Reveal The Secret

Reveal The Secret
CHAPTER 19 _ Keyakinan


__ADS_3

Setelah pertandingan antara Sasha dan Juge berakhir, dilanjutkan dengan pertandingan antara Nian’er dari desa Gunma melawan Takeda dari prajurit kerajaan Gunma. Pertandingan antara Nian’er dan Takeda berlangsung lumayan lama dan sangat sengit, mengingat Nian’er adalah salah satu kepala keamanan desa Gunma yang sangat terlatih dalam teknik beladiri, sedangkan Takeda juga adalah salah satu prajurit berbakat dari kerajaan.


Kerajaan Gunma memiliki prajurit andalan dan juga spesial yang terkenal dengan sebutan prajurit awan. Prajurit awan bertugas mengamankan istana kerajaan dan sangat jarang menerima misi rahasia dari Sang Raja. Selain itu juga prajurit awan bertugas melindungi Raja atau Ratu saat melakukan perjalanan keluar istana.


Nian’er mendapat kekalahan karena Ia terlebih dahulu kehabisan energi dibandingkan Takeda. Di sisi lain Takeda menang satu langkah karena masih tersisa sedikit energi untuk mengeluarkan serangan terakhir. Pertandingan ini terbilang sangat sangat adil dan juga sangat seimbang karena keduanya memiliki kekuatan yang hampir setara. Namun dalam setiap pertandingan harus ada yang menang dan yang kalah.


Akhirnya pertandingan antara Nian’er dan Takeda berakhir dengan kemenangan milik Takeda dari prajurit awan.


Setelah pertandingan antara Nian’er dan Takeda berakhir, pemandu pertandingan mengumumkan bahwa pertandingan akan di lanjutkan mulai besok siang. Bersama dengan berakhirnya pertandingan malam pertama itu, semua penonton dan juga para peserta meninggalkan lapangan istana dan kembali ke desa masing-masing.


***


Keesokan harinya di Kuil desa Nara.


“Selamat pagi Paman Zen” tegur Sasha yang menghampiri Zen di pinggir lapangan latihan kuil.


“Selamat pagi Sasha” jawab Zen.


Zen menanyakan keadaan Sasha setelah malam sebelumnya melewati pertandingan yang tidak mudah untuk Sasha lewati. Selain itu Zen juga memberi saran kepada Sasha untuk pertandingan selanjutnya yang kemungkinan akan Sasha lakukan saat malam hari.


Selain memberikan saran, Zen juga menemani Sasha berlatih pedang pagi ini. Zen memberikan sedikit trik untuk menghindari serangan lawan tanpa banyak mengeluarkan energi tubuh.


Selain mengajarkan trik menghindar, Zen juga selalu mengingatkan kepada Sasha untuk tidak selalu menyerang lawan sebelum mengetahui karakter dari petarung yang menjadi lawan Sasha.


“Sepertinya untuk sementara kita akhiri latihan kali ini” kata Zen sambil memasukkan pedangnya ke serangka.


“Baik Paman. Terimakasih atas pencerahannya. Aku akan kembali berlatih teknik segel rahasia” kata Sasha sambil memberi hormat dan kembali ke kamarnya untuk berlatih.


Sasha bersila di atas tempat tidurnya untuk memulai meditasi dan memahami teknik segel rahasia.


Beberapa saat setelah Sasha menutup matanya, terdengar suara Master Wu didalam kamar Sasha.


“Murid ku, lama tidak jumpa” kata Master Wu yang berdiri di depan Sasha.


Sasha yang kaget mendengar suara Master Wu langsung berdiri dari tempat tidur dan membungkuk untuk memberi hormat.


“Hormat kepada Master. Bagaimana kabar Master” tanya Sasha dalam posisi hormat.


“Aku baik-baik saja. Bagaimana pencapaian beladiri mu sekarang” tanya Master Wu.


Sasha pun mulai menjelaskan apa saja yang sudah Ia lewati sejak terakhir berkomunikasi dengan Master Wu. Sasha juga menceritakan bahwa di dalam alam bawah sadar Sasha kini terdapat perpustakaan jiwa yang muncul setelah sebelumnya menyerap energi dari 7 lentera keberanian. Sasha menjelaskan bahwa dalam perpustakaan jiwa terdapat banyak teknik seni beladiri yang misterius termasuk teknik segel rahasia yang tengah Ia dalami saat ini.


“Lalu sudah sampai tingkat berapa pencapaian mu saat ini’ tanya Master Wu.


“Sudah di tingkat dasar. Dan aku berencana ingin memahami tingkat menengah saat ini” jawab Sasha.


Setelah mendengar penjelasan Sasha, Master Wu memberi tahu sejarah tentang teknik segel yang sedang Sasha pelajari.


Teknik segel rahasia adalah salah satu teknik rahasia yang diciptakan oleh Klan segel. Klan ini sudah menghilang sejak puluhan abad lalu tanpa menyisakan jejak sedikit pun termasuk teknik segel rahasia yang tengah Sasha pelajari. Menurut rumor yang beredar, Klan segel menyimpan teknik segel rahasianya dalam sebuah batu prasasti yang berada di puncak gunung tertinggi di belahan bumi bagian barat. Teknik ini kemudian dipelajari oleh salah satu ahli beladiri yang juga tidak diketahui keberadaannya. Seorang ahli ini kemudian mengangkat beberapa murid setelah berhasil mempelajari teknik segel rahasia yang Ia temukan. Karena ada salah satu murid yang memberontak dan berencana merebut catatan tentang segel rahasia, akhirnya sang ahli tersebut menghancurkan catatan yang Ia dapat dan sejak saat itu juga sang ahli menghilang tanpa jejak.


“Lalu apakah ada yang menguasai teknik segel rahasia setelah sang ahli itu menghilang” tanya Sasha kepada Master.


“Sayangnya tidak ada satu pun yang mendapat warisan teknik segel rahasia sampai sekarang” jelas Master Wu kepada Sasha.


“Kalau tidak ada yang bisa menguasai teknik segel rahasia, mengapa sampai sekarang ada teknik segel yang sering digunakan” tanya Sasha.


“Sebenarnya itu bukanlah teknik segel rahasia, itu adalah teknik yang di buat oleh para ahli yang meniru teknik segel rahasia. Kekuatannya hampir mirip, namun masih tidak bisa dibandingkan dengan teknik segel rahasia yang asli” jawab Master Wu.


Mendengar penjelasan Master Wu tentang asal-usul teknik segel rahasia yang misterius. Sasha berfikir mungkin sebenarnya teknik segel rahasia tidak sebenarnya menghilang atau dihancurkan, melainkan masih tersimpan di suatu tempat yang tidak bisa di jangkau sekali pun itu adalah para ahli tingkat tinggi.

__ADS_1


“Master, bagaimana tentang perpustakaan jiwa yang ada pada ku saat ini. Apakah ada penjelasan tentang hal itu” tanya Sasha.


“Perpustakaan jiwa bisa di bilang adalah sebuah warisan dunia. Perpustakaan jiwa akan memilih pewarisnya sendiri. Di dunia yang luas ini akan ada satu pewaris perpustakaan jiwa dan tidak akan menjadi dua orang. Leluhur dari keluarga mu sempat ada yang mewarisi perpustakaan jiwa, namun sangat di sayangkan Ia terbunuh saat sedang menjalankan misi rahasia” kata Master Wu yang menjelaskan kepada Sasha.


“Lalu, apakah 7 lentera keberanian memang sebagai jembatan untuk mendapatkan perpustakaan jiwa” tanya Sasha.


“Sepertinya tidak, leluhur mu saat itu mendapatkan perpustakaan jiwa sewaktu Ia membangkitkan energi yinyang di dalam tubuhnya. Sebenarnya 7 lentera keberanian adalah sebuah peta harta karun, dimana harta karun itu adalah sebuah metode untuk mempelajari sebuah teknik beladiri tingkat atas. Tidak di sangka kau malah mendapatkan perpustakaan jiwa yang melegenda. Sungguh anugrah dari dewa” jawab Master Wu.


Setelah Master Wu banyak menjelaskan tentang apa yang dialami Sasha, di ujung pertemuan Master Wu memberikan sebuah teknik yang bisa mempercepat Sasha saat mempelajari teknik segel rahasia.


Teknik yang diajarkan Master Wu di sebut dengan teknik penyulingan. Teknik ini biasa digunakan untuk memahami suatu teknik beladiri agar cepat untuk bisa dikuasai.


Master Wu menuntun Sasha mempelajari teknik segel rahasia menggunakan teknik penyulingan. Sasha berhasil menguasai teknik penyulingan dengan cepat. Teknik penyulingan sendiri adalah salah satu teknik dasar dalam beladiri, jadi wajar saja dengan bakat Sasha yang bagus bisa dengan cepat menguasai teknik ini.


Setelah Master Wu meninggalkan Sasha, Sasha meneruskan mempelajari teknik segel rahasia.


Dengan metode penyulingan yang diajarkan Master Wu, Sasha lebih mudah menyalurkan energi untuk memahami setiap susunan segel rahasia tingkat menengah.


Setelah 3 jam berlalu sejak Sasha mulai melakukan penyulingan teknik segel rahasia, akhirnya Sasha menyudahi latihannya untuk sementara.


Sejauh ini Sasha sudah memahami hampir seluruh susunan tadi teknik segel rahasia tingkat menengah.


“Luar biasa, teknik penyulingan ini benar-benar membantu” ucap Sasha setelah membuka matanya.


“Walaupun aku belum sepenuhnya menguasai teknik segel rahasia tingkat menengah, sepertinya aura kekuatannya sudah mulai terasa. Aku akan mencoba untuk menggambarkan satu formasi segel di tingkat menengah” ucap Sasha yang bersemangat.


Sasha pun mencoba menggambarkan sebuah formasi susunan pada lantai kamar Sasha.


Setiap susunan segel yang digambarkan tidak akan memiliki fungsi sebelum sang pembuat segel mengaktifkan susunan formasi tersebut. Dalam hal ini Sasha hanya mencoba menggambarkan tanpa mengaktifkan susunan formasi yang akan Ia buat.


Sasha pun mulai membuat mantra segel yang Ia bentuk seperti segi tiga. Setelah itu Ia juga menempatkan sebuah gambar burung hantu yang sedang mengepakkan sayapnya tepat pada titik tengah dari pola mantra segi tiga yang sebelumnya sudah Ia buat. Burung hantu merupakan simbol dari keluarga Linch jadi Sasha menggunakan burung hantu sebagai tanda pengenal kalau pembuat segel ini berasal dari keluarga Linch.


“Berhasil, polanya terbentuk dengan sempurna. Selain itu, walaupun aku belum mengaktifkan segel ini tetapi susunannya sudah bisa memancarkan aura mengikat walaupun tipis” kata Sasha yang tengah memandangi hasil dari karyanya.


“Aku akan kelapangan untuk mencoba menggambar susunan segel rahasia dan akan ku coba untuk mengaktifkannya” kata Sasha dalam hati sambil berjalan kearah pintu keluar.


Segel yang tidak diaktifkan oleh master pembuatnya akan menghilang dengan sendirinya selama sepuluh menit.


Setibanya Sasha di lapangan, Sasha mulai menggambar ulang susunan segel yang sebelumnya sudah Ia buat di dalam kamarnya.


Sasha mencoba membuat segel tepat pada posisi tengah lapangan latihan, yang selanjutnya Sasha akan mencoba untuk mengaktifkan susunan segel rahasia tersebut setelah Ia selesai menggambarnya.


Beberapa saat setelah selesai menggambar, Sasha menyalurkan energi pada susunan tersebut untuk mengaktifkan segelnya.


Sangat luar biasa, sebelumnya Sasha hanya merasakan aura mengikat yang tipis sebelum mengaktifkannya. Namun sangat jauh berbeda setelah segelnya telah aktif, aura mengikatnya semakin kuat terasa.


“Aku berhasil” kata Sasha dengan ekspresi bahagia.


“Tapi aku belum tau apa kegunaan dari teknik segel rahasia tingkat menengah ini. Sebaiknya aku menemuai Guru untuk mendapat pencerahan” ucap Sasha dan pergi menemui Guru di ruang pribadinya.


Sasha berlari menuju ruangan Guru. Setelah Ia sampai, terlihat Guru yang sedang bermeditasi ditempat duduk khusus pada ruangan pribadinya.


“Guru, maaf aku sudah mengganggu ketenangan Guru” kata Sasha sambil menunduk dan memberi hormat.


“Apa kamu sudah bisa membuat segel tingkat menengah. Sepertinya aku tidak salah menduganya” kata Guru sambil membuka matanya secara perlahan.


“Benar Guru, tapi aku rasa ini belum sempurna” jawab Sasha.


“Ini memang belum sempurna, aku bisa merasakan auranya. Tapi aku yakin dengan waktu dekat kamu bisa menguasainya dengan sempurna” kata Guru.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Sasha pun mengajak Guru untuk melihat susunan segel yang Ia buat.


Sesampainya di lokasi segel, Guru tercengang melihat hasilnya.


“Luar biasa, ini adalah energi yang sangat murni yang terpancar dari segel yang Sasha buat. Berbeda dengan kualitas segel yang ada pada gulungan rahasia, walaupun sama-sama di tingkat menengah, segel buatan Sasha ini terasa berbeda walaupun belum sempurna” kata Guru dalam hati.


Sejenak Guru memikirkan hal yang aneh dari susunan segel yang Sasha buat, namun Guru tidak menemukan sesuatu yang ganjil.


“Sasha, apa kamu tidak ingin mencoba susunan segel ini” tanya Guru.


“Bagaimana caranya Guru, karena aku belum memahami seutuhnya, aku belum tau bagaimana cara menggunakannya” jawab Sasha.


“Ini tidak sesulit yang kau bayangkan. Segel rahasia tingkat menengah memiliki jarak area jangkauan, semakin besar jaraknya maka semakin besar energi yang dibutuhkan untuk mengaktifkannya. Dalam hal ini kamu belum menyadari akan hal itu” jelas Guru kepada Sasha.


“Apakah kamu merasakan kalau energi pada tubuh mu sedikit demi sedikit terkikis” tanya Guru.


“Iya Guru, apa ada cara untuk mengatasi ini Guru. Aku merasa energi akan bener-benar habis jika begini” kata Sasha yang terlihat agak lemas.


“Sekarang kamu batalkan segel ini dulu dan mulai untuk menyerap energi alam. Isi kembali energi mu yang sudah terkikis oleh susunan segel yang kau buat ini” jelas Guru.


Sasha pun membatalkan susunan segel tersebut dan mulai untuk memulihkan energinya.


Bersamaan dengan Sasha memulihkan energinya, Guru menjelaskan tentang cara menggunakan teknik segel rahasia tingkat menengah.


Guru menjelaskan bahwa susunan segel tingkat menengah harus di kontrol seberapa luas jangkauannya. Sebelumnya Sasha hanya mengaktifkan susunan segel tanpa mengatur jangkauannya, itu lah yang mengakibatkan energinya terkikis sedikit demi sedikit. Tentu saja hal ini berbahaya bagi Sasha.


Setelah Sasha selesai memulihkan energinya, Guru meminta Sasha membuat ulang segel yang sebelumnya sudah Ia batalkan. Kali ini Guru meminta Sasha untuk mengontrol jangkauannya.


“Berhasil Guru, energi ku jauh lebih stabil setelah mengontrol jangkauan segelnya” kata Sasha yang selesai membuat ulang segel.


“Bagus, aku percaya kamu bisa melakukannya” ucap Guru memberi selamat.


“Aku akan memanggil Zen agar menemani mu mencoba teknik segel ini. Saat Zen menemani mu, mintalah Ia untuk menyerang mu, dan saat Ia sudah siap melepaskan serangannya, coba untuk mengunci gerakannya menggunakan teknik segel yang baru saja kau kuasai. Dan ingat untuk mengontrol jaraknya” kata Guru sebelum meninggalkan Sasha.


Saat Guru memanggil Zen untuk menemani Sasha berlatih, Sasha memikirkan perkataan Guru tentang mengunci pergerakan Zen. Sasha tidak yakin bisa melakukan itu, namun tidak ada alasan untuk tidak mencobanya.


“Sasha, apa kau butuh bantuan” tanya Zen yang sudah tiba di lapangan.


“Iya Paman, aku ingin mencoba teknik segel rahasia tingkat menengah yang baru saja ku kuasai” jawab Sasha.


“Kau sungguh sudah menguasainya hanya dengan waktu singkat yang tidak sampai dua hari. Sangat luar biasa” kata Zen yang kagum dengan pencapaian Sasha yang begitu luar biasa.


“He…he… paman terlalu memuji” ucap Sasha tersenyum malu.


Setelah bersiap di posisi mereka masing-masing, mereka pun memulai latihannya.


“Baiklah Paman, silahkan serang aku sekarang” kata Sasha yang sudah bersiap.


Zen pun menyerang Sasha yang berdiri sekitar 10 meter di depan Zen.


“Ini saatnya. TEKNIK SEGEL RAHASIA” teriak Sasha bersamaan dengan serangan Zen yang mengarah ke Sasha.


“Hahh… apa yang terjadi, serangan ku berhenti begitu saja. Sepertinya Sasha berhasil” kata Zen dalam hati.


Setelah beberapa kali Zen menyerang Sasha, serangan Zen tidak mampu mengenai Sasha. Zen merasa heran dan sekaligus merasa bangga dengan pencapaian Sasha.


“Walaupun dari beberapa serangan Zen tidak bisa menyentuh mu, kau tetap harus waspada dan bersiap menghindar, kekuatan mengikat segel ini ada batasnya, dan akan terpatahkan jika menahan serangan yang terlalu besar. Zen tidak menyerang mu dengan kekuatan penuh, jadi tingkat kesuksesan teknik segelnya menjadi besar” kata Guru di pinggir lapangan yang melihat Sasha dan Zen berlatih.


“Baik Guru, aku akan mengingat perkataan Guru” ucap Sasha sambil memberi hormat.

__ADS_1


__ADS_2