
Malam ini ternyata Dion tidak pulang.
mungkin dia tidur dirumah istri pertamanya .
wajar saja kalau dia menginap disana karena beberapa hari terakhir ini dia bersamaku.
Kringggg. . Kringgg. . Kringgg
"Halo sayang lagi dimana " dengan menjawab telepon dari Dion.
" ini mau kerumah sakit ,mamanya Ghina mengalami kecelakaan jadi aku harus kesana " kata Dion dengan suara panik. dia juga menyebutkan nama rumah sakit dimana istrinya dirawat.
Anaknya Dion bernama Ghina ,Aghata, dan Samuel.
malam itu juga aku menyuruh supir mengantarkan ku kerumah sakit untuk melihat keadaan istri Dion.
Istrinya lumayan Parah .
banyak darah yang melumuri badannya.
Aku yang menyaksikan dari kejauhan bisa merasakan kesedihan yang meraka alami saat ini.
Dion terus memegang tangan istrinya
Ghina,aghata,Samuel terus saja menangis.
" Pak saya mau bicara tentang keadaan istri bapak . mari keruangan saya sebentar" kata Dokter .
" Begini pak, istri bapak sudah sangat banyak kehilangan darah , dan malam ini harus segara transfusi darah pak ,kalau tidak besar kemungkinannya istri bapak tidak akan tertolong. jadi segera Carikan darah malam ini juga, kebetulan dirumah sakit kami golongan darah A+ sedang kosong pak " Kata dokter .
Aku mendengar jelas semua . obrolan antara dokter dan Dion.
Sedangkan Dion dan anak-anakny golongan darah B.
Dion juga menelpon semua saudara-saudara, kerabat dan juga pegawai kantornya agar ada yang bersedia mendonorkan darah kepada istrinya .
Tetapi malam itu juga tidak ada sama sekali yang membantu.
Dia terus saja mondar-mandir dengan penuh kekhawatiran.
"Aku bersedia mendonorkan darahku kebetulan Golongan darah ku A+ " Ucapku dari belakang .
" Kok kamu ada disini????"
" Iya aku dari dua jam yang lalu disini ,jadi aku tau semua yang terjadi". kataku.
" terimalah tawaranku ini demi keselamatan istri pertamamu aku rela kok mendonorkan darahku" kataku.
Akhirnya Dokter pun mengambil sampel darahku ,setelah dinyatakan cocok akhirnya dilakukan transfusi darah sebanyak 4 kantong malam itu juga.
__ADS_1
Setelah selesai aku pun dibawa ke ruang rawat inap . karena dokter hanya mau mengambil darahku 2 kantong dengan keadaan ku juga yang sedang hamil dokter takut terjadi sesuatu kepadaku. tapi aku tetap memaksa demi keselamatan mamanya Ghina.
Dion keluar dari ruang rawat istrinya. dan Dion datang keruanganku.
"sayang kamu baik-baik saja kan, kamu nekat bangat .kamu kan lagi hamil harusnya jangan membahayakan begini " ucapnya.
" Aku akan merasa bersalah kalau aku tidak bisa membantu istrimu ,pergilah temani dia aku tidak apa-apa " lanjutku.
Dion pun pergi keluar, dan kembali ke keruangan istrinya. Ghina ,Aghata dan Samuel sudah pulang kerumah di jemput neneknya . karena mama mereka sudah siuman ,meskipun belum sembuh total dan masih banyak yang luka dan harus di obati.
dan mereka juga tau kalau akulah yang mendonorkan darah untuk mama mereka. tapi mereka tidak tau kalau aku juga adalah mama ke 2 mereka atau sebut saja ibu tiri mereka.
Sebelum mereka pulang Dion sempat mengantar anak-anaknya ke kamarku.
" Terimakasih ya Tante sudah menolong mama kami , berkat Tante mama kami akan segara pulih kembali" Kata Ghina ,Aghata dan Samuel.
"sama-sama sayang " kataku".
Pagi ini aku sudah membaik walaupun pusing-pusing sedikit tapi aku masih kuat untuk pulang kerumah.
kulewati ruangan istrinya dan aku pulang tanpa pamit.karena aku tidak mau mengganggu mereka, disana juga masih ada beberapa saudara Dion yang tidak berhenti menjenguk istrinya.
Setelah dua hari pulang dari rumah sakit
Hari ini aku harus masuk kuliah .
" Baik Bu siap " jawab supirku.
aku pun berangkat kekampus. . setelah sampai dikampus kepalaku masih pusing tetapi kupaksakan saja mengikuti mata kuliah.
"Kamu sakit Ra . . kok pucat " tanya Juna.
"Iya lagi pusing Jun" jawabku.
Tiba-tiba badanku lemas dan aku jatuh pingsan.
Juna dan Rika menggotongku ke mobil .dan membawaku kerumah sakit .
"Buruan ya pak jalannya " ucap Juna kepada driverku.
Saat Driverku menjemput mamaku kerumah dan memberi tahu kalau aku masuk rumah sakit. Juna dan Rika yang menemaniku sampai siuman.
3 Hari dirawat dirumah sakit dikasih infus tambah tenaga dan banyak macam vitamin yang kuminum .
saat mamaku sedang menyuapiku makan tiba-tiba Juna datang.
"Gimana Ra, sudah baikan belum???" tanya Juna.
" Alhamdulillah Sudah Jun , kata dokter juga aku sudah boleh pulang kok hari ini " jawabku.
__ADS_1
"Syukur deh kalau begitu , ini aku ada bawa buah-buahan untukmu" lanjut Juna duduk
disampingku.
Dikupasnya buah apel dan ditarok dipiring lalu diletakkannya di meja.
" Bu. . . setelah Laura selesai makan langsung dikasih buahnya ya Bu. .soalnya dia susah bangat makan buah harus dipaksa " kata Juna kembali.
" iya . . Kok nak Juna tau kalau Laura susah makan buah "tanya mamaku.
" iya Taulah bu . . yawdah Bu aku pamit dulu ya masih ada mata kuliah . . nanti kalau sudah siap-siap mau pulang telepon aku aja biar ku jemput " kata Juna pada mamaku.
Setelah Juna keluar.
Mamaku bercerita. selama Aku masuk rumah sakit . junalah yang selalu menjagaku siang dan malam, bahkan di sela- sela jam kuliah di sempatkannya untuk menjengukku.
Dion tidak tau kalau aku juga masuk rumah sakit dan tidak kuberitahu , karena aku mengerti sekarang ini dia sangat mengkhawatirkan istrinya . aku tidak mau menambah bebannya.
Sedang sibuk mengemasi barang- barang untuk pulang .
Belum sempat ku telepon Juna .tiba-tiba dia pun datang.
"udah siap ,sini aku bawain barangnya " kata juna.
"Loh bukannya kamu masih dikampus????"
" kan cuma 2 SKS makanya cepat pulang. . Oia tadi kamu ditanyain sama Pak Erwin loh Ra, saat dia tau kamu masuk Rumah sakit malah dia mengajak anak-anak untuk menjengukmu, terus kubilang saja kamu sudah mau pulang hari ini , karena ku tahu pasti kamu tidak suka kan kalau kami semua tau kamu sedang sakit begini " jawabnya...
" Iya . . kalau sedang sakit begini memang aku pengennya sendiri dan tidak ada yang menganggu mungkin juga karena hormon kali " kataku pada Juna.
" Hormon apaan ,lebay bangat" sambung Juna
" Kalau sedang hamil hormonnya memang kadang-kadang begitu nak Juna, kita tidak tau tergantung situasi hatinya ,yah namanya juga bawaan bayi" kata mamaku pada Juna.
" Ha . . Ha. . Hamil, Kamu hamil Ra ????"
ucap Juna.
" Iya Jun makanya aku gak fit sekarang badannya gampang lemas dan pusing, ditambah aku 3 hari yang lalu mendonorkan darahku pada istri pertamanya Dion " kataku dengan pelan pada juna agar mamaku tidak mendengarnya.
Kalau mamaku tau pasti mamaku marah besar.
" Kamu gila memang Ra, aku gak tau harus berkata apa lagi, ntah apa yang kamu lihat dari pria itu, udah tua , punya istri dan punya anak.
kamu sakit saja tidak diurusnya.
Juna pun mengantarku dan mama pulang kerumah .
" Aku pulang dulu ya Tante semoga Laura juga lekas sembuh dan besok bisa masuk kuliah lagi" kata Juna dan langsung pulang.
__ADS_1