
seperti biasa tiada hari tanpa kesialan bagi Merisa,bayangkan saja hari ini guru matematikanya membentuk 6 kelompok yang berisi masing masing 5 orang.
sialnya dimana?
Merisa sekelompok dengan ashaf! ini karena ashaf yang beralasan hanya akrab dengan Merisa."sial!sial sial!" umpat Meri saat ia sudah berada di toilet perempuan.
Meri menatap pantulan dirinya di cermin besar yang berada di toilet itu."huh sebel banget!"
Brak!
Meri tersentak saat suara pintu yang dibuka kasar itu terdengar dari salah satu bilik kamar mandi,Meri menolehkan kepalanya melihat bilik yang persis dibelakangnya.
kosong..
itulah hal yang pertama Meri lihat."kosong?tapi tadi ?"
kriett
Meri dengan cepat kembali menoleh kearah pintu yang tertutup dengan perlahan,disini Meri terlihat sangat bodoh karena hanya diam saja saat pintu toilet dikunci dari luar.
sebelum pintu benar benar tertutup,Meri bisa melihat sesosok makhluk yang menyeringai bak iblis tapi Meri seperti mengenali sosok itu.
brakk!
Meri langsung tersadar kala pintu itu kembali terbuka sangat kencang dan siswi SMA sama sepertinya masuk dengan terbirit-birit.
"eh?duh maaf ya?gue ngagetin Lo soalnya buru buru nih kebelet"ujar cewek itu yang kemudian masuk kedalam salah satu bilik toilet.
Meri mengelus dada untuk menenangkan dirinya sendiri."setan nyebelin,tapi kok aneh ya.."
"Meri"
"astaga! kamu ngagetin aja Aiden!" kesal Meri yang terkejut karena Aiden yang tiba tiba Dateng dan berdiri disebelahnya dengan senyjman diwajahnya yang sangat menyebalkan.
"ngelamunin apa sih?nanti kesambet baru tau" ledek Aiden membuat Meri mendengus kasar.
"tadi itu ada hantu yang jailin aku,mukanya serem kayak hantu biasanya tapi..
Aiden menaikkan sebelah alisnya."tapi kenapa?" tanyanya.
Meri menatap Aiden sebentar."aku kayak familiar sama wajah dia" lanjut Meri.
Aiden memutar mutar bola matanya memikirkan sesuatu."lo kenal hantu?itu kan wajar karena Lo indigo kan?" tebak Aiden ada benarnya juga,tapi Merisa berfikiran lain.
"tapi kali ini beda ai,hantu itu kayak-
"Lo ngomong sama siapa?" perkataan seseorang membuat Meri spontan menoleh ke bilik toilet yang terbuka dan menampilkan siswi yang buru buru masuk tadi.
astaga!aku lupa kalo ada orang lain di sini-batin Meri.
__ADS_1
Meri memejamkan mata sebentar untuk menghilangkan kegugupannya."gak kok,tadi cuma ngomong sama kaca hehe" jelas Meri dengan wajah kikuk membuat siswi itu mengernyit aneh.
"aneh banget sih lu,mending keluar deh dari toilet jangan disini terus" kata cewek itu.
"emang kenapa?"tanya Meri penasaran,Aiden yang sedari tadi memperhatikan mereka juga terlihat penasaran.
"katanya kalo kelamaan di toilet nanti diculik sama hantu terus dibawa ke alam mereka,hiii kan ngeri" ujar cewek itu bergidik ngeri lalu berpamitan dengan Meri.
Aiden tertawa terbahak bahak mendengar penuturan siswi tadi."apaan dah,ngaco" gelak nya.
Meri menggeplak kepala Aiden tapi cowok itu tidak merasakan sakit sedikitpun membuat Meri melenggang pergi.
setelah kepergian Meri,Aiden masih didalam toilet tapi tidak sendiri karena ia bersama rea.
Aiden menatap rea sinis."apa?Lo mau nyuruh Meri jauhin gue juga?!" ketusnya menatap datar rea yang berada dihadapannya.
"kamu jangan sok jadi pahlawan Meri hantu lemah" cibir rea menatap tajam Aiden dengan mata yang melotot marah.
Aiden tertawa remeh."gue emang lemah,coba aja kita masih manusia udah gue perawanin Lo sekarang" kata Aiden tersenyum miring.
rea mengepalkan tangannya sampai sampai kaca besar di toilet itu pecah."JANGAN IKUT CAMPUR URUSANKU!" Bentak rea tepat dihadapan Aiden.
Aiden mendekat kewajah rea yang mulai terlihat aslinya."sesama arwah..."Aiden menjeda ucapannya,ia menatap bibir rea yang sobek mungkin gadis ini mati karena disiksa?
rea menatap Aiden sangat tajam."boleh pacaran kan?"lanjut Aiden membuat rea diam dan kembali ke wujudnya yang tidak menyeramkan.
ia menatap Aiden kesal."gila!" makinya kemudian ia pergi meninggalkan Aiden yang tersenyum penuh kemenangan.
...^^^...
Bel pulang sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu,tapi Meri dan lima orang dihadapannya belum juga memutuskan untuk pulang.
16.11
"jadi kapan nih kita kerja kelompok nya?"tanya Andi,salah satu teman kelompok Meri.
"kalian bisa nya kapan?"tanya Nia,satu satunya teman perempuan yang Meri miliki di kelompoknya ini.
"gue kapan aja" ujar Asanio atau sering dipanggil asa oleh teman temannya,dia cowok yang dingin,cuek,jutek dan sangat tertutup menurut Merisa.
"kalo Lo nan?" cowok yang dipanggil nan alias Nando itu menoleh dan mengetuk ngetuk meja sebagi bentuk bahwa ia sedang berfikir.
"keknya kalo besok gue gabisa" ujarnya.
"kalo Lo shaf?mer?" Nia kembali bertanya kepada ashaf dan Meri yang memang duduk bersebelahan tepat dihadapan nia.
"saya ngikut aja" jawab ashaf singkat,Meri memutar bola mata malas melihat tanggapan ashaf yang sok cuek itu.
Nia beralih menatap Meri."hari Sabtu atau Minggu aja" usul Meri dan diangguki mereka semua.
__ADS_1
"sekarang kita bagi tugas ya.." ujar Nia mengambil sebuah kertas dan menuliskan sesuatu yang nantinya akan menjadi tugas mereka.
Meri sedikit bersyukur karena sekelompok dengan Nia yang notabennya anak rajin dan cerdas membuatnya menghela nafas lega.
setelah membicarakan tugas masing masing,akhirnya mereka berpisah untuk pulang.
16.43
"lama juga ya,cuma diskusi gitu aja"gumam Meri.
"Meri..." bisikan itu membuat buku kuduknya merinding tapi tidak jadi saat tau siapa yang berbisik seperti itu."apasih den?" tanya Meri melihat Aiden yang duduk di sebelahnya,karena mereka sedang berada di halte bus saat ini.
"gue ikut Lo pulang ya?" tanya Aiden membuat Meri menggelengkan kepalanya.
"dirumah aku banyak setannya,ribet kalo nambah satu lagi" ujar Meri tak suka.
bahu Aiden luruh seketika."yah mer... disini sepi tau"
Meri menatap sekeliling sekolah dari jauh."sepi apanya?orang rame gitu setannya" ucap Meri santai.
"tapi mereka galak mer, judes lagi"
"terus kalo kerumah aku,setannya baik gitu?"
Aiden tersenyum lebar."siapa tau gue ketemu rea,dia cantik banget kalo gak jadi wujud asli" ungkap Aiden dengan nafas menggebu-gebu.
Meri menggelengkan kepalanya."ada ada aja kelakuan setan". gumamnya.
Meri terus menggerutu saat tidak ada angkot yang lewat,Aiden yang melihat Meri gelisah pun ikut bingung."kenapa Meri?"tanyanya.
"Gaada angkot lewat den,gimana aku mau pulang?masa jalan kaki lagi sih kan cape."gerutunya sebal.
"yaudah jalan aja, gue temenin kalo Lo takut" kata aiden justru membuat Meri semakin kesal dan dengan cepat ia berdiri meninggalkan Aiden.
^^^Tinn!^^^
Meri tersentak lalu menoleh ke jalanan dimana ada sebuah motor Scoopy dan seseorang yang sepertinya..
"saya antar" ujar cowok itu yang ternyata adalah..
"Ashaf?" gumam Meri,karena dia tidak ingin berurusan dengan cowok menyebalkan itu akhirnya Meri meutuskan untuk menghentikan angkot yang baru saja akan lewat.
Aiden yang memperhatikan hanya menggelengkan kepalanya lalu menghilang bersama angin.
ashaf menatap kepergian Meri datar."ditawarin bantuan malah pergi" ketusnya lalu kembali menyalakan motornya dan meninggalkan area sekolah.
"cewek ini.. indigo?" ucap seseorang yang berada di balik tembok sekolahan tempat dimana ia mengintip dan menguping pembicaraan Meri yang lebih tepatnya berbicara sendiri sampai saat dimana ashaf datang.
"menarik.." gumamnya tersenyum miring.
__ADS_1
......^^^......