Reciprocal

Reciprocal
membuat rencana


__ADS_3

...^^^...


"jadi kita lakuin ritual dirumah nio?" tanya nando menatap nio meminta persetujuan cowok itu.


nio berdehem sebagai jawabannya."berarti nginep sini aja,gue capek sumpah" keluh Nando merebahkan tubuhnya di sofa.


Nia menatap Nando nyalang."Lo sama ashaf bisa nginep,lah gue sama Meri gimana? masa nginep disini sama cowok cowok yang kita gak tau gimana-


"Lo jangan mikir macem macem ye!" potong Nando kini merubah posisinya menjadi duduk.


"gak macem macem,cuma satu macem doang" Nia mengelak perkataannya.


"kayaknya kita pulang aja,besok kesini lagi" mereka semua mengalihkan atensinya pada Meri yang sudah berdiri disusul Nia yang juga berdiri disebelah Meri.


Meri berdehem sekali."ayah aku gak akan kasih izin,jadi aku pulang dulu" katanya.


nio menatap Meri sebentar baru bangkit dari posisinya diikuti Nando dan ashaf."gue yg izinin" perkataan nio sukses membuat Meri melotot tak percaya,dirinya saja takut bagaimana jika..


"jangan! aku pulang-


drrtt


Meri mengambil ponselnya di tas lalu mengangkat panggilan dari 'Raka' kakaknya."mampus" gumam Meri.


"kamu dimana?" suara dingin kakaknya langsung menyapa ditelinganya.


"a-aku-


"jangan pulang kerumah!apapun yang terjadi jangan! menginap saja untuk beberapa hari" ujar Raka cepat membuat Meri mengernyitkan dahi nya heran.


"kenap-


"dengarkan saya! saya sudah transfer uang ke kamu yang semoga saja cukup untuk beberapa hari,sebelum saya telepon jangan kembali kerumah! pergi jauh,saya sudah izinkan kamu tidak masuk sekolah selama seminggu"


"tapi-


Tut Tut


Nia memandang raut wajah bingun meri."kenapa mer? bokap Lo?"tanya Nia memastikan.


"aku nginep deh" kata Meri setelah berfikir keras,Nia dibuat melongo dan tidak percaya."Lo serius?"tanya Nia penasaran sedangkan para cowok cowok diam memandangi kedua gadis ini.


Meri mengangguk setuju."hmm,tapi..Nia kamu nginep juga ya?"bujuk Meri,Nia terlihat bingung."tapi kan--


"pliss,dirumah aku gak ada orang sepi jadi..ya gitu" Meri menggigit bibirnya kuat berharap teman temannya percaya dan membiarkan dirinya menginap tanpa banyak pertanyaan.

__ADS_1


"oke,tapi gue pulang dulu ambil baju kan gak mungkin gue pake baju nio" kata Nia dan diangguki Meri juga yang lainnya.


Nando menoleh ke ashaf."Lo nginep atau pulang?"tanyanya.


"nginap,tapi saya pulang sebentar ambil pakaian" kata ashaf menyusul Meri dan Nia.


"seminggu" ujar nio tiba tiba membuat Nia,Meri dan ashaf yang ingin pergi terhenti.


"bawa baju untuk seminggu kedepan,kita habis ujian semester 1 jadi libur satu Minggu" katanya dan diangguki Meri dan yang lainnya kemudian mereka pergi dari rumah ini untuk kembali kerumah masing masing kecuali Meri.


Nando merebahkan dirinya di sofa yang mirip dengan kasur kecil."nan,bantu gue beres beres kamar atas buat cewek cewek" ujar nio membuat Nando mengernyit heran."kan ada bibi?" nio menggelengkan kepalanya tanda bahwa tidak ada lagi pembantu dirumahnya."jangan jangan bokap lo-wah Gilak sih yaudah yok"


Mereka berdua menuju lantai atas dengan membawa Dani yang terpejam."ini apa gakpapa dia begini lama?"tanya Nando,nio menoleh dan mengedikkan bahunya acuh."mana gue tau"


Sosok rea yang sedari tadi mengikuti mereka tidak bisa masuk kerumah sialan ini,rumah hitam datar tanpa warna lain selain gelap."kenapa gak bisa masuk kerumah ini padahal pintu terbuka lebar?" rea bertanya pada Aiden yang berada disebelahnya,yah Aiden memang mengikuti Meri kemanapun ia pergi sejak awal pertemuan mereka.


Aiden terkekeh sinis."Lo gak akan bisa masuk,karena rumah ini menolak energi negatif dan berbahaya kek Lo" setelah mengatakan itu,Aiden melenggang pergi memasuki rumah dengan santai.


rea menggeram marah,kenapa dirinya tidak bisa menembus dinding rumah ini?rea selalu terpental beberapa meter saat mencoba masuk kedalam rumah ini.


"sial!" pekiknya dengan suara mengerikan.


"saya bisa membantumu jika kamu ingin" suara lirih itu membuat rea memutar kepalanya dan mendapati wanita cantik mengenakan dress merah darah dengan rambut panjang yang bergelombang dan.. mahkota?


"kamu siapa?" tanya rea kepada wanita cantik itu,ia bahkan sempat terpana beberapa menit.


...^^^...


19.45


Malam ini dirumah datar milik Asanio Pradipta Zerixwill,lima orang sedang duduk melingkar dengan Dani yang terbaring di kasur.


"kita ngelakuin ini,malam ini?" tanya Nando hati hati.


Meri memejamkan matanya lalu membukanya kembali."aku gak ketemu arwah Dani" kata nya.


"kita harus melakukan ini saat malam Kliwon" ujar ashaf tiba tiba.


"kapan itu?"tanya Nia.


Nando melihat kalender yang ada di meja kecil disebelah kasur."besok malam" kata Nando.


ashaf menajamkan pendengarannya."diluar ribut"


"lebih tepatnya ramai sama makhluk yang punya energi negatif,dan ada satu makhluk yang sangat mengerikan" ujar meri.

__ADS_1


"tapi aneh,mereka gak bisa bisa masuk kedalam" ujar ashaf membuat mereka semua menatap ashaf bingung.


nio menatap mereka sebentar kemudian berbicara."kita selamat selama ada didalam rumah ini" ujarnya.


"yang bener Lo?!jangan bohong!" sentak Nia.


"hmm..nio gak bohong Nia,sejak kita kesini karena rumah nio masuk gang yang kanan kirinya hutan itu udah banyak makhluk yang incar kita.. tapi pas kita udah ada di dalam rumah ini,mereka gak bisa masuk.." jelas Meri.


Meri kembali menatap nio."kecuali mereka yang tidak berniat jahat" lanjut Meri dan diangguki nio.


Nando dan Nia melongo tidak mengerti."gue ngerasa paling bego" celetuk Nando.


"buka juga dong mata batin gue" kata Nia.


Meri menggelengkan kepalanya kuat."jangan Nia! membuka mata batin itu bukan permainan" tegas Meri membuat Nia terdiam menunduk.


"berarti besok kita mulai ritualnya!" kata Nando yang tiba tiba antusias.


"Terus sekarang kita ngapain?masa tidur?gue belum ngantuk" kata Nando.


"kita buat rencana ritual besok" timpal ashaf.


"jadi,untuk mengeluarkan arwah manusia yang sebenarnya masih hidup itu harus ada manusia yang masuk kedalam alam ghaib buat jemput arwahnya,nah siapa yang bersedia?"tanya ashaf kemudian.


dengan cepat Meri mengajukan tangannya."aku! karena disini aku yang salah" ujar Meri dengan suara pelan.


Nia menepuk pundaknya."udah jangan nyalahin diri sendiri"


"harus ada temannya,saya akan temani kamu" ujar Ashaf tapi dibalas gelengan oleh Meri.


"jangan shaf,harus ada yang jaga portalnya dan disini cuma aku sama kamu yang bisa ngelakuin,ya?" dengan pasrah ashaf menganggukkan kepalanya walaupun sedikit khawatir.


"biar gue yang ikut" mereka semua menatap nio.


"tapi-


"gak ada bantahan" oke,kali ini mereka diam dan hanya mengangguk setuju.


"Nia dan Nando,kalian sebisa mungkin jaga fokusnya ashaf ya jangan sampai dia gagal" ujar Meri dan diangguki keduanya.


"dan kamu nio.. kalau kita udah sampai di alam mereka,jangan perhatikan apapun! cukup fokus sama tujuan kita,oke?" nio menangguk tanda menyetujui instruksi Meri.


BRAK!!


Mereka menoleh pada sumber suara,pintu kamar yang mereka tutup..terbuka!

__ADS_1


"bagaimana mungkin..." gumam nio yang masih bisa didengar mereka semua.


...^^^^^^^^^...


__ADS_2