Reciprocal

Reciprocal
Kelompok bagian 2


__ADS_3

Sepertinya yang direncanakan kemarin,Hari Minggu Meri dan teman kelompoknya akan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru matematikanya.


Meri terlihat sedikit kesusahan membawa peralatan yang sudah ditugaskan Nia untuk ia bawa,Meri membawa kertas karton dan kardus bekas juga ada keperluan lain. Meri dimanfaatkan karena keluarganya kaya?oh tidak,justru Meri rela membongkar tabungannya untuk membeli ini semua.


Ashaf membawa Laptopnya untuk membuat power point untuk presentasi ,selain mengerjakan matematika di kertas mereka juga disuruh untuk membuat benda dari hasil hitungan.


sebenarnya yang mereka kerjakan itu matematika atau fisika?


Nia membawa beberapa bukunya dan alat tulis lengkap,dia yang paling rajin.


Nando?dia menyumbang otak saja sama seperti Nia,bedanya jika Nia bisa membawa barang barang sedangkan Nando adalah cowok cerdas yang berkedok pemalas.


Asanio/nio? dia menyumbang uang untuk memprint laporan katanya,dan juga ia yang membayar biaya transportasi ke tempat yang mereka tuju untuk dijadikan tempat praktik,intinya Nio adalah uang berjalan di kelompok Meri.


...^^^...


Setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang dan lama untuk sampai di tempat tujuan mereka akhirnya sampai di daerah terpencil tapi menarik untuk penelitian MTK mereka.


matematika melakukan penelitian?entahlah mungkin gurunya menginginkan hal ekstrem dan menyuruh muridnya untuk menciptakan rumus sendiri seperti Albert Einstein dan ilmuwan lainnya.


"kita meneliti apa?"tanya Nia padahal mereka juga baru saja turun dari mobil yang dikendarai nio.


Nando menatap nia Horror."si anying,bentar dulu lah! makan dulu kek, atau narsis bentar" protes nya.


Nia memandang Nando sinis."dasar anak nolep" cibirnya tapi tidak didengar Nando karena sudah pergi menghampiri pedagang kaki lima disana.


"makan dulu" kata Asanio lalu disusul Nia dan ashaf meninggalkan Meri yang sedari tadi diam,ia merasa tempat ini akan membuat mereka semua dalam bahaya.


"mungkin cuma firasat doang kali ya" batin Meri lalu menyusul yang lainnya.


ya,mereka memang berangkat pagi pagi sekali agar tidak terlalu sore atau bahkan kemalaman.


setelah selesai dengan urusan perut,mereka akhirnya memutuskan untuk mulai melakukan penelitian untuk tugas mereka.


semuanya sibuk,hanya Nio dan Meri yang diam memperhatikan teman temannya yang sedang bekerja. mereka berdua bukannya malas tapi pekerjaan mereka sudah selesai tinggal Nia dan Nanda yang sedang berfikir keras dan juga ada shaf yang sedang membuat power point.


16.15


Nio menatap teman temannya yang belum selesai mengerjakan tugas mereka padahal hari semakin sore."pulang aja gimana?udah sore nih besok kita lanjut di sekolah aja" kata Nando diangguki meri tapi diberi gelengan oleh Nia.


"jangan dulu dong! ini nanggung tau" kata Nia dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


"serah lu lah Dugong" Nia mendelik kesal kearah Nando Yang selalu sensi padanya.


yang lainnya hanya menghela nafas kasar,menghadapai Nia bukan hal mudah."eh,aku izin ke toilet ya" kata Meri lalu melenggang pergi padahal belum diberi izin nio. kenapa nio? karena peran nio disini sebagai penanggung jawab sekaligus ketua kelompok.


"yeee dasar,diculik baru tau" ceplos Nando asal.


"jangan sembarangan berbicara disini"tegur ashaf yang memang sedari tadi hanya diam saja tanpa memperdulikan yang lain.


Nando hanya memberenggut kesal sedangkan Nia masih asik dengan bukunya dan juga pulpennya."Nia,susulin Meri" perintah nio membuat nia berdecak kesal tapi tetap melaksanakan perkataan nio.


"Bentar,disini ada toilet kah selain rumah makan tadi?" tanya Nia menatap ashaf,Nando dan nio secara bergantian. sedangkan para cowok yang ditanya hanya diam dan memikirkan sesuatu.


Nio berdiri dari duduknya dan kembali memasang wajah seriusnya."gak ada" jawabnya singkat.


Nia memutar tubuh melihat tempat dimana meri pergi."Hutan?"lirih Nia,padahal sebelumnya ia sempat melirik saat Meri melangkah menuju warung kecil yang disebelahnya terdapat toilet umum.


mereka bertukar pandang,ashaf dan Nando refleks berdiri."dari tadi arah sana hutan Nia,disitu juga dituliskan dilarang memasuki kawasan hutan" jelas Nando panjang lebar.


Nia menggelengkan kepalanya kuat lalu menatap tajam 3 cowok dihadapannya ini."gue juga tau itu! tapi pas Nia jalan ke arah sana,disana itu warung sama toilet bukan hutan belantara gini!"bentaknya di kalimat akhir.


"Astaga! ini udah sore,gimana dong" Nando menggigit kukunya,itu adalah salah satu kebiasaan buruknya jika sedang dalam keadaan khawatir atau panik.


"duhh!kalian ngapain?!nanti kalo ikutan nyasar gimana?kan makin ribet!" teriak Nia saat nio dan ashaf mulai menjauh.


Nia menarik tangan Nando yang hanya diam sedari tadi untuk menyusul nio dan ashaf.


Meri POV


Aku izin ke toilet sebentar walaupun belum mendapatkan izin karena memang sudah sangat tidak tahan."yah kan udah tutup padahal belum malam" gerutu Meri melihat rumah makan yang sudah tutup.


aku melihat sekeliling sebentar lalu mendapati warung kecil kecilan yang hanya menjual gorengan dan minuman sachet,pandangan ku terhenti di sebuah toilet umum membuat ku berlari sekencang mungkin untuk segera pergi ke toilet kecil itu tapi sayangnya aku tidak juga sampai ke toilet itu padahal aku sudah berlari jauh.


aku putuskan untuk menoleh kebelakang dan.."sejak kapan jadi hutan?" gumamku saat melihat hutan yang lebat dan pepohonan tinggi yang menutupi matahari membuat suasana disini menjadi gelap padahal aku yakin masih jam setengah 5 sore.


"astaga!! kok bisa gini sih!?aku kok malah ada ditengah hutan gini" geram ku memutari tempat yang ada disini,hanya pohon dan semak semak.


"hai.." suara itu,suara itu membuat bulu muduk ku meremang seketika,ku penasaran tapi aku tidak ingin menoleh ke belakang.


bau amis dan busuk itu menyeruak di penciman ku saat aku merasakan hembusan nafas di leherku.


"Meri.. kamu membawa nyawamu padaku" suara itu kembali menggema ditelinga ku.

__ADS_1


ku beranikan untuk menoleh dan..


pemandangan yang sangat menjijikan di sampingku,seorang wanita dengan wajah yang membusuk,rambutnya botak mengeluarkan darah tanpa henti dan juga badannya yang kurus kerempeng.


aku memegangi kepala dan perutku yang tiba tiba terasa nyeri,aku menutup mulut saat isi perutku ingin keluar.


sampai pada akhirnya semua gelap dan tidak terkendali saat arwah wanita itu semakin menjadi jadi menggangguku.


Meri POV end


Ashaf,Nio,Nando dan nia menyusuri hutan yang semakin minim pencahayaan dan sudah tidak ada lagi kehidupan disini.


nia mencengkram tangan Nando Kuat membuat si empunya meringis tapi tidak melayangkan protes karena ia tau pasti gadis disampingnya ini sedang sangat ketakutan.


"Nio.. balik yuk" bujuk Nia pada nio yang memimpin jalan didepan bersama ashaf yang berada disampingnya.


"diem" Nia langsung menutup rapat mulutnya saat suara nio yang ketus dan dingin itu menerobos masuk ke dalam telinganya.


sreett srett


mereka spontan menghentikan langkahnya saat mendengar suara grasak grusuk di sekitar mereka."apaan tuh?" tanya Nando dibalas gelengan oleh Nia."mana gue tau an--


"Nia.. jaga sikap" tegur ashaf saat Nia akan mengeluarkan umpatan nya,Nia yang ditegur seperti itu menganggukan kepalanya patuh.


krieett srekk


Ashaf,Nio dan juga Nando langsung mengerubungi Nia yang lebih tepatnya mereka bertiga membuat lingkaran untuk melindungi Nia dibalik tubuh mereka."waspada!" peringat nio yang sudah mengambil ancang-ancang.


"h-hantu nan.." lirih Nia membuat nio menatapnya tajam.


"diam Nia,mereka bukan hantu" setelah perkataan nio tadi tiba tiba saja beberapa orang dengan pakaian serba hitam memakai topeng yang aneh mengerubungi mereka.


"sial! kita kalah jumlah" bisik nio yang diangguki Nando dan ashaf.


"bismillah..kita lawan semampu kita dan Nia,jangan lengah dan jangan jauh jauh dari kita" Nia menganggukan kepalanya cepat,ia yang sedari tadi berpegangan pada jaket Levis yang dipakai Nando semakin mengeratkan pegangannya.


"siap siap!" peringat nio saat ia melihat pergerakan salah satu dari mereka.


...^^^...


...Next🤗...

__ADS_1


__ADS_2