Reveal The Secret

Reveal The Secret
CHAPTER 9_ 7 Tingkat Keberanian


__ADS_3

Gunma sangat menyimpan banyak hal yang sulit di mengerti oleh Sasha, kondisi pemerintahan yang sebelumnya tidak terpikir oleh Sasha.


Selain itu juga keluarga Linch memiliki keterikatan dengan kerajaan Gunma.


Sampai saat ini Zen belum juga menceritakan tentang keluarga Linch. Selain itu juga Sasha masih tidak menyangka akan melakukan petualangan yang sangat tidak biasa dan bertemu makhluk yang benar-benar tidak biasa. Semua kejadian yang Sasha alami di Gunma sangat berbeda dengan kenyataan yang di jalani oleh Sasha di dunia aslinya.


Sasha tiba di rumahnya setelah melakukan perjalanan waktu dari Gunma.


“Akhirnya sampai” kata Sasha yang langsung duduk di atas tempat tidurnya


“Sampai sekarang aku masih heran dengan wajah Sang Ratu yang sangat mirip dengan ku, apakan aku dan Ratu memiliki ikatan” pikir Sasha dalam hati


Memikirkan tentang kemiripannya dengan Ratu Gunma membuat tekad Sasha semakin kuat untuk segera mengungkap rahasia yang tersimpan dari buku yang Ia temukan di rumah Nenek.


Kembali Sasha teringat tenteng gulungan rahasia yang sebelumnya Ia dapatkan dari hutan gelap bersama Zen.


“Aku masih belum bisa membuka segel gulungan yang aku dapatkan, sepertinya aku harus mencari petunjuk dari buku, aku akan membukanya” kata Sasha dan berjalan mengambil bukunya yang ada di laci meja belajarnya


Kembali Sasha menemukan sebuah kalimat yang terlihat dari halaman buku. Kali ini warna tulisan kembali seperti semula, tidak berwarna merah lagi,


-Saat semua sudah pada waktunya, hal yang sulit akan menjadi mungkin-


-Keberanian memiliki 7 tingkatan, Siang, Malam, Api, Air, Bumi, Langit, dan Tak terbatas. Nyalakan keberanian itu untuk mendapatkan kunci pemahaman-


Kembali Sasha menemukan teka-teki yang seakan membakar jiwanya untuk memecahkan maksud dari tulisan yang Ia dapatkan.


Sasha tengah berfikir maksud dua paragraf yang Ia dapat, namun yang paling menyita perhatian Sasha adalah tentang 7 tingkat keberanian.


“Ternyata keberanian ada 7 tingkatan, aku tidak pernah tau kalau ada hal seperti ini. Aku kira keberanian adalah sebuah tekad yang kuat, ternyata masih ada bagiannya” kata Sasha sambil memandang ke arah jendela


“Apa kita harus tanya tuan Zen” kata Guin


“Sepertinya memang harus bertanya, di zaman ku yang sekarang, hal yang sulit di mengerti ini tidak akan ada yang memahaminya. Di zaman sekarang yang sekarang ini semua orang hanya sibuk berebut kekuasaan dan selalu mengorbankan yang lemah” kata Sasha


“Kalau begitu besok kita akan menemui Paman Zen” kata Sasha sambil menutup buku


Setelah memutuskan untuk menemui Zen esok hari, Sasha pun pergi tidur.


***


Pagi sudah datang, Sasha bangun dari tidurnya dan menuju lantai bawah untuk sarapan.


Setelah sarapan seperti biasanya, Sasha membantu orang tuanya merapikan rumah, mandi kemudian meneruskan belajar untuk persiapan tes masuk sekolah.


Jam 10:45, Sasha berhenti membaca buku tes masuk sekolah dan berencana menemui Zen di Gunma.


“Ayo Guin, kita berangkat menemui Paman Zen, aku ingin menanyakan tentang 7 tingkat keberanian” ajak Sasha yang sudah membawa perbekalan selama di Gunma


Mereka pun pergi menuju cermin dan membuka portalnya dengan menggunakan kalung yang Sasha pakai.


Sasha kembali ke rumah Zen. Setelah sampai, Sasha berfikir sejenak tentang tempat dia tiba saat memasuki portal, seperti niat Sasha sudah di ketahui portal. Saat Sasha ingin berkeliling Gunma, Ia muncul di depan gerbang desa Gunma, sedangkan saat ingin menemui Zen, Ia muncul di rumah Zen.


Sasha tiba di rumah Zen saat malam hari, terlihat Zen yang sedang meditasi di depan api unggun dalam rumahnya.


“Paman Zen, aku di sini” kata Sasha yang berusaha tidak mengagetkan Zen


Zen membuka mata dan berbalik menghadap ke arah Sasha yang berada di belakangnya


“Sasha, kamu di sini, apa ada hal penting” tanya Zen


“Iya Paman, aku mau menanyakan tentang 7 tingkat keberanian” jawab Sasha


“Dari mana kamu tahu tentang hal itu” tanya Zen


“Aku mengetahuinya saat membaca buku rahasia ini” jawab Sasha sambil memegang buku


“7 tingkat keberanian berarti 7 pemahaman tentang keberanian itu sendiri. Sulit di capai namun bukan berarti tidak mungkin” jelas Zen


“Lalu maksud dari menyalakan 7 keberanian itu apa Paman” tanya Sasha


“Dalam 7 tingkat keberanian jika kita bisa menyelesaikannya kita akan mendapatkan lentera di setiap tingkatannya, sampai saat ini aku hanya bisa mencapai tingkat ke dua, saat pergi ke tingkat ke tiga aku gagal dan lentera yang aku dapat menghilang” jelas Zen


“Jika Paman Zen saja sulit mencapainya, apakah aku bisa sampai ke tingkat 7” kata Sasha


“Apa kamu ingin menyerah sebelum mencoba. Keberanian akan muncul ketika kita mengumpulkan tekad yang kuat” jelas Zen


Mendengar perkataan Zen, Sasha kembali menemukan semangat untuk memecahkan rahasia keluarganya yang masih jadi misteri.


“Lalu bagai mana cara ku mencapai tingkat ke 7 Paman” tanya Sasha


“Sampai sekarang hanya terungkap 6 tingkat keberanian, tingkat ke 7 adalah yang paling sulit di ungkap karena belum ada yang pernah mencapai tingkat 7” jelas Zen

__ADS_1


“Untuk tingkat pertama adalah tingkat Siang, seperti sebutannya, kita dapat mencapai tingkat ini hanya saat siang hari. Ada suatu tempat di puncak gunung dekat desa Gunma, di sana adalah tempat lentera keberanian tingkat Siang berada” jelas Zen


“Tapi ini masih malam, apa kita besok pagi baru bisa pergi” tanya Sasha


“Tidak, seharusnya kita memang harus berangkat sekarang. Dengan mengendarai kuda, kita akan menempuh perjalanan selama tiga jam, jika berangkat pagi kita akan kehilangan waktu tiga jam karena perjalanan” jelas Zen


“Kita harus cepat memecahkan teka-teki ini namun tidak boleh terburu-buru” kata Zen


Setelah merencanakan keberangkatan, Zen dan Sasha menyiapkan kembali perbekalan mereka untuk melakukan perjalanan.


Setelah selesai, mereka pun memulai perjalanan menuju gunung yang di maksud.


Dalam menuju gunung ini, mereka melewati pedesaan, sungai yang biasa di gunakan penduduk Gunma untuk mencari ikan, dan juga hutan yang di tumbuhi banyak pohon cemara.


Setelah melewati hutan, mereka sampai di kaki gunung yang mereka tuju.


“Apa kita sudah sampai paman” tanya Sasha


“Iya, ini adalah gunung yang aku maksud, lentera itu ada di puncak gunung tinggi ini” jawab Zen


“Wahhh… benar-benar gunung yang sangat tinggi, apakah kita bisa sampai puncak sebelum matahari terbenam” kata Sasha dalam hati


Gunung di hadapan mereka memang sangat tinggi, mencapai puncak dalam waktu 12 jam adalah hal yang mustahil bagi Sasha, namun untuk Zen itu adalah hal yang mungkin, karna Zen memiliki kecepatan dalam bergerak yang tidak bisa di remehkan.


Mereka beristirahat sampai matahari terbit.


Sasha meminta Guin dan Oly untuk menjaga mereka, saat matahari sudah muncul Guin akan membangunkan Sasha.


***


Sudah waktunya.


Matahari sudah muncul, Sasha bersiap untuk menuju ke puncak gunung di hadapannya.


“Aku siap Paman” kata Sasha sambil menyelipkan pedang di pinggangnya


“Kamu harus ingat Sasha, ada kekuatan ilusi di atas gunung ini, aku tidak tahu kapan ilusi itu akan datang. Saat ilusi itu muncul, kamu akan menghadapinya sendiri, karena ini adalah misi yang kamu emban” kata Zen memberi peringatan


“Baik Paman” jawab Sasha


Mereka memulai perjalanan tanpa kuda mereka, karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan menggunakan kuda.


Teknik yang di ajarkan Zen adalah teknik meringankan tubuh, teknik ini adalah teknik dasar yang pernah di pelajari Zen.


***


Sudah setengah hari sejak perjalanan di mulai, namun Sasha dan Zen belum mencapai setengah dari gunung ini. Jika sampai matahari terbenam tetap belum sampai ke puncak maka misi mereka akan gagal.


“Bagai mana ini paman, sampai saat ini kita belum bisa mencapai puncak, bahkan setengah gunung ini pun sepertinya belum sampai juga” kata Sasha mengeluh


“Pasti ad acara untuk sampai ke puncak sebelum matahari terbenam” kata Zen menyemangati Sasha


Sasha bingung dengan kondisinya saat ini, Sasha duduk bersandar pada pohon besar karena kelelahan.


Saat sedang lengah tiba-tiba Sasha di serang oleh seekor ular berukuran kecil, Sasha yang reflek mencabut pedangnya dan menebas ular itu sampai terbelah dua


“Ha… ha… ha… lumayan juga”


Terdengar suara misterius di sekitar Sasha berhenti.


Dan dari arah puncak gunung terlihat ular besar berwarna putih melesat sangat cepat.


Tanpa berbasa-basi ular besar itu langsung menyerang Sasha


“Hey, siapa kamu, kenapa kamu menyerang ku” kata Sasha sambil melompat menghindari serangan


“Kau telah membunuh prajurit ku, aku akan menuntut balas” kata ular besar


“Paman Zen, bagaimana ini” teriak Sasha


“Ini adalah ujian mu Sasha, kamu harus berjuang” kata Zen


Sasha yang sebelumnya tidak pernah belajar bela diri merasa sangat terpojok. Serangan demi serangan Sasha hindari, namun ular ini tetap tidak berhenti menyerang Sasha.


“Sasha, apa kau ingat perkataan ku sebelum kita berangkat menuju gunung ini” kata Zen berteriak


“Apa yang paman Zen katakana, di saat seperti ini aku tidak bisa mengingat apapun” kata Sasha dalam hati


“Oh yaa… aku ingat, semua rintangan yang akan aku jumpai hanyalah ilusi…. Jadi begitu, ular ini pun sebenarnya adalah ilusi” kata Sasha dalam hati


Sebuah ilusi dapat tercipta dari hayalan kita sendiri, untuk mengalahkan ilusi adalah dengan mengalahkan pikiran itu sendiri.

__ADS_1


Sasha kembali teringat saat terjebak dalam jurus ilusi di hutan gelap, saat itu Sasha berhasil keluar karena Ia bisa kembali ke titik sadar.


“Yahh… aku ingat saat di hutan gelap. Akan aku coba acara itu” kata Sasha sambil memikirkan sebuah rencana


“Berhasil, aku memang yakin Sasha pasti bisa memahami trik ini” kata Zen sambil tersenyum


Sasha berhasil mengalahkan serang ilusi yang mendesaknya.


Namun hal lain sangat di luar dugaan. Sasha membalikkan keadaan, ular yang tadinya menyerang dirinya, kini malah menjadi tunggangannya.


“Sasha, apa yang terjadi, bagai mana kamu bisa menaiki ular itu” tanya Zen dengan ekspresi yang sangat heran


“Tidak masalah Paman, aku hanya mengganti pola pikirku, tadinya aku berpikir tidak mungkin mengalahkan ular besar ini, namun aku ingat kalau ini hanyalah ilusi, dan ilusi akan menyerang pikiran, aku berhenti berpikir kalau ular ini akan menyerang dan coba mengganti kalau ular ini bisa menjadi tunggangan ku untuk ke atas. Tidak di sangka ini berhasil” jelas Sasha kepada Zen


“Tidak di sangka Sasha bisa berpikir sampai sejauh itu” kata Zen


Mereka pun meneruskan perjalanan menuju puncak gunung. Karena menunggangi ular besar, mereka dengan cepat hampir sampai ke puncak.


“Lihat Paman, apa itu puncaknya” tanya Sasha sambil menunjuk ke atas puncak


“Iya, itu puncaknya, di sana terdapat sebuah lentera keberanian tingkat siang” jawab Zen


Sesampainya di puncak Sasha mengambil sebuah lentera yang mengambang di atas batu besar.


“Lentera ini indah sekali, aku baru lihat lentera yang terbuat dari kaca seperti ini” kata Sasha sambil memegang lentera


Lentera yang di dapat oleh Sasha terbuat dari kaca, tidak ada bahan lain. Kaca yang begitu bening dan berkilau saat terkena sinar matahari. Wajar saja jika lentera ini di sebut lentera keberanian tingkat siang.


“Lalu selanjutnya bagaimana Paman” tanya Sasha


“Sebaiknya kita turun dulu ke bawah, baru kita bicarakan rencana selanjutnya” jawab Zen


Mereka pun kembali menggunakan ular besar. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah kembali di tempat awal mereka mulai menaiki gunung.


“Sasha, apa kamu berhasil” tanya Guin


“Iya Guin, aku berhasil mendapatkan lentera ini” jawab Sasha sambil menunjukkan lentera yang Ia pegang


Sambil beristirahat, Zen kembali menjelaskan tentang tingkat keberanian yang berikutnya.


Tingkat yang berikutnya adalah tingkat malam. Tingkat ini berada di sebuah padang rumput yang luas. Tempat ini berada cukup jauh dari Gunma, sekitar 30km dari tempat mereka berada saat ini.


Padang rumput ini adalah tempat yang sangat indah pada malam hari, tidak ada tumbuhan lain kecuali rumput hijau yang tumbuh subur pada tempat itu.


Namun dalam perjalanan menuju padang rumput ini terbilang tidak mudah, sebelum memasuki kawasan padang rumput, Sasha harus melewati sebuah labirin yang sangat rumit. Orang yang sebelumnya pernah melewati labirin ini akan langsung berpindah ke ujung labirin yang berada di padang rumput.


“Bagaimana Sasha, apa kamu siap menuju tempat selanjutnya” tanya Zen


“Siap Paman” kata Sasha yang sudah menaiki kuda putihnya


Mereka pun menuju padang rumput yang di maksud oleh Zen.


Sepanjang perjalanan Sasha tidak menemukan gangguan apapun sampai akhirnya mereka tiba di suatu tempat seperti sebuah pendopo.


“Tempat apa ini Paman” tanya Sasha sambil memandangi sebuah bangunan besar tanpa dinding yang berlantai marmer juga tiang kayu yang kokoh di bagian sudut juga tengah bangunannya.


“Ini adalah tempat berlatih para pesilat di daerah sini, entah kenapa sekarang sudah tidak ada lagi yang memakai tempat latihan ini” jawab Zen


“Apa kamu ingin ke tempat itu Sasha” tanya Zen


“Sepertinya tidak Paman, kita lanjutkan perjalanan saja” jawab Sasha


Mereka pun meneruskan perjalanan menuju padang rumput yang di maksud Zen.


***


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di depan labirin.


Terlihat dinding batu yang tinggi dan berlumut di hadapan Sasha. Ini merupakan dinding labirin keberanian. Labirin ini sebenarnya tidak ada ujungnya jika sudah masuk maka tidak akan bisa kembali, karena secara otomatis pintu masuk labirin ini akan tertutup ketika sudah memasuki labirin.


Ujung labirin ini akan terbuka jika orang yang memasuki labirin memiliki tekad dan juga keberanian yang besar.


Jadi bisa di simpulkan, sulit atau tidaknya menemukan pintu keluar adalah tergantung dari keberanian orang tersebut.


“Apa kamu siap Sasha” tanya Zen


“Aku siap paman” jawab Sasha


“Baiklah, kalau begitu aku duluan, karena aku pernah mencapai ujung labirin ini, aku akan langsung tiba di padang rumput setelah memasuki pintu labirin. Aku akan menunggu mu di padang rumput” kata Zen sambil berjalan menuju pintu masuk


“Baik paman, aku akan segera menyusul” kata Sasha

__ADS_1


__ADS_2