
...^^^...
ashaf terkekeh geli mendengar penuturan nio,yang ia tau sejauh ini nio adalah laki laki keras kepala,egois dan juga cuek. tapi saat mendengar nio mengatakan ingin masuk Islam ashaf merasa geli saja, apa cowok itu yakin?padahal bukannya dirinya yang mengatakan menyukai Meri? jika ia masuk Islam bukankah menjauhkannya dari Meri.
"gausah ketawa! gue serius" desis nio tak suka.
hening..
nio menolehkan kepalanya dan ternyata ashaf sudah memejamkan matanya."anjing lu!"
...^^^...
Meri mengusap matanya berkali kali,sesekali ia menguap saat berjalan kebawah untuk menuju dapur mengambil air tapi malah dikejutkan dengan tuan Lexo dan seorang wanita yang sepertinya..
"hai cantik" sapa Lexo membuat Meri bergidik ngeri apalagi ketika melihat posisi keduanya yang sangat sensual.
"lexoo.. kamu punya simpanan lain?dan dia seorang gadis remaja? kamu memang bejat sayang" ucap wanita itu dengan nada menjijikkan membuat Meri yang tadinya haus menjadi tidak nafsu.
"tunggu cantik" Lexo menghentikan gerakkannya yang ingin kembali menuju lantai atas.
"kamu lupa perjanjian kita?"tanya Lexo dengan menaikkan alisnya.
Meri mengerutkan keningnya bingung."maksud om?"
Lexo tersenyum sinis."kita sudah buat perjanjian,wilayah atas adalah wilayah kalian dan wilayah ini adalah wilayah saya.. jadi?"
Meri memejamkan matanya."shit,Forget that agreement" gumam Meri geram.
"sorry om,saya l-lupa" jawab Meri gagap.
Lexo mendekati Meri tapi lebih dulu badannya ditarik oleh nio anaknya."ayah!"
"tapi kali ini--
"maaf,gak akan terulang" ujar nio menarik tangan Meri menaiki tangga,tapi sebelum itu ia menatap Lexo dan seorang wanita tadi dengan tatapan sinisnya.
"nio" panggil Meri saat mereka sudah sampai di lantai atas,nio menutup pintu yang seperti pagar yang berada di pembatas tangga.
"hmm?"
"kamu.. gak marah sama ayah kamu?"tanya Meri,nio hanya menyunggingkan senyum yang menampilkan luka itu."gue ok"
"Lo kalo mau ke dapur,disini juga ada dapur" ujar nio menuju sebuah ruangan minimalis,Meri memandang takjub dapur itu yang lebih luas daripada dapur yang ada di lantai bawah.
"disini juga lengkap,kalau ada keperluan lain yang bikin Lo harus turun bilang dulu ke gue" ujarnya panjang lebar membuat Meri menganggukkan kepalanya mengerti.
"mer-eh nio,ekhm! masih pagi loh ini" ujar Nando menggoda nio dan Meri,awalnya ia kedapur untuk mengambil minuman dingin tapi justru melihat Meri dan nio.
"bacot"
"bicit,hilih" ejek Nando.
tak lama Nia pun datang dengan wajah berseri dan tubuh yang wangi,Nia berdiri disebelah Nando yang melihatnya tanpa kedip."Lo mau goda gue ya!?" celetuk Nando membuat mereka semua menatap Nando heran.
"maksudnya?"
"Lo wangi bet anjir! gue gak kuat disini lama lama yang ada khilaf" setelahnya Nando berlari menuju kamar.
Nia dan Meri menggelengkan kepalanya heran."Nia mandinya lagi banget" ujar mari.
"heh?pagi Lo bilang?ini udah jam setengah 10"
__ADS_1
^^^Byurr^^^
Meri menyemburkan air yang berada didalam mulutnya dan melotot menatap Nia."seriusan?kamu bangun jam berapa?" tanya Meri.
"jam 7 tadi,Lo?"
"pantesan pas aku bangun kamu gak ada,hehe aku baru bangun" ujar Meri cengengesan.
"anak gadis baru bangun jam segini,CK" sindir nio yang ternyata juga sudah rapi dan harum.
"astaga maluuuu" Meri berlari menuju kamar untuk membersihkan diri sedangkan Nia bertugas untuk membuatkan sarapan,ralat makan siang untuk mereka berempat.
"Dani gak bangun?"tanya Nia basa basi.
nio mengedikkan bahu acuh membuat Nia menghela nafas berat.
"yok makan" tandas Nando yang baru saja tiba dan duduk disebelah nio.
......^^^......
Meri dan Nia membersihkan peralatan makan bekas mereka sebelumnya,ditemani nio dan ashaf yang duduk di meja makan.
Nando sedang bermain game dikamar cowok sambil mengawasi keadaan Dani.
"biar gue aja" ujar nio bangkit dari duduknya.
"heh serius?! wah makasih nih beresin sampe kinclong" setelah mengatakan itu Nia melenggang pergi menyusul Nando yang asik di kamar nya.
"CK" decak nio.
"gak usah Yo,biar aku aja" ujar Meri tapi dijawab gelengan kepala dari nio.
"tap-
"Meri!ayo kita susul Nando sama Nia aja,takutnya mereka berbuat enggak enggak lagi dikamar" potong ashaf dan duangguki Meri.
"anjing" umpat nio saat melihat senyuman tipis dari ashaf.
"oke kita bersaing" -batin nio.
mereka semua berkumpul dikamar cowok cowok,Meri memperhatikan Dani yang pulas dengab tidurnya."ashaf,apa gak papa kita tunda sampai nanti malam?" tanya meri membuat mereka menoleh.
"insyaallah gak akan terjadi apa apa sama dia" kata nya.
nio menepuk kepala Meri dengan tulus."tenang aja,dia bakalan baik baik aja"
Meri tersenyum manis."iya"
ashaf mendengus kesal dan itu disadari Nando yang duduk disebelahnya."bersaing nih judulnya" ledeknya mendapat tatapan tajam dari ashaf.
HAHAHAHA
Mereka semua saling pandang."bukan setan,itu bokap gue" setelahnya mereka bisa bernafas lega saat mengetahui bahwa yang tertawa tadi bukanlah makhluk.
"bapak Lo masih disini?"tanya Nando.
nio memutar bola mata malas."mau gue usir tapi ntar setan setan yang jahat pada masuk"
"ngoghey" jawab mereka serempak kecuali ashaf tentunya.
"bagaimana bisa?" tanya ashaf entah untuk siapa dan apa.
__ADS_1
"maksud?"tanya Nando heran.
ashaf menghela nafas berat lalu menatap nio serius."bagaimana bisa ayah kamu memberikan perlindungan untuk rumah ini,bahkan yang saya rasakan arwah kemarin sangatlah kuat seeprti iblis atau bahkan dialah ratu dari para iblis"
Hening
Meri juga menatap nio dalam untuk mendapatkan penjelasan dari cowok itu mengenai hal yang sudah membuatnya penasaran setengah mati."dan..sebelum kita kesini,rumah besar kemarin terlihat tidak diberi penjagaan dan banyak sekali setan jahat" lanjut Ashaf ragu ragu.
nio mengedarkan pandangannya pada teman temannya yang sudah seperti orang mati penasaran."itu..."
"itu apa?" tanya mereka berbarengan.
"kalian bakal tau sendiri"
"huhhh penonton kecewa nih" keluh Nando kesal.
"gue udah nunggu sampe deg degan padahal"
"anjir Lo"
nio terkekeh kecil dengan umpatan teman temannya."belum saat kalian tau dan seharusnya kalian gak boleh tau" katanya.
"disini berbahaya,jadi-
"jadi kenapa kamu membawa kita semua kesini?sengaja?" potong ashaf cepat seolah ingin menyudutkan nio.
"jangan suudzon Lo!"
"saya hanya menebak,kenapa kamu emosi?"
nio menggeram kesal.
"alasan gue bawa kalian kesini,pertama kalau dirumah Nando disana ada orang tuanya"
"kedua Nia,gue yakin orang tuanya gak akan mengizinkan kita ngelakuin ritual ritual kek gini karena gue tau oratu dia anti mistis"
"ketiga Lo! gue tau Lo orang alim jadi gue gak mau ada semacam ritual dirumah suci Lo itu"
"lalu bagaimana dengan Meri?bukankah rumahnya kosong?"ujar ashaf membuat Meri menatapnya penuh.
"karena
"udahd eh kalian! apa apaan sih! lagian kita cuma seminggu disini sampe keadaan Dani bener bener pulih dan bisa kita bawa pulang kerumahnya" relai Nia.
"kamu udah ngomong ke orang tuanya?"tanya Meri.
"udah,gue bilang Dani nginep dirumah nio"
mereka melototkan matanya."kok lu malah jujur si!" gerutu Nando.
"kalo gue bilang Dani nginep rumah Lo kan bisa dicurigai,masa iya gue bilang Dani nginep rumah gue atau Meri"
"kenapa gak bilang Dani nginep rumah ashaf?"
"ye! kan Tante sara gak kenal ashaf bego!"
"udah udah,mending kita rencanakan gimana kita ngelakuin ritual nanti malam" kata Meri lalu mereka mulai berembuk dan membuat lingkaran dimana mereka bisa melihat satu sama lain saat diskusi.
"tengah malam"
...^^^...
__ADS_1