
Usai Sasha melatih teknik segel rahasia bersama Zen, Zen mengabarkan hasil pertandingan pada hari ini kepada Sasha.
Ada dua pertandingan yang sudah berlangsung. Pertandingan pertama antara Xin dari desa Kiso melawan Max dari prajurit kerajaan Gunma. Pertandingan ini dimenangkan oleh Max.
Pertandingan kedua antara Ahmed dari desa Kuni melawan Kim dari desa Gunma. Pertandingan ini dimenangkan oleh Ahmed dengan mudah, Ahmed bisa mengakhiri pertandingan hanya dengan satu serangan tanpa balas.
“Apakan Ahmed dari desa Kuni memiliki kekuatan sehebat itu” tanya Sasha kepada Zen.
“Desa Kuni adalah desa yang mencetak calon prajurit handal untuk kerajaan, kemampuan para petarung desa Kuni tidak bisa diremehkan” jawab Zen.
“Pertandingan kamu dan Max akan diadakan malam ini dipertandingan yang pertama. Mengingat Max adalah salah satu prajurit handal kerajaan, mungkin akan sulit menghadapinya. Tak ada pilihan selain berhati-hati dalam menghadapi Max” jelas Zen kepada Sasha.
“Baik Paman, terimakasih atas informasinya” kata Sasha dengan wajah yang sedikit tegang.
***
Malam hari di dalam istana kerjaan Gunma.
Malam ini terlihat jauh lebih ramai dari malam sebelumnya. Penonton sangat antusias untuk melihat berlangsungnya pertandingan antara para prajurit handal kerajaan melawan pesilat tangguh dari berbagai desa.
Sasha dan Zen memasuki Gerbang istana dan menuju podium peserta yang sudah disediakan istana.
Sasha masih menggunakan penutup wajahnya, dan Zen berada di samping Sasha. Mereka berjalan dengan santai sambil mendengarkan teriakan para penonton yang sudah tidak sabra melihat pertandingan pertama mala mini.
“Lihat, itu Lisa. Petarung wanita dari kuil desa Nara. Menurutmu apakah dia mampu menghadapi Max dari prajurit khusus istana” terdengar suara salah satu penonton yang Sasha lewati.
Sasha tetap berjalan dengan tenang menuju podium peserta.
“Baiklah, untuk menyingkat waktu. Kita akan mulai pertandingan pertama malam ini antara Lisa dari kuil desa Nara berhadapan dengan Max dari prajurit istana. Untuk kedua peserta bisa naik ke atas arena” kata pemandu pertandingan dari atas arena.
Sasha dan Max menaiki arena dengan wajah datar tanpa ekspresi.
“Peraturannya masih sama, tidak diperkenankan untuk membunuh dan peserta yang menyerah atau keluar arena akan dinyatakan kalah” jelas pemandu pertandingan.
“SILAHKAN MULAI BERTANDING” teriak pemandu pertandingan sambil meninggalkan arena.
Sasha mencabut pedangnya, sedangkan Max menggunakan rantai dengan pisau kecil di kedua ujung rantainya. Tingkat senjata yang digunakan Max sama dengan Sasha, keduanya berada di tingkat menengah.
“Nona, kau berasal dari kuil Nara. Aku sempat melihat pertandingan pertama mu, kau mengeluarkan teknik yang sepertinya tidak berasal dari kuil desa Nara. Dari mana kau dapatkan teknik itu” kata Max sambil memegang senjatanya.
“Apakah kau akan memberitahu apa warna ****** ***** mu jika aku menanyakannya” kata Sasha yang tidak merespon apa yang ditanyakan Max.
“Hehe… aku paham maksud mu, sangat bodoh jika memberitahu suatu hal tentang teknik bertarung kepada lawannya. Lumayan, kau cukup cerdas dalam menilai situasi” kata Max dengan senyum yang terpaksa.
“Kapan kita akan memulai pertandingan ini senior Max” ejek Sasha.
Mendengar perkataan Sasha, Max merasa tertantang dan melancarkan serangan kepada Sasha. Sasha yang sudah siap menerima serangan bisa menghindar tepat waktu.
“Luar biasa, walaupun serangannya terlihat sederhana, tapi energi yang dikeluarkan dari serangan ini tidak kecil, aku akan terpental jauh jika terlambat menghindar. Benar-benar prajurit pilihan” kata Sasha dalam hati.
Sasha dan Max saling bertukar serangan, namun belum mengeluarkan teknik andalan mereka.
Disisi lain ada Sang Ratu yang ditemani oleh satu pengawal pribadinya tengah melihat jalannya pertandingan dari lantai atas istana kerajaan Gunma.
“Menurutmu apakah gadis yang bernama Lisa itu bisa mengalahkan Max” tanya Sang Ratu kepada pengawalnya.
“Menurutku gadis itu tidak sesederhana kelihatannya. Sepertinya ada sesuatu yang menarik dari gadis ini” jawab pengawal.
“Kita lihat saja kejutan apa yang akan Ia berikan untuk penonton” kata Sang Ratu dengan senyum manisnya.
Di atas arena masih terjadi pertukaran serangan antara Sasha dan Max. keduanya terlihat seimbang dalam membalas serangan.
“Kau cukup kuat nona Lisa, aku menyesal sudah meremehkan mu” kata Max tersenyum.
“Aku juga tidak bisa meremehkan kemampuan dari salah satu prajurit khusus dari istana kerajaan Gunma” kata Sasha.
“Serangan selanjutnya tidak akan sesederhana sebelumnya, bersiaplah” kata Max bersiap mengeluarkan serangan berikutnya.
“TEKNIK RANTAI HITAM…!!!” teriak Max menyerang Sasha.
“Energinya… lebih kuat dari sebelumnya” kata Sasha dalam hati.
“TEKNIK PEDANG API…!!!” teriak Sasha yang menghadang serangan Max.
Serangan Max berhasil mengenai Sasha.
__ADS_1
Beruntung Sasha bisa sedikit menahan serangan Max dan tidak menerimanya dengan telak.
“Serangan yang luar biasa. Perbedaan kekuatan ku sangat jelas terlihat. Aku tidak bisa jika hanya menahan serangannya, akan fatal hasilnya” kata Sasha dalam hatinya.
Sasha masih memikirkan bagaimana cara memenangkan pertandingan dengan jarak perbedaan tingkat yang begitu jelas terlihat oleh semua orang.
“Lumayan, kau bisa menahan serangan ku dan hanya menerima sedikit kerugian” kata Max yang menatap tajam kearah Sasha.
“Kita lihat apakan kau bisa menahan serangan ku yang satu ini” kata Max bersiap menyerang.
“TEKNIK PUSARAN RANTAI…!!!” teriak Max memutarkan rantainya ke udara.
Teknik ini mengeluarkan pusaran angin yang sangat kuat. Tidak hanya Sasha, para penonton juga merasakan energi besar dari pusaran angin itu.
Setelah beberapa saat Max memutarkan rantainya, akhirnya Ia mengarahkan pusaran itu kepada Sasha.
Sasha di paksa berpikir cepat untuk menghalau serangan yang menghampirinya.
“Oh tidak, ini kuat sekali. Tidak mungkin melawan angin menggunakan api, Aku tidak yakin teknik kedua ku bisa mengalahkan angin miliknya” kata Sasha dalam hati.
“Tidak ada waktu memikirkan hal ini. Hanya bisa mengetahui hasilnya jika sudah mencoba” ucap Sasha.
“TEKNIK PEDANG ANGIN…!!!” teriak Sasha yang melesatkan tubuhnya mengarah ke pusaran angin milik Max.
Sang Ratu yang melihat kejadian ini sangat kaget bercampur heran melihat cara Sasha melawan serangan dari Max.
“Apa… melawan angin menggunakan angin. Apakah ini akan berhasil” kata Sang Ratu sambil berdiri.
“Ratu, apakah Sang Ratu merasa teknik pedang angin ini terasa familiar” tanya pengawal.
“Iya, ini seperti teknik dari Klan Linch. Apakah jangan-jangan…” kata Sang Ratu yang memikirkan sesuatu hal.
Sasha menggunakan energi yang cukup besar untuk menembus serangan Max. Usaha Sasha kali ini membuahkan hasil yang memuaskan. Sasha dapat menembus serangan Max dan berhasil melukainya.
Max terdorong cukup jauh kebelakang dengan posisi terduduk dan memegang dadanya.
“Hahh… tidak mungkin, teknik pusaran rantai adalah salah satu teknik andalan ku. Tidak mungkin Nona dari kuil desa Nara ini bisa mematahkan serangan itu bahkan bisa melukai ku” kata Max dalam hati.
Di sisi lain Sasha sudah bersiap mengeluarkan serangan akhir.
“Tidak semudah itu… TEKNIK RANTAI IBLIS…!!!” teriak Max membalas serangan.
Serangan Sasha tertahan oleh teknik yang dikeluarkan oleh Max.
“Hehe… sudah sampai akhirnya” kata Sasha.
“TEKNIK PEDANG KOMBINASI… HIYAAA…!!!” teriak Sasha yang mengganti teknik serangannya secara tiba-tiba.
Max yang tidak siap akan serangan Sasha yang berubah tiba-tiba mengakibatkan Ia menerima kerugian yang telak dari serangan Sasha dan terpental keluar arena pertandingan.
“PEMENANGNYA LISA DARI KUIL DESA NARA” terdengar teriakan pemandu pertandingan dari sisi lain.
Penonton pun bertepuk tangan sambil merasa heran akan apa yang baru saja mereka saksikan.
“Tidak mungkin prajurit khusus dari istana kerajaan Gunma kalah dengan nona pendatang baru itu” kata salah satu penonton pria di atas tribun penonton.
“Luar biasa, gadis ini benar-benar memberi kita kejutan malam ini” kata Sang Ratu tersenyum lebar.
Akhirnya pertandingan pertama di malam yang kedua selesai dengan kemenangan yang di dapat oleh Sasha.
Pertandingan kedua akan segera di mulai antara Takeda dari prajurit kerajaan Gunma melawan Ahmed dari desa Kuni.
Sasha yang sempat kesulitan melawan Max karena tidak melihat pertandingan Max sebelumnya tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. Kali ini Sasha memutuskan untuk melihat jalannya pertandingan atara Takeda dan Ahmed yang sebentar lagi dimulai. Sasha akan memperhatikan setiap jurus dan juga pergerakan dari Takeda atau pun Ahmed karena di antara mereka yang menang akan melawan Sasha di pertandingan berikutnya.
Setelah beberapa saat pertandingan kedua pun di mulai.
“Menurut mu siapa yang akan memenangkan pertandingan ini” kata Sang Ratu bertanya kepada pengawalnya.
“Seharusnya ini tidak mudah untuk di nilai. Mereka berdua seimbang dalam segi kekuatan. Maafkan aku Ratu, aku tidak bisa dengan cepat menilai” jawab pengawal sambil menundukkan kepalanya.
Setelah pertandingan berlangsung selama setengah jam, sudah banyak serangan demi serangan yang dikeluarkan oleh kedua petarung diatas arena. Sasha masih memperhatikan pergerakan dan juga teknik hebat yang mereka keluarkan.
Kedua petarung mendapat kerugian yang sama besar dari serangan yang mereka tahan. Terlihat Takeda yang tengah mengatur nafasnya karena menahan serangan dari Ahmed. Begitu juga sebaliknya, Ahmed terlihat memegang dadanya menahan sakit dari serangan Takeda.
“Paman, apakah kali ini mereka akan menggunakan teknik andalan mereka. Bagaimana menurut mu” tanya Sasha.
__ADS_1
“Ya, seharusnya mereka menggunakan teknik andalan mereka kali ini, aku melihat energi mereka sudah semakin habis namun masih cukup jika ingin menggunakan teknik andalan mereka sebagai serangan akhir” jawab Zen.
Dan seperti prediksi Zen dan Sasha, Takeda mengeluarkan teknik andalannya yaitu teknik pedang dewa. Dan begitu juga dengan Ahmed, Ahmed mengeluarkan teknik andalannya juga yaitu, Teknik tombak naga.
Serangan mereka benar-benar dahsyat, seluruh area pertandingan berubah menjadi lautan energi yang memberi tekanan bagi para penonton. Bahkan beberapa penonton yang tidak bisa menahan tekanan itu mengalami pingsan.
“Luar biasa, aku merasa sedikit tidak yakin bisa mengalahkan salah satu dari mereka” kata Sasha sambil menahan tekanan yang juga dirasakan oleh Sasha.
Dari serangan akhir yang dikeluarkan Takeda juga Ahmed, Takeda berhasil memenangkan pertandingan dan mengeluarkan Ahmed dari arena.
“PERTANDINGAN BERAKHIR, TAKEDA MENANG” terdengar suara pemandu pertandingan mengumumkan hasil akhir dari pertandingan kedua di malam yang kedua.
Tidak seperti pertandingan sebelumnya yang terdengar sorak dan juga tepuk tangan penonton. Terlihat semua penonton merasa lemas akibat tekanan energi yang muncul akibat serangan akhir Takeda dan Ahmed.
Beberapa saat setelah pemandu pertandingan mengumumkan hasil akhirnya, seluruh penonton pun meninggalkan area pertandingan termasuk Sasha dan juga para petarung lainnya.
Sasha yang ditemani oleh Zen kembali ke kuil desa Nara.
***
Sesampainya di kuil desa Nara, Zen dan Sasha membahas teknik yang dikeluarkan Takeda pada pertandingan.
“Paman, apakah menurutmu aku bisa menghadapi teknik pedang dewa milik Takeda tadi” tanya Sasha sambil meminum secangkir teh di samping lapangan latihan kuil desa Nara.
“Tentu saja, tidak ada yang tidak mungkin untuk dikalahkan dalam kehidupan ini” jawab Zen.
Sasha dan Zen cukup lama membahas tentang pertandingan malam ini. Sasha banyak menyimpulkan tentang bagaimana cara menghadapi Takeda di pertandingan final besok malam.
Dari banyaknya kesimpulan Sasha semakin percaya diri kalau Ia bisa mengalahkan Takeda pada pertandingan final besok malam.
Malam semakin larut, Sasha kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Namun saat Sasha mulai memejamkan matanya untuk tidur, terdengar suara Master Wu memangil nama Sasha.
“Murid ku Sasha” kata Master Wu.
“Master. Dimana Master” kata Sasha merespon suara Master Wu.
“Aku tidak bisa menemui mu saat ini. Aku sudah lihat pertandingan mu malam ini. Kau tidak mengecewakan ku” kata Master Wu.
“Terimakasih atas pujian Master. Aku hanya mengikuti arahan Master” kata Sasha yang duduk di tempat tidurnya.
“Ada beberapa hal yang ingin aku beritahu tentang teknik pedang. Sudah saatnya kau mengembangkan teknik pedang yang kau miliki” kata Master Wu.
“Murid mu akan menerima arahan Master dengan sepenuh hati” ucap Sasha.
“Melihat kau yang sudah menguasai beberapa teknik pedang dari keluarga Linch, aku yakin kau bisa mengembangkan teknik yang kau punya seperti sebelumnya, kau berhasil menciptakan teknik pedang kombinasi. Untuk kali ini akan ku beritahu kalau teknik pedang bisa dikombinasikan dengan teknik segel rahasia yang sebelumnya juga telah kau kuasai sampai tingkat menengah” jelas Master Wu.
“Apa yang harus aku lakukan untuk bisa menggabungkan kedua teknik itu Master” tanya Sasha.
“Kau bisa mencari petunjuk di perpustakaan jiwa. Aku akan akhiri percakapan ini sampai disini. Jangan pernah untuk menyerah murid ku” kata Master Wu kepada Sasha.
Sesuai arahan dari Master Wu, Sasha mencari informasi di perpustakaan jiwa.
Cukup lama Sasha mencari petunjuk tentang cara menggabungkan teknik yang berbeda. Sasha menemukan sebuah buku yang terdapat sebuah petunjuk didalamnya.
“Petunjuk ini sifatnya menyeluruh, tidak khusus menggabungkan antara teknik pedang dan teknik segel. Aku sudah memahami isi dari buku ini, namun belum cukup paham cara penggabungan yang buku ini maksud” kata Sasha sambil memegang buku berwarna emas ditangannya.
Sasha terus mencoba untuk memahami cara penggabungan teknik sesuai arahan di dalam buku.
Dalam buku dijelaskan bahwa dalam setiap teknik memiliki energi Yin dan Yang, kedua energi ini saling berkaitan untuk menciptakan sebuah kekuatan yang berasal dari sebuah teknik tertentu. Walaupun terdapat energi Yin dan Yang, dalam sebuah teknik akan ada salah satu energi yang mendominasi. Teknik pedang di dominasi oleh energi Yin sedangkan teknik segel di dominasi dengan energi Yang.
“Pantas saja Master memberi tahu kalau teknik pedang dan juga teknik segel bisa digabungkan” kata Sasha dalam hati.
Sasha mulai mencoba untuk menggabungkan energi Yin dari teknik pedangnya dan juga energi Yang dari teknik segel rahasia.
Sasha banyak mengalami kegagalan di tahap ini, penggabungan dua unsur energi tidak semudah kedengarannya.
Setelah banyak mencoba, Sasha berhasil menemukan petunjuk dari usahanya. Dalam pikiran Sasha tergambar tiga titik cahaya yang membentuk segitiga dan tergambar sebuah pedang di tengah segitiga tersebut.
“Apa maksud dari gambar ini. Seperti sebuah susunan segel. Tapi aku merasa kekuatan pedang lebih dominan pada susunan ini” kata Sasha yang merasa bingung.
Sasha terus memahami lebih mendalam tentang sebuah susunan segel yang sudah tergambar dipikirannya.
“Aku mengerti, susunan yang tergambar di pikiran ku ini ternya sebuah teknik yang di maksud Master Wu. Aku akan mencobanya besok” kata Sasha sambil membuka matanya secara perlahan.
__ADS_1