Reciprocal

Reciprocal
Ashaf Pramadita


__ADS_3

ashaf berjalan santai menuju mushola yang berada di Luar sekolah,dia seorang muslim dan juga di sekolahnya tidak terdapat mushola.


mushola yang ia datangi tidak terlalu jauh dari sekolahnya,hanya berjalan 5 menit saja ia sudah sampai.


Ia akan melaksanakan sholat Dzuhur,ashaf mengambil wudhu dengan khusyuk disana bukan hanya dirinya tapi ada banyak bapak bapak yang akan melaksanakan sholat yang tertinggal juga.


saat akan masuk kedalam mushola sederhana itu ia melihat sekelebat bayangan disampingnya lebih tepatnya didekat pohon besar yang menjadi pembatas antar sekolah dan mushola ini.


"percuma jika kamu ingin menakut nakuti saya"kata ashaf dengan suara pelan namun sosok itu mampu mendengarnya.


ashaf melenggang masuk menuju mushola untuk melaksanakan sholat."Bajingan!" umpat makhluk yang berada jauh dari mushola.


makhluk itupun menghilang berhembus bersama angin.


...^^^✨✨✨^^^...


Merisa berjalan menyusuri trotoar untuk kembali kerumahnya,tadi ia melihat ayahnya yang menjemput saudari kembarnya,Marisa.


Meri tersenyum pilu saat mengingat interaksi Setya dan Kaka kembarnya itu."tuhan..meri sudah terbiasa tapi kenapa rasanya masih sama" lirihnya mendongak menatap langit yang mulai gelap karena sebentar lagi malam akan tiba.


kenapa Meri baru pulang saat hari sudah mulai menggelap?ia hanya malas pulang tapi jika tidak pulang pun sama saja.


Tes


"eum..Hujan?" gumamnya,ia mengadahkan tangannya untuk menampung tetesan air hujan,awalnya gerimis kecil tapi lama kelamaan hujan pun semakin deras membuat Meri terpaksa mencari tempat meneduh.


Meri melihat sebuah bangunan lumayan besar dan megah,ia pun memasuki bangunan itu tanpa pikir panjang. Meri mengurungkan niatnya saat hendak masuk,ia melihat beberapa orang sedang melakukan ibadah dan juga baju Meri semuanya basah Yang berarti itu akan mengotori bangunan ini.


sudah satu jam lamanya tapi hujan tak juga berhenti,Meri melirik jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul 07.35.


Meri menghela nafas berat,bagaimana ini?


ia mengedarkan pandangannya di sekitaran masjid dan mendapati seseorang yang sedang melakukan dzikir,orang itu terlihat sangat familiar di ingatan Meri.


Meri membulatkan matanya saat tahu siapa cowok yang ia amati sedari tadi karena menoleh kearahnya,ia sedikit menyembunyikan wajahnya agar tidak dikenali dan untung saja cowok itu tidak tau keberadaannya.


"ashaf?dia tinggal disini?" gumamnya.

__ADS_1


ia melihat banyak orang sedang melantunkan ayat ayat suci yang ia tau adalah Al-Qur'an.


"cowok itu jadi guru disini ya?"tanyanya lagi,pada diri sendiri.


Meri merasakan dirinya penasaran terhadap cowok itu,ia memutuskan untuk menunggu cowok itu selesai dan ia akan mengikutinya.


setengah jam ia menunggu diluar dengan keadaan kedinginan,sepi sunyi dan gelap berbeda dengan keadaan didalam masjid yang terlihat sejuk dan terang oleh cahaya.


Meri merasa bulu kuduknya meremang merasakan sesuatu meniup lehernya."astaga,hantu sialan!"makinya pelan, walaupun tidak menoleh ia bisa merasakan banyak makhluk halus yang mengganggunya.


persetan dengan makhluk halus yang mengerikan,yang ia inginkan adalah informasi dari seorang ashaf Pramadita,orang yang Rea suruh untuk dia menjauhi cowok itu.


Meri bergegas pergi mengikuti ashaf saat melihat cowok itu pergi meninggalkan masjid,Meri mengikuti ashaf dalam jarak yang agak lumayan jauh agar tidak ketahuan.


Meri mengernyitkan dahi nya saat melihat jalanan yang mereka lewati,"hutan?kenapa dia masuk hutan?"tanyanya pada diri sendiri.


setelah 15 menit berjalan menyusuri hutan lebat ini,keadaan sangat gelap dan untungnya Meri membawa handphone nya.


sesekali ia mengumpat diperjalanan saat ada setan yang mencegatnya."dia tinggal di gubuk tua?tapi penampilannya gak memperlihatkan kalau dia miskin" gumam Meri saat melihat ashaf memasuki sebuah gubuk tua yang terbuat dari anyaman bambu.


Meri dengan perlahan mendekatkan telinganya untuk menguping pembicaraan ashaf dengan seseorang, terdengar samar samar tapi Meri dapat tau apa yang mereka bicarakan.


Ashaf POV


Ashaf memasuki gubuk tua tempat dimana guru nya tinggal."Assalamualaikum kyai" salamnya saat sudah berada didalam,ia bisa melihat si kyai sedang berdzikir di atas tempat tidur.


gubuk ini sangat minimalis,hanya ada 1 kasur dan bantal,1 meja dan kursi untuk makan ataupun lainnya,tidak ada aksesoris melainkan hanya ada barang barang seperti tasbih, Al-Qur'an,tulisan lafadz Allah dan Muhammad yang terpajang didinding.


kecil,namun nyaman.. itu kata sang kyai Fathur Rasyid Amrullah


melihat ashaf kyai segera menyudahi dzikir nya dan tersenyum ramah pada ashaf."nak?ada apa datang kesini?" tanyanya.


"tidak ada kyai,hanya berkunjung" ucap ashaf.


kyai menganggukan kepalanya sebentar lalu ia menoleh kebelakang,tidak ada apa apa hanya saja ia tau bahwa ada seseorang di balik dinding itu."bagaimana sekolah barumu nak?"tanya kyai.


"seperti biasa kyai,tapi..." ashaf menjeda ucapannya sebentar lalu kembali melanjutkan.

__ADS_1


"tapi saya mengenal seorang gadis yang sepertinya dibawah pengaruh jin,kyai" jelas ashaf membuat kyai itu menganggukan kepalanya.


kyai menyuruh ashaf untuk mendekatinya lalu ia membisikkan sesuatu."gadis itu.. dia yang sedang menguping pembicaraan kita bukan?" tanya kyai berbisik.


perkataan kyai Fathur sontak membuat ashaf menganga tak percaya,ia memang tau saat Meri mengikutinya tapi ia tidak percaya jika gadis itu berani mengikutinya sampai ke dalam hutan.


"apa perlu saya..


"tidak perlu ashaf,biarkan saja dia" kata kyai menyela ucapan ashaf dan si empu hanya mengangguk patuh.


"lanjutkan ceritamu" kata kyai kembali ke posisi semula,ia sengaja agar gadis itu mendengar pembicaraan mereka.


ashaf berdehem singkat untuk mengurangi kegugupannya."jadi gini kyai,saat hari ini saya masuk ke sekolah baru.. saya sudah merasa banyak hal tidak nyaman"


"tapi sesuatu dalam gadis itu yang auranya sangat kuat kyai,dia hampir seutuhnya dikuasai setan" lanjut ashaf lagi sambil sesekali matanya melihat mencari keberadaan Merisa.


Author POV


Meri mengerutkan keningnya lalu sedikit menjauh dari gubuk."jin?..setan? kyai?" gumamnya pelan.


"siapa kyai?" tanyanya bodoh.


"apa maksudnya aku dikuasai jin?" Meri hendak kembali menguping tapi terhenti saat ia melihat ashaf dan seorang pria tua mungkin berumur 50 keatas itu keluar dari gubuk itu.


Meri bersembunyi dibalik pohon untuk menyembunyikan keberadaan nya dari mata mereka.


Meri menajamkan telinganya untuk mendengar apa yang mereka bicarakan."kalo gitu hati hati shaf,salam untuk ibumu" kata kyai Fathur.


"inggh kyai,Pamit ya Assalamualaikum" ashaf pergi dan kyai itu masuk kembali kedalam gubuknya.


Meri yang melihat ashaf pun dengan segera mengikutinya tidak ingin kehilangan jejak.


ternyata mereka kembali ke masjid besar tadi,Meri memilih untuk berhenti di sebuah warung kecil yang tutup untuk menunggu ashaf keluar,tapi ternyata ashaf menggunakan motor maticnya membuat Meri tidak bisa mengejar.


pada akhirnya Meri memutuskan pulang dan melanjutkan jiwa kekepoannya besok atau lusa.


......^^^^^......

__ADS_1


__ADS_2