
Sasha pun memasuki pintu labirin setelah melihat Zen yang sudah berteleportasi ke padang rumput.
Saat masuk labirin, Sasha melihat tiga jalur labirin. Sasha memilih jalur yang pertama untuk awal perjalanannya.
Walaupun labirin ini tidak terdapat binatang buas, namun pada bagian tertentu akan ada perasaan yang berbeda.
Jalur yang Sasha masuki sekarang ini adalah jalur ketenangan, di mana saat seseorang yang memasuki jalur ini jiwanya akan tenang dan damai.
Akan tetapi ketenangan ini tidak berlangsung lama, hanya beberapa menit saat melintas di jalur itu.
“Guin, apa kamu merasakan ketenangan ini” tanya Sasha
“Iya, sepertinya kita masuk ke jalur ketenangan” jawab Guin
Dalam sejarah, labirin adalah sistem jalur yang rumit dengan tujuan menyesatkan orang yang melaluinya . Selain rumit, labirin pada umumnya memiliki berbagai jebakan yang tidak di ketahui letak dan juga kapan jebakan itu akan muncul.
Dalam mitologi Yunani, monster besar berkepala banteng yang di sebut Minotaur di kurung dalam labirin agar tidak bisa keluar selamanya.
“Guin, apa kamu sebelumnya pernah memasuki suatu labirin” tanya Sasha sambil terus berjalan
“Belum pernah, ini adalah kali pertama aku memasuki labirin” jawab Guin
“Apakan jalur ini tidak ada ujungnya, kenapa dari tadi aku tidak berbelok, jalur ini hanya lurus” pikir Sasha sambil berjalan
“SASHA AWAS” teriak Guin
“Ada apa Guin” tanya Sasha panik
“Lihat di depan, itu adalah lumpur penghisap” kata Guin menunjuk ke arah lumpur yang ada di depan mereka
“Aneh sekali, biasanya lumpur ini ada di dekat rawa, apakah tempat ini dulunya rawa” pikir Sasha
“Lalu bagaimana kita bisa melewati lumpur ini” kata Sasha memikirkan solusi
“Kalau tidak salah, lumpur penghisap ini memiliki bagian yang keras, jika bisa menemukannya kita bisa menjadikan itu sebagai pijakan” kata Guin
“Baiklah, aku akan gunakan pedang ku untuk memeriksa lumpur itu” kata Sasha
Setelah Sasha memeriksa lumpur itu, Sasha menemukan bagian yang keras namun jika berdiri di tempat itu terlalu lama akan tetap terhisap ke dalam lumpur.
Sasha melewati lumpur ini dengan perlahan sambil mencari titik yang bisa di jadikan pijakan. Setelah setengah jam akhirnya Sasha dapat melewati lumpur penghisap yang ada pada jalur labirin.
Sasha menjumpai dua jalur yang mengarah ke kanan dan ke kiri, karena Sasha berpikir kalau kanan mengarah kepada kebaikan, maka Sasha memutuskan untuk memilih jalur sebelah kanan.
Tidak di sangka, jalur ini sangat gelap dan juga terdapat banyak akar besar yang ada pada lantai labirin, salah melangkah Sasha bisa saja cidera karena terkilir dan akan menghambat waktu sampai ke padang rumput.
“Bagaimana ini Guin, aku benar-benar tidak bisa melihat” kata Sasha yang berjalan sambil meraba dinding labirin
“Sasha, lihat kalung mu, dia menyala” kata Guin
“Apakan aku harus kembali, tapi aku masih dalam misi, seharusnya kalung ku tidak menyala” pikir Sasha
“Kecuali kamu bisa menggunakan cahaya itu sebagai senter” kata Guin
“Benar juga” kata Sasha
Sasha pun menggunakan cahaya dari kalung sebagai senter, selain itu Sasha juga bisa membuat cahayanya semakin terang dengan berbicara secara batin.
“Akhirnya bisa melewati rintangan ini” kata Sasha
“Ayo kita teruskan” ajak Guin
Setelah cukup jauh berjalan, Sasha kembali merasakan sesuatu yang aneh. Sasha merasakan kesedihan yang teramat dalam saat melintasi jalur ini.
“Guin, kenapa aku merasa sangat sedih, air mata ku juga menetes, apa yang terjadi” kata Sasha sambil mengusap air matanya
“Ini adalah jalur kesedihan, kalau aku tidak salah, perasaan ini adalah kumpulan dari kesedihan orang di dunia yang meratapi dosa mereka, dan saat ada seseorang yang melintas di jalur ini, orang itu akan merasakan kesedihan yang amat dalam, wajar saja jika kamu sampai meneteskan air mata” jelas Guin
“Apakah ada efeknya kepada orang yang melintasi jalur ini” tanya Sasha
“Iya, perasaan sedih ini akan membuat orang yang melintas menjadi larut dalam kesedihan yang begitu mendalam dan bisa membuat orang itu terdiam bahkan pingsan” jawab Guin
“Kalau begitu harus cepat melewati jalur ini” kata Sasha sambil berlari
“Tidak perlu sampai berlari Sasha, kamu sudah dua kali mengalahkan kekuatan ilusi, seharusnya ujian ini bukan masalah untuk mu” kata Guin menenangkan Sasha
Sasha masih meneruskan perjalanannya menelusuri setiap jalur pada labirin.
Berbagai rintangan Sasha jumpai untuk menguji keberaniannya.
__ADS_1
Di tengah perjalanan Sasha melihat sebuah patung kuda yang di kelilingi air.
“Lihat patung kuda putih itu Guin, indah sekali” kata Sasha menuju patung itu
“Hati-hati Sasha, dalam labirin hampir tidak ada hal baik” kata Guin memberi peringatan
“Apakan ini ilusi” tanya Sasha
“Sepertinya tidak, ini nyata” jawab Guin
Mereka pun menuju patung kuda itu, namun Sasha tidak berani menyentuh air atau pun patung kuda itu sendiri. Mengingat perkataan Guin bahwa tidak ada hal baik dalam sebuah labirin, artinya hanya ada jebakan pada setiap jalurnya.
“Aneh, kenapa patung ini bisa ada di tengah-tengah jalur seperti ini, dan di depan juga jalannya buntu. Sepertinya harus kembali mengambil jalan lain” kata Sasha dalam hati
“Apa kita harus kembali Guin, di depan itu jalan buntu” kata Sasha
“Tidak, aku merasa ada rahasia yang tersembunyi di jalur ini” kata Guin memperhatikan ke sekeliling
“Rahasia apa, aku tidak paham” kata Sasha
Saat sedang memikirkan cara, Oly tiba-tiba terbang ke atas tembok yang berada di samping kolam air. Dan tanpa sengaja menjatuhkan batu kerikil dari atas dinding ke kolam.
Sasha dikagetkan dengan mata patung kuda yang muncul cahaya emas saat Oly menjatuhkan batu kerikil dari atas dinding.
Sasha yang penasaran mencoba untuk menyentuh air kolam menggunakan ujung pedang Sasha, dan ternyata mata patung kuda itu menyala saat air di kolam bergerak.
“Guin, sepertinya air kolam ini adalah rahasianya, bagai mana jika aku membuat gelombang dengan pedang ku” kata Sasha sambil memperhatikan patung kuda di hadapannya
Sasha yang penasaran langsung mencoba apa yang Ia pikirkan. Sasha mengayunkan pedang ny untuk membuat gelombang pada kolam air yang mengelilingi patung itu.
Saat air kolam itu sudah bergelombang, cahaya yang terlihat dari patung kuda itu memancarkan cahaya emas ke arah lantai di jalur itu.
“Sasha lihat, cahayanya seperti menunjukkan sesuatu di lantai” kata Guin yang berada di belakang Sasha
“Benar, mungkin kita bisa tahu maksudnya setelah lantai ini di sentuh” kata Sasha
Sasha menyentuh lantai itu dengan tangan kanannya. Dan hal yang sebelumnya tidak terpikir kini terjadi di hadapan Sasha.
Air kolam itu tiba-tiba surut, dan patung kuda itu berputar menghadap jalan buntu di depan Sasha.
Dinding labirin yang kokoh itu perlahan terbuka. Dari kejauhan Sasha melihat hamparan padang rumput yang begitu hijau dan sebuah cahaya kecil berwarna ungu yang berkedip di tengah padang rumput.
“Kalau begitu ayo kita ke sana” ajak Guin
Sasha berlari menuju ujung dari labirin ini. Setelah keluar dari labirin, Sasha tercengang melihat pemandangan yang teramat indah yang ada di depannya.
“Waaawwww… aku belum pernah melihat pemandangan sebagus ini” kata Sasha tanpa berkedip
Terlihat hamparan padang rumput yang begitu hijau dan luas dengan pepohonan besar seakan menjadi dinding pelindung dari hamparan padang rumput yang luas ini.
“Sasha” teriak Zen dari kejauhan
“Paman Zen” saut Sasha melambaikan tangannya
Zen menghampiri Sasha yang sedang memperhatikan sesuatu di tengah padang rumput itu.
“Paman, apa itu cahaya dari lentera keberanian tingkat malam” tanya Sasha
“Iya, itu lentera nya, ayo kita ke sana” jawab Zen
Mereka pun berjalan menuju lentera yang berada di tengah padang rumput itu.
“Kau lumayan cepat bisa melewati labirin itu Sasha” kata Zen
“Benarkah, mungkin aku hanya beruntung Paman” jawab Sasha
“Tidak, aturan sebenarnya dari labirin ini adalah siapa yang memiliki tekad dan keberanian yang kuat akan dengan mudah melewati setiap jebakannya, dan akan menemukan sebuah jalan pintas untuk membuka pintu menuju padang rumput” jelas Zen
“Sepertinya aku memang menemukan jalan pintas itu, aku menemukan patung kuda putih yang ada di jalan buntu, tidak di sangka jalan buntu itu malah membuka sebuah pintu menuju padang rumput” kata Sasha
Setelah berjalan jauh Sasha dan Zen tiba di depan lentera keberanian tingkat malam. Nampak cahaya berwarna ungu yang cerah dari lentera itu. Bentuk dan material dari lentera ini sama dengan lentera keberanian tingkat siang.
Sasha mengambil lentera itu dengan hati-hati
“Aku sudah mendapatkan lentera ini Paman, selanjutnya bagaimana” tanya Sasha
“Selanjutnya kita menuju tempat lentera keberanian tingkat api, untuk tempat ini aku tidak bisa menjelaskannya, aku belum bisa menyelesaikan tingkat ini” jelas Zen
“Baiklah Paman, aku akan coba untuk mencapai tingkat itu, di mana tempat itu berada paman” tanya Sasha yang sangat bersemangat
__ADS_1
“Tempat itu berada di sebelah timur kerajaan Gunma, cukup jauh jaraknya, sebaiknya kita kembali dulu ke rumah untuk beristirahat” kata Zen
Mereka pun kembali ke labirin untuk keluar dari zona padang rumput.
Setelah keluar mereka kembali ke Gunma untuk beristirahat dan kembali meneruskan misi yang sedang di jalani oleh Sasha.
***
Sesampainya di Gunma mereka merencanakan perjalanan menuju tingkat keberanian yang berikutnya.
“Jelaskan sedikit tentang tempat lentera keberanian tingkat api yang akan kita datangi Paman” kata Sasha sambil menyiapkan perbekalan
“Tempat ini ada di suatu Gua yang gelap, menurut cerita yang aku dapat, Gua ini sangat dalam dan ada sebuah api abadi di dalamnya, api ini tidak akan padam walaupun terkena hujan” jelas Zen
“Apa ada bahaya dari makhluk buas di dalam Gua itu” tanya Sasha
“Aku tidak menemukannya saat aku masuk, namun ada suatu kekuatan yang sangat menyakitkan di dalam Gua” jawab Zen
“Kekuatan apa pun itu aku harus bisa melewati tempat itu” kata Sasha yang penuh semangat
Pagi itu mereka memulai perjalanan menuju Gua yang berada di sebelah timur kerajaan Gunma.
Jaraknya memang sangat jauh, sekitar 100km dari tempat mereka saat ini. Dalam perjalanan mereka melewati banyak rintangan yang cukup berbahaya, seperti jurang hutan hampa, apabila jatuh pada jurang ini sudah di pastikan akan mati. Selain itu ada juga mereka harus melewati kawasan semut api yang ada di sebuah hutan, mereka melewati kawasan ini harus dengan perlahan, jika mereka membuat gerakan yang mendadak semut api itu akan menyerang mereka dan juga akan memakan mereka sampai tersisa tulang. Pada kawasan ini mereka melihat banyak tulang manusia dan juga hewan yang sudah berlumut.
“Tempat ini menyeramkan sekali Paman, apakan tulang-tulang ini adalah hasil dari serangan semut api” tanya Sasha
“Benar, ini adalah ulah semut api. Sesuatu yang kecil tidak ada apa-apanya jika melawan yang besar, namun jika sesuatu yang kecil bergabung maka akan menciptakan kekuatan besar” jelas Zen
Setelah melewati kawasan semut api akhirnya mereka sampai di depan mulut Gua yang di maksud.
Nampak sebuah Gua yang terbentuk oleh bebatuan besar yang tertutup akar gantung di mulut Guanya.
Gua ini nampak tidak pernah terjamah manusia karena tidak ada tanda-tanda jejak manusia datang.
“Apa aku bisa masuk sekarang Paman” tanya Sasha
“Kembali periksa perlengkapan mu sebelum masuk, pastikan tidak ada yang tertinggal” kata Zen memperingatkan Sasha
Setelah selesai memeriksa perlengkapan, Sasha menghidupkan sebuah obor sebagai penerangan selama ada di dalam Gua. Sasha pun mulai masuk ke dalam Gua yang gelap itu.
“Di sini memang benar-benar gelap, untung saja aku ingat untuk membawa obor” kata Sasha
“Apa kalian siap” tanya Sasha yang menatap ke depan
“Aku dan Oly selalu siap menemani mu Sasha” kata Guin
Sasha mulai masuk ke dalam Gua. Saat di dalam Gua Sasha merasakan suasana yang sangat hening dan lembab.
Semakin dalam Sasha memasuki Gua, Sasha semakin merasakan nafasnya semakin sesak.
“Apa hal ini yang di maksud tekanan, ini lebih mirip dengan oksigen yang semakin menipis’ kata Sasha
“Benar, aku tidak merasakan kekuatan yang aneh di sini, ini memang hasil dari oksigen yang menipis” kata Guin
Karena tekad Sasha yang kuat, hal ini tidak menyurutkan Sasha untuk menemukan lentera keberanian tingkat api yang ada di dalam Gua ini.
Semakin jauh Sasha berjalan memasuki Gua, Ia semakin merasakan kalau oksigennya benar-benar menipis. Sasha hampir kehilangan kesadarannya.
“Guin, apa ini akhirnya, aku seperti tidak sanggup” kata Sasha yang merangkak di lantai Gua
“Jangan menyerah Sasha, aku merasa di depan sana tidak sama seperti ini” kata Guin membantu Sasha melangkah
Karena Guin dan Oly adalah roh, mereka tidak terkena efek yang tengah Sasha alami di dalam Gua.
Sasha semakin masuk dan menemukan sebuah air terjun di dalam Gua. Air terjun ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 10 meter, namun airnya lumayan deras.
Sasha merasa di tempat Ia berada sekarang ini oksigennya kembali normal.
“Aku sudah bisa bernafas lega di sini, syukurlah’ kata Sasha sambil tersenyum
“Tapi kemana kita selanjutnya, tidak ada jalan lagi, Aku harus kemana” kata Sasha sambil melihat ke segala arah
Sasha berjalan kesana-kemari untuk menemukan jalan yang harus Ia tempuh, namun Sasha hanya melihat dinding gua yang tidak memiliki cela.
“Tidak ada jalan lagi di sini, apakan Paman Zen tidak salah memberikan informasi” kata Sasha mengeluh
“Sepertinya tidak Sasha, aku merasakan seperti ada ruang di balik air terjun ini, tapi aku juga tidak yakin” kata Guin sambil memandangi air terjun
“Baiklah, karena tidak ada jalan lain lagi, aku akan mencoba menerobos air terjun ini” kata Sasha dengan ekspresi wajah kesal.
__ADS_1