
Adik kembarku Naura menikah dengan pria yang umurnya lebih tua 3 tahun dari dia .
mereka sudah berpacaran selama 7 tahun,
Semenjak Naura duduk di bangku SMP kelas 1.
Awalnya Naura dan calon suaminya cinta monyet . . hanya berkenalan lewat handphone saja, dan akhirnya 5 tahun terakhir mereka barulah bertemu . pertemuan meraka baru 2kali. Siapa sangka mereka akan menikah hanya lewat telepon biasa . karena waktu itu ibuku hanya memberikan Handphone yang jadul. tidak bisa video call ataupun WhatsApp. apalagi untuk bermain sosial media ,seperti Facebook dllnya.
jadi waktu itu mereka benar-benar berkenalan via suara saja .
Dan jarak antara kotaku dan kota tempat tinggal calon suaminya lumayan jauh bisa memakan waktu perjalanan 3 malam kalau naik bus.
Mendekati hari pernikahan Naura. Mamaku sangat sibuk mengurus acara pernikahan adikku , mengundang saudara-saudara jauh maupun dekat.
Naura dan suaminya sibuk fiting baju. Jadi, sebagai kakaknya akulah yang mengurusi baju seragam kami, dekorasi juga pelaminan ,kyboard dan make up untuknya.
Naura juga sudah menelepon Ayahku, untuk datang sebagai walinya.
meskipun ayahku sudah meninggalkan kami sejak kecil,tapi dia tetaplah ayah kami.
Dihari H pernikahan Laura. lumayan sangat ramai.
dan Ayah kandung ku pun datang dengan Ibu tiriku dan ke-3 anaknya.
__ADS_1
Baru pertama kali aku mengenal Ayahku dia mirip sekali denganku. mereka terlihat seperti orang yang berada . karena aku tau, harga tas istrinya saja sangat mahal.
Aku tau ayahku datang hanya untuk melaksanakan kewajibannya saja menikahkan adikku. buktinya ayahku biasa saja terhadap aku ,mamaku dan juga adikku.
Selama ini juga dia tidak pernah menafkahi kami, menanyakan kabar kami . .
sehingga hanya mamakulah yang banting tulang untuk keluargaku.
Mamaku juga pernah bercerita kalau keluarga dari ayahkulah yang menyuruh mereka untuk bercerai. karena kakek dan nenekku tidak setuju kalau ayahku menikahi mamaku yang terlahir dari keluarga sederhana.
"Ayah Apa kabar ???" kusalim ayahku dan ibu tiriku .
"Baik . . Laura sekarang kerja dimana udah tamat sekolah kan?? " Tanya ayahku.
Laura tinggal dulu ya yah , teman-teman Laura datang " kataku kepada ayahku . .
Aku sengaja tidak mau banyak bicara kepada Ayahku .karena dia saja tidak perduli kepada kedua anaknya yang sudah ditinggalkannya sejak kecil.
Ku fokuskan pikiranku pada Acara Naura . .
Naura yang sebentar lagi akan pergi jauh ikut dan tinggal bersama suaminya.
" Naura maafkan kakak ya sayang. kalau kakak ada salah ,semoga keluarga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah dan bahagia sampai menua" pesanku untuk Naura dan kucium kedua pipinya.
__ADS_1
Lalu kusalam juga adik iparku .namanya Fadly Pradipta.
" Selamat yaa dek . . semoga bahagia selalu,pesanku . . jagalah Naura dan terimalah segala kekurangannya .bimbing dia kejalan yang benar ,kalau dia salah tegur dan ajarilah dia . karena disana dia tidak punya siapa-siapa " kataku kepada Fadly.
" Fadly dan Naura" Baik kak Terimakasih atas ucapannya jawab mereka berdua.
Naura juga berpesan padaku untuk menjaga Mamaku.
Setelah Acara pernikahan Naura selesai . mereka pun berangkat ke kota dimana suami Naura tinggal. kebetulan suami Naura adalah Kepala desa dan lumayan berada .
jadi dia tidak akan hidup susah dan berkekurangan.
Aku pun pamit pada mamaku, karena besok aku harus kuliah.
"Ma . . Laura pulang dulu ya , besok Laura masuk kuliah" kataku .
"Kalau Laura pergi mama dirumah sama siapa???
Laura tinggal disini aja ya sama mama.
tidak usah ngekos lagi " jawab mamaku. .
" Iya ma Laura akan tinggal disini lagi kok, tapi Laura harus ambil barang-barang Laura dulu " kataku pada mamaku".
__ADS_1
Dan akupun berangkat kuliah.