini,meri menoleh lagi kedepan dan disana ia tidak menemukan apapun sebelum ia


menoleh lagi kearah cowok itu yang ternyata dia..


 Menatap kearah dirinya sendiri. “astaga!ya tuhan! Ini gila” – batinnya berteriak saat melihat tatapan


menghunus dari laki laki itu.


 Meri memilih untuk tidak menghiarukan tatapan membunuh


pria itu,ia memilih untuk duduk di bangkunya lalu membuka buku novel


kesukaannya. Meri,gadis yang terkenal pendiam di kelasnya, meri dikenal sebagai


gadis kutu buku yang pintar dalam segala bidang tapi ternyata semua itu salah.


 Satu persatu siswa mulai berdatangan,beberpa dari mereka

__ADS_1


ada yang menatap aneh kearah cowok yang menduduki bangku kosong yang berada di


paling pojok kelas.


 “mer,lo datang duluan kan?dia siapa?” Tanya tari teman


sebangku meri,gadis itu hanya mengedikkan bahu tidak tau siapa cowok itu.


Semua murid sudah lengkap,dan tiba tiba pak yayan


menyuruh cowok yang sekarang berstatus anak baru disekolah ini sekaligus teman


baru untuk kelas 12 bahasa c,cowok itu tidak menyampaikan basa basi apapun,ia


hanya maju menyebutkan namanya lalu kembali duduk di kursinya.


“Ashaf pramadita”. Pak yayan menggelengkan kepalanya


melihat tingkah anak baru itu.


 Pak yayan lalu mulai kembali mengajar seperti hari hari


biasanya,tapi tidak bagi meri yang merasa ashaf yang terus menatapnya dengan


tatapan yang tidak bisa diarikan,meri diam dengan posisi itu sampai jam


istirahat tiba.


Jika biasanya meri akan tidur dikelas saat jam


istirahat,tapi kali ini meri memilih untuk pergi ke perpustakaan untuk


menghindari anak baru itu. Meri sempat heran dengan cowok itu,apa tidak


memiliki kerjaan lain selain tidur dengan mendengarkan music?


Meri memutuskan untuk pergi ke perpustakaan dengan


membawa novel nya,saat akan melewati pintu suara seseorang berhasil


menghentikan langkahnya. “ada yang bisa saya bantu?” Tanya cowok itu,dia ashaf.


 Meri  mengerutkan


keningnya bingung. “maksud kamu?” tanyanya.


Cowok itu sedikit menjauh dengan jarak 1 meter,ashaf


melirik ke kanan dan kiri mengawasi keadaan sekitar. “saya tau kamu punya


masalah”


 “apa apaan sih!” sentak meri menatap sinis ashaf,baru bertemu beberapa jam sudah berbicara seperti itu.


 “saya hanya ingin bantu”


Meri berdecih lalu menatap ashaf meremehkan,ia mengibaskan tangannya didepan wajah menatap tajam ashaf. Meri sangat tidak suka dengan


orang yang ikut campur urusannya apalagi jika orang itu baru ia kenal. “ada atau enggaknya itu bukan ururusan kamu”


“saya juga tidak ingin,tapi saya sudah melihat..” ashaf menjeda perkataannya. “jika saya sudah melihat,saya harus bertindak” katanya tegas


lalu pergi begitu saja melewati meri yang menatapnya bingung.


Ashaf menghentikan langkahnya lagi,lalu.“kamu sudah dewasa,tidak seharusnya kamu percaya dengan makhluk yang berbeda dengan kita”


kata ashaf lalu pergi meninggalkan meri sendirian dengan berbagai macam


pertanyaan.


 Sedangkan sesosok makhluk yang menyaksikan itu semua mengepalkan tangannya. “sial!”

__ADS_1


 Ashaf yang memang belum pergi jauh dari sana menatap kearah meri yang diam dengan serius. “apa harus aku nolong dia?” gumamnya pada


diri sendiri.


__ADS_2