
Saat membuka halaman berikutnya, Sasha seperti merasakan hal aneh di sekitar tempat ia duduk, Sasha seperti diamati oleh seseorang, selain itu juga sempat beberapa kali terdengar suara seperti benda jatuh tepat di belakang Sasha namun setelah Ia lihat ternyata tidak ada benda yang terlihat jatuh.
Dengan perasaan heran Sasha tetap membuka halaman berikutnya dan membacanya.
“Aneh sekali, jelas-jelas tadi aku mendengar benda jatuh, tapi kok tidak ada“ kata Sasha sambil melihat kearah belakang
“Sepertinya hanya perasaan ku saja“ ucap Sasha agar perasaannya menjadi tenang
Sasha kembali melihat buku yang ia pegang dan membukanya.
Dihalaman ini kembali Sasha menemukan teka-teki yang bertuliskan
-Kenali mereka, jangan takut, dan majulah. Itu adalah kunci menemukan pintu kebenaran-
“Apa lagi maksud tulisan ini, kenali siapa, takut dengan apa, lalu maju bagaimana“
Kata Sasha sambil memegang kepalanya karena bingung
“Sebenarnya maksud dari buku ini apa?“
“Benar-benar buku yang misterius“
Sasha masih melamun sambil memikirkan maksud dari tulisan itu.
Saat terdiam Sasha dikagetkan dengan suara yang berasal dari jendela kamar seperti orang yang sedang mengetuk jendela. Awalnya Ia tidak menghiraukan suara itu. tetapi semakin Ia tidak memperdulikan, suara itu serasa semakin kuat.
Akhirnya Sasha menghampiri sumber suara itu, dengan berjalan perlahan, Sasha memberanikan diri untuk membuka gorden jendela kamarnya.
“Aaaaa… apa ituuuu“ Sasha terkejut sambil menutup kedua matanya
Saat membuka gorden, Sasha dikagetkan oleh benda yang berada di luar jendela kamarnya.
Karena terkejut Sasha kembali menutup gorden jendela dan berbalik menghadap belakang.
“Apa itu tadi“ ucap Sasha sambil terenga-enga karena kaget
Saat Sasha masih memikirkan yang Ia lihat tadi, kembali terdengar suara ketukan dari luar jendela. Kali ini lebih pelan, dan Sasha kembali memberanikan diri untuk membuka gorden. Kali ini Sasha lebih siap untuk melihat apa sebenarnya yang ada di luar jendela.
“Aahhh... ini kan… burung yang tadi aku jumpai, kenapa bisa sampai kemari“ kata Sasha sambil menatapi burung yang Ia lihat
Sasha membuka jendela kamarnya dan burung itu pun langsung masuk ke kamar Sasha.
“Ehhh… kamu mau apa burung putih“ kata Sasha sambil berusaha menangkap burung itu
Burung itu masih terbang ke sana kemari. Entah apa yang dia cari tapi Sasha berfikir pasti ada yang membuat burung putih ini sampai kerumahnya.
Sejak pertama Sasha melihat burung ini, Ia memang merasa ada yang tidak beres.
“Hay burung putih, sebenarnya apa yang kamu cari“ kata Sasha sambil berjalan ke sana kemari mengejar burung itu
“Apa kamu cari ini“ Sasha mengambil snack yang ada di ranselnya lalu menaruh ranselnya di atas tempat tidur
Sasha beranggapan kalau burung itu lapar, karena sebelumnya Sasha memberikan burung itu makan, mungkin itu sebabnya burung itu mengikuti Sasha sampai ke rumah.
Setelah Sasha mengeluarkan snack dari dalam ranselnya burung itupun turun, tapi tidak menghampiri snack yang Sasha pegang, melainkan bertengger di atas ransel Sasha sambil mematuk-matuk ransel itu.
“Hey... apa yang kamu cari, kamu lapar kan, ini makanan untukmu, di ranselku sudah tidak ada makanan“ kata Sasha sambil mengusir burung itu namun tetap tidak mau pergi.
Akhirnya Sasha membuka ranselnya dan mengeluarkan semua isinya.
Saat mengeluarkan semua isi ransel, burung itupun terdiam dan perlahan mendekati batu ruby yang Sasha temukan di dalam gua.
“Ternyata kamu mencari ini“ kata Sasha sambil memegang batu ruby tersebut
“Apa kamu pemilik batu ini“ bertanya Sasha
“Kalau memang iya akan aku kembalikan ketempat asalnya“
Saat Sasha memegang batu ruby, burung itu tiba-tiba menjadi jinak dan nampak bersahabat, dan malah bertengger dipundak Sasha dengan tenangnya.
“Sepertinya batu dan burung ini ada kaitannya, kalau tidak mana mungkin burung ini berubah sikap setelah melihat batu ruby ini“ ucap Sasha dalam hati
Sambil melamun Sasha terus memperhatikan burung hantu itu. Sasha baru menjumpai seekor burung yang bisa jinak seperti ini.
***
Tok… Tok… Tok…
“Sasha... apa kamu tidur“ terdengar suara ibu dari luar kamar Sasha
“Tidak bu“ jawab Sasha
“Ayo turun, kita makan malam dulu“ ajak ibu
Sasha menaruh burung hantu putih di samping jendela kamar dan meletakkan batu ruby di atas meja belajar Sasha yang letaknya di samping jendela.
__ADS_1
Kemudian Sasha menuju ke ruang makan.
***
“Sasha, sedang apa kamu di kamar, Ayah dengar kamu menjerit tadi“ kata ayah
“Tidak ada apa-apa yah, aku kaget ada burung hantu yang mengetuk jendela kamar“ jawab Sasha
Mereka pun mulai makan malam.
“Ayah... aku ingin tanyakan sesuatu“ kata Sasha sambil memakan hidangan di meja
“Tanya apa Sha“ kata ayah
“Di rumah nenek kenapa banyak sekali hal yang berkaitan dengan burung hantu, aku heran, apakah nenek ternak burung hantu“ tanya Sasha dengan wajah yang benar-benar penasaran
“Bukan ternak burung hantu, tapi simbol keluarga kita memang burung hantu, kebetulan di sini populasi burung hantu lumayan banyak, jadi tidak heran kalau ada burung hantu yang main ke kamar mu“ jelas Ayah kepada Sasha
“Ouwww... apa ada hal lain lagi yah“ tanya Sasha
“Ada... tapi Ayah tidak bisa ceritakan sekarang“
“ Nenek mu saat masih hidup pernah memberitahu ayah tentang buku catatan keluarga, seperti apa bukunya ayah pun tidak tahu karena Ayah tidak menanyakan lebih lanjut tentang hal itu “ jelas Ayah kepada Sasha
“Ayo selesaikan makannya, sudah larut malam, besok kita sambung lagi obrolannya“ kata ibu sambil menambahkan lauk ke piring Sasha
***
Setelah selesai makan malam, Sasha kembali ke kamar.
Terlihat burung hantu putih itu masih ada di jendela Sasha sambil memperhatikan batu ruby yang tergeletak.
Sasha menghampiri burung itu dengan membawa snack miliknya.
“Apakan buku yang di maksud Ayah itu buku yang aku temukan di ruang bawah tanah ya“ ucap Sasha sambil memberi makan burung hantu
Sasha kembali mengambil buku yang tergeletak di atas tempat tidurnya.
Kembali Ia lihat halaman terakhir yang Ia baca.
“Apa maksud tulisan ini ya“
Ketika Sasha sedang memahami tulisan di buku, burung hantu putih itu turun ke meja belajar Sasha dan mematuk-matuk batu ruby.
“Hey... ada apa“ kata Sasha
Terdengar suara yang memanggil Sasha dengan lembut
“Siapa“ saut Sasha dengan ekspresi sedikit panik
Sasha diam terpaku karena panik.
“Di belakang mu Sha“ kata suara itu
Sasha pun berbalik badan dengan perlahan dan menutup kedua matanya.
“Buka saja mata kamu, aku teman mu“ kata sosok itu
Sasha membuka mata dengan perlahan karena ragu.
Ia melihat ada seorang gadis cantik seumuran Sasha yang berdiri mengenakan gaun berwarna putih dengan hiasan bunga sakura di beberapa bagian gaunnya.
Setelah Ia melihat sosok yang ada di hadapannya, entah kenapa Ia tidak merasa takut sedikit pun.
“Siapa kamu, kenapa bisa masuk ke kamar ku“ tanya Sasha
“Nama ku Guin, aku sudah lama tinggal disini“ jawab gadis itu
“Aku tidak mengerti maksud mu“ tanya Sasha dengan wajah heran
“Aku sudah lama tinggal di rumah ini, bahkan sebelum rumah ini ada“
“Aku pernah janji dengan Nenek mu, siapa pun yang menemukan buku rahasia tentang keluarga Linch, aku harus membantunya sampai buku itu terpecahkan sampai halaman terakhir“
“Halaman awal dari buku ini adalah tulisan dari Nenek mu, sedangkan petualangan mu baru akan di mulai setelah kamu bertemu aku dan Oly“ jelas Guin kepada Sasha
“Maksud mu Oly“ tanya Sasha dengan muka heran sambil menunjuk burung hantu putih
“Iya, burung hantu itu bernama Oly, dia sahabat ku selama tinggal disini. Oly juga sudah ada di sini sebelum rumah ini di bangun“ jelas Guin kepada Sasha
“Jadi maksud mu... kamu bukan manusia dan Oly bukan hewan“ Tanya Sasha heran
“Yaahhh… bisa di bilang begitu. Kami adalah roh yang memang sudah tinggal di sini cukup lama, bahkan sebelum ada perang yang terjadi di sini“ jawab Guin dengan wajah tersenyum
Sasha masih heran dengan hal yang Ia alami.
__ADS_1
Saat Guin menjelaskan tentang dirinya, Sasha malah diam terpaku seperti tidak paham dengan apa yang Ia dengar. Sasha sedikit tidak mempercayai kalau Ia bisa berbicara dengan roh.
“Apa kamu tahu, sebenarnya apa maksud dari buku ini“ tanya Sasha sambil mengangkat buku
“Buku itu berisi sejarah juga rahasia dari keluarga Linch. Siapapun yang berhasil menyelesaikan teka-teki di dalam buku itu akan mengetahui asal mula keluarga Linch. Aku tidak bisa menjelaskan terlalu lengkap tentang buku itu, karena memang tidak ada satu orang pun yang tahu maksud dari buku itu, termasuk nenek mu“ jelas Guin kepada sasha
“Lalu kenapa harus aku yang menyelesaikan teka-teki ini“ tanya Sasha
“Karena memang kamu lah yang terpilih untuk bisa membaca tulisan dalam buku itu“ jelas Guin
“Maksud mu bagaimana, aku tidak paham“ tanya Sasha
“Tulisan dari buku itu tidak bisa di lihat oleh orang lain, bahkan keturunan keluarga Linch pun belum tentu bisa melihat tulisan itu, termasuk Nenek mu“ jelas guin
“Apakah aku bisa membaca tulisannya, aku baru membaca halaman yang di buat oleh nenek , darimana kamu tahu aku bisa membacanya“ tanya Sasha
“Saat pertama kamu membuka buku, kamu melihat sepasang mata yang berkilau kan“ tanya Guin
“Iya... mata itu seperti mengeluarkan cahaya, padahal itu hanya tinta, aku juga sempat heran, dan sebenarnya sampai sekarang juga masih heran, kenapa tinta bisa memunculkan cahaya seperti itu“ jawab Sasha
“Itu adalah tanda kamu bisa membaca tulisan dalam buku itu, sekarang kamu buka saja halaman selanjutnya“ jelas Guin sambil mendekati Sasha
Sasha pun membuka lembaran berikutnya dari buku itu.
Ketika perlahan Sasha membuka buku, Ia seperti dapat gambaran tentang kejadian masa lalu.
Entah itu masa lalu siapa Sasha pun tidak mengerti, kejadian yang tergambar dalam pikiran Sasha berlangsung sangat cepat sama seperti mimpi yang Ia alami saat pertama kali menemukan buku peninggalan keluarga Linch.
“Ahhh... apa ini sebenarnya, kepalaku pusing“ kata Sasha sambil memegang kepalanya dan memejamkan matanya
Kejadian itu tidak berlangsung lama hanya sekitar 10 detik saja, namun membuat Sasha kehilangan fokusnya. Tidak ada yang tergambar jelas dari kejadian itu.
Sasha hanya melihat sebuah bangunan yang megah dan banyak orang yang berlarian ke sana kemari.
“Kau tidak apa-apa Sasha“ tanya Guin
“Aneh sekali, ada sesuatu hal yang tergambar di pikiran ku, entah apa itu, kepala ku sakit sekali“ jelas Sasha sambil memegang kepalanya
Setelah berdiam beberapa saat Sasha kembali membuka lembaran buku yang Ia pegang.
Kali ini tidak ada gambaran aneh lagi melainkan suasana hati Sasha yang menjadi tenang dan nyaman.
Memang sulit di mengerti dengan nalar namun dari awal Sasha sudah merasa buku ini menyimpan banyak misteri di dalamnya.
-Kita adalah hasil dari sejarah yang pernah terjadi. Sebuah sejarah akan berpengaruh besar dalam kehidupan berikutnya, jika sejarah itu tersusun rapi maka kehidupan berikutnya pun akan rapi, sedangkan jika sejarah itu kelam, maka kehidupan selanjutnya pun akan terasa sulit-
-Pada saatnya nanti kenyataan dan logika manusia akan bertentangan. Sesuatu yang mustahil akan kalah dengan logika, tugas kita adalah memilih untuk meyakini yang mana. Logika atau hal yang mustahil-
“Kira-kira maksud dari halaman ini apa, bahasanya sulit sekali di mengerti“ ucap Sasha sambil memandangi buku
“Apa kamu percaya dengan hal yang mustahil Sasha“ tanya Guin
“Entahlah, aku juga tidak paham tentang hal yang mustahil di dunia ini“ ungkap Sasha
“Menurut mu, apakah manusia bisa berbicara dengan roh bahkan bisa melihatnya“ tanya Guin
Sejenak Sasha terdiam mendengar ucapan Guin.
“Kalau menurut logika itu hal yang tidak mungkin, roh dan manusia hidup di alam yang berbeda, tidak mungkin bisa berbicara bahkan saling lihat“ ungkap Sasha
“Lalu menurut kamu, apakah kita bisa berbicara bahkan bisa saling lihat ini sesuai dengan logika“ tanya Guin
Sasha semakin bingung dengan apa yang Ia alami.
Sasha berfikir kalau Guin dan Oly adalah roh sedangkan Sasha adalah manusia, bagaimana mungkin mereka bisa saling berkomunikasi.
“Aku tetap masih bingung Guin, jika memang kita berbeda alam, mengapa aku bisa melihat kalian, bahkan berbicara dengan kalian, dan sepertinya Oly juga mengerti apa yang aku katakana, kalau pun Oly itu hewan, mustahil Ia mengerti maksud perkataan ku“ ungkap Sasha
Sasha mulai meyakini bahwa hal mustahil itu bisa saja terjadi.
Namun ada hal lain yang kembali menjadi pertanyaan Sasha. Paragraf pertama dari halaman buku ini menjelaskan tentang sejarah, Sasha bingung, sejarah apa yang di maksud.
“Guin. Apa kamu tahu sejarah dari keluarga ku, atau darimana keluarga ku berasal“ tanya Sasha
“Aku tidak tahu, Nenek mu hanya berpesan untuk menemani siapa pun yang ingin memecahkan rahasia yang tertulis di buku ini“ jelas Guin
“Baiklah kalau begitu, aku memutuskan untuk menyelesaikan setiap teka-teki yang ada di buku ini, apapun yang terjadi, aku harus bisa menyelesaikan setiap alurnya“ ungkap Sasha
“Kalau begitu aku dan Oly akan menemani kemanapun kamu pergi, sesuai janjiku“ ucap Guin
***
Malam semakin larut.
Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang Sasha merapikan buku dan barang yang berserakan di atas kasurnya, kemudian pergi tidur.
__ADS_1
Sementara Sasha tertidur Oly tetap berada di jendela kamar Sasha sedangkan Guin menghilang.