Reciprocal

Reciprocal
Aurora


__ADS_3

...kenapa jadi ribet?...


...^^^...


"A-aurora"


Mereka berempat menatap nio bingung,siapa Aurora ? dan yang Meri tidak mengerti adalah jika hanya energi positif yang bisa masuk kerumah kenapa Aurora yang ia tau memiliki aura negatif yang kuat dan berbahaya justru bisa masuk?


"Lexo tidak ada?" tanya hantu wanita yang sangat cantik Dimata nia dan Nando,tapi berbeda dengan penglihatan nio,ashaf dan Meri yang melihat Aurora dengan wujud menyeramkan.


"Saya kira kamu pintar nio,ternyata sama bodohnya dengan ibumu" desis wanita itu tajam.


"apa maksud Lo!" bentak nio tak terima.


seketika Aurora melesat dan berdiri tepat dihadapan nio yang menatapnya garang."tidak takut dengan ku Hem?dimana ayahmu Lexo?" kata Aurora dengan suara yang mengerikan.


"gue tanya,kenapa Lo bisa masuk kesini! rumah ini udah-


"HAHAHAH" tawa menggelegar terdengar membuat mereka semua menutup telinganya dengan erat terkecuali nio.


"sudah saya bilang,kamu itu bodoh nio.. memang tidak ada yang bisa masuk dengan aura negatif tapi itu hanya berlaku jika-


-jika ada Lexo disini" lanjut Aurora membuat nafas nio tercekat.


"p-pantes" gagap Nando.


Dengan Melesat cepat,Aurora kini berada dibelakang Meri."nio.. saya menyukai gadis ini,boleh saya bawa dia?untuk tumbal..hihi" Meri ingin berdiri dari tempatnya tapi tertahan entah karena apa.


"jangan sentuh siapapun!" tegas nio.


dengan perasaan yang menggebu-gebu nio melangkah mendekati Meri dan Aurora yang kini mencekik Meri,tapi nio tidak sadar setiap langkahnya mendekati Mereka maka Aurora akan semakin tersakiti."datang lah.. " Aurora tertawa nyaring membuat Nia menutup telinganya rapat rapat.


"n-nio..


"stop nio,jangan melangkah lagi! kamu akan semakin menyiksa Meri jika melangkah mendekati nya". perkataan ashaf mampu membuat langkah nio memberat dan berhenti dengan jarak 3 langkah dari Meri dan Aurora.


Aurora tertawa keras,ia mengencangkan cengkeramannya pada Meri membuat Meri semakin tidak bisa bernafas dan saat hampir itu semua terjadi tubuh Aurora tiba tiba seperti terbakar.


"ARGGHHHH!" Teriakan menggelegar dari Aurora hilang bersamaan dengan datangnya Lexo yang berjalan santai memasuki kamar.

__ADS_1


"Dady datang sayang" ujarnya dengan senyuman andalannya.


nio menatap ayahnya tajam lalu beridiri tepat dihadapan nya."jelasin!" desis nio tajam.


Nia menghampiri Meri yang terbatuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya karena akibat cekikan itu membuatnya hampir mati dan leher yang membiru.


"singkat saja,karena rumah ini ayah yang pasang penjaga jadi ayah harus selalu ada disini.." Lexo menjeda ucapannya lalu menatap Nia dan Meri bergantian."ayah akan tetap disini,kecuali dua teman perempuanmu itu tidak keberatan" katanya.


nio menatap Nia dan Meri."o-oke" jawab Nia dengan gagap.


Lexo tersenyum miring."kamu,Nando dan siapa kamu?" mata Lexo berhenti pada cowok yang memakai gamis berwarna Levis itu.


"ashaf" ujar ashaf dingin dan diangguki Lexo.


"nio,saya tau kamu tidak percaya dengan Deddy dan itu memang harapan Deddy,jadi.. Deddy akan tinggal dibawah sedangkan kalian dilantai atas,bagaimana?"


nio berfikir sebentar,mengusir ayahnya bukan pilihan yang tepat tapi jika membiarkan ayahnya yang gila sexs ini juga sangat salah tapi untuk kali ini nio hanya bisa mengangguk.


"oke,sepakat"


"ini cantik,obatnya untuk menyembuhkan luka mu" Lexo mendekati Meri tapi ditahan nio.


Nia mengambil obat yang tadi diletakkan Lexo di pinggir kasur,saat Nia akan memberikan obat itu pada Meri tangannya dicekal oleh nio."biar gue liat dulu"


nio memperhatikan botol yang berisi obat seperti apa yang ayahnya bilang,tapi ia kembali menatap dingin pintu kamar dimana ayahnya baru saja keluar."ini obat perangsang" ujar nio dengan suara rendah lalu membuangnya ditempat sampah.


"anjir!" pekik Nia.


"gelo emang bokap Lo asli" kata Nando tak terima.


"astagfirullahaladzim" hanya ashaf yang tau agama disini.


nio menuju laci kecil dan mendapati salep disana."pake ini aja" Nia menganggukan kepalanya lalu membantu Meri memasangkan salep itu dilehernya.


"terus kamar kita dimana Yo?"tanya Nando.


"kita disini,kamar cewek disebelah kamar kita" kata nio.


"oke,kalo gitu gue sama Meri ke kamar duluan kasian Meri nya" nia membantu Meri berdiri karena Meri masih merasa lemas karena kejadian tadi.

__ADS_1


"jangan lupa kunci pintunya,gue gak percaya sama om Lexo" ujar Nando tanpa beban.


Nia melotot padanya membuat Nando mengangkat dagu menanyakan ada apa."cih gak peka" cibir Nia lalu pergi meninggalkan mereka berempat.


"gue sama dani ya bye!" Nando dengan cepat tidur disebelah Dani dan menutup tubuhnya dengan selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


"Lo mau disofa atau sama gue?" tanya nio yang sudah berada di kasur,tanpa mengatakan apapun ashaf mengikuti nio dan tidur disebelahnya.


"Lo suka sama Meri?" pertanyaan dari nio membuat ashaf membuka matanya dan menoleh sebentar.


ashaf menghela nafas berat."Tidak mungkin" jawabnya.


nio melirik dengan ekor matanya lalu kembali menatap langit langit kamar."gue tau Lo suka sama Meri,kenapa jadi gak mungkin?"


ashaf terkekeh."saya baru tau kamu orangnya kepo" nio berdecak sebal mendengar jawaban Ashaf.


"singkat,Agama saya tidak mengizinkan untuk mendekati dia" ujar ashaf dengan suara rendahnya membuat nio menoleh sepenuhnya menatap ashaf yang memfokuskan pandangannya pada langit kamar.


"nyokap gue Islam,bokap non-islam tapi mereka bisa nikah" jawab nio.


ashaf tersenyum tipis."Jika di agamamu menikah beda agama tidak apa apa asal jangan ambil dia dari Tuhannya,sedangkan kan di agama saya.. kami dilarang menikahi perempuan yang berbeda keyakinannya" Jawaban ashaf membuat nio kembali menatap langit kamarnya.


"ribet ya,banyak aturannya.. kalau udah terlanjur cinta gimana?"


ashaf menyipitkan matanya, kelihatannya nio penasaran."Itulah letak indahnya Islam.. kami diajarkan hal benar dan diberitahukan hal salah,. cinta tidak harus tentang memiliki bukan? lagian hidup didunia ini hanya sementara" jelas ashaf panjang lebar.


nio tersenyum miring."kalau gitu,Lo gak keberatan kan Meri buat gue?"


ashaf menoleh."silahkan,tapi saya sedang membujuk tuhan saya untuk mengetuk hati Meri".


setelahnya ashaf berbalik memunggungi nio yang terdiam dengan ucapan ashaf barusan."gue gak punya agama,apa gue bisa masuk Islam?"


...^^^...


...up! gimana nih? lanjut dong? lanjut lah masa enggak hehe,kalian mau aku kasih cast dari pemeran di reciprocal gak?...


...atau kalian mau request cast nya? kalau mau tinggal coment ya!! jangan lupa selalu support saya karena ini cerita pertama di Noveltoon!...


...agak gugup sebenarnya karena dikejar deadline,hehe...

__ADS_1


...see u next chapter ya,jangan ghostie thanks!...


__ADS_2