Reveal The Secret

Reveal The Secret
CHAPTER 16 _ Sepotong Sejarah


__ADS_3

Sasha pun sampai di rumah.


Sesampainya di kamar, Sasha langsung merebahkan badannya di tempat tidur karena kelelahan.


Berhari-hari berada di dunia dimensi masa lalu memang tidak merubah waktu yang ada di dunia Sasha yang asli, namun rasa lelah tidak berkurang sama sekali.


“Ahh… kenapa lelah ini masih ikut sampai ke rumah” kata Sasha yang merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Setelah beberapa saat Sasha merebahkan tubuhnya di tempat tidur Sasha pun turun ke lantai bawah untuk mengambil air minum.


Saat menuruni tangga Ia melihat Ayah dan Ibu yang sedang menonton Tv sambil menikmati secangkir teh. Sasha yang menuruni tangga dengan tubuh yang sempoyongan berjalan perlahan ke arah dapur.


“Sasha, apa kamu baik-baik saja” tanya Ibu.


“Iya Ibu, Cuma sedikit lelah saja” jawab Sasha.


Setelah Sasha mengambil air dingin yang ada di lemari es, Sasha menghampiri Ayah dan Ibu yang sedang menonton tv.


Ayah menanyakan hasil belajar Sasha untuk mengikuti tes masuk sekolah di SMA Akibara.


Sebelumnya Sasha menerima sebuah buku kejuruan dari kepala sekolah SMA Akibara. Tes sekolah SMA Akibara tinggal tiga hari lagi. Sampai hari ini Sasha sudah hampir selesai mempelajari buku tentang sastra bahasa yang di berikan kepala sekolah sebelumnya.


Untuk pendidikan di sekolah, Sasha memang terbilang memiliki kecerdasan yang lumayan di umurnya yang sekarang ini.


Setelah beberapa saat setelah mengobrol dengan Ayah dan Ibu, Sasha kembali ke kamarnya untuk melanjutkan untuk mempelajari buku tentang sastra bahasa yang sebelumnya di berikan oleh kepala sekolah.


Sesampainya di kamar Sasha…


“Tiga hari lagi sebelum tes masuk sekolah. Aku harus bisa lulus dengan nilai baik” ucap Sasha sambil membuka buku pelajaran.


Di waktu Sasha sedang belajar, pikiran Sasha masih terbayang dengan kejadian selama ini yang Ia alami di Gunma. Sasha masih tidak menyangka kalau dirinya bisa sampai melakukan perjalanan waktu yang sebelumnya Ia anggap hanya mitos saja.


Sasha mencoba merasakan tekanan energi yang ada dalam tubuhnya setelah selesai mempelajari sebuah buku yang diberikan dari kepala sekolah SMA Akibara.


“Guin, aku mau coba aktifkan energi yang sebelumnya aku pelajari di dimensi masa lalu. Tapi aneh, kenapa aku merasa energi ku tidak begitu besar” kata Sasha kepada Guin yang berdiri di sampingnya.


Ternyata saat Sasha mencoba beberapa teknik yang Sasha pelajari di dimensi masa lalu, Sasha tidak merasakan energi yang kuat dari dalam tubuhnya. Selain itu Sasha juga mencoba beberapa teknik pedang yang Ia pelajari. Sasha mengambil sepotong kayu berukurang pedang yang ada di atas lemari pakaian, saat mencoba teknik pertama Sasha gagal membangkitkan energi pedang api yang sudah Ia kuasai. Begitu juga teknik pedang angin dan juga teknik pedang kombinasi, semuanya tidak berfungsi.


“Apakah karena aku menggunakan kayu, sehingga teknik yang aku pelajari tidak bisa bangkit” pikir Sasha dalam hati.


Sasha berpikir untuk menggunakan teknik yang terakhir, yaitu teknik pedang rasi bintang yang Ia dapat dari suatu ruang dimensi yang di buka oleh Guru sebelumnya saat selesai melewati misi di gunung api anak neraka. Sasha yakin akan bisa menggunakan teknik ini dengan menggunakan sepotong kayu yang Ia pegang.


Namun sungguh mengejutkan, teknik pedang rasi bintang pun tidak juga berfungsi saat Ia mencobanya.


“Aneh sekali, sudah banyak monster kuat yang aku kalahkan menggunakan teknik-teknik yang sebelumnya sudah aku pelajari, tapi kenapa semua ini tidak bisa bangkit sekarang” ucap Sasha sambil melihat sepotong kayu yang Ia pegang.


“Sepertinya kekuatan mu hanya bisa di gunakan pada dimensi masa lalu” kata Guin yang melihat Sasha berlatih.


“Apakah memang seperti itu” pikir Sasha dalam hati.


Setelah latihan yang Sasha lakukan terasa sia-sia, Sasha memutuskan untuk berhenti mencoba beberapa teknik yang sudah Ia kuasai pada dimensi masa lalu dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur karena lelah.


Sambil meregangkan tubuhnya yang lelah, Sasha membaca sebuah komik online di handphone yang tengah Ia pegang.

__ADS_1


Sasha membaca komik yang menceritakan tentang klan jepang yang melegenda. Dalam komik ini diceritakan salah satu utusan dari klan jepang yang mengemban misi untuk memata-matai salah satu petinggi kala itu. Klan jepang pada masa lalu sebagian besar adalah ninja profesional yang bisa mendapat misi tersembunyi, bahkan tidak menutup kemungkinan salah satu misinya adalah membunuh para pejabat atau orang-orang yang menentang pemerintahan.


Saat Sasha tengah mengikuti alur yang di ceritakan pada komik yang Ia baca, Sasha teringat tentang kondisi di Gunma yang mirip dengan keadaan juga situasi yang digambarkan pada komik. Sasha berpikir apakan keluarga Linch juga adalah sebuah klan pada masa lalu yang ada di kerajaan Gunma.


Karena penasaran, Sasha mencari di internet tentang kerajaan Gunma, berharap mendapatkan sedikit informasi yang Ia cari.


“Hahh… ternyata ada tulisan tentang kerajaan Gunma. Akhirnya” ucap Sasha yang tengah melihat handphone sambil berbaring.


Pada tulisan yang Sasha temukan terdapat keterangan bahwa dahulu ada sebuah kerajaan bernama Gunma. Kerajaan Gunma ada pada abad pertengahan dan berdiri selama 500 tahun yang di pimpin oleh seorang Raja dan diwarisi oleh generasi selanjutnya. Kerajaan Gunma adalah kerajaan yang tidak terlalu besar namun menjadi salah satu pemasok hasil pertanian terbesar pada masanya. Kerajaan Gunma runtuh karena ada pemberontakan yang terjadi di dalam istana. Pada saat pemberontakan terjadi, Raja terakhir saat itu menjadi korban dari keganasan pemberontak yang sudah sejak lama menunggu Raja lengah. Raja yang menjadi korban itu bernama Zephyr, Ia adalah raja yang ke 20 di kerajaan Gunma.


“Hanya segitu saja keterangan yang ku dapat. Sedikit sekali” kata Sasha dalam hati.


Setelah mendapat keterangan yang sangat singkat, Sasha menjadi semakin penasaran dengan sejarah yang terjadi pada kerajaan Gunma. Sasha berpikir kalau kerajaan Gunma itu tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu mencolok, jadi wajar saja jika keterangan yang ada pada tulisan di internet tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Sasha.


“Sepertinya aku harus kembali ke toko buku yang ada di Gunma” kata Sasha sambil mematikan handphonenya.


***


Malam pun tiba, jam dinding di kamar Sasha menunjukkan jam 21:00. Sasha masih membaca buku tes masuk sekolah yang tinggal beberapa lembar lagi. Sasha berniat pergi ke Gunma saat sudah menyelesaikan belajarnya.


“Guin, ayo kita ke Gunma setelah aku belajar” ajak Sasha.


“Apa kamu ada urusan saat ini” tanya Guin.


“Mungkin hal ini akan jadi penting nantinya” jawab Sasha.


Setelah Sasha merampungkan buku yang Ia pelajari sampai halaman terakhir, Sasha dan Guin pergi ke Gunma. Sebelum Sasha pergi ke Gunma, Oly memberi pesan kepada Guin kalau saat ini Oly tidak bisa ikut menemani Sasha pergi ke Gunma.


Sesampainya di pasar Gunma, Sasha menuju ke toko buku yang di maksud Sasha sebelumnya.


“Selamat sore Bibi” kata Sasha menyapa Bibi penjaga toko.


“Ternyata kamu gadis manis” jawab Bibi penjaga toko.


Setelah bercakap beberapa saat dengan penjaga toko Sasha pun menuju rak buku yang terdapat buku sejarah tentang kerajaan Gunma.


Buku yang tertata rapi dan juga debu yang masih banyak menempel sangat menandakan kalau memang tidak ada orang yang tertarik untuk membaca buku tentang sejarah.


Sasha akhirnya menemukan buku yang Ia cari. Buku tentang sejarah kerajaan Gunma menyimpan banyak teka-teki dan juga tanda tanya bagi Sasha.


“Aku sudah dapat bukunya Guin. Ayo kita temui Paman Zen sebelum kembali” ajak Sasha.


“Baiklah” jawab Guin.


Sasha pun menuju Bibi penjaga toko untuk membayar bukunya dulu sebelum menemui Zen.


“Bibi, aku sudah dapat bukunya. Berapa harganya Bi” tanya Sasha.


“Kenapa kamu sangat tertarik dengan buku sejarah itu gadis manis, sebelumnya kamu membaca buku itu juga kan” tanya Bibi penjaga.


“Iya bi, aku memang tertarik dengan sejarah kerajaan Gunma yang besar ini” jawab Sasha.


“Kalau begitu aku tidak akan memberi harga untuk buku sejarah itu. Anggap saja itu hadiah karena kamu mau mempelajari sejarah kerajaan Gunma” kata Bibi penjaga yang tersenyum kepada Sasha.

__ADS_1


“Benarkah, terimakasih Bibi” kata Sasha dengan wajah tersenyum.


Setelah Sasha mendapatkan buku yang Ia cari, Sasha pun pergi menuju rumah Zen yang lokasinya tidak jauh dari pasar Gunma.


Sasha berjalan menuju selatan desa Gunma. Sepanjang perjalanan menuju rumah Zen, Sasha selalu memperhatikan aktifitas masyarakat desa yang sedang mengerjakan rutinitas hariannya.


Dalam suasana desa Gunma yang tenang dan juga damai, Sasha merasa nyaman berada di Gunma, Sasha merasa sebelumnya memang sudah tinggal cukup lama di Gunma.


Dengan wajah penuh senyum Sasha berjalan sambil melihat anak-anak kecil sedang bermain di sekitar Sasha. Benar-benar desa yang damai.


Setelah beberapa saat Sasha berjalan, Sasha tiba di rumah Zen.


Sesampainya di depan rumah, terlihat Zen yang sedang berlatih di samping rumah yang ditemani.


“Guru, Paman Zen” teriak Sasha sambil melambaikan tangan.


Zen dan Guru pun menoleh kearah Sasha dan menghampiri Sasha.


“Sasha, apa ada hal penting” tanya Zen.


“Tidak paman, aku hanya mencari buku sejarah tentang kerjaan Gunma” jawab Sasha.


“Hehehe… walaupun sejarah itu di catat pada sebuah buku, tapi akhirnya tidak semua kebenaran dan juga sejarah penting ikut tercatat” kata Guru.


Sasha kaget mendengar pernyataan Guru. Sasha semakin penasaran akan rahasia yang tersimpan di balik kedamaian Kerajaan Gunma.


Setelah Sasha mendengar sedikit penjelasan dari Guru, Ia memutuskan untuk kembali ke rumah untuk membaca buku yang Ia dapat dari toko buku di pasar Gunma.


“Oh ya Guru, saat di rumah aku mencoba beberapa teknik pedang yang sebelumnya pernah aku pelajari, tapi entah kenapa energi ku terasa kosong, dan pedang yang sekarang ada di pinggang ku juga menghilang jika aku kembali. Apakah aku tidak bisa membawa barang-barang dari sini” tanya Sasha.


“Sebenarnya bisa, namun tidak semua jenis barang bisa kamu bawa. Benda yang sifatnya rahasia tidak akan bisa kamu bawa. Teknik pedang mu itu adalah rahasia, berbeda dengan buku yang saat ini kamu pegang, buku itu bisa kamu bawa”jelas Guru.


Setelah mendengar penjelasan Guru barusan, Sasha akhirnya paham mengapa saat Ia mencoba berlatih energi tubuhnya tidak bangkit. Dan barang-barang yang di dapat dari menyelesaikan misi selalu di simpan oleh Zen.


Sasha pun kembali menuju rumahnya dengan membawa buku yang Ia dapat. Dan sesampainya di rumah Sasha mulai membuka halaman dari buku itu.


Dihalaman pertama Sasha melihat suatu lukisan seperti peta kerajaan Gunma, peta ini seperti menggambarkan luas wilayah kerajaan.


Ternyata selain desa Gunma yang berada tepat di depan Kerajaan ada juga ada juga empat desa lainnya yang letaknya di samping desa Gunma. Desa Kuni dan desa Gaki ada di sebelah kanan desa Gunma, sedangkan desa Kiso dan desa Nara ada di sebelah kiri dari desa Gunma. Kelima desa ini ada tepat di depan kerajaan Gunma.


Di halaman berikutnya Sasha mendapat penjelasan tentang ke lima desa yang ada. Ternyata masing-masing desa memiliki pengaruh yang berbeda pada kerajaan Gunma. Desa Gunma adalah pusat ekonomi kerajaan, desa Kuni fokus mendidik calon prajurit kerajaan, desa Gaki adalah desa yang terdapat banyak pandai besi hebat kerajaan Gunma, desa Kiso adalah pusat tenaga medis kerajaan yang mengirim obat-obatan juga para tabib ke seluruh penjuru kerajaan Gunma, sedangkan desa Nara adalah pemburu yang handal, penduduk desa Nara biasa memburu hewan seperti rusa dan kelinci hutan. Teknik berburu yang di miliki desa Nara sangat unik dan sulit untuk di pelajari.


Salah satu yang terkenal dari desa Nara adalah keahlian melompat dengan cepat dan juga tanpa suara, karena keahlian ini banyak penduduk desa Nara yang mendapat misi rahasia dari kerajaan.


Selain informasi tentang ke lima desa yang ada di Kerajaan Gunma, Sasha juga mendapatkan informasi tentang perdagangan dan juga hubungan kerajaan Gunma terhadap kerajaan sekutu lainnya.


Dalam membangun kerjasama dengan kerajaan sekutu, kerajaan Gunma banyak mengirim hasil produksinya yaitu, senjata perang dari desa Gaki dan juga obat-obatan dari desa Kiso.


Dalam buku yang Sasha baca ada hal janggal yang mengagetkan Sasha. Pada buku sejarah itu membahas tentang 7 lentera keberanian yang meresahkan kerajaan Gunma pada masa kekuasaan raja ke 3.


Pada hal ini di jelaskan bahwa siapa yang bisa menemukan ke 7 lentera keberanian maka Ia akan memahami banyak rahasia yang ada di dunia. Di dalam buku dijelaskan bahwa ada seseorang yang sengaja menyebarkan berita bohong tentang adanya 7 lentera keberanian. Namun sangat disayangkan pada buku tidak disebutkan siapa orang yang di maksud.


Pada saat berita tentang 7 lentera keberanian itu sudah tersebar di seluruh kerajaan, banyak masyarakat yang mencari ke 7 lentera itu, dan akhirnya mereka tidak kembali sampai saat ini.

__ADS_1


Kejadian hilangnya masyarakat ini terdengar oleh Raja ke 3 setelah satu bulan. Raja memerintahkan seluruh masyarakat di 5 desa untuk tidak meneruskan mencari 7 lentera keberanian karena berita tentang 7 lentera keberanian adalah kebohongan dari penghianat kerajaan untuk mengelabui para penduduk. Selain itu raja juga mengancam akan mengusir siapa pun yang melawan dari kerajaan Gunma.


Setelah Raja memberi perintahnya, sampai sekarang keberadaan 7 lentera itu hanya menjadi cerita yang sudah tidak terdengar lagi.


__ADS_2