Reveal The Secret

Reveal The Secret
CHAPTER 18 _ Langkah Baru


__ADS_3

Pagi hari yang cerah di dalam kuil desa Nara.


Sasha yang sudah siap untuk berlatih keluar dari kamarnya yang tepat berada di samping lapangan latihan kuil desa Nara.


Terlihat Zen berdiri di atas pedangnya yang tertancap ke tanah, Zen yang sedang berlatih keseimbangan di tengah lapangan sambil berjemur terlihat serius dan fokus pada latihannya, Sasha yang tidak berniat untuk mengusik Zen berjalan menuju pohon besar di pinggir lapangan untuk berlatih teknik segel rahasia.


Sasha berambisi untuk sesegera mungkin mencapai teknik segel rahasia tingkat menengah agar bisa membuka segel di gulungan rahasia peninggalan keluarga Linch.


Dengan tekad dan ambisi yang kuat Sasha mulai memahami teknik segel rahasia tingkat dasar setelah sebelumnya berhasil memahami teknik segel tingkat biasa.


Setelah lebih dari tiga jam Sasha melakukan latihan, Zen terlebih dahulu menyelesaikan latihannya. Zen yang melihat Sasha sedang berlatih tidak ingin mengganggu konsentrasinya mengingat bahwa memahami teknik segel rahasia tidak lah mudah.


Zen memutuskan untuk menunggu Sasha di samping lapangan latihan dan terus memantau Sasha jika ada hal berbahaya dalam latihannya.


Tidak terasa matahari hampir terbenam dan Sasha masih belum selesai dengan latihannya. Zen yang cemas menemui Guru dan bertanya apakah Sasha dalam keadaan yang baik-baik saja.


“Guru, sudah sejak tadi pagi Sasha berlatih teknik segel rahasia namun sampai sekarang belum selesai juga. Apakah dia mendapatkan masalah” tanya Zen kepada Guru yang sedang minum teh di ruangannya.


“Jangan khawatir, jika Ia sudah dari pagi berlatih, seharusnya sebentar lagi Ia selesai” jawab Guru dengan santai.


Zen pun kembali melihat Sasha di lapangan latihan. Namun Zen kaget karena Sasha sudah tidak ada di tempat sebelumnya.


“Paman” kata Sasha dari arah belakang Zen berdiri.


Zen yang kaget langsung berbalik kebelakang dengan wajah panik.


“Apa Paman baik-baik saja, kenapa wajah Paman kelihatan panik begitu” tanya Sasha.


“Tentu saja aku panik, sebelumnya aku melihat kau berlatih di bawah pohon itu dan tiba-tiba kau mengagetkan ku dari belakang” jawab Zen sambil memegang dadanya.


“Ha…ha…ha… maafkan aku Paman sudah membuat mu khawatir” ledek Sasha.


“Lalu bagaimana latihan mu, apa kamu berhasil” tanya Zen.


“Iya Paman, akhirnya aku berhasil menguasai teknik segel rahasia tingkat dasar. Tinggal satu teknik lagi aku bisa membuka segel yang ada di gulungan rahasia itu” jawab Sasha.


Setelah Sasha menjelaskan pencapaiannya, Sasha pun menguji teknik segel tingkat dasar ke pedangnya.


Saat Zen mengetesnya, Zen merasakan energi penolakan yang lebih kuat dari sebelumnya. Teknik segel yang Sasha kuasai jauh lebih kuat dari tingkat sebelumnya.


Dari teknik segel tingkat dasar yang sudah di kuasai Sasha, kini Ia bisa menyegel senjata dengan lebih kuat. Selain itu teknik segel tingkat dasar ini juga bisa di gunakan untuk menyegel surat rahasia yang biasa di kirim untuk pejabat kerajaan.


Setelah Sasha selesai menguji pencapaian barunya, Zen mengajak Sasha untuk melihat perayaan ulang tahun Sang Ratu.


“Kalau begitu ayo kita lihat perayaan ulang tahun Sang Ratu di desa Gunma” ajak Zen.


Sasha dan Zen pun pergi ke desa Gunma setelah meminta izin kepada Guru.


***


Suasana desa Gunma malam ini benar-benar ramai dan meriah. Sasha dan Zen berkeliling mulai dari gerbang utama desa Gunma sampai ke pasar Gunma. Di pasar Gunma lebih ramai karena ada banyak benda-benda unik yang di jual oleh pedagang dari lima desa yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Gunma.


Sasha tertarik dengan salah satu kios yang menjual pedang dan juga alat beladiri lainnya.


“Gadis kecil, apa ada yang bisa aku bantu” kata pedagang kios senjata.


“Ahh.. tidak Paman, aku hanya melihat-lihat koleksi mu saja” jawab Sasha.


“Ini adalah karya terbaik ku dari desa Gaki. Senjata-senjata ini berada di kelas dasar namun kualitasnya sangat baik” kata penjual kios.

__ADS_1


Dalam level senjata juga terdapat beberapa tingkatan namun berbeda dengan tingkat pada teknik rahasia. Dalam pembagian tingkat senjata di bagi menjadi 4 tingkatan yaitu, tingkat dasar, menengah, atas dan tingkat soul weapon. Senjata tingkat soul weapon adalah senjata yang tadinya berada di tingkat atas, karena penyatuan jiwa dan juga energi murni pemiliknya senjata itu bisa naik kelas ke tingkat soul weapon. Walaupun terdengar sederhana, untuk menjadikan suatu senjata ke tingkat soul weapon butuh proses yang panjang dan sangat sulit.


Pada buku sejarah kerajaan Gunma yang pernah di baca oleh Sasha tercatat beberapa orang yang memiliki soul weapon termasuk setiap raja yang memimpin kerajaan Gunma.


Saat sedang melihat-lihat senjata di salah satu kios, terdengar beberapa prajurit yang menaiki kuda sedang mengumumkan bahwa ada perlombaan seni beladiri yang di adakan di halaman istana kerajaan.


“Paman, apakah setiap tahun ada perlombaan semacam ini” tanya Sasha kepada Zen.


“Iya, ini adalah malam ke 2 perayaan ulang tahun Sang Ratu. Malam pertama perayaan di khususkan untuk mendoakan Sang Ratu. Malam ke 2 adalah perlombaan seni beladiri, sedangkan malam ke 3 adalah malam final perlombaan sekaligus pemberian hadiah dari Sang Ratu” jelas Zen.


“Apakah aku boleh mengikuti lomba itu Paman” tanya Sasha.


“Aku ragu mengizinkan mu atau tidak. Identitas mu tidak boleh tersebar karena misi rahasia dari keluarga Linch. Di samping itu perlombaan ini juga bagus untuk meningkatkan teknik beladiri mu” kata Zen yang bingung.


“Aku punya cara agar identitas ku tidak di ketahui orang banyak” kata Sasha sambil tersenyum.


Sasha pergi ke salah satu kios yang menjual kain dan membeli kain berwarna biru muda yang sama dengan pakaian yang Sasha kenakan.


Sasha berniat menjadikan kain yang Ia beli sebagai penutup wajah selama Ia mengikuti perlombaan. Sasha menutupi hidung dan mulutnya menggunakan kain itu sehingga wajahnya tidak di kenali orang lain.


“Bagaimana Paman, apa begini sudah aman” kata Sasha yang sudah menutup sebagian wajahnya dengan kain.


“Lumayan, kalau begitu ayo kita pergi mendaftar” ajak Zen.


Mereka menuju gerbang istana kerajaan untuk mendaftar.


Dalam perlombaan seni beladiri yang diadakan di istana, selain pesilat dari ke 5 desa juga ada beberapa yang berasal dari prajurit istana.


“Siapa nama mu” tanya panitia pendaftaran.


“Lisa, dari kuil desa Nara” jawab Sasha.


Selain menggunakan penutup wajah, Sasha juga menggunakan nama samaran agar benar-benar identitasnya tidak terbongkar.


Zen yang tidak mendaftar sebagai peserta harus mendaftar sebagai penonton di tempat pendaftaran yang berbeda dengan Sasha.


Setelah Sasha dan Zen bertemu di dalam istana, mereka berjalan ke tribun penonton yang telah disiapkan untuk menyimak hasil undian para peserta tanding.


“Baiklah hadirin sekalian. Peserta perlombaan kali ini tidak banyak dibandingkan peserta tahun lalu. Hanya ada delapan peserta yang akan bertanding di acara ini” kata pembawa acara yang ada di atas panggung arena.


Pada saat ini kerajaan Gunma memiliki konflik internal yang mengakibatkan banyak petarung handal tidak unjuk kekuatan dalam acara tahunan ini. Selain itu, banyak petarung yang sedang bertugas mengamankan keadaan kerajaan di bawah perintah Raja saat ini.


“Pemenang dari perlombaan kali ini akan menghadapi juara bertahan tahun lalu” jelas pemandu pertandingan.


“Baiklah. Pertandingan pertama akan segera di mulai. Silahkan naik ke arena untuk peserta di partai pertama antara Lisa dari kuil desa Nara berhadapan dengan Juge dari desa Gaki” kata pemandu pertandingan mempersilahkan peserta untuk ujuk kehebatan.


Sasha adalah satu-satunya peserta wanita dalam perlombaan kali ini. Selama bertahun-tahun sangat jarang petarung wanita yang ikut serta dalam perlombaan.


Kebanyakan dari wanita berbakat di kerajaan Gunma akan di rekrut oleh desa Kiso untuk mendalami teknik pengobatan dan juga teknik pembuatan obat.


“Karena kedua peserta sudah naik ke atas arena, maka pertandingan kali ini resmi di mulai. Sebagai catatan. Dalam pertandingan ini tidak diperkenankan untuk membunuh, apabila salah satu pihak sudah mengakui kekalahan atau keluar dari arena maka pertandingan akan berakhir” jelas pemandu pertandingan dan setelah itu pergi meninggalkan arena.


Pertandingan pun di mulai, Sasha dan juga Juge bersiap untuk beradu kekuatan.


“He…he…he… masih ada waktu untuk menyerah gadis manis. Tak perlu repot-repot melukai tubuh mu untuk melawan pesilat ini” kata Juge mengejek Sasha.


“Hasilnya belum ditentukan. Simpan saja bualan mu itu pria bau. HIYAAA” kata Sasha sambil menyerang Jugo.


Beberapa serangan sudah Sasha keluarkan dan sama sekali tidak berefek pada lawan tandingnya. Dari situasi ini terlihat kalau Juge jauh lebih berpengalaman dalam bertarung.

__ADS_1


“Apakah hanya itu kemampuan gadis dari kuil desa Nara. Sangat tidak sesuai dengan nama besar Master mu” ucap Juge yang masih berdiri santai tanpa mencabut pedang dari punggungnya.


“Tidak bisa seperti ini terus, aku harus menggunakan teknik pedang yang sudah aku pelajari. Mungkin akan bisa menutup ocehan pria tak tau diri ini” kata Sasha dalam hati.


Sasha pun mulai menyatukan energi tubuhnya dengan energi pedang yang Ia pegang.


“Bersiap lah pria bau, akan ku buat kau menyesali perkataan mu yang merendahkan Master kuil desa Nara. Terima ini. TEKNIK PEDANG API” teriak Sasha sambil melancarkan serangan ke arah Juge.


“Hahh… apa ini…!!! mengapa tiba-tiba wanita ini memiliki energi yang sangat kuat. Aku terpaksa harus menahan serangan ini dengan senjata ku” kata Juge yang panik dan mencabut senjatanya.


Serangan Sasha kali ini membuat Juge terdorong mundur dan terluka karena menahan serangan Sasha secara langsung.


“Lumayan, kau bisa membuat ku terpojok kali ini. Aku sudah meremehkan mu” kata Juge sambil mengusap darah di bibirnya.


“Kali ini aku tidak main-main lagi. Terima serangan ku ini. TEKNIK PEDANG BAYANGAN” teriak Juge yang membalas serangan Sasha.


Teknik yang dikeluarkan Juge tidak lebih lemah dari serangan pedang api Sasha. Seperti namanya, teknik pedang bayangan ini mengeluarkan banyak bayangan pedang yang melesat dengan cepat kearah Sasha. Sasha yang sigap melompat ke sana kemari untuk menghindari serangan itu. Sasha terkena sedikit goresan di tangan kiri akibat serangan Juge.


“Lumayan, kau dapat menghindari serangan teknik pedang bayangan ku. Kita lihat apa kau bisa menahan serangan selanjutnya dari pria hebat ini” kata Juge yang kembali mengejek Sasha.


“TERKNIK PEDANG ILUSI…!!!” teriak Juge melancarkan serangan lanjutan.


“Oh tidak, pria ini tidak memberi ku waktu untuk mengatur nafas” ucap Sasha dalam hati.


Kali ini Sasha melihat ada lima Juge yang tengah mengelilingi Sasha. Ke lima bayangan Juge ini sangat nyata namun Sasha tidak merasakan energi Juge seperti sebelumnya, Sasha merasa energi dari bayangan Juge ini jauh lebih lemah di banding juge yang sebelumnya.


Sasha menebas beberapa bayangan dengan pedangnya, namun tidak berefek dan malah serangan baliknya jauh lebih kuat dari serangan Sasha.


“Bagaimana ini, satu bayangan saja serangannya kuat seperti ini. Bagaimana jika mereka menyerang bersamaan, aku tidak yakin akan selamat” kata Sasha dalam hati sambil memperhatikan ke lima bayangan Juge.


Sasha masih mencoba menyerang beberapa bayangan dan menerima serangan balasan dari bayangan yang Ia serang. Dari beberapa serangan yang Sasha dapat, Sasha merasa ada yang aneh dari gaya bertarung bayangan yang Ia hadapi. Sasha teringat saat beberapa kali menghadapi serangan ilusi di misi menemukan rahasia sebelumnya.


Pada teknik pedang ilusi ini Sasha menyadari kalau Ia tidak menyerang bayangan maka bayangan ini tak akan menyerang Sasha. Selain itu hanya bayangan yang Ia serang yang akan melakukan serangan balik.


Sasha berfikir kalau sebenarnya Juge yang asli tidak ada di salah satu bayangan yang Sasha hadapi. Mengetahui hal itu Sasha pun menutup matanya untuk berkonsentrasi menemukan Juge yang asli.


“Dari beberapa kali aku menemukan teknik ilusi seperti ini aku teringat kalau ilusi adalah hal yang tidak nyata. Aku yakin Juge ada di suatu tempat yang berbeda dari ke lima bayangan ini” kata Sasha dalam hati.


Setelah beberapa saat Sasha memfokuskan pikiran dan mencoba merasakan energi Juge. Akhirnya Sasha menemukan titik lemah dari teknik pedang ilusi milik Juge.


“Ha…ha… aku menemukan mu pria busuk. Bersiap lah untuk keluar arena” kata Sasha yang bersiap mengeluarkan serangan.


“TEKNIK PEDANG API…!!!” teriak Sasha yang melompat ke atas dan menemukan Juge yang asli tepat di atas Sasha berdiri.


Sasha berhasil mengenai Juge dan teknik pedang ilusi menghilang.


Juge yang tidak siap dengan serangan mendadak Sasha akhirnya terkena serangan Sasha dengan telak dan mengeluarkannya dari arena bertanding.


“PEMENANGNYA LISA DARI KUIL DESA NARA” kata pemandu pertandingan dengan suara keras.


Sasha berhasil mengalahkan Juge dan melaju ke pertandingan selanjutnya.


Setelah Sasha turun dari arena dan menuju tempat istirahat yang sudah disediakan panitia penyelenggara, bersamaan dengan itu terdengar suara tepuk tangan yang sangat meriah dari bangku penonton. Selain itu juga, banyak dari penonton yang merasa kaget dengan hasil pertandingan barusan. Wajar saja, Juge adalah salah satu petarung terbaik dari desa Gaki, sudah banyak misi rahasia yang diberikan pihak kerajaan kepadanya dan Ia berhasil menyelesaikan misi tersebut dengan hasil yang baik.


Setelah pertandingan ini Sasha pasti akan jadi sorotan banyak orang dan tentu saja lawan berikutnya akan jauh lebih siap menghadapi Sasha.


“Selamat atas kemenangan pertama mu” kata Zen yang menunggu Sasha di bawah arena pertandingan.


“Terimakasih paman. Mulai dari sekarang keberadaan ku disini pasti banyak memancing perhatian juga pertanyaan dari banyak orang” kata Sasha sambil terus berjalan bersama Zen.

__ADS_1


“Yah, mau bagaimana lagi, hal itu sudah pasti terjadi. Sebaiknya selama acara ini berlangsung kamu tidak terlalu menampakkan diri ke banyak orang demi menghindari pertanyaan yang sulit” kata Zen mengingatkan Sasha.


__ADS_2