
...^^^...
setelah kejadian ribut tadi,suasana kembali hening seperti semula dengan Nando dan nio yang sudah tertidur di kamar mereka sedangkan Meri,Nia,ashaf dan Dani masih berada di dapur.
Dani menghela nafas berat."kapan gue pulangnya?"tanyanya entah kepada siapa,tapi karena tidak ada yang menjawab jadilah Meri yang menjawabnya.
"tunggu 2 hari ya,karena kita udah izinin kamu nginep seminggu disini" jelas Meri membuat Dani melotot dan mulutnya terbuka untuk protes tapi tertahan karena lirikan tajam Nia.
"gak usah protes lo kalo gak mau gue tendang dari sini dan dimakan setan setan lapar diluar sana" ketus Nia.
"mana bisa gitu!"
ocehan Dani tidak dipedulikan Nia dan Meri yang sedang memasak makan malam untuk mereka semua sedangkan ashaf duduk menemani lebih tepatnya mengawasi Dani yang masih dalam antara sadar dan tidak.
...tuk...
"eh?gelasnya kok jatoh ndiri" pekik Nia heran membuat Meri menoleh dan seketika menatap malam hantu laki laki yang sedang menyengir lebar padanya.
Meri lupa jika Aiden memiliki aura positif yang artinya bisa keluar masuk tempat ini."jangan jahil ai" peringkmatnya dan diangguki Aiden sekilas.
"Lo ngomong sama siapa?"tanya Dani heran dan hanya dijawab gelengan kepala dari Meri.
Dani menatap satu persatu mereka yang ada di dapur lalu menghela nafas kasar."kalian..aneh!" dengusnya kesal.
...^^^...
Udara dingin di pagi buta menusuk kulit cowok yang sedang duduk di kursi rooftop memandangi langit gelap bersiap untuk menyambut pagi hari.
"apa hantu itu tetep gak bisa naik ke rooftop ini?" tanya cowok itu pada dirinya sendiri.
banyak hal yang ia pikirkan tentang Merisa dab tentunya Asanio teman dadakannya itu.
bagaimana bisa orang awam ketika dibuka mata batinnya tidak menjerit jerit atau ketakutan semacamnya seperti saat dulu ia membukakan mata batin untuk seseorang yang ingin sekali melihat hantu tapi malam menangis kencang saat melihatnya.
"Sebenernya siapa Nio itu.."gumam cowok itu.
"ternyata di sini Lo shaf" ashaf menoleh ke belakang dan mendapati Nando yang berdiri di ambang pintu menatapnya heran.
Nando berjalan mendekat dan duduk di kursi sebelah ashaf."gak takut Lo dimakan tuh setan serem?" tanya Nando sambil bergidik ngeri saat menyebut setan itu.
"gak"
"cuma mencari udara segar" ucap ashaf lagi.
"shaf,gue pen pulang asli gak betah disini" keluh Nando geram.
Nando menatap ashaf cepat dengan wajah sebalnya."Lo tau gak?! gue lama lama bisa bunuh tuh si Dani yang mulutnya kek Mak mak" gerutu Nando.
"yaudah,hari ini pulang" jawab ashaf.
"eh?gapapa?"
__ADS_1
"siapa yang larang?"
Nando menggelengkan kepalanya lalu segera berlari keluar rooftop dengan girang.
Di kamar..
"woy Lo mau pulang nggak?" tanya Nando setelah berhasil membangunkan Dani.
Dani seketika mengangguk antusias."kalian berisik" desis nio membuat Nando menggigit lidahnya.
"astaga dragon,gue lupa ada lu"
nio bangkit dari tidurnya dan menatap Nando tajam."sarapan dulu baru kita keluar dari sini" ujar nio dan diangguki Nando Begitu juga Dani.
...^^^...
Setelah semua selesai,dari mulai beres beres hingga sarapan akhirnya mereka akan pergi dari rumah nio.
tuan Lexo berdiri di pintu sambil memeluk pinggang seorang wanita dengan pakaian minim sangat posesif.
Nando memasang ekspresi jijik melihat Ayah dari Asanio sahabat kecilnya itu."yok lah,panas gue!" desisnya mengibaskan tangan ke wajah seolah sedang mengipasi dirinya.
"Yo,anter sampe rumah yak!" ujar Nia cengengesan dan diangguki nio.
"kerumah Meri dulu paling Deket dari sini" balas nio menatap Meri yang sudah berada didalam mobilnya bergerak gelisah.
masih 4 hari harusnya-gumam Meri.
tuan Lexo menghampiri nio yang berada di kursi kemudi."lain kali mampir ya,bawa gadis cantik lagi haha" ujarnya dengan suara rendah membuat Nia dan Meri bergidik ngeri.
"ayok lah cepet"desak Nando diangguki nio yang mulai menyalakan mesin mobil dan menjauh dari pekarangan rumah itu.
sebelum pergi Meri sempat menoleh kebelakang dan melihat rea dan .. Arwah wanita jahat,Aurora.
Meri menoleh pada nio."Yo,Aurora yang kamu ceritain itu gak bakal ngikutin kita kan?"tanya nya khawatir membuat Nia dan Nando menoleh bersamaan seolah tau apa yang akan terjadi.
nio terdiam sebentar sebelum menjawab."seharusnya gak,tapi gue gak jamin juga dan semoga aja enggak" penjelasan telak nio membuat mereka semua diam.
ashaf dan Dani yang sedari tadi hanya menyimak pun ikut nimbrung dengan obrolan."hm..dia ikut" ujar ashaf membuat mereka semua menatapnya horror terkecuali Dani yang masih dilanda kebingungan.
"kenapa kalo dia ikut?terus dia itu siapa?"tanya Dani dengan tampang polosnya.
Meri tersenyum paksa."hantu" jawab Nia santai sedangkan Nando menyeringai menatap pemasaran reaksi Dani selanjutnya tapi seketika pudar saat melihat ia hanya diam.
"ohh biar aja lah dia ikut,cari rumah" jawabnya santai lalu kembali memejamkan mata dan bersandar pada kursi penumpang di belakang bersama Nando.
"gila Lo!" desis Nia tajam menatapnya sinis.
"dia bakal ganggu kita gak shaf?" tanya Nia membuat ashaf menoleh sebentar mengamati sekitar mobil yang aman tanpa makhluk.
"gak jamin" ujarnya.
__ADS_1
"okey,Lo gak jamin berarti kita bakalan di teror setelah ini" final nia sambil tersenyum paksa.
"santai aja kali,hantu gak bisa bunuh manusia" ceplos Dani yang memejamkan matanya di kursi belakang.
ashaf sampai harus menoleh kebelakang untuk menyangkal perkataan Dani."mereka diciptakan hampir sama seperti manusia,jadi-
"jadi minta perlindungan ke Allah,Dia kan sang pencipta alam semesta?kenapa harus takut dengan makhluk-nya?Gue yakin lo paham tanpa harus gue jelasin ke akar akarnya". perkataan Dani berhasil membungkam mereka semua tak terkecuali Meri dan nio yang beragama Kristen.
Suasana seketika menjadi hening,semua tampak enggan mengeluarkan suara mereka bahkan saat nio mengantar mereka satu persatu kerumah masing masing,kecuali Meri yang ikut dengan Nia.
"Lo mau nginep rumah gue aja gak?gue takut asli sama hantu itu" ujar Nia bergidik ngeri melihat rumah besarnya yang sunyi.
Meri tampak berfikir sebentar lalu menatap Nia."okedeh malam ini aja ya" ujarnya dan diangguki Nia dengan antusias.
mereka memasuki rumah besar itu dan disambut seorang satpam yang menjaga pagar dan seorang pembantu yang menyambut mereka ketika masuk kedalam rumah.
"rumah kamu besar ya,desainnya juga bagus" puji Meri mengangguk setiap interior rumah Nia.
Nia mengembuskan nafas beratnya lalu terkekeh dengan nada rendah."bagus yah? besar sih tapi yang tinggal cuma 4 orang haha" tawanya hambar membuat Meri mengernyitkan dahi heran.
"kok?-
"ortu gue cerai dan selalu sibuk sama kerjaan mereka masing masing sampe lupa kalo disini masih ada anaknya,anak tunggal satu satunya" curhat Nia panjang lebar membuat Meri merasa tidak enak.
"aduh aku gak maksud nia-
"gakpapa,gue juga pengen cerita hihi"
"yaudah yuk masuk kamar,mandi abis itu kita masak masak" ajaknya mengambil tangan Meri dan menariknya menaiki lantai dua kamar Nia berada.
"kamu suka masak?"tanya Meri.
Nia menganggung semangat."sukaaaaa bangett! kalo Lo?" tanya Nia Balik.
"aku suka nyanyi"jawab Meri tersenyum manis,yah dirinya memang sangat menyukai musik dan seni tapi entah kenapa dia tidak punya kepandaian dalam bidang itu.
"wahh kerenn"
"tapi aku gak bisa masak,cuma bisa masak mie sama nasi goreng" cicit Meri.
Nia merangkul bahu Meri dan menepuknya kencang."santai! nanti gue ajarin Lo!"
Meri menyunggingkan senyumnya menatap Nia yang sangat tulus menyambutnya.
"Tuhan..inikah rasanya memiliki teman manusia?" -Meri.
...^^^...
...Hola!! maafkan ya update nya lama ksrena kemaren lagi gak enak badan jadi absen hehe,sorry ya semoga aja kedepannya lebih rajin hihi...
...see u ...
__ADS_1
...dan jangan lupa vote dan commentnya terimakasih...